Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto. Antara Foto

Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto. Antara Foto

Berandascoped-by-BerandaPolitikscoped-by-PolitikKetua Komisi I DPR Ingatkan Pelibatan TNI Awasi Wajib Pajak Jangan Timbulkan Ketakutan

Ketua Komisi I DPR Ingatkan Pelibatan TNI Awasi Wajib Pajak Jangan Timbulkan Ketakutan

Politik | Selasa, 21 Juli 2026

Jakarta – Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto mengingatkan agar pelibatan TNI bersama Polri dalam pengawasan kepatuhan wajib pajak tidak menimbulkan rasa takut di tengah masyarakat, khususnya para wajib pajak.

Pernyataan itu disampaikan Utut menanggapi kebijakan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang melibatkan unsur TNI dan Polri dalam pengawasan kepatuhan wajib pajak melalui Surat Edaran Nomor SE-8/PJ/2026.

"Kalau memang pendapatan pajak kita, jangan sampai ini menakutkan bagi wajib pajak," kata Utut usai rapat di Komisi I DPR, Senayan, Jakarta, Senin (20/7).

Minta Pemerintah Berdialog dengan Wajib Pajak

Politikus PDI Perjuangan itu menyarankan agar pemerintah terlebih dahulu berdialog dengan para wajib pajak yang memberikan kontribusi besar terhadap penerimaan negara sebelum kebijakan tersebut diterapkan.

Menurutnya, pemerintah perlu menjelaskan secara terbuka tujuan pelibatan aparat TNI dan Polri agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.

"Kalau memang sebelum ini diturunkan, paling tidak diundang dulu para wajib pajak yang besar-besar diundang, 'Nih negara maunya begini, ini begini', intinya itu," ujarnya.

Utut mengaku belum mengetahui secara rinci tujuan pelibatan TNI dan Polri dalam pengawasan wajib pajak. Namun, ia menyatakan akan mendukung apabila kebijakan tersebut benar-benar ditujukan untuk kepentingan yang baik.

"Yang paling kita jaga di republik ini kan moral hazard. Disuruhnya begini, petugasnya dijalanin ada tugas tambahan. Nah ini yang harus kita jaga," katanya.

Diatur dalam Surat Edaran DJP

Pelibatan TNI dan Polri dalam pengawasan kepatuhan wajib pajak diatur dalam Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Nomor SE-8/PJ/2026 tentang Pedoman Pengawasan Kepatuhan Wajib Pajak yang ditetapkan Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto pada 15 Juli 2026.

Dalam aturan tersebut, unsur TNI dan Polri yang dilibatkan adalah Bintara Pembina Desa (Babinsa) dan Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas).

Kedua unsur tersebut akan berperan dalam pembangunan jejaring informasi untuk mendukung pengawasan terhadap wajib pajak yang telah terdaftar, wajib pajak yang belum terdaftar, maupun pengawasan berbasis wilayah.

Selain melalui jejaring informasi, pengawasan kepatuhan wajib pajak juga dilakukan dengan berbagai metode lain, seperti visitasi, penyisiran (canvassing), pengamatan langsung, pemanfaatan teknologi remote sensing, web scraping, serta penggunaan informasi dari berbagai media.

Rekomendasi

Foto: Keluarga Pasien Cabuli Tenaga Medis Saat Piket di RSUD Ketapang | Pifa Net

Keluarga Pasien Cabuli Tenaga Medis Saat Piket di RSUD Ketapang

Ketapang
| Kamis, 8 Mei 2025
Foto: Meski Dapat Laba Tertinggi Tahun Ini, Microsoft Tetap PHK 6.000 Karyawan di Seluruh Dunia | Pifa Net

Meski Dapat Laba Tertinggi Tahun Ini, Microsoft Tetap PHK 6.000 Karyawan di Seluruh Dunia

Amerika Serikat
| Jumat, 16 Mei 2025
Foto: Vokalis Band Sukatani Dipecat sebagai Guru Gegara Penampilannya | Pifa Net

Vokalis Band Sukatani Dipecat sebagai Guru Gegara Penampilannya

Indonesia
| Senin, 24 Februari 2025
Foto: Puluhan Karyawan Dipecat karena Berpura-pura Kerja dengan Keyboard Palsu | Pifa Net

Puluhan Karyawan Dipecat karena Berpura-pura Kerja dengan Keyboard Palsu

Amerika Serikat
| Minggu, 9 Maret 2025
Foto: Tampil Sebagai Urban Super Sport, New Yamaha R25 Siap Geber Maksimal Pasar Sport Model Tanah Air | Pifa Net

Tampil Sebagai Urban Super Sport, New Yamaha R25 Siap Geber Maksimal Pasar Sport Model Tanah Air

Indonesia
| Selasa, 21 Januari 2025
Foto: Arsenal Capai Kesepakatan Boyong Christian Norgaard dari Brentford | Pifa Net

Arsenal Capai Kesepakatan Boyong Christian Norgaard dari Brentford

Sports
| Kamis, 26 Juni 2025
Foto: Penelitian Ungkap Beras Merah Mengandung Lebih Banyak Arsenik Karsinogenik Dibandingkan Beras Putih | Pifa Net

Penelitian Ungkap Beras Merah Mengandung Lebih Banyak Arsenik Karsinogenik Dibandingkan Beras Putih

Indonesia
| Selasa, 15 April 2025
Foto: Chen EXO Umumkan Persiapan Album Baru di KOSTCON 2025 Jakarta | Pifa Net

Chen EXO Umumkan Persiapan Album Baru di KOSTCON 2025 Jakarta

Pifabiz
| Sabtu, 2 Agustus 2025
Foto: Polisi Bongkar Sindikat TPPO di Pontianak, Wanita Muda Dijual Rp10 Juta ke China | Pifa Net

Polisi Bongkar Sindikat TPPO di Pontianak, Wanita Muda Dijual Rp10 Juta ke China

Pontianak
| Selasa, 22 April 2025
Foto: Hindari Sengketa Tanah, Ini Langkah yang Harus Dilakukan Sebelum Membeli | Pifa Net

Hindari Sengketa Tanah, Ini Langkah yang Harus Dilakukan Sebelum Membeli

Indonesia
| Jumat, 14 Februari 2025

Berita Terkait

Nasional

Foto: Istana Tanggapi Video Monolog Gibran yang Tuai Banyak Kritik dari Publik | Pifa Net

Istana Tanggapi Video Monolog Gibran yang Tuai Banyak Kritik dari Publik

PIFA.CO.ID, NASIONAL - Istana Negara menanggapi positif unggahan video monolog Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka di kanal YouTube pribadinya. Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardiantoro menyebut langkah Gibran tersebut sebagai salah satu bentuk komunikasi yang penting untuk memastikan informasi yang diterima publik tidak bias."Kadang-kadang informasi yang beredar sering kali sudah bias dan tidak benar, karena itu, baik sekali kalau para pejabat bisa menyampaikan langsung informasi yang benar yang dimiliki, termasuk Pak Wapres," kata Juri, saat ditemui di acara Halal Bihalal Ikatan Keluarga Besar Tegal Bahari Ayu (IKBT-BA) se-Jabodetabek di Gedung Nusantara IV, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Minggu (27/4/2025).Juri menekankan pentingnya masyarakat mendapatkan informasi yang akurat dan langsung dari sumbernya. Menurut dia, banyak informasi di ruang publik yang telah mengalami cloning atau framing sehingga menyebabkan distorsi dan kebingungan."Kami mengharapkan masyarakat mendapatkan informasi yang lebih benar, lebih langsung dari sumbernya. Masyarakat tidak banyak mendapatkan informasi-informasi yang sudah di-cloning atau di-framing sehingga bias," ujarnya.Terkait isi monolog Gibran yang menanggapi berbagai isu nasional, Juri menilai bahwa penyampaian informasi secara langsung adalah bagian dari tugas pejabat publik. Ia menyebut, berbicara kepada masyarakat merupakan bagian integral dari peran seorang presiden, wakil presiden, dan para menteri."Salah satu pekerjaan pejabat itu ya bicara. Salah satu pekerjaan Pak Presiden, Pak Wapres, para menteri, ya bicara, menyampaikan hal yang menjadi kebijakan. Masa orang bicara dilarang," kata Juri.Menurutnya, cara penyampaian informasi kepada publik bisa beragam, asalkan tujuan utamanya tercapai, yakni pesan dapat diterima dengan jelas oleh masyarakat."Tentu caranya macam-macam, modelnya macam-macam, yang penting pesannya sampai ke masyarakat," tuturnya.Sebelumnya, Gibran Rakabuming mengunggah video monolog di kanal YouTube pribadinya, menanggapi berbagai isu yang berkembang terkait dirinya dan pemerintahan yang sedang berjalan. Unggahan itu menuai beragam reaksi di ruang publik.

Indonesia
| Senin, 28 April 2025

Lokal

Foto: Kunker ke Ketapang, Komisi I DPRD Kalbar Bahas Sengketa Lahan Warga dan Perkebunan | Pifa Net

Kunker ke Ketapang, Komisi I DPRD Kalbar Bahas Sengketa Lahan Warga dan Perkebunan

Berita Lokal, PIFA – Komisi I DPRD Kalimantan Barat menggelar kunjungan kerja ke Kabupaten Ketapang, Jumat (9/9/2022) kemarin. Kunjungan tersebut membahas masalah sengketa lahan antara masyarakat dan perkebunan. Ketua Komisi I DPRD Kalbar, Angeline Fremalco meminta pemerintah tegas menyelesaikan sengketa lahan yang kerap terjadi antara masyarakat dengan Hak Guna Usaha (HGU) perkebunan milik perusahaan. “Masuk juga di dalamnya sengketa HGU yang sering masuk dalam kawasan permukiman penduduk dan kawasan hutan lindung,” kata Angeline. Dia mengutarakan, masih banyak perusahaan yang belum melaksanakan aturan ini. Perusahaan, tanpa disuruh seharusnya mengeluarkan pemukiman dari area HGU.  “Tapi pada kenyataanya, perusahaan mesti didorong keras, makanya kita juga mengundang BPN untuk membantu proses ini,” ujar Angel. Di sisi lain, Angel mengapresiasi BPN yang sudah membantu masyarakat dalam penyelesaian lahan masyarakat yang masuk dalam HGU. Walaupun BPN memiliki kewenangan, namun harus dari pihak perusahaan untuk mengeluarkan lahan masyarakat dari HGU. “Sekali lagi saya katakan, pihak perusahan yang harus mengeluarkan lahan masyarakat dari HGU. Kalau BPN hanya mengeluarkan sertifikat,” ujarnya.  Pembahasan permasalahan serupa sebelumnya sudah digelar Komisi I di Kabupaten Sanggau medio Agustus lalu. Dewan melaksanakan monitoring membahas persoalan sengketa lahan HGU perkebunan dan masyarakat. “Kegiatan yang kami laksanakan ini, untuk memperoleh masukan terkait sengketa lahan pada HGU perkebunan dengan masyarakat setempat,” kata Angeline. Selain mendapat masukan terkait sengketa lahan HGU, hal lain yang menjadi fokus adalah pengumpulan informasi persoalan sengketa di hutan lindung. Sebab memang tak dipungkiri, masalah ini masih terus bergulir. “Juga sengketa terkait pemukiman masyarakat yang masuk kawasan hutan lindung, serta hal-hal terkait lainnya,” ujar Angeline. (ap)

Ketapang
| Senin, 12 September 2022

Sports

Foto:  Hattrick Harry Kane Bawa Bayern Muenchen Tekuk Hoffenheim 4-1 | Pifa Net

Hattrick Harry Kane Bawa Bayern Muenchen Tekuk Hoffenheim 4-1

PIFA, Sports - Harry Kane menjadi bintang kemenangan Bayern Muenchen setelah mencetak hattrick dalam kemenangan telak 4-1 atas Hoffenheim pada pekan keempat Liga Jerman (Bundesliga) di Stadion PreZero Arena, Sinsheim, Sabtu (20/9/2025). Selain tiga gol dari Kane, satu gol Bayern lainnya dicetak oleh Serge Gnarby, sementara Hoffenheim sempat memperkecil ketertinggalan lewat Vladimir Coufal. Berkat hasil ini, Bayern tetap kokoh di puncak klasemen sementara Bundesliga dengan 12 poin sempurna dari empat pertandingan. Sementara itu, Hoffenheim harus turun ke peringkat sembilan dengan 6 poin. Babak Pertama: Bayern Unggul Lewat Kane Sejak awal laga, Bayern langsung mengambil inisiatif menyerang, namun justru Hoffenheim yang lebih dulu menciptakan peluang berbahaya. Menit ke-12, Fisnik Asllani nyaris membawa tuan rumah unggul, tetapi tendangannya hanya mengenai tiang gawang. Tak lama kemudian, Bernardo melepaskan sundulan yang masih melenceng tipis dari gawang Manuel Neuer. Meski sempat ditekan, Bayern justru mampu unggul pada menit ke-44 lewat gol Harry Kane yang memanfaatkan umpan matang dari Lennart Karl, membawa Bayern memimpin 1-0 hingga turun minum. Babak Kedua: Dua Penalti untuk Kane Bayern memulai babak kedua dengan agresif dan langsung menggandakan keunggulan pada menit ke-48 setelah wasit memberikan tendangan penalti akibat handsball Albian Hajdari. Harry Kane yang menjadi eksekutor sukses menaklukkan kiper Oliver Baumann, membuat skor berubah menjadi 2-0. Pada menit ke-77, Bayern kembali mendapatkan penalti setelah Michael Olise dijatuhkan oleh Bernardo di kotak terlarang. Kane yang kembali maju sebagai algojo tidak menyia-nyiakan kesempatan, mengubah skor menjadi 3-0 sekaligus mencatatkan hattrick pertamanya musim ini. Gol Balasan Hoffenheim dan Penutup dari Gnarby Hoffenheim sempat memperkecil ketertinggalan pada menit ke-82 melalui tendangan bebas indah Vladimir Coufal yang tidak mampu dijangkau Neuer, membuat skor menjadi 1-3. Namun, Bayern menutup pertandingan dengan gol keempat pada menit ke-90+9. Serge Gnarby sukses memanfaatkan bola rebound untuk memastikan kemenangan 4-1 bagi tim tamu. Statistik: Bayern Lebih Dominan Secara statistik, Bayern unggul dalam hampir semua aspek permainan: Penguasaan bola: 63%Tembakan: 18 kali (10 on target) Hoffenheim yang hanya mengandalkan serangan balik tidak mampu menandingi efektivitas Bayern, yang kini semakin mantap berada di puncak klasemen Bundesliga. Dengan performa gemilang ini, Harry Kane memperkuat posisinya sebagai salah satu penyerang paling produktif di Eropa, sekaligus mengirim pesan kuat bahwa Bayern siap mempertahankan dominasi mereka di Liga Jerman.

Sports
| Minggu, 21 September 2025
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5