Kejagung Beberkan Dugaan Rekayasa Proyek Motor Listrik Rp1,1 Triliun di Program MBG. Antara

Kejagung Beberkan Dugaan Rekayasa Proyek Motor Listrik Rp1,1 Triliun di Program MBG. Antara

Berandascoped-by-BerandaPolitikscoped-by-PolitikKejagung Beberkan Dugaan Rekayasa Proyek Motor Listrik Rp1,1 Triliun di Program MBG

Kejagung Beberkan Dugaan Rekayasa Proyek Motor Listrik Rp1,1 Triliun di Program MBG

Politik | Minggu, 14 Juni 2026

Kejaksaan Agung (Kejagung) mengungkap dugaan rekayasa dalam pengadaan sepeda motor listrik senilai sekitar Rp1,1 triliun pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola Badan Gizi Nasional (BGN).

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, Syarief Sulaeman Nahdi, menjelaskan kasus tersebut bermula dari pertemuan antara mantan Wakil Kepala BGN, Lodewyk Pusung, dengan Komisaris PT Yasa Artha Trimanunggal (YAT), Andri Mulyono, pada awal 2025.

Dalam pertemuan itu, perusahaan milik Andri yang bergerak di bidang pengadaan barang dan logistik memperkenalkan diri dengan harapan dapat terlibat dalam proyek-proyek pengadaan di lingkungan BGN.

“Setelah pertemuan itu, tersangka AM mendapat informasi mengenai pengadaan sepeda motor listrik di BGN dengan nilai anggaran Rp60 juta per unit,” ujar Syarief dalam konferensi pers.

Menurut penyidik, pengadaan tersebut diduga tidak disusun berdasarkan kebutuhan riil di lapangan. Sejak Februari 2025, Andri disebut aktif berkomunikasi dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di BGN terkait proyek tersebut.

Padahal, saat itu PT YAT belum memenuhi syarat sebagai vendor pengadaan motor listrik. Perusahaan tersebut disebut belum memiliki dealer maupun bengkel aktif yang menjadi salah satu persyaratan dalam proses pengadaan.

“PT YAT belum memiliki dealer atau bengkel aktif serta tidak memenuhi persyaratan, dan proses pengadaan pada saat itu juga belum dimulai,” kata Syarief.

Untuk memperbesar peluang memenangkan proyek, Andri diduga bekerja sama dengan seseorang berinisial AA untuk mengakuisisi PT Adlas Sarana Elektrik (ASE). Langkah itu disebut dilakukan guna mempermudah proses memenangkan tender pengadaan motor listrik.

Penyidik juga menemukan dugaan penggelembungan harga atau markup pada setiap unit sepeda motor listrik yang akan diadakan. Harga tersebut diduga disesuaikan agar mendekati pagu anggaran yang telah disiapkan.

Syarief menyebut penyusunan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) dan Kerangka Acuan Kerja (KAK) diduga telah dikondisikan secara melawan hukum oleh sejumlah pihak yang terlibat.

“Yang sebelumnya Harga Perkiraan Sendiri (HPS) dan Kerangka Acuan Kerja (KAK) telah dilakukan pengkondisian oleh pihak BGN dan tersangka,” ujarnya.

Kejagung membenarkan total anggaran proyek pengadaan motor listrik tersebut mencapai sekitar Rp1,1 triliun. Namun, hingga kini penyidik masih menghitung secara rinci besaran markup yang diduga terjadi dalam proyek tersebut.

“Anggaran betul, sekitar Rp1,1 triliun, kurang lebih sekitar segitu. Kemudian untuk markup-nya, itu sedang kami hitung secara pastinya. Kami bisa menyatakan itu ada markup karena pembentukan harga perkiraan sendiri (HPS) itu dilakukan secara melawan hukum,” kata Syarief.

Selain itu, Andri diduga menerima pembayaran penuh atas proyek pengadaan tersebut melalui Berita Acara Serah Terima (BAST) yang telah dimanipulasi. Dalam dokumen itu, perakitan motor listrik seolah-olah telah selesai dan sesuai spesifikasi yang dipersyaratkan.

Padahal, berdasarkan hasil penyidikan, harga maupun spesifikasi kendaraan yang diadakan tidak sesuai dengan ketentuan dalam PMK Nomor 138 Tahun 2024 tentang Standar Barang dan Kebutuhan Barang Milik Negara.

Atas temuan tersebut, penyidik menetapkan Andri Mulyono sebagai tersangka kelima dalam perkara dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis.

Kejagung juga telah menahan Andri selama 20 hari pertama di Rumah Tahanan Salemba Cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.

Rekomendasi

Foto: Persaingan Top Skor Liga Inggris Memanas: Salah di Puncak, Haaland & Isak Buntuti | Pifa Net

Persaingan Top Skor Liga Inggris Memanas: Salah di Puncak, Haaland & Isak Buntuti

Inggris
| Selasa, 28 Januari 2025
Foto: Universitas PGRI Pontianak Jalin Kerja Sama dengan Bank Mandiri untuk Pembayaran UKT dan Layanan Keuangan | Pifa Net

Universitas PGRI Pontianak Jalin Kerja Sama dengan Bank Mandiri untuk Pembayaran UKT dan Layanan Keuangan

Pontianak
| Senin, 3 Februari 2025
Foto: Disney Tunda Rilis Film Marvel Avengers Doomsday dan Avengers Secret Wars, Ini Alasannya | Pifa Net

Disney Tunda Rilis Film Marvel Avengers Doomsday dan Avengers Secret Wars, Ini Alasannya

Indonesia
| Jumat, 23 Mei 2025
Foto: Azizah Salsha Cabut Laporan usai Jessica Felicia Minta Maaf | Pifa Net

Azizah Salsha Cabut Laporan usai Jessica Felicia Minta Maaf

Jakarta
| Jumat, 28 Februari 2025
Foto: GEAR ULTIMA Motor Kuat, Hebat, No Debat | Pifa Net

GEAR ULTIMA Motor Kuat, Hebat, No Debat

Indonesia
| Sabtu, 8 Maret 2025
Foto: Resmi, Timnas Indonesia TC di Bali Mulai 26 Mei Jelang Lawan China | Pifa Net

Resmi, Timnas Indonesia TC di Bali Mulai 26 Mei Jelang Lawan China

Indonesia
| Rabu, 30 April 2025
Foto:   Psikolog: Orang Tua Perlu Terapkan Aturan Bijak untuk Anak yang Gemar Main Gim Online | Pifa Net

Psikolog: Orang Tua Perlu Terapkan Aturan Bijak untuk Anak yang Gemar Main Gim Online

Lifestyle
| Senin, 4 Agustus 2025
Foto: Grand Filano x The Coffee Bean “Ride In Style, Savor The Flavor”, Makin Stylish Berkendara Bareng Teman Ngopi Asyik | Pifa Net

Grand Filano x The Coffee Bean “Ride In Style, Savor The Flavor”, Makin Stylish Berkendara Bareng Teman Ngopi Asyik

Yamaha
| Kamis, 10 Juli 2025
Foto: Fenomena Aphelion 2025: Ketika Bumi Berada di Titik Terjauhnya dari Matahari | Pifa Net

Fenomena Aphelion 2025: Ketika Bumi Berada di Titik Terjauhnya dari Matahari

Lifestyle
| Selasa, 8 Juli 2025
Foto: Pratama Arhan Dinobatkan Sebagai Pemain Muda Terbaik di Pekan ke-20 Liga Thailand | Pifa Net

Pratama Arhan Dinobatkan Sebagai Pemain Muda Terbaik di Pekan ke-20 Liga Thailand

Thailand
| Selasa, 4 Februari 2025

Berita Terkait

Sports

Foto: Update Naturalisasi Ole Romeny: Tunggu Akhir Reses DPR, Target Debut di Timnas 2025 | Pifa Net

Update Naturalisasi Ole Romeny: Tunggu Akhir Reses DPR, Target Debut di Timnas 2025

Update Naturalisasi Ole Romeny: Tunggu Akhir Reses DPR, Target Debut di Timnas 2025PIFA, Sports - Anggota Komite Eksekutif PSSI, Arya Sinulingga, baru-baru ini memberikan informasi terbaru tentang naturalisasi striker FC Utrecht, Ole Romeny. Arya menyebutkan bahwa naturalisasi Ole Romeny masih memerlukan waktu karena DPR RI sedang dalam masa reses, yang berlangsung dari 6 Desember 2024 hingga 20 Januari 2025. "DPR sedang reses. Jadi kita tunggu saja. Reses DPR ini cukup panjang," ungkap Arya, mengutip liputan6com.Dengan kondisi ini, proses naturalisasi akan dilanjutkan setelah masa reses berakhir.Ole Romeny tiba di Indonesia pada November 2024 untuk memulai proses perubahan kewarganegaraannya dari Belanda menjadi WNI. Menteri Pemuda dan Olahraga, Dito Ariotedjo, mengonfirmasi bahwa hingga saat ini, pihaknya belum menerima pengajuan resmi dari PSSI terkait naturalisasi Romeny. "Ada yang perlu kami siapkan," ungkap Dito, tanpa menjelaskan lebih lanjut mengenai persiapan tersebut.Selain itu, proses naturalisasi tidak hanya melibatkan pengumpulan dokumen, tetapi juga berbagai tahapan lain yang harus dipenuhi. PSSI dan Kementerian Pemuda dan Olahraga terus berkoordinasi untuk memastikan kelancaran proses tersebut. Targetnya, naturalisasi Ole Romeny dapat selesai pada 2025 sehingga ia bisa membela Timnas Indonesia pada putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026.Ole Romeny, yang berusia 23 tahun, memiliki hubungan dekat dengan Ragnar Oratmangoen dan Maarten Paes, mantan rekan setimnya di NEC Nijmegen. Ia juga hadir menyaksikan kekalahan Timnas Indonesia 0-4 melawan Jepang pada laga kelima putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Meski kecewa dengan hasil tersebut, Ole Romeny tetap menunjukkan keyakinannya untuk memberikan kontribusi bagi Timnas Indonesia. Ketua PSSI, Erick Thohir, mengungkapkan percakapannya dengan Romeny usai pertandingan. "Saya bertanya kepadanya, 'Kita kalah lho 0-4. Yakin?' Dia menjawab dengan tegas, 'Yakin, saya akan bisa bikin perubahan untuk Timnas Indonesia'," jelas Erick Thohir.Diharapkan, dengan bergabungnya Ole Romeny, Timnas Indonesia akan memiliki peluang lebih besar untuk tampil kompetitif di ajang internasional. Proses ini menjadi langkah penting untuk meningkatkan kualitas sepak bola nasional.

Indonesia
| Rabu, 11 Desember 2024

Sports

Foto: 14 Atlet Indonesia Ikut Berlaga di Orleans Masters 2023 | Pifa Net

14 Atlet Indonesia Ikut Berlaga di Orleans Masters 2023

PIFA, Sports - Sebanyak 14 atlet Indonesia ikut berlaga di Orleans Masters 2023 yang berlangsung di Palais des Sports, Prancis, mulai tanggal 4 hingga 9 April 2023. Turnamen bulu tangkis tersebut merebutkan total hadiah 240.000 dolar AS. Ini adalah turnamen kesepuluh dalam rangkaian seri Tur Dunia BWF 2023. Turnamen ini diselenggarakan oleh Cercle Laïque des Tourelles Orléans (CLTO) Badminton di bawah naungan Federasi Bulu Tangkis Dunia dan merupakan bagian dari Orléans Masters yang telah dihelat sejak tahun 2012. Dilansir dari Inews.com Berikut jadwal Orleans Masters 2023: Selasa, 4 April 2023: Babak 32 Besar Rabu, 5 April 2023: Babak 32 Besar Kamis, 6 April 2023: Babak 16 Besar Jumat, 7 April 2023: Babak 8 Besar Sabtu, 8 April 2023: Semifinal Minggu, 9 April 2023: Final Hasil Undian Orleans Masters sementara : Tunggal Putra Kualifikasi: Christian Adinata vs Meiraba Luwang Maisnam (India) Tunggal Putri: Putri Kusuma Wardhani vs Michelle Li (Kanada) Kualifikasi: Ester Nurumi Tri Wardoyo vs Ksenia Polikarpova (Israel) Komang Ayu Cahya Dewi vs Neslihan Yigit (Turki) Ganda Putra: Pramudya Kusumawardana/Yeremia Rambitan vs Lee Fang-jen/Lee Fang-chih (Taiwan) Muhammad Shohibul Fikri /Bagas Maulana vs Bjorn Geiss/Jan Colin Volker (Jerman) Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin vs Q3 Ganda Putri: Rachel Allessya Rose/Meilysa Trias Puspitasari vs Martina Corsini/Judith Mair (Italia) Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahya Pertiwi vs Hu Ling-fang/Lin Xiao-min (Taiwan) Ribka Sugiarto/Lanny Tria Mayasari vs Simran Singhi/Ritha Thaker (India) Ganda Campuran: Akbar Bintang Cahyono/Marshelia Gischa Islami vs Lee Jhe-huei/Hsu Ya-ching (Taiwan) Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti vs Q1 Rehan Naufal Kusharjanto/Lisa Ayu Kusumawati vs Q3 Zachriah Joshiano Sumanti/Hediana Juliamarbela vs Gregory Mairs/Jenny Moore (Inggris) Kualifikasi: Amri Syahnawi/Winny Octavina Kandow vs He Jii tng/Du Yue (Tiongkok) Adnan Maulana/Nita Violina Marwah vs Rohan Kapoor/Reddy Sikki (India)

Paris
| Selasa, 4 April 2023

Lokal

Foto: Perda Pemenuhan Fasilitas Ponpes Permudah Pemda Bangun Dunia Kepesantrenan di Kalbar | Pifa Net

Perda Pemenuhan Fasilitas Ponpes Permudah Pemda Bangun Dunia Kepesantrenan di Kalbar

Berita Lokal, PIFA - Perda Pemenuhan Fasilitas Pondok Pesantren yang tengah digodok oleh DPRD Kalbar, disebut memberikan angin segar bagi dunia kepesantrenan dan santri. Anggota Badan Pembentukan Perda DPRD Kalbar, Suib menyebut, lewat Perda itu pemerintah nantinya bisa berbuat lebih banyak memperhatikan fasilitas dan sarana prasarana kepesantrenan. "Salah satu kendalanya karena tidak adanya aturan hukum pijakan pemerintah untuk mengucurkan bantuan," kata Suib, belum lama ini. Menurut Suib, dengan lahirnya Perda ini, diyakini ada pijakan hukum bagi pemerintah untuk bisa memberikan bantuan dalam pembangunan pesantren. Melalui Perda, sambungnya, pemerintah pun tidak ragu-ragu lagi mengucurkan bantuan untuk membantu membangun infrastruktur pondok pesantren yang selama ini berkontribusi besar menciptakan SDM yang unggul. "Berupaya memberikan perhatian terbaik kepada Ponpes. Selanjutnya, Raperda ini akan dibahas dan diwujudkan dalam bentuk peraturan daerah," katanya. DPRD Kalbar sendiri berfokus pada pemenuhan fasilitas Ponpes. Bukan pengelolaan yang sudah fokus pada urusan rumah tangga seperti manajemen administrasi, keuangan dan lainnya. Raperda inisiatif DPRD ini merupakan satu di antara 11 Raperda untuk masuk dalam program pembentukan peraturan daerah (Propemperda) tahun 2023.  Wakil Ketua DPRD Kalbar, Prabasa Anantatur menjelaskan, keseluruhan usulan akan diseleksi dengan skala prioritas. Kemudian dipastikan masuk dalam Propemperda tahun 2023. Usulan tersebut diminta untuk dipastikan memiliki kajian dan naskah teknis yang lengkap. “Baru usulan yang sudah disetujui tinggal kita melihat permasalahan kajian teknisnya. Saya minta segera sudah disetujui kajian teknisnya harus dimasukkan. Kalau tidak ada kajian teknis gimana kita mau membahas Perda itu," katanya. (ap) 

Kalbar
| Minggu, 11 Desember 2022
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5