Komdigi Panggil Platform X Terkait Fitur AI Grok, Tegaskan Perlindungan Perempuan dan Anak
Tekno | Rabu, 14 Januari 2026
Komdigi Panggil Platform X Terkait Fitur AI Grok, Tegaskan Perlindungan Perempuan dan Anak
Tekno | Rabu, 14 Januari 2026










Nasional

PIFA.CO.ID, NASIONAL - PT. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) konsisten berperan aktif di industri sepeda motor, serta terus mendukung perkembangan dunia pendidikan Tanah Air. Salah satunya dengan menghadirkan program SMK Binaan Yamaha yang telah berjalan sejak tahun 2003. Program ini bertujuan untuk memberikan dukungan kepada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan memberikan keterampilan dan pengetahuan yang sesuai dengan kebutuhan industri sepeda motor saat ini melalui kurikulum Yamaha Technical Academy (YTA).”Program SMK Binaan Yamaha merupakan salah satu upaya CSR (Corporate Social Responsibility) yang bertujuan untuk mendukung pendidikan di Indonesia. Program ini dilakukan dengan mengadopsi kurikulum Teknik Sepeda Motor dari Yamaha Technical Academy (YTA), yang selaras dengan perkembangan industri sepeda motor terkini dan mengacu pada Standard Kompetensi Kerja Nasional Indonesia. Diharapkan, program ini dapat mengurangi kesenjangan antara dunia pendidikan dan industri, serta memastikan bahwa lulusan SMK memiliki keterampilan yang sesuai dengan tuntutan pasar tenaga kerja saat ini,” jelas Johannes BM Siahaan, Assistant General Manager CS. Division PT. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM). Komitmen dan kepedulian Yamaha Indonesia dalam memajukan pendidikan vokasi terus dilakukan secara aktif dan konsisten. Dari total SMK Binaan Yamaha, sebanyak 55 di antaranya telah dipilih sebagai Kelas Khusus Yamaha. Kelas-kelas ini mendapatkan dukungan penuh dalam standarisasi ruang praktik, penyediaan peralatan bengkel yang memadai, serta pengembangan kompetensi keahlian dalam bidang Teknik Bisnis Sepeda Motor (TBSM). Dan baru-baru ini tepatnya pada 23 November 2024, PT. YIMM meresmikan Kelas Khusus Yamaha di SMK Mekanik Cibinong yang berlokasi di Bogor, Jawa Barat. Dengan ini, SMK Mekanik Cibinong telah secara resmi mengadopsi kurikulum yang sesuai dengan standar Yamaha. ”Alhamdulillah dengan diresmikannya Kelas Khusus Yamaha di SMK Mekanik Cibinong yang merupakan bagian dari Yayasan Pendidikan Sumarno. Besar harapan kami semoga menjadi sekolah unggulan yang bisa menghasilkan generasi emas yang siap kerja dan mandiri dengan skill yang kompeten di bidangnya. Kami sangat bangga dan sangat mengapresiasi PT. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing yang telah memberikan support dan edukasi berbagai ilmu mengenai teknologi Yamaha kepada SMK Mekanik Cibinong. Semoga kerjasama ini bisa berjalan dengan baik dengan ketercapaian di grade A SMK Binaan Yamaha. Semoga momentum ini menjadikan sekolah kami sebagai binaan Yamaha yang memiliki kompetensi unggul sehingga dapat terserap menjadi teknisi di PT. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing,” ungkap Haslih, Kepala Sekolah SMK Mekanik Cibinong. Acara peresmian Kelas Khusus Yamaha di SMK Mekanik Cibinong ini dihadiri oleh anggota DPRD Provinsi Jawa Barat H. Permadi Dalung, S.E., M.M., Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat yang diwakili oleh Drs. Abur Mustikawanto, M.Ed. dan Heri Muliadi, M.Pd, Sekolah Mitra Yamaha di wilayah Bogor dan Depok, dealer Yamaha di Bogor, serta Mitra DUDI (Dunia Usaha dan Dunia Industri) lainnya. Hingga saat ini, Yamaha telah menjalin kerjasama dengan 55 SMK Binaan di wilayah Jabodetabek, di mana 7 di antaranya telah menjadi SMK Kelas Khusus Yamaha, yaitu: SMK Negeri 2 Kota Bekasi SMKN 1 Cikarang BaratSMK Islam PB. Soedirman 1SMK Walang JayaSMK PGRI 1 SerangSMK Bangun NusantaraSMK Mekanik Cibinong Program SMK Binaan Yamaha adalah bukti nyata kontribusi Yamaha dalam melahirkan lulusan yang berkualitas dengan daya saing yang tinggi, serta siap untuk berwirausaha. Hal ini pun sesuai dengan amanat Instruksi Presiden Nomor 9 tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Yamaha berharap dapat bersama-sama mewujudkan “Merah Putih Semakin di Depan”.
Lokal

PIFA, Lokal - Ketua Komisi V DPRD Kalbar, Heri Mustamin menyebutkan komunikasi antar lembaga eksekutif dalam hal ini gubernur dan wakil gubernur dengan legislatif, setahun belakangan terkesan kurang sinergis. Maka itu dia mengajak di tahun 2023 ini, seluruh elemen yakni eksekutif, legislatif, dan yudikatif untuk membangun sinergitas bersama. Ini diperlukan untuk melanjutkan agenda pembangunan daerah. Hal tersebut kata Heri, sesuai amanah Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014, bahwa kemitraan pemerintah daerah terdiri dari eksekutif, legislatif, dan yudikatif. "Ini harus terus bersinergi. Kemarin mungkin kurang komunikasi. Ini juga dipahami oleh kita semua,” katanya, belum lama ini. Heri menilai, komunikasi antara lembaga eksekutif dan legislatif kurang berjalan dengan baik dalam konteks pemerintahan secara umum. Padahal sinergitas baru bisa terjadi bila komunikasi berjalan dengan baik. "Komunikasi ini yang perlu ditingkatkan ke depan,” ujarnya. Di sisi lain terkait yudikatif sebagai penegak hukum, peranan lembaga ini dinilai sangat besar dalam membangun kesadaran hukum untuk masyarakat. "Tak cuma penindakan, tapi terpenting upaya preventif," katanya. Dia meminta tindakan-tindakan melawan hukum misalnya penyalahgunaan kewenangan, jabatan atau menyalahgunakan keuangan daerah, korupsi bisa diselesaikan dengan terukur. "Kita berharap komunikasi lebih optimal. Bersinergi bangun Kalbar. Jika kompak akan lebih baik dan maju,” tandasnya. (ap)
Nasional

PIFA, Nasional - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) turut menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan masyarakat Melayu-Banjar terhadap pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur. Presiden Jokowi berharap masyarakat Melayu-Banjar dapat terus berperan aktif dalam pembangunan IKN tersebut. “Saya berharap masyarakat Melayu-Banjar menjadi tuan rumah di tanahnya sendiri, berperan aktif dan menjadi bagian penting dari sejarah terwujudnya Ibu Kota Nusantara,” ucap Kepala Negara saat menghadiri Istigasah dan Doa Bersama Rabithah Melayu-Banjar, Jumat (17/3/2023), di Komplek Pendopo Bersinar Tabalong, Tabalong, Kalimantan Selatan (Kalsel). Pemindahan ibu kota, lanjutnya, merupakan upaya untuk mewujudkan pembangunan yang Indonesia sentris sekaligus mendorong pemerataan ekonomi. “Ini untuk mewujudkan yang namanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” tegas Kepala Negara. Presiden Jokowi menjelaskan bahwa pembangunan IKN tidak semata dilakukan pemerintah untuk memindahkan bangunan fisik dan membangun gedung-gedung baru, tetapi juga untuk menumbuhkan cara kerja dan pola pikir baru dalam melayani masyarakat serta bersaing dengan sumber daya manusia (SDM) negara lain. “Cara-cara kerja baru, melayani dengan cepat, melayani dengan baik, dan kita ingin juga yang kedua mengubah pola pikir (mindset) agar kita bisa bersaing dengan negara-negara lain,” ungkap Presiden. Presiden menambahkan, saat ini terjadi persaingan yang tidak mudah antarnegara, oleh karena itu diperlukan pola pikir dan cara kerja yang lebih baik dan lebih bermanfaat di masa mendatang. Sehingga, sambungnya, yang muda-muda ini harus mau berubah. "au bekerja keras karena saudara-saudara semuanya nanti akan bersaing dengan SDM-SDM dari negara lain,” tandasnya. Menutup sambutannya, Presiden turut mengajak seluruh masyarakat untuk berdoa, berikhtiar, dan bersama-sama bekerja keras dalam mewujudkan pembangunan IKN sebagai pintu gerbang percepatan pembangunan di Pulau Kalimantan. Kepala Negara berharap agar gagasan pemindahan ibu kota ke Kalimantan yang sudah ada sejak tahun 1960-an yang lalu dapat segera terealisasi. “Juga memohon rida Allah Swt. agar selalu membimbing dan memudahkan langkah-langkah kita, dan kepada para alim ulama, tuan-tuan guru, dan para mualim, para kyai, serta segenap masyarakat Melayu-Banjar mohon didoakan bangsa ini,” tutupnya. (yd)