Kapal Kargo Diserang Kelompok Bersenjata di Lepas Pantai Yaman, Kru Kirim Sinyal Darurat
Internasional | Minggu, 5 Juli 2026
Sebuah kapal kargo yang berlayar di lepas pantai Yaman dilaporkan mendapat serangan dari kelompok bersenjata tak dikenal pada Minggu (5/7).
Laporan tersebut disampaikan United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO). Insiden terjadi sekitar 30 mil laut atau sekitar 55 kilometer di barat daya Pelabuhan Al Hudaydah, Laut Merah.
"Sebuah kapal kargo mengirimkan sinyal darurat yang menyatakan mereka sedang diserang oleh kelompok bersenjata tak dikenal," tulis UKMTO melalui platform X.
Hingga kini, penyelidikan masih berlangsung. Belum diketahui siapa pelaku serangan maupun apakah insiden tersebut berkaitan dengan konflik antara Iran dan Amerika Serikat.
Peristiwa itu terjadi ketika Iran dan Amerika Serikat tengah menjalani masa gencatan senjata setelah menandatangani nota kesepahaman (MoU) yang memberi waktu 60 hari bagi kedua negara untuk merundingkan penghentian perang.
Meski demikian, situasi masih dinilai rapuh. Sebelumnya, ketegangan kembali meningkat setelah insiden penyerangan terhadap sebuah kapal komersial di Selat Hormuz yang memicu aksi saling serang antara kedua negara.
Serangan terhadap kapal kargo ini juga terjadi di tengah ancaman Iran untuk menutup Selat Bab al-Mandab, jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden dan berada di antara Yaman, Djibouti, serta Eritrea.
Yaman sendiri masih dilanda perang saudara. Sebagian besar wilayah, termasuk ibu kota Sanaa dan kawasan pesisir Laut Merah, dikuasai kelompok Houthi yang didukung Iran.
Kelompok Houthi sebelumnya berulang kali melancarkan serangan terhadap kapal-kapal yang melintas di Laut Merah sebagai bagian dari eskalasi konflik di kawasan tersebut.



















