iStockphoto

iStockphoto

Berandascoped-by-BerandaInternasionalscoped-by-InternasionalKemlu: 61 WNI Ditangkap dalam Penggerebekan Sindikat Online Scam di Timor Leste

Kemlu: 61 WNI Ditangkap dalam Penggerebekan Sindikat Online Scam di Timor Leste

Internasional | Kamis, 9 Juli 2026

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengungkapkan sebanyak 61 warga negara Indonesia (WNI) ditangkap aparat Timor Leste karena diduga terlibat dalam sindikat penipuan daring (online scam).

Direktur Pelindungan WNI (PWNI) Kemlu RI Heni Hamidah mengatakan para WNI tersebut diamankan saat otoritas Timor Leste menggerebek sebuah pusat online scam pada 27 Juni lalu.

"Berdasarkan catatan kami, pada tanggal 27 Juni, ada 67 WNI yang tertangkap, dengan enam di antaranya melarikan diri," kata Heni dalam taklimat media di Jakarta, Kamis (9/7).

Heni menjelaskan seluruh WNI yang masih ditahan saat ini tengah menjalani proses penyelidikan oleh aparat Timor Leste.

Dari hasil penyelidikan sementara, satu orang WNI diduga berperan sebagai penyelia atau supervisor bagi kelompok tersebut.

Sementara itu, enam WNI yang melarikan diri saat penggerebekan hingga kini belum diketahui keberadaannya.

"Kami masih memantau apakah kemudian para WNI yang ditangkap bisa segera dipulangkan apa tidak," ujar Heni.

Kemlu bersama Perwakilan RI di Timor Leste terus melakukan pendampingan terhadap para WNI yang terjerat kasus tersebut.

Heni juga mengungkapkan sedikitnya lima dari para WNI yang ditangkap diketahui sebelumnya pernah bekerja di Kamboja.

Menurutnya, hal itu sejalan dengan tren perpindahan jaringan penipuan daring ke negara-negara Asia Tenggara lainnya setelah pemerintah Kamboja memperketat pemberantasan pusat-pusat online scam.

"Menyusul razia terhadap pusat online scam di Kamboja, para WNI eks-Kamboja menyebar ke sejumlah negara seperti Timor Leste," katanya.

Berdasarkan data KBRI Phnom Penh, sepanjang Januari hingga Juni 2026 tercatat sebanyak 12.019 WNI mengajukan fasilitasi pemulangan ke Indonesia. Angka tersebut lebih dari dua kali lipat dibandingkan total kasus sepanjang 2025 yang mencapai 5.088 orang.

Meski proses pemulangan terus dilakukan, KBRI Phnom Penh mencatat masih ada WNI yang datang ke Kamboja untuk bekerja dalam jaringan penipuan daring, yang kemudian diduga berpindah ke negara lain di kawasan, termasuk Timor Leste.

Rekomendasi

Foto: Bea Cukai dan TNI AL di Kalbar Musnahkan 47 Ton Bawang Bombai Ilegal | Pifa Net

Bea Cukai dan TNI AL di Kalbar Musnahkan 47 Ton Bawang Bombai Ilegal

Pontianak
| Sabtu, 15 Maret 2025
Foto: Kebakaran Hutan Besar di Los Angeles Hanguskan Rumah Britney Spears hingga Paris Hilton | Pifa Net

Kebakaran Hutan Besar di Los Angeles Hanguskan Rumah Britney Spears hingga Paris Hilton

Los Angeles
| Minggu, 12 Januari 2025
Foto: 5 Aplikasi Penunjang Ibadah Selama Ramadhan | Pifa Net

5 Aplikasi Penunjang Ibadah Selama Ramadhan

Indonesia
| Sabtu, 15 Februari 2025
Foto: Astronaut Shenzhou-19 Ucapkan Tahun Baru Imlek dari Luar Angkasa | Pifa Net

Astronaut Shenzhou-19 Ucapkan Tahun Baru Imlek dari Luar Angkasa

Indonesia
| Rabu, 29 Januari 2025
Foto: Komnas HAM Desak Penegakan Hukum Kasus 10 Korban Jiwa Aksi Demo Tolak Tunjangan DPR | Pifa Net

Komnas HAM Desak Penegakan Hukum Kasus 10 Korban Jiwa Aksi Demo Tolak Tunjangan DPR

Nasional
| Rabu, 3 September 2025
Foto: Lansia di Kapuas Hulu Jadi Korban Perampokan, Rp 43 Juta Raib dan Korban Dilempar ke Sungai Jam 2 Subuh | Pifa Net

Lansia di Kapuas Hulu Jadi Korban Perampokan, Rp 43 Juta Raib dan Korban Dilempar ke Sungai Jam 2 Subuh

Kapuas Hulu
| Selasa, 25 Maret 2025
Foto: Anies Baswedan Apresiasi Mahasiswa Penggugat Presidential Threshold | Pifa Net

Anies Baswedan Apresiasi Mahasiswa Penggugat Presidential Threshold

Indonesia
| Sabtu, 4 Januari 2025
Foto: Dokter Sarankan Pembersih Wajah dengan pH Rendah | Pifa Net

Dokter Sarankan Pembersih Wajah dengan pH Rendah

Lifestyle
| Minggu, 10 Agustus 2025
Foto: Tiket Ludes, AC/DC Tambah Jadwal Konser di Australia pada Tur 2025 | Pifa Net

Tiket Ludes, AC/DC Tambah Jadwal Konser di Australia pada Tur 2025

Pifabiz
| Kamis, 26 Juni 2025
Foto: Pertahankan Gelar, Persib Bandung Juara Liga 1 2024/2025 | Pifa Net

Pertahankan Gelar, Persib Bandung Juara Liga 1 2024/2025

Indonesia
| Selasa, 6 Mei 2025

Berita Terkait

Lifestyle

Foto: 6 Manfaat Makan Nasi Merah Secara Rutin untuk Kesehatan | Pifa Net

6 Manfaat Makan Nasi Merah Secara Rutin untuk Kesehatan

PIFA, Lifestyle - Nasi merah adalah makanan yang sering dikaitkan dengan pola makan yang lebih sehat, bahkan sering digunakan sebagai makanan dalam program diet.Nasi merah memiliki nilai gizi lebih baik dibandingkan dengan nasi putih.Selain itu, beralih ke nasi merah juga dapat membantu Anda menjaga pola makan seimbang sekaligus membuat tubuh menjadi semakin sehat.Nah untuk kamu menjalankan program diet, berikut ini manfaat makan nasi merah:1. Meningkatkan Kesehatan PencernaanKandungan serat dalam nasi merah jauh lebih tinggi dibandingkan nasi putih. Serat ini membantu melancarkan pencernaan, mencegah sembelit, dan mendukung pertumbuhan bakteri baik dalam usus.2. Mengontrol Gula DarahNasi merah memiliki indeks glikemik yang lebih rendah dibandingkan nasi putih, sehingga lebih baik untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil. Hal ini sangat bermanfaat bagi penderita diabetes atau mereka yang ingin mencegah risiko penyakit tersebut.3. Mendukung Penurunan Berat BadanKarena kandungan seratnya yang tinggi, nasi merah memberikan rasa kenyang lebih lama. Ini membantu mengurangi keinginan untuk ngemil sehingga dapat mendukung program penurunan berat badan.4. Meningkatkan Kesehatan JantungNasi merah kaya akan magnesium dan lignan, senyawa yang diketahui dapat menurunkan risiko penyakit jantung. Konsumsi rutin nasi merah juga membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah.5. Kaya Nutrisi PentingNasi merah mengandung vitamin B, zat besi, dan antioksidan yang baik untuk mendukung metabolisme tubuh, meningkatkan energi, dan melawan radikal bebas penyebab penuaan dini.6. Mengurangi Risiko Penyakit KronisAntioksidan dalam nasi merah, seperti fenolik, membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat stres oksidatif. Ini dapat mengurangi risiko penyakit kronis seperti kanker dan gangguan degeneratif lainnya.

Indonesia
| Kamis, 21 November 2024

Lifestyle

Foto: Orangtua Wajib Tahu! 4 Pola Pengasuhan Ini Berikan Dampak Besar Bagi Anak | Pifa Net

Orangtua Wajib Tahu! 4 Pola Pengasuhan Ini Berikan Dampak Besar Bagi Anak

Berita Lifestyle, PIFA - Mengasuh seorang anak merupakan tanggungjawab yang begitu besar. Sejumlah teori pun dikembangkan mulai dari attachment parenting hingga helicopter parenting. Namun, seorang psikolog klinis merilis pola pengasuhan yang memperhatikan jenis perilaku anak ketika masih prasekolah.  Pola pengasuhan tersebut adalah neglectful, authoritarian, authoritative, dan permissive. Berikut deretan pola pengasuhan anak dan dampaknya kepada anak.  1. Neglectful Orangtua cenderung lepas tangan alias tidak terlibat. Selain itu, pola pengasuhan neglectful juga ditandai dengan rendahnya kehangatan emosional karena tingkat interaksi yang rendah dengan anak. Orangtua dengan pola pengasuhan ini juga cenderung memilih teknik yang keras saat mendisiplinkan anak. Jika dibiarkan anak cenderung memiliki banyak masalah saat tumbuh dewasa seperti, masalah kesehatan mental yang terkait dengan depresi dan kecemasan. Tidak menutup kemungkinan keterampilan sosial anak juga buruk dan rentan terhadap penyalahgunaan zat di masa depan. 2. Authoritarian Pola pengasuhan ini menitikberatkan pada perilaku anak yang harus sesuai dengan keinginan dan perintah orangtuanya. Pola ini dianggap ketat dan disiplin serta terjadi kurangnya fleksibilitas dan ada ekspektasi kepatuhan yang tinggi. Sedangkan pola pengasuhan authoritarian juga dibarengi dengan rendahnya kedekatan emosional dan tingginya tuntutan. Dalam pola pengasuhan ini, orangtua berusaha mengendalikan perilaku dan perkembangan anak mereka sehingga terkesan sangat disiplin.  Walau anak dapat dikontrol, sayangnya anak akan sulit menerima lingkungan sosial dan menderita gangguan mental saat tumbuh. Rendahnya kehangatan emosional dan tingginya tuntutan dapat terasa sangat ketat dan dingin. 3. Authoritative Berbeda 180 derajat dengan authoritarian, pola pengasuhan authoritative justru lebih bersahabat bagi perkembangan anak. Dalam penerapannya, si buah hati akan dihormati, didengarkan, dan diberi pilihan dengan kewibawaan orangtuanya. Orangtua authoritative menetapkan harapan yang jelas dan memberikan struktur dan rutinitas tetapi tetap fleksibel. Dengan begitu, tidak mengherankan bila pola pengasuhan satu ini adalah yang paling bermanfaat bagi perkembangan anak. Di sisi lain, orangtua turut menciptakan iklim emosional yang hangat ditambah dengan tuntutan dan kontrol yang masuk akal. Orangtua juga bisa merasakan manfaat positif karena dipandang sebagai sosok yang suportif dan perhatian oleh anaknya. Hasilnya, anak bisa menjelaskan alasannya dan mendengarkan sudut pandang anak orangtua, bahkan jika anak tidak nurut. Sedangkan ekspektasi yang tinggi dalam pola pengasuhan ini jika digabungkan dengan hangatnya iklim emosional membuat anak lebih mampu berkembang. 4. Permissive Pola pengasuhan permissive membuat orangtua menjadi hangat dan penuh kasih. Manfaat pola pengasuhan ini adalah anak menganggap hubungannya dengan orangtua lebih sebagai teman. Orangtua hanya hanya memberikan sedikit arahan atau aturan dan anak diberi banyak kebebasan dalam sebagian besar keputusannya. Dampak dari pola pengasuhan permissive membuat anak menjadi tidak disiplin dan tidak konsisten. Pola asuh permissive melibatkan iklim emosional yang hangat tetapi tuntutan dan kontrol yang rendah.  Pola ini cenderung membuat anak memiliki masalah perilaku dan dengan lingkungan sosialnya. Selain itu, anak juga bisa saja jadi sedikit kesulitan di sekolah atau di lingkungan di mana ada aturan yang harus diikuti. Jika pola pengasuhan tersebut tidak diperbaiki maka anak mempelajari ketidakkonsistenan yang diajarkan orangtua. Untuk menghindari hal tersebut, orangtua hanya bisa mengajarkan sedikit demi sedikit perubahan baik kepada anaknya, misal dengan mengajarkan waktu tidur yang konsisten. Itulah sejumlah pola pengasuhan pada anak yang kerap dilakukan oleh orangtua. Dengan mengetahui sejumlah jenis pola tersebut, diharapkan orangtua dapat lebih bijak dalam mengasuh anak. (b) 

Indonesia
| Senin, 16 Mei 2022

Politik

Foto: Kondisi Paus Fransiskus Masih Kritis | Pifa Net

Kondisi Paus Fransiskus Masih Kritis

PIFA.CO.ID, POLITIK - Kondisi Paus Fransiskus masih menunjukkan keadaan kritis meskipun telah menerima perawatan intensif di Rumah Sakit Agostino Gemelli sejak Jumat pekan lalu. Menurut laporan medis yang diterbitkan oleh Kantor Pers Vatikan pada Sabtu malam waktu setempat, Paus Fransiskus menghadapi tantangan serius akibat kondisi kesehatannya."Pagi ini, Paus Fransiskus mengalami masalah pernapasan yang memerlukan pemberian oksigen beraliran tinggi, yang dipicu oleh asma yang telah lama dialaminya," demikian bunyi laporan tersebut.Tes darah yang dilakukan pada Sabtu menunjukkan gejala trombositopenia, yang terkait dengan anemia, yang saat ini sedang ditangani melalui transfusi darah. Meskipun masih dalam kondisi sadar dan dapat duduk di kursinya, Paus Fransiskus dilaporkan menderita lebih dari hari sebelumnya.Ketua tim medis yang menangani Paus Fransiskus, Profesor Sergio Alfieri, menyatakan dalam konferensi pers pada Jumat sore bahwa meskipun Sri Paus masih belum pulih sepenuhnya, nyawanya tidak dalam bahaya langsung. "Sri Paus masih berada dalam tahap berbahaya, terutama terkait dengan kemungkinan komplikasi infeksi paru-paru atau sepsis," kata Alfieri.Paus Fransiskus pertama kali dirawat di Rumah Sakit Agostino Gemelli karena bronkitis yang kemudian berkembang menjadi pneumonia di kedua paru-parunya. Komunitas Katolik dan seluruh dunia terus memantau perkembangan kesehatan Sri Paus dengan harapan kesembuhannya segera.Kami akan terus memberikan pembaruan seiring dengan informasi yang diterima dari Kantor Pers Vatikan dan tim medis yang menangani Paus Fransiskus.

Vatikan
| Senin, 24 Februari 2025
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5