Kapal Kargo Turki Tenggelam Usai Tabrakan di Laut Marmara, 10 Orang Hilang
Internasional | Jumat, 4 September 2026
CNN Indonesia
Internasional | Jumat, 4 September 2026










Sports

Rodri memberikan pembelaan kepada rekan setimnya, Ferran Torres, yang menjadi sasaran kritik sepanjang Piala Dunia 2026. Pernyataan itu disampaikan Rodri saat parade juara Timnas Spanyol di Madrid, Senin (20/7/2026). Selama turnamen, Torres lebih banyak tampil sebagai pemain pengganti. Dalam delapan pertandingan, penyerang Barcelona tersebut kesulitan menunjukkan ketajamannya dan hanya mencatatkan satu assist hingga babak semifinal. Penampilannya pun menuai kritik karena dinilai tidak segarang saat membela klub. Namun, Torres membungkam kritik tersebut pada laga final. Masuk dari bangku cadangan, ia mencetak gol kemenangan Spanyol pada babak pertama perpanjangan waktu yang memastikan La Furia Roja mengalahkan Argentina dan merebut gelar juara dunia. Di hadapan sekitar 120 ribu suporter yang menghadiri parade juara di Madrid, Rodri mengajak publik memberikan apresiasi kepada Torres. "Hari ini saya ingin mengenang seseorang yang sangat penting bagi tim ini, seorang pemain yang sering dikritik secara tidak adil dan yang hari ini menjadi bagian dari sejarah sepak bola Spanyol." "Mari kita bernyanyi bersama: Ferran, Ferran, Ferran!" ujar Rodri, seperti dikutip Mundo Deportivo. Dalam kesempatan yang sama, gelandang Manchester City itu juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada para ibu yang telah melahirkan para pemain dan pelatih Timnas Spanyol, serta memberikan penghormatan kepada Raja Spanyol. "Kita adalah juara dunia. Hidup ibu yang melahirkan saya. Hidup ibu yang melahirkan mereka. Hidup raja dan hidup Spanyol," kata Rodri. Ia juga mengungkapkan kebanggaannya atas keberhasilan Spanyol meraih gelar Piala Dunia kedua dalam sejarah. "Sejujurnya, sepertinya kami memenangkan Piala Coca-Cola, tetapi kami telah memenangkan Piala Dunia. Dan berapa banyak Piala Dunia yang kami miliki? Dua!" ujarnya.
Sports

Berita Sports, PIFA - PSSI menargetkan lawan Timnas Indonesia untuk FIFA Matchday selanjutnya adalah negara yang lebih kuat dari Curacao. Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan mengatakan targetnya adalah negara ranking 60 besar FIFA. "Saya meminta lawannya minimal peringkat 60. Tapi saya serahkan ke Dirtek PSSI (Indra Sjafri) dan tim kepelatihan. Saya pasti ingin lawan yang lebih berat dan tinggi (peringkatnya)," kata Iriawan, dikutip dari laman PSSI. Sebelumnya, Pelatihan Indonesia Shin Tae-yong menegaskan bahwa memang harus menghadapi lawan dengan peringkat FIFA yang lebih tinggi agar sepakbola Indonesia bisa semakin maju. "Untuk tahun ini FIFA Match Day sudah selesai. Pastinya tahun depan baru akan bertanding lagi. Memang harus menghadapi lawan dengan peringkat FIFA yang lebih tinggi agar sepak bola Indonesia bisa semakin maju," kata Shin Tae-yong. Seperti diketahui, pada FIFA Matchday terakhir tahun ini Skuad Garuda sukses mengalahkan Curacao yang bertengger di ranking 84 FIFA. Pada match pertama, Sabtu (24/9/2022) malam, tim asal Laut Karibia itu ditaklukkan dengan skor 3-2 di stadion GBLA, Bandung. Kemudian skuad Garuda kembali sukses menghajar Curacao 2-1 di Stadion Pakansari, Bogor pada Selasa (27/9) malam. Seusai laga pelatih kedua, Shin Tae-yong mengaku puas dan mengapresiasi perjuangan anak asuhnya. Dia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada mereka yang yelah bekerja keras hingga mampu menumbangkan negara yang terpaut jauh peringkatnya. "Saya berterima kasih kepada para pemain karena sudah bekerja keras dan saya sangat bangga terhadap kapten kami malam ini, Rian. Dia memang kapten sementara, tapi dia mampu memimpin tim dengan baik," kata Shin Tae-yong. "Saat ini di dalam tim semuanya jadi satu hati, karena itu bisa mendapat kemenangan malam ini," imbuh dia. Atas pencapaian yang luar biasa dan membanggakan itu, Coach Shin Tae-yong pun mengaku bahwa dirinya semakin percaya diri dengan kualitas timnya. (yd)
Lokal

PIFA, Lokal - Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Barat, Heronimus Hero, mengungkapkan bahwa budidaya kopi liberika semakin populer di kalangan petani Kalbar. Peningkatan ini didorong oleh tingginya permintaan dan harga kopi liberika, yang saat ini berkisar antara Rp50.000 hingga Rp80.000 per kilogram di tingkat petani. "Harga tersebut sudah sangat baik dan tentunya berdasarkan kualitas. Kualitas kopi perlu terus dijaga agar harga tetap stabil tinggi," jelas Hero. Budaya minum kopi yang semakin kuat di masyarakat turut mendorong kenaikan permintaan dan harga kopi, menjadikannya peluang bagi petani untuk meningkatkan produksi. Saat ini, luas area budidaya kopi di Kalbar mencapai 7.673 hektare, dengan fokus utama di Kabupaten Sambas dan Kayong Utara. Pemerintah mendukung para petani dengan berbagai bantuan, termasuk bibit, pendampingan budidaya, dan promosi. Junaidi, Sekretaris Kelompok Tani Batu Layar Sejahtera di Sambas, menyatakan bahwa pemerintah akan membantu perluasan area tanam kopi liberika seluas 100 hektare tahun ini.