Kemlu RI: 9 WNI yang Ditangkap Israel Kini Berada di Pelabuhan Ashdod
Internasional | Rabu, 20 Mei 2026
Kementerian Luar Negeri RI mengonfirmasi sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang ditangkap pasukan Israel kini berada di Pelabuhan Ashdod, Israel selatan.
Sembilan WNI tersebut merupakan bagian dari Global Peace Convoy Indonesia yang tergabung dalam armada Global Sumud Flotilla menuju Jalur Gaza untuk menembus blokade Israel dan menyalurkan bantuan kemanusiaan.
“Kalau info dari sekretariat GPCI, semua relawan dibawa ke pelabuhan Ashdod termasuk 9 WNI,” kata juru bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang, Rabu (20/5/2026).
Sebelumnya, otoritas Israel menyebut sekitar 430 relawan dari armada tersebut sedang dibawa menuju Israel setelah dicegat di perairan internasional.
“Ke-430 aktivis telah dipindahkan ke kapal-kapal Israel dan sedang menuju Israel, di mana mereka dapat bertemu dengan perwakilan konsuler mereka,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel.
Kelompok hak asasi manusia Adalah mengecam tindakan tersebut dan menyebut para relawan sipil telah “diculik secara paksa” dari perairan internasional lalu dibawa ke wilayah Israel.
Menurut Adalah, tindakan itu merupakan bagian dari kebijakan hukuman kolektif terhadap warga Palestina di Gaza.
Sementara itu, video yang beredar di media sosial memperlihatkan tentara Israel menjambak dan mendorong salah satu relawan saat Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben Gvir mengunjungi pelabuhan Ashdod.
Dalam rekaman tersebut, sejumlah relawan tampak dalam kondisi tangan terikat di belakang tubuh dan dipaksa berlutut. Beberapa lainnya terlihat diseret oleh aparat Israel.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebelumnya mengecam armada flotilla tersebut dan menyebutnya sebagai upaya untuk mematahkan blokade Israel terhadap Hamas di Gaza.



















