Berandascoped-by-BerandaLokalscoped-by-LokalKlarifikasi Lengkap Ketua Umum Hima Jurusan Penggelar Ospek saat Pandemi Covid-19

Klarifikasi Lengkap Ketua Umum Hima Jurusan Penggelar Ospek saat Pandemi Covid-19

Admin | Rabu, 14 Juli 2021

Pesan berantai Himpunan Mahasiswa (Hima) Jurusan salah satu Kampus Kalimantan Barat beredar dan viral di Twitter. Gambar screenshot yang berisikan pesan paksaan dan ancaman untuk mahasiswa baru agar ikut pengkaderan itu telah diklarifikasi oleh Ketua Umum Hima tersebut.

Ketua Umum Hima****** dengan inisial YS, menyampaikan klarifikasi kejadian yang cukup memprihatinkan di akun Twitter pribadinya. Dalam unggahannya, YS menerangkan bahwa kegiatan pengkaderan Hima jurusannya dilaksanakan sebelum PPKM Darurat diberlakukan di kotanya.

“Menindaklanjuti masalah keributan pengkaderan yg terjadi hari ini, sebelumnya saya mohon maaf atas keributan dan kesimpangsiuran berita yg terjadi hari ini. Saya disini bertindak selaku Ketua Umum atas nama Himpunan Mahasiswa (hima terkait) mewakili seluruh pengurus dan panitia PAKAN 2021 dengan ini menyampaikan dan mengklarifikasi atas kesimpangsiuran berita tersebut,” tulis YS (13/7).

Setelah itu, Dia menguraikan poin-poin klarifikasi dari Hima kampusnya. Pada poin pertama, disebutkan bahwa kegiatan pengkaderan telah mendapat izin dari pihak Kecamatan, Desa, dan Ketua RT setempat. Tapi, Dia tidak menjelaskan detail waktu dan tempat pelaksanaan kegiatannya.

Mengutip dari unggahan YS di akun Twitter pribadinya pada pukul 16.21 WIB, Selasa (13/7/2021), berikut klarifikasi lengkap yang disampaikan oleh Ketua Umum Hima itu:

Assalamu’alaikum…. Warahmatullahi wabarakatuh…. Selamat sore dan salam sejahtera untuk kita semua…..
Menindaklanjuti masalah keributan pengkaderan yg terjadi hari ini, sebelum nya saya mohon maaf atas keributan dan kesimpangsiuran berita yg terjadi hari

Saya disini bertindak selaku Ketua Umum atas nama Himpunan Mahasiswa (hima terkait) mewakili seluruh pengurus dan panitia PAKAN 2021 dengan ini menyampaikan dan mengklarifikasi atas kesimpangsiuran berita tersebut dalam point yang tertuang dibawah ini.

1. Bahwa kegiatan tersebut telah selesai dilaksanakan sebelum kebijakan PPKM darurat Kota Pontianak dan Singkawang diberlakukan.

2. Kegiatan tersebut telah mendapat izin dari pihak Kecamatan, Desa, RT setempat.

3. Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan terkontrol dibawah pengawasan Badan Pengarah, Dewan Pembina dan Dewan Kehormatan Himasiter.

4. Kegiatan tersebut tidak dilakukan didalam ruangan tertutup akan tetapi dilapangan terbuka yang jauh dari keramaian dan pemukiman penduduk.

5. Kegiatan tersebut dihadiri oleh peserta dg jumlah kurang dari 20 orang dengan bentuk pengenalan Farm dan Praktek Lapangan.

6. Mengenai isu point-point ancaman seperti yg tertulis dalam berita yg viral tersebut, kesemua nya tidak benar alias Hoax dan Oknum yg membuat berita tersebut sudah diberikan tindakan dan sanksi oleh pihak Prodi maupun Akademik.

7. Beberapa panitia dan pengurus telah menghadap Prodi dan akademik untuk mengklarifikasi berita tersebut dan sudah membuat pernyataan agar tidak mengulangi kembali kesalahan tersebut

8. Point Terpenting dari Klarifikasi saya ini adalah permasalahan tersebut sudah diselesaikan secara internal oleh pihak Prodi serta pihak akademik dan dinyatakan telah selesai dg pembuatan surat pernyataan bermatrai dihadapan pihak Prodi dan pihak akademik.

Demikian Klarifikasi ini saya sampaikan semoga bisa pahami dengan bijak agara tidak terjadi nya kesimpangsiuran berita yang dapat mencoreng nama baik Kampus yg tercinta ini….

Pontianak, 13 Juli 2021

Ttd YS

Ketua Umum

Rekomendasi

Foto: Kartu Merah Jadi Petaka, AC Milan Tersingkir dari Liga Champions | Pifa Net

Kartu Merah Jadi Petaka, AC Milan Tersingkir dari Liga Champions

Italia
| Rabu, 19 Februari 2025
Foto: Aston Villa Tak Permanenkan Marcus Rashford, Manchester United Siapkan Rencana Baru | Pifa Net

Aston Villa Tak Permanenkan Marcus Rashford, Manchester United Siapkan Rencana Baru

Sports
| Rabu, 2 Juli 2025
Foto: Trump Ancam Tambah Tarif 50 Persen untuk China, Perang Dagang Makin Memanas | Pifa Net

Trump Ancam Tambah Tarif 50 Persen untuk China, Perang Dagang Makin Memanas

Amerika Serikat
| Selasa, 8 April 2025
Foto: Yamaha MX-King 150 2025 Hadir dengan Varian Warna Baru, Semakin Tonjolkan Aura “King of Street” yang Gagah & Sporty | Pifa Net

Yamaha MX-King 150 2025 Hadir dengan Varian Warna Baru, Semakin Tonjolkan Aura “King of Street” yang Gagah & Sporty

Indonesia
| Selasa, 18 Februari 2025
Foto: Bangga MAXimal! NMAX Experience: Ride A Decade kembali Bertualang dan Menyapa Pengguna Setia Serentak di 4 Kota    | Pifa Net

Bangga MAXimal! NMAX Experience: Ride A Decade kembali Bertualang dan Menyapa Pengguna Setia Serentak di 4 Kota

Indonesia
| Senin, 19 Mei 2025
Foto: Polres Sekadau Kawal Mediasi Karyawan dan Manajemen PT. BSL | Pifa Net

Polres Sekadau Kawal Mediasi Karyawan dan Manajemen PT. BSL

Sekadau
| Rabu, 8 Januari 2025
Foto: LaLiga Rilis Jadwal El-Clasico Musim 2025/26 | Pifa Net

LaLiga Rilis Jadwal El-Clasico Musim 2025/26

Sports
| Kamis, 3 Juli 2025
Foto: Ahli Herbal: Rempah dan Jamu Bantu Redam Efek Makanan Berlemak Saat Iduladha | Pifa Net

Ahli Herbal: Rempah dan Jamu Bantu Redam Efek Makanan Berlemak Saat Iduladha

Indonesia
| Jumat, 23 Mei 2025
Foto: Rasa Ingin Tahu, Kunci Sukses Bill Gates yang Membawanya ke Puncak | Pifa Net

Rasa Ingin Tahu, Kunci Sukses Bill Gates yang Membawanya ke Puncak

Dunia
| Senin, 10 Februari 2025
Foto: Prabowo Siap Temui Forum Purnawirawan TNI, Isu Pemakzulan Gibran Menghangat | Pifa Net

Prabowo Siap Temui Forum Purnawirawan TNI, Isu Pemakzulan Gibran Menghangat

Indonesia
| Rabu, 7 Mei 2025

Berita Terkait

Lokal

Foto: Hima Kampus di Kalbar Ancam Maba untuk Ikut Ospek Meski Pandemi, Berikut Kronologinya | Pifa Net

Hima Kampus di Kalbar Ancam Maba untuk Ikut Ospek Meski Pandemi, Berikut Kronologinya

Beredar di media sosial, Himpunan Mahasiswa (Hima) salah satu kampus di Kalimantan Barat paksa dan ancam mahasiswa baru untuk ikut pengkaderan di tengah pandemi COVID-19. Unggahan yang sempat viral dan memancing perdebatan netizen Twitter itu telah diklarifikasi oleh pihak Hima, Rabu (14/7/2021). Berikut kronologi dan statement klarifikasi dari pihak pengurus Hima. Diketahui pada Rabu (13/7) sekira pukul 12.44 WIB, akun Twitter @AreaJulid memposting gambar screenshot ajakan pengkaderan. Dalam gambar tersebut, tampak adanya paksaan dari pengurus pada mahasiswa. Kemudian, peserta pengkaderan juga mendapat ancaman akan dipersulit urusannya di jurusan jika tidak ikut pengkaderan penyambutan mahasiswa baru itu. Adapun kesulitan yang disampaikan panitia di antaranya, peserta tidak bisa masuk dalam keanggotaan himpunan, BEM dan DPM; peserta juga akan dipersulit proses dalam praktikum dan perkuliahannya, serta tidak akan mendapat sertifikat lulus ‘PAKAN’ yang kabarnya dapat mempersulit pengajuan magang. “Tolong sampaikan ke angkatan 20, gk lulus pengkaderan dampaknya sangat besar, mulai dari sanksi kuliah sampai sanksi organisasi. Perlu diingat, kk hanya menyampaikan saja dn mengingatkan kalian, jgn smpai nyesail di kemudian hari.. gk ada maksd menakut2i kalian ni ya.” Dikutip dari penggalan pesan pembuka salah seorang panitia dalam grup peserta.   Usai informasi berantai dalam grup itu viral di Twitter dan mendapat banyak kecaman dari netizen, Ketua Umum Hima dengan inisial YS pun mengklarifikasi kejadiannya. Lewat akun Twiter pribadinya, YS mengungkapkan bahwa kegiatan pengkaderan dilaksanakan sebelum PPKM Darurat diberlakukan di kotanya. Ia menegaskan bahwa kegiatan pengkaderan dihadiri oleh peserta dengan jumlah kurang dari 20 orang. Di akhir klarifikasinya, YS menyampaikan bahwa permasalahan tersebut telah ditindaklanjuti dan diselesaikan secara internal oleh pihak akademik kampusnya. Statement lengkap Klarifikasi Pihak Pengurus Hima dapat dibaca lewat tautan berikut (klik tautan ini).

Admin
| Rabu, 14 Juli 2021

Nasional

Foto: Dirjen Anggaran Kemenkeu Isa Rachmatarwata Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Korupsi Jiwasraya | Pifa Net

Dirjen Anggaran Kemenkeu Isa Rachmatarwata Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Korupsi Jiwasraya

PIFA.CO.ID, NASIONAL - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menghormati proses hukum yang menetapkan Direktur Jenderal Anggaran, Isa Rachmatarwata, sebagai tersangka kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya.“Kami menghormati proses hukum yang sedang berjalan,” kata Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemenkeu, Deni Surjantoro, Jumat (7/2).Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan Isa sebagai tersangka atas dugaan keterlibatan dalam skandal Jiwasraya periode 2008-2018. Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus, Abdul Qohar, menyebut penetapan ini berdasarkan bukti yang cukup, termasuk laporan penghitungan kerugian negara sebesar Rp16,8 triliun.Isa diduga melanggar Pasal 3 juncto Pasal 18 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Ia ditahan selama 20 hari di Rutan Salemba Cabang Kejagung.Selain Isa, Kejagung telah menetapkan 13 tersangka korporasi dan enam terdakwa, termasuk mantan petinggi Jiwasraya serta sejumlah pihak terkait dari sektor keuangan dan investasi.

Indonesia
| Minggu, 9 Februari 2025

Nasional

Foto: Ketua OSIS SMA di Cawas Ulang Tahun, Diceburkan Teman-teman ke Kolam dan Tewas Tersetrum | Pifa Net

Ketua OSIS SMA di Cawas Ulang Tahun, Diceburkan Teman-teman ke Kolam dan Tewas Tersetrum

PIFA, Nasional - Sebuah tragedi mengguncang SMAN 1 Cawas di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, setelah Ketua OSIS sekolah tersebut, Fajar Nugroho, meninggal dunia akibat insiden tragis di kolam sekolah pada Senin (8/7). Berdasarkan keterangan Kapolsek Cawas, AKP Umar Mustofa, kronologi bermula ketika Fajar dan beberapa temannya sedang merayakan ulang tahun Fajar setelah kegiatan sekolah.  "Setelah makan siang dan salat kita (teman-teman Fajar) ceburkan di kolam. Sebelum diceburkan di kolam kasih tepung dulu terus diangkat," katanya. Namun saat masih di kolam, Fajar mengaku kakinya kram sehingga tiga teman yang lain menolong Fajar. "Lalu di kolam (Fajar) sempat mau berusaha untuk mentas (naik) kemudian nginjak setrum itu, katanya (Fajar merasa) kram, padahal kesetrum. Tahunya setrum, temannya itu turun (ke kolam) temannya nolong awalnya satu, terus dua tiga orang nyemplung (kolam). Yang satu kesetrum juga terus tapi bisa gerak," katanya. Sementar itu, seorang siswa yang berhasil keluar dari kolam segera mencabut saklar listrik. Terkait kejadian tersebut, Kapolsek Umar menegaskan bahwa pihak kepolisian tidak dapat melanjutkan penyelidikan lebih lanjut karena keluarga korban telah memilih untuk tidak membuat laporan resmi. "Keluarga korban telah menyatakan menerima musibah ini sebagai takdir, sehingga tidak ada niatan untuk menuntut pihak-pihak terlibat," jelasnya. 

Jawa Tengah
| Selasa, 9 Juli 2024
2
4
8
9
10
3
5
2
4
8
9
10
3
5
2
4
8
9
10
3
5