Kepala Bappisus Sebut Perintah Siaga 1 Panglima TNI SOP Rutin Jelang Lebaran
Politik | Rabu, 11 Maret 2026
Ilustrasi TNI. Okezone
Politik | Rabu, 11 Maret 2026









Teknologi

PIFA, Tekno - Microsoft mengonfirmasi bahwa dukungan untuk Windows 10 akan resmi berakhir pada 14 Oktober 2025. Setelah tanggal tersebut, perangkat yang masih menggunakan Windows 10 tidak akan lagi menerima pembaruan keamanan, perbaikan bug, atau fitur baru, sehingga menimbulkan risiko serius bagi keamanan dan fungsionalitas perangkat. Dalam situs resminya, Microsoft menegaskan: "Setelah 14 Oktober 2025, Microsoft tidak akan lagi menyediakan pembaruan keamanan atau dukungan teknis untuk Windows 10. Oleh karena itu, kami sangat menyarankan untuk berpindah ke Windows 11." Risiko Tetap Menggunakan Windows 10 Tanpa pembaruan keamanan, perangkat menjadi sangat rentan terhadap serangan malware, ransomware, dan ancaman siber lain yang bisa mengancam data pribadi maupun pekerjaan. Selain itu, banyak aplikasi dan layanan akan menghentikan dukungannya terhadap Windows 10, membuat pengalaman digital menjadi terbatas dan tidak efisien. Keunggulan Windows 11 Windows 11 dirancang untuk menghadapi tantangan komputasi modern: Antarmuka baru yang lebih segar dan intuitif.Fitur produktivitas seperti Snap Layouts dan Virtual Desktops.Integrasi AI melalui Microsoft Copilot untuk membantu berbagai tugas.Standar keamanan baru berbasis TPM 2.0, lebih tangguh menghadapi ancaman digital. Upgrade ke Windows 11 bukan hanya soal fitur baru, tetapi juga investasi penting untuk menjaga perangkat dan data tetap aman. Solusi Mudah dan Hemat untuk Upgrade Bagi pengguna perangkat lama yang tidak kompatibel dengan Windows 11, Blibli menyediakan berbagai solusi: Perangkat baru siap Windows 11.Program tukar tambah (trade-in) dengan potensi potongan hingga Rp4,5 juta.Diskon hingga Rp1 juta dan cicilan 0% tanpa biaya tambahan.Perlindungan perangkat gratis 12 bulan dari risiko pencurian, korsleting, atau tumpahan cairan.Blibli Tiket PayLater dengan potongan hingga Rp1,5 juta. Dengan berbagai penawaran ini, upgrade ke Windows 11 menjadi lebih mudah, aman, dan hemat.
Politik

PIFA, Politik - Pada Jumat, 8 September 2023, Kim Jong Un, pemimpin Korea Utara, merayakan ulang tahun berdirinya negara tersebut dengan menggelar parade dan pertukaran diplomatik yang menarik perhatian dunia. Dalam acara tersebut, Kim Jong Un menyatakan komitmennya untuk mempererat hubungan dengan China dan Rusia. Acara ini dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi dari China dan Rusia dan menampilkan pasukan paramiliter Pyongyang. Meskipun demikian, pasukan yang terlibat dalam parade tersebut bukanlah tentara reguler, dan tidak ada persenjataan terlarang negara tersebut yang ditampilkan, termasuk rudal balistik antarbenua. "Acara tersebut, dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi China dan Rusia, menampilkan pasukan paramiliter Pyongyang", kata media pemerintah seperti dikutip PIFA dari Channel News Asia, MInggu (10/9/2023). Korea Utara memiliki militernya yang besar, dilengkapi dengan berbagai kelompok paramiliter dan keamanan seperti Worker-Peasant Red Guards (WPRG) yang berafiliasi dengan tentara. Kim Jong Un mengawasi parade ini di Kim Il Sung Square di Pyongyang dan mengadakan pembicaraan dengan delegasi China yang dipimpin oleh Liu Guozhong, wakil perdana menteri Dewan Negara Tiongkok. Kedatangan delegasi Tiongkok ini mengisyaratkan bahwa Korea Utara mungkin akan membuka kembali perbatasan yang telah ditutup sebagian besar sejak awal pandemi COVID-19. Selain itu, rombongan militer Rusia juga tiba di Pyongyang untuk memperingati peristiwa tersebut, menunjukkan upaya untuk memperkuat hubungan bilateral dengan Rusia. Diketahui, parade ini merupakan yang ketiga kalinya Korea Utara mengadakan parade tahun ini, yang menampilkan persenjataan paling canggih di negara tersebut. Namun, yang paling terbaru adalah parade militer yang menampilkan persenjataan tersebut pada akhir Juli untuk memperingati penandatanganan gencatan senjata yang mengakhiri permusuhan di Semenanjung Korea selama Perang Korea 1950-53. Kim Jong Un kemungkinan akan melakukan perjalanan ke Vladivostok, Rusia, akhir bulan ini untuk bertemu dengan Presiden Vladimir Putin, yang akan menjadi pertemuan penting dalam membahas kesepakatan senjata. Parade ini juga datang beberapa hari setelah Korea Utara meluncurkan "kapal selam serang nuklir taktis" pertamanya, menandai upaya mereka untuk memperkuat kemampuan nuklir Angkatan Laut mereka. Dalam situasi ketegangan global tentang penggunaan senjata nuklir taktis oleh Rusia di Ukraina, Korea Utara menjadi fokus perhatian sebagai potensi konflik nuklir yang lebih besar di Semenanjung Korea. Para ahli telah memperingatkan tentang potensi konflik nuklir di wilayah ini, mengingat pentingnya simbolis dan hubungan politik dengan negara tetangga seperti Tiongkok dan Rusia. Semenanjung Korea tetap menjadi area potensial bagi konflik nuklir antara kekuatan regional utama, yang relevan hingga saat ini. (hs)
Politik

PIFA.CO.ID, POLITIK - Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto dalam waktu dekat akan bertemu dengan Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri. Dasco mengonfirmasi bahwa komunikasi intensif telah dilakukan antara elit Partai Gerindra dan PDI Perjuangan untuk mematangkan pertemuan penting ini.Dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta pada hari Senin, Dasco menyatakan bahwa pembahasan mengenai pertemuan ini telah dimulai sejak momentum halalbihalal di kediaman Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, pada Rabu (2/4). Meskipun demikian, belum ada kepastian mengenai waktu dan lokasi pasti pertemuan antara keduanya."Tujuan utama dari pertemuan ini adalah untuk mempererat hubungan dan silaturahmi antara keduanya," ujar Dasco.Sebelumnya, Ragowo Hediprasetyo atau yang akrab disapa Didit, putra dari Presiden Prabowo, telah melakukan kunjungan silaturahmi ke kediaman Megawati Soekarnoputri dalam rangka merayakan Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijrah/2025 Masehi.Ketua Umum Ikatan Media Online (IMO) Indonesia, Yakub F Ismail, menyoroti peran strategis yang dimainkan oleh Dasco dalam menjembatani komunikasi antara kedua belah pihak, yang membuatnya menjadi tokoh kunci di balik rencana penting ini. Yakub menekankan bahwa meski perannya tidak selalu terlihat di muka umum, Dasco telah menjadi sosok sentral dalam membangun komunikasi nonformal yang krusial.“Peran Dasco sangat penting dalam upaya mematangkan komunikasi untuk pertemuan kedua tokoh ini,” kata Yakub.Ia juga mengharapkan bahwa pertemuan antara Presiden Prabowo dan Megawati dapat segera terlaksana untuk menyatukan visi pembangunan nasional.“Dalam konteks saat ini, di mana bangsa kita sering kali terbelah oleh perbedaan pendapat politik dan strategi pembangunan, diperlukan penyatuan visi dan gerakan untuk mengkonsolidasikan energi bangsa demi kemajuan bersama,” tambahnya.Pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri diharapkan dapat menjadi langkah penting menuju harmonisasi dan kesatuan dalam menjawab tantangan-tantangan pembangunan nasional yang ada.