Selebrasi gol kemenangan Manchester City atas Real Madrid. (Getty Images/Michael Regan)

Selebrasi gol kemenangan Manchester City atas Real Madrid. (Getty Images/Michael Regan)

Berandascoped-by-BerandaSportsscoped-by-SportsKalahkan Real Madrid 4-0, Manchester City Lolos ke Final UCL Jumpa Inter Milan

Kalahkan Real Madrid 4-0, Manchester City Lolos ke Final UCL Jumpa Inter Milan

Eropa | Kamis, 18 Mei 2023

PIFA, Sports - Manchester City menang telak atas Real Madrid di leg kedua semifinal Liga Champions 2022/2023. Hasil ini mengantarkan City lolos ke final, melawan Inter Milan yang terlebih dahulu lolos udai tekuk AC Milan.

Manchester City dipastikan lols dengan agregat 5-1. Bernardo Silva mencetak dua gol, Manuel Akanji dan Julián Álvarez masing-masing satu kali pada laga leg kedua.

Manchester City asuhan Pep Guardiola menghasilkan penampilan menyerang yang luar biasa untuk mengalahkan pemegang gelar Real Madrid. Pep Guardiola memberikan penghormatan khusus kepada para pemain City setelah mengamankan tempat kami di final Liga Champions 2023.

Dia juga mengungkapkan bagaimana rasa sakit dari kekalahan yang memilukan musim lalu juga menginspirasi para pemainnya.

“Orang-orang ini telah melakukannya selama bertahun-tahun dan hari ini mereka mendapatkan hadiah yang pantas mereka terima,” kata Pep, mengutip laman resmi Man City.

Ia menyambut gembira pertandingan selanjutnya melawan Inter Milan. Laga ini akan dimainkan pada 10 juni yang akan berlangsung di Stadion Olimpiade Ataturk, Istanbul, di Turki pada Sabtu 10 Juni, dengan kick-off dijadwalkan pukul 20.00 (Inggris).

“Kegembiraan berada di sana dan bermain melawan Inter tidak dapat dihitung. Kami akan menikmati kesempatan ini. Kami akan mencoba untuk menang, kami tidak bisa mengatakan kami akan menang dengan pasti. Dan tentu saja, kami akan mencoba," tandas Pep. (hs)

Rekomendasi

Foto:   Eks Sekjen MPR Ma’ruf Cahyono Ditetapkan KPK sebagai Tersangka Gratifikasi Rp17 Miliar | Pifa Net

Eks Sekjen MPR Ma’ruf Cahyono Ditetapkan KPK sebagai Tersangka Gratifikasi Rp17 Miliar

Nasional
| Kamis, 3 Juli 2025
Foto: Kencing Berbusa, Waspadai Penyebab dan Cara Mengatasinya | Pifa Net

Kencing Berbusa, Waspadai Penyebab dan Cara Mengatasinya

Indonesia
| Minggu, 23 Februari 2025
Foto: Netflix Tudum 2025 Digelar Langsung dari Los Angeles, Bakal Hadirkan Bintang Serial Populer | Pifa Net

Netflix Tudum 2025 Digelar Langsung dari Los Angeles, Bakal Hadirkan Bintang Serial Populer

Indonesia
| Rabu, 30 April 2025
Foto: Dianggap Beban, Amorim Masih Berharap pada Mason Mount  | Pifa Net

Dianggap Beban, Amorim Masih Berharap pada Mason Mount

Inggris
| Kamis, 13 Maret 2025
Foto: Ketegangan Memuncak! India Serang 9 Lokasi di Pakistan dan Kashmir, Balasannya Jet Tempur India Ditembak | Pifa Net

Ketegangan Memuncak! India Serang 9 Lokasi di Pakistan dan Kashmir, Balasannya Jet Tempur India Ditembak

India
| Rabu, 7 Mei 2025
Foto: Jokowi Bantah Kirim Utusan ke PDIP Agar Tak Dipecat sebagai Kader | Pifa Net

Jokowi Bantah Kirim Utusan ke PDIP Agar Tak Dipecat sebagai Kader

Indonesia
| Sabtu, 15 Maret 2025
Foto: Eks Pelatih Juventus Soroti Keputusan Motta Singkirkan Vlahovic Demi Kolo Muani | Pifa Net

Eks Pelatih Juventus Soroti Keputusan Motta Singkirkan Vlahovic Demi Kolo Muani

Italia
| Jumat, 14 Februari 2025
Foto: Banyak Perkara Vonis Bebas, Komisi III DPR Soroti Kinerja Kejati Kalbar | Pifa Net

Banyak Perkara Vonis Bebas, Komisi III DPR Soroti Kinerja Kejati Kalbar

Kalbar
| Sabtu, 15 Februari 2025
Foto: Komedian Mat Solar Meninggal Dunia, Rieke Diah Pitaloka Ungkap Kesedihannya | Pifa Net

Komedian Mat Solar Meninggal Dunia, Rieke Diah Pitaloka Ungkap Kesedihannya

Indonesia
| Selasa, 18 Maret 2025
Foto: Mengenal Ameera Khan, Model Asal Malaysia yang Disebut Pacar Baru Jefri Nichol | Pifa Net

Mengenal Ameera Khan, Model Asal Malaysia yang Disebut Pacar Baru Jefri Nichol

Indonesia
| Jumat, 17 Januari 2025

Berita Terkait

Lokal

Foto: Dua Oknum LSM di Ketapang Dipolisikan Buntut Dugaan Pencemaran Nama Baik dan Pemerasan | Pifa Net

Dua Oknum LSM di Ketapang Dipolisikan Buntut Dugaan Pencemaran Nama Baik dan Pemerasan

PIFA, Lokal -  Kuasa Hukum AS, Paul Hariwijaya Bethan bersama Petrus Jhon Fernandez, resmi melaporkan dua oknum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yakni Sekjend LSM Gasak, Hikmat Siregar dan Ketua LSM Peduli Kayong, Suryadi ke Polres Ketapang, Senin (20/2/2023).  Saat dikonfirmasi, Paul mengatakan pihaknya melaporkan kedua oknum LSM ini lantaran diduga dengan sengaja menggiring opini liar ke publik tanpa dilengkapi bukti-bukti dengan tujuan untuk menakuti-nakuti dan mencemarkan nama baik kliennya. Selain itu ada dugaan upaya pemerasan yang dilakukan keduanya.  Paul menilai, jika memang mereka ada bukti keterlibatan kliennya terhadap suatu perkara, maka seharusnya mereka menyampaikan bukti itu ke pihak berwenang. "Bukannya perkara itu selesai dan hakim sudah memutus perkara serta memastikan tidak ada nofum atau bukti baru mengenai keterlibatan kliennya atau pihak lain, baru kemudian mereka menggiring opini ke publik untuk menakuti-nakuti klien kami," katanya didampingi Petrus, Senin (20/2/2023). Paul melanjutkan, yang disampaikan Hikmat Siregar di media online merupakan sebuah penggiringan opini yang tak mendasar. Lantaran Hikmat hanya mendesak aparat hukum menangkap dan menetapkan kliennya sebagai tersangka terkait kasus DD Bantan Sari, baik saat proses perkara berjalan hingga perkara inkrach tanpa menyampaikan bukti apapun. "Kan lucu, dari kasus berjalan sampai sudah selesai, LSM ini berulang kali menggiring opini di media bahwa klien kami harus ditetapkan jadi tersangka dan ditangkap tanpa ada bukti yang dia sampaikan, ironisnya setiap berita itu naik rekanan LSM ini yakni Suryadi mengirim link berita ke klien kami bahkan dengan membuat narasi terkesan menakut-nakuti klien kami," paparnya. Dari sini, Paul menilai upaya yang dilakukan oleh dua orang oknum LSM ini memiliki tujuan pribadi. Terlebih upaya menakuti itu dengan membawa nama lembaga penegak hukum yakni Kejaksaan Agung (Kejagung). Padahal jika memang memiliki data maka sejak awal kedua LSM ini harusnya memberikan data itu ke pihak berwenang baik kejaksaan maupun pengadilan, namun hal tersebut tidak pernah dilakukan sampai hari ini. Paul menyebut, kedua LSM ini seperti sindikat. Satunya menggiring opini ke publik, satunya mengirim link berita untuk menakuti-nakuti. Sebagai orang awam, kliennya secara psikologis terganggu dengan penggiringan opini ini terlebih disebarluaskan ke publik melalui media, dan demi menjaga nama baik klien dan keluarga. "Hingga akhirnya, sempat terjadi komunikasi antara klien kami melalui karyawannya (Wan Usman-red) dengan kedua oknum LSM, kemudian kesepakatan kedua LSM ini tidak akan menggiring opini liar dengan imbalan sebesar Rp20 juta yang dikirim ke rekening Suryadi pada 18 September 2021," lanjutnya. Namun, seolah tak ada puasnya, beberapa waktu berjalan Suryadi kembali mengirim link berita kepada kliennya dengan membuat cerita, rekannya Hikmat Siregar telah memegang data dari orang dalam mengenai penetapan tersangka kliennya oleh Kejagung terhadap perkara DD Bantan Sari. Padahal secara hukum, perkara yang melibatkan kliennya yang saat itu sebagai saksi ditangani Kejaksaan Ketapang bukan Kejagung yang mana perkara tersebutpun sudah selesai dan inkrach. Sesuai putusan Pengadilan Tipikor Pontianak seperti yang telah disampaikan Kasi Intel Kejaksaan Negeri Ketapang, Fajar Yulianto dalam sebuah pemberitaan di beberapa media online. "Saat menghubungi klien kami, Suryadi seolah-olah bisa membantu agar Hikmat Siregar tidak mendorong Kejati atau Kejagung untuk menetapkan klien kami sebagai tersangka, sebab katanya Siregar sedang dalam perjalanan ke Kejagung dan meminta klien kami segera merangkul Hikmat Siregar secepatnya karena mengatakan Hikmat Siregar adalah orang batak dan nekat luar biasa," jelasnya sesuai isi chat Suryadi kepada kliennya. Selain itu, Paul menceritakan dalam percakapan dengan kliennya yang telah direkam, Suryadi juga mengaku jika kliennya memenuhi apa yang diinginkan Hikmat, maka data mengenai status tersangka yang telah ditetapkan oleh Kejagung bisa diurus dan akan hilang dengan sendirinya, karena tidak ada dorongan seperti pengekposan melalui media dan demo oleh Hikmat Siregar. Bahkan Suryadi meyakinkan kliennya, jika Hikmat Siregar siap membakar data rahasia negara tersebut di depan kliennya itu sebagai jaminannya. Suryadi mengatakan siap memasang badan lantaran dirinya mengaku memegang kasus Hikmat Siregar jika tidak komitmen ketika keinginannya sudah terpenuhi. "Mereka meminta uang Rp150 Juta sebagai komitmen serta meminta agar tidak melibatkan pihak lain termasuk Wan Usman, untuk memastikan apa yang Suryadi sampaikan, klien kami menghubungi Hikmat menanyakan apakah benar permintaan sejumlah uang tersebut," jelasnya.  Hikmat membenarkan hal tersebut dan mengaku akan berkomitmen. Namun kata Paul, kliennya tidak mau memberikan uang tersebut karena merasa tidak bersalah dan putusan pengadilan sudah inkrach Hikmat pun terus menggiring opini melalui salah satu media online untuk menakuti kliennya itu. Hanya saja Suryadi dan Hikmat tidak menyadari bahwa upaya mereka menakuti dan menipu daya kliennya itu direkam bahkan rekaman percakapan keduanya serta chat keduanya menjadi barang bukti yang dilampirkan dalam kasus ini. Untuk itu, Paul menilai jika Hikmat dan Suryadi mengaku akan disuap maka itu hanya sebatas pembelaan diri lantaran modusnya telah terbongkar. Sebab jelas ada upaya menakuti oleh kedua oknum LSM terhadap kliennya dan percakapan yang dilakukan keduanya jelas ingin mendapatkan sesuatu dari kliennya dengan menjual nama Kejagung. "Jika memang mereka benar kita tunggu berani tidak mereka menyerahkan bukti yang mereka katakan ada, tapi jika mereka berbohong maka saya pastikan mereka tidak berani lakukan itu, sedangkan kami sudah resmi melaporkan mereka dengan bukti rekaman percakapan, chat mereka. Saat ini kami sudah terima surat tanggal bukti lapor kami dari Polres Ketapang, tinggal menunggu proses hukum lebih lanjut," akunya.  Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Ketapang, AKP Yasin membenarkan pihaknya telah menerima laporan dari AS melalui kuasa hukumnya Paul Hariwijaya Bethan bersama Petrus Jhon Fernandez. Laporan iru terkait dugaan pencemaran nama baik dan upaya pemerasan yang dilakukan oleh dua oknum LSM di Ketapang, Senin (20/2/2023). "Laporan beserta lampiran bukti dari pelapor sudah kami terima, selanjutnya kami akan coba pelajari dan lakukan penanganan sesuai aturan yang berlaku," pungkasnya. (ap)

Ketapang
| Senin, 20 Februari 2023

Lokal

Foto: Salam Menanjak Jadi Icon Kubu Raya, KAHMI dan Forhati Apresiasi Ide Kreatif Bupati Muda | Pifa Net

Salam Menanjak Jadi Icon Kubu Raya, KAHMI dan Forhati Apresiasi Ide Kreatif Bupati Muda

Berita Kubu Raya, PIFA  - Ketua Forum Alumni HMI Wati (Forhati) Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat (Kalbar) Gusti Meilani Silsilia mengapresiasi dan salut berbagai ide kreatif yang gagas bupati Muda Mahendrawan yang menjadikan Kubu Raya sebagai icon dan menjadikan daerah ini dikenal di berbagai kabupaten/kota di Indonesia. "Saya pribadi sangat mengaprrsiasi dan salut dengan banyaknya ide-ide kreatif yang muncul dari pemikiran sederhana bapak bupati Muda Mahendrawan yang mampu menjadikan Kubu Raya sebagai icon, dua diantara yang paling fenomenal adalah kalimat Kepong bakol (gotong royong) dan salam menanjak", kata Gusti Meilani saat menghadiri Musda KAHMI Kubu Raya ke IV di hotel Dangau, Sabtu (04/06/2022) pagi. Dirinya menilai, dari kalimat sederhana yang muncul dari ide kreatif bupati Muda ini, dua kalimat itu saat ini menjadi viral dan icon bagi Kubu Raya yang merupakan kabupaten termuda di Kalbar. "Kita bisa merasakan sendiri denyutnya di berbagai daerah, apabila kita berada di luar Kubu Raya pasti yang dikenal masyarakat kabupaten lain itu adalah kalimat kepong bakol dan salam menanjaknya. Bahkan setiap melakukan sesi fhoto ala Kubu Raya, tantunya masyarakat di luar Kubu Raya pasti akan melakukan sikap salam menanjak," ujarnya. Gusti menambahkan, jika ada orang dari luar Kubu Raya melihat ada fhoto dengan sikap salam menanjak, pasti orang itu sudah tahu dan faham kalau salam menanjak itu berasal dari Kubu Raya dan pasti orang langsung mengenal dengan sosok bupatinya Muda Mahendrawan. "Dengan hal yang sangat sederhana yang dilakukan bapak bupati Muda Mahendrawan itu, membuat Kubu Raya menjadi daerah yang fameliar dan jadi icon di kalangan masyarakat di luar kabupaten Kubu Raya," pujinya. Gusti berharap, dengan dukungan pemerintah daerah terhadap KAHMI dan Forhati ini, kedepannya hubungan KAHMI dan Forhati bersama pemerintah Kabupaten Kubu Raya dapat menjadi mitra sahabat dalam memajukan daerah. "Mitra sahabat yang saya maksud di sini karena seorang sahabat tentunya memiliki hubungan simbiosis mutualisme, sehingga bisa saling memberi dan menerima dan jangan sampai terjadi simbiosis parasistisme," harapnya. Pujian serupa disampaikan Ketua KAHMI Kubu Raya priode 2017-2022 Rasiam. Menurutnya, ide kreatif yang digagas bupati Muda Mahendrawan ini terlihat sederhana, namun bisa diapliaksikan semua kalangan. "Saat ini kita sering jumpai fhoto-fhoto di media sosial yang mempraktekan Salam menanjak ala bupati Muda. Hampir semua kalangan, baik anak-anak, remaja, para birokrasi bahkan sampai ke level pak Menteri pun sudah mempraktekan salam menanjak Kubu Raya," ujarnya. Dirinya menambahkan, karena masifnya salam menanjak Kubu Raya ini, membuat semua kalangan tidak canggung dan malu untuk melakukannya. "Tentunya sebagian dari kita sudah pernah melihat Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar dan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mempraktekan salam menanjak dari bupati Muda Mahendrawan. Hal itu membuktikan salam menanjak ini sudah sangat femeliar di semua kalangan," pujinya. Sementara itu Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan menjelaskan, salam menanjak ini merupakan mind programming dan bagian "Dari Kubu Raya Untuk Indonesia", karena dengan sikap salam menanjak itu tentunya memberikan motivasi tinggi siapapun yang menginginkan persoalan, tanpa terkecuali bagi daerah-daerah lain di Indonesia. " Bagi saya pribadi, salam menanjak ini merupakan bentuk motivasi bagi warga Kubu Raya khususnya dan Indonesia pada umumnya yang menginginkan perubahan, percepatan dan lompatan di semua sektor, baik sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur, pemberdayaan masyarakat dan peningkatan perekonomiam rumah tangga. Selain itu dengan salam menanjak ini juga kita ingin melesat jauh meninggalkan hal - hal yang tidak saat ini kita kejar. Selain itu dengan salam nanjak ini juga kita juga dapat mengaplikasikan dalam mewujudkan Visi Kubu Raya yang Bahagia, Bermartabat, Terdepan, Berkualitas dan Relegius," jelas Bupati Muda. Dengan salam menanjak, Bupati Muda mengajak masyarakatnya untuk terus bekerja keras. Karena kalau jalan menanjak itu kita harus lebih bekerja keras dibanding jalan mendatar. "Kita tidak boleh menjadi beban bagi bangsa ini, tapi harus mampu ikut berkontribusi bagi republik ini dengan segala ide kreatif dan solutif dalam menghadapi semua persoalan yang dihadapi masyarakat dan bangsa ini," tutupnya. Salam Menanjak Bupati Muda Mahendrawan inipun sudah diperkenalkan di level Nasional. Situasi ini dapat dilihat saat Bupati Muda menghadiri Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) Otonomi Expo yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC) pada tanggal 3-5 Juli 2019. Yang mana saat itu Bupati Muda mempraktekan Salam Menanjak kepada setiap pengunjung yang melihat Stand Kubu Raya.  Spontan kondisi ini menjadi daya tarik bagi pengunjung untuk mengabadikannya dengan berfhoto bersama Bupati Muda melalui hp mereka masing-masing. Sementara itu, pada kegiatan Konser Kebangsaan yang digelar Lembaga Penyiaran Publilk Radio Republik Indonesia (LPP RRI) bersama Kementrian Pertahanan (Kemenhan RI) pada tanggal 16 November 2019. Rombongan Tim Konser kebangsaan yang dipimpin Direktur Program dan Produksi (Dir PP) LPP RRI Soelaiman Yusuf tampak tidak canggung saat Bupati Muda memperkenalkan salam menanjak. (ja) 

Kubu Raya
| Senin, 6 Juni 2022

Lokal

Foto: Bandar Narkoba Melawi Dibekuk di Pontianak, Polisi Temukan Senjata Api Bomen | Pifa Net

Bandar Narkoba Melawi Dibekuk di Pontianak, Polisi Temukan Senjata Api Bomen

PIFA, Lokal - Bandar narkoba Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat berinisial DIN dibekuk di Kota Pontianak, Jumat (10/2/2023) sore.   Penangkapan bandar yang terkenal cukup "licin" tersebut, dilakukan oleh jajaran Satnarkoba Polres Pontianak Kota, di bilangan Jalan M Sohor. Kasat Narkoba Polresta Pontianak Kota, Kompol Joko Sutriyatno menerangkan, saat digerebek dan digeledah, polisi menemukan barang bukti 5 bungkus plastik kemasan yang diduga sabu-sabu. Tak hanya barang haram narkoba, aparat juga menemukan senjata api jenis bomen di dalam mobil yang digunakan oleh tersangka tersebut. "Mendapat informasi dari masyarakat bahwa seorang laki-laki yang sedang menggunakan mobil minibus sedang membawa sabu dan ekstasi," katanya, Sabtu (11/2/2023). Setelah terlihat melintas di Jalan M Sohor, Kelurahan Akcaya, Pontianak Selatan, anggota langsung menyergap lalu menggeledah mobil tersangka. Aksi penangkapan dan penggeledahan yang dilakukan tak jauh dari kantor ekspedisi tersebut, kemudian menyita perhatian warga sekitar.  Mereka berkerumun menyaksikan proses penangkapan serta interogasi yang dilakukan oleh aparat Satresnarkoba Polresta Pontianak Kota itu.  "Ditemukan lima bungkus plastik besar transparan yang berisikan diduga narkotika jenis sabu berat bruto 46,54 gram dan sepuluh butir ekstasi di dalam tas," kata Joko. Selanjutnya, kata Joko, polisi langsung menggiring tersangka beserta barang bukti ke Mapolresta Pontianak kota untuk diperiksa lebih intensif. "Pada saat ditanyakan tentang kepemilikan barang bukti tersebut, terlapor mengakui miliknya untuk dijual ke Melawi," ujarnya. Sementara itu, Joko menambahkan pelaku disangkakan dengan Pasal 114 Ayat (2) subsider Pasal 112 Ayat (2) UU Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. (ap)

Melawi
| Sabtu, 11 Februari 2023
2
4
8
9
10
3
5
2
4
8
9
10
3
5
2
4
8
9
10
3
5