Kecelakaan Maut Kereta Bandara Tabrak Truk Kontainer di Poris Tangerang
Jakarta | Jumat, 20 Februari 2026
Foto: Istimewa
Jakarta | Jumat, 20 Februari 2026










Lokal

Pontianak - Sekelompok mahasiswa dari Universitas Tanjungpura (Untan) berhasil menginovasikan bibit jamur yang tahan terhadap serangan Trichoderma (Penyakit Jamur). Inovasi bibit jamur yang dinamai Tricho Tiram itu diikutsertakan dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Bidang Kewirausahaan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2021. Siti Saprianti dan anggota kelompoknya mendapat pendanaan di program tersebut. Menurut rilis yang diterima (3/9), Tricho Tiram merupakan jawaban untuk keresahan petani jamur akibat serangan Trichoderma. Siti Saprianti berharap, inovasi tersebut dapat membantu mempercepat perkembangan kemajuan pembudidayaan jamur tiram di Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Permasalahan yang Melatarbelakangi Munculnya Tricho Tiram Pola makan yang baik menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga kesehatan saat pandemi Covid-19. Jamur tiram menjadi salah satu pilihan yang tepat untuk meningkatkan imunitas dimasa pandemi, Jamur tiram telah dikenal sejak ratusan tahun lalu sebagai makanan yang berkhasiat untuk kesehatan. Jamur tiram juga memiliki kandungan vitamin D dan merupakan satu-satunya sumber vitamin D non hewani. Dimana vitamin D merupakan salah satu vitamin yang banyak dicari-cari karena khasiatnya yang baik untuk meningkatkan imunitas melawan covid-19. Tidak cuma vitamin D, jamur tiram ada nutrisi lain seperti protein total (10.5-44%), karbohidrat (50.7-81.8%), dan nutrisi lain yang penting untuk imun pada masa pandemi seperti antioksidan, beta-glucan, vitamin dan mineral. Saat ini, jamur tiram mulai banyak dibudidayakan oleh para pembudidaya jamur di daerah Kota Pontianak dan sekitarnya. Akan tetapi, pembudidaya ini sering mengalami kendala dalam proses pembudidayaan salah satunya yaitu adanya serangan penyakit pada jamur. Penyakit yang sering terjadi yang paling sering dan menyebabkan kerugian besar yaitu penyakit berwarna hijau yaitu dari Trichoderma spp. Petani jamur mengatakan hampir 30% produksi jamur mengalami kegagalan panen akibat trichoderma. Hal ini menyebabkan petani merugi dan penghasilannya berkurang. Melihat permasalahan yang ada kelompok mahasiswa Universitas Tanjungpura yang terdiri dari Siti Saprianti, Noverando Rafiel Angelo, Muhammad Ilham Ramadhani dan Aurelius Leno Brian tertantang untuk mengatasi masalah ini. Berawal dari ilmu yang didapatkan dari perkuliahan mereka mengaplikasikan ilmu sains untuk mengatasi permasalahan dibidang pembudidayaan jamur tiram. Akhirnya muncullah sebuah yang akan menjawab keluhan dari para petani jamur. Ketua Tim PKM Siti Saprianti berharap, Tricho Tiram dapat membantu para petani mengatasi masalah penyakit pada jamur sehingga industri jamur terus berkembang di Pontianak. Kemudian, Dosen Pembimbing Kelompok Siti, Ibu Doktor Nelly Wahyuni juga berharap, inovasi yang dibuat oleh Siti dan rekan-rekannya dapat meningkatkan keuntungan budidaya petani jamur. “Harapan saya dengan adanya Trichotiram dapat meningkatkan keuntungan dari petani jamur,” ujarnya, mengutip dari rilis yang diterbitkan mipa.untan.ac.id (3/9/2021). Tak lupa, Dosen Kimia Anorganik dari Prodi Kimia Fakultas MIPA Untan itu juga berpesan agar inovasi tersebut bisa terus dilanjutkan, tak hanya jadi ide belaka. “Untuk tim PKM-K Siti dkk, semoga usaha yang baik ini dapat terus berlanjut,” pesannya.
Sports

Beritas Sports, PIFA - Gelandang Timnas U-19 Indonesia, Marselino Ferdinan dipastikan tidak bisa bermain hingga Piala AFF U-19 2022 berakhir, setelah melihat hasil Magnetic Resonance Imaging (MRI) dari rumah sakit. Marselino mengalami cedera saat melawan Thailand pada Rabu (6/7) lalu. Ia harus ditandu keluar jelang berakhirnya babak pertama selesai. "Iya setelah menjalani pemeriksaan MRI kemarin dan hasilnya Marselino mengalami ruptur partial ototnya cukup dalam dengan panjang 10 sentimeter dan lebar 1,7 sentimeter. Ini akan membutuhkan waktu sembuh sekitar 1-2 bulan," kata Dokter Syarif Alwi, Head of Medical PSSI, dikutip dari pssi.org. Sementara itu, Sekjen PSSI Yunus Nusi menyatakan bahwa PSSI berupaya secepat dan sebaik mungkin agar gelandang asal Persebaya itu segera pulih. Apalagi pada September mendatang Indonesia akan mengikuti Kualifikasi Piala AFC U-20. "Sudah menjadi kewajiban dan komitmen PSSI untuk menanggung semua biaya pengobatan Marselino hingga sembuh. Insya Allah dia cepat sembuh apalagi masih berusia muda dan punya semangat untuk bermain kembali," imbuh Yunus. Laga selanjutnya Pada Jumat (8/7), Indonesia akan melawan Filipina di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi. Jika mereka mampu meraih kemenangan, peluang untuk lolos ke semifinal Piala AFF U-19 2022 semakin terbuka untuk Garuda Muda. (yd)
Lokal

Berita Sekadau, PIFA - Bupati Sekadau, Aron meninjau Kantor Pengadilan Sekadau dalam rangka mengecek kondisi bangunan kantor tersebut. Aron mengatakan peninjauan yang dilaksanakan tersebut guna untuk mengecek hal-hal yang perlu digenahkan dikantor pengadilan Sekadau. "Karena tempat ini sudah dipakai oleh teman-teman dari pengadilan Negeri Sanggau yang dimana membawahi 2 Kabupaten yakni Sanggau dan Sekadau," kata pada Kamis (24/03/2022). "Hari ini saya bersama Ketua Pengadilan Negeri Sanggau dan Ketua Kejaksaan Negeri Sekadau melakukan peninjauan di kantor pengadilan Sekadau dalam rangka melihat hal apa yang perlu digenahkan dikantor ini terutama pagar belakang dan tiralisnya belum ada," timpalnya. Dia juga menuturkan kegiatan pengadilan kasus-kasus yang ada di Kabupaten bisa dilakukan di kantor ini. "Kedepannya nanti kegiatan pengadilan kasus-kasus yang ada di Kabupaten bisa dilakukan di kantor ini dan terkait apa yang perlu digenahkan mungkin akan kita bantu diperubahan APBD, baru bisa dianggarkan," tutupnya. Selanjutnya, Ketua Pengadilan Negeri Sanggau, Dian Anggraini mengatakan, terkait peninjauan yang dilaksanakan tersebut merupakan tindak lanjut dari diskusi yang pernah dilakukan beberapa waktu lalu. "Kita minta pehatian dari Pemerintah Daerah Kabupaten Sekadau agar pengadilan ini bisa lebih resepentatif karena nanti disinilah warga Sekadau akan melakukan persidangan dan menyelesaikan permasalahan," jelasnya. "Kedepannya nanti masyarakat dalam persidangan bisa lebih nyaman dan inventaris Pengadilan Negeri ini bisa lebih terjaga dan terawat, semoga dengan dilakukan peninjauan ini hal-hal yang diperlukan dapat terpenuhi," pungkasnya. (ja)