Pixabay

Pixabay

Berandascoped-by-BerandaPolitikscoped-by-PolitikKomisi X DPR Mengaku Belum Pernah Bahas Universitas Republik Indonesia Bentukan Prabowo

Komisi X DPR Mengaku Belum Pernah Bahas Universitas Republik Indonesia Bentukan Prabowo

Politik | Kamis, 23 Juli 2026

JAKARTA – Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian mengaku belum mengetahui secara rinci mengenai pembentukan Universitas Republik Indonesia (URI) yang diumumkan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, Komisi X belum pernah membahas pembentukan lembaga tersebut dalam agenda resmi.

Lalu mengatakan hingga kini pihaknya belum menerima penjelasan dari pemerintah mengenai dasar hukum, tugas, fungsi, maupun anggaran URI.

"Komisi X DPR RI hingga kini belum pernah membahas pembentukan URI, baik dalam rapat maupun agenda resmi. Kami belum menerima penjelasan formal mengenai dasar hukum, tugas, fungsi, maupun anggarannya," kata Lalu, Kamis (24/7).

Politikus PKB itu menilai pemerintah perlu menjelaskan secara terbuka apa nilai tambah Universitas Republik Indonesia dibandingkan perguruan tinggi negeri maupun sekolah kedinasan yang selama ini telah mencetak sumber daya manusia untuk pemerintahan.

Menurutnya, pemerintah juga harus memastikan kehadiran URI tidak menimbulkan tumpang tindih fungsi dengan lembaga pendidikan yang sudah ada.

"Pemerintah wajib membuktikan nilai tambah URI di tengah banyaknya PTN dan lembaga kedinasan yang sudah mencetak pemimpin, serta menjamin tidak ada duplikasi peran," ujarnya.

Lalu menyampaikan Komisi X akan meminta penjelasan resmi kepada pemerintah dalam rapat kerja bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) setelah masa reses DPR berakhir pada Agustus mendatang.

"Saat ini kami masih menunggu keterangan dari pemerintah, mungkin pada saat rapat kerja dengan Kemendiktisaintek pada masa sidang depan, agar kebijakan ini tidak menimbulkan pertanyaan dan polemik di masyarakat," katanya.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan Universitas Republik Indonesia dibentuk sebagai lembaga pendidikan yang bertujuan mencetak calon-calon pemimpin bangsa.

Menurut Prasetyo, konsep URI mengadopsi model pendidikan kepemimpinan yang telah diterapkan di sejumlah negara, termasuk Prancis melalui École nationale d'administration (ENA), yang kini telah bertransformasi menjadi Institut National du Service Public (INSP).

Pemerintah berharap lulusan URI nantinya tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga wawasan kebangsaan yang kuat untuk mengisi berbagai jabatan strategis di pemerintahan.

Rekomendasi

Foto: Peta Politik Bergerak: Pemerintahan Prabowo Dapat Dukungan, Isu Kabinet dan Reformasi Jadi Sorotan | Pifa Net

Peta Politik Bergerak: Pemerintahan Prabowo Dapat Dukungan, Isu Kabinet dan Reformasi Jadi Sorotan

Indonesia
| Kamis, 22 Mei 2025
Foto: Banyak Perkara Vonis Bebas, Komisi III DPR Soroti Kinerja Kejati Kalbar | Pifa Net

Banyak Perkara Vonis Bebas, Komisi III DPR Soroti Kinerja Kejati Kalbar

Kalbar
| Sabtu, 15 Februari 2025
Foto: Jokowi Bicara Peluang Bertemu Megawati: Akan Baik-baik Saja | Pifa Net

Jokowi Bicara Peluang Bertemu Megawati: Akan Baik-baik Saja

Indonesia
| Minggu, 23 Maret 2025
Foto: Dukung Ketahanan Pangan, Tanam Jagung Serentak di Kubu Raya Seluas 15,8 Hektar | Pifa Net

Dukung Ketahanan Pangan, Tanam Jagung Serentak di Kubu Raya Seluas 15,8 Hektar

Kubu Raya
| Rabu, 22 Januari 2025
Foto: Selain Makanan, Ini 5 Faktor yang Bisa Picu Lonjakan Gula Darah | Pifa Net

Selain Makanan, Ini 5 Faktor yang Bisa Picu Lonjakan Gula Darah

Lifestyle
| Selasa, 29 Juli 2025
Foto: Abizar Minta Maaf Usai Film A Business Proposal Terancam Diboikot | Pifa Net

Abizar Minta Maaf Usai Film A Business Proposal Terancam Diboikot

Indonesia
| Selasa, 4 Februari 2025
Foto: Penjualan PS5 Capai 80 Juta Unit, Masih di Bawah PS3 dan Xbox 360 | Pifa Net

Penjualan PS5 Capai 80 Juta Unit, Masih di Bawah PS3 dan Xbox 360

Teknologi
| Senin, 11 Agustus 2025
Foto: Pertahankan Gelar, Persib Bandung Juara Liga 1 2024/2025 | Pifa Net

Pertahankan Gelar, Persib Bandung Juara Liga 1 2024/2025

Indonesia
| Selasa, 6 Mei 2025
Foto: Microsoft dan OpenAI Selidiki Dugaan Akses Ilegal Data oleh DeepSeek | Pifa Net

Microsoft dan OpenAI Selidiki Dugaan Akses Ilegal Data oleh DeepSeek

Indonesia
| Kamis, 30 Januari 2025
Foto: Resep Membuat Es Buah Rendah Kalori untuk Berbuka Puasa Ramadhan | Pifa Net

Resep Membuat Es Buah Rendah Kalori untuk Berbuka Puasa Ramadhan

Indonesia
| Jumat, 14 Maret 2025

Berita Terkait

Lokal

Foto: Gemawan Salurkan Hasil Donasi Online kepada Komunitas Penambang Sampan di Dermaga Beting | Pifa Net

Gemawan Salurkan Hasil Donasi Online kepada Komunitas Penambang Sampan di Dermaga Beting

Berita Pontianak, PIFA -  Gemawan menggelar kegiatan penyaluran hasil dosani oniline yang digalang melalui platform Kitabisa, yang disalurkan kepada komunitas penambang sampan untuk memperbaiki dermaga di Kampung Beting, Kecamatan Pontianak Timur, pada Minggu (27/03/2022).  Sri Haryanti, pegiat Gemawan, menyebutkan kegiatan ini merupakan rangkaian aktivitas penguatan Gemawan terhadap kelompok penambang sampan di kawasan Kampung Beting. Sebelumnya Gemawan dan Pemerintah Kota Pontianak merilis buku komik Meraih Mimpi Perubahan di Kampung Beting bulan Februari lalu.  "Memang dana yang terkumpul tidak besar, sekitar Rp5.000.000,00. Hasil itu kami belikan kebutuhan renovasi dermaga agar bisa menjadi stimulus bagi para penambang untuk terus mengayuh sampannya," imbuh Ketua Divisi Good Governance Gemawan di sela kegiatan.  Hermawansyah, Dewan Pengurus Gemawan, yang memberikan sambutan di hadapan puluhan penambang menyampaikan para penambang ini adalah bagian dari sejarah Kota Pontianak. "Para penambang sampan ini ikut mencatatkan sejarah di Pontianak. Sehingga sulit memisahkan sampan dengan Kota Pontianak," ujarnya. Wawan, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa ruang hidup utama masyarakat Pontianak di masa lalu berada di sungai.  "Dari sungai ini Kota Pontianak mendirikan sentra-sentra kebudayaan, tempat interaksi para aktor yang kini masih berdiri, seperti Istana Kadriyah, Masjid Jami', dan Sungai Kapuas ini sendiri," jelasnya.  "Perkembangan Pontianak di masa sekarang sesungguhnya masih menjadikan sungai sebagai ruang hidup, ini dibuktikan dengan pembangunan water front city dan renovasi di sepanjang bantaran Kapuas," timpal Wawan, yang kini juga menjadi Dinamisator Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM).  Ia menyoroti pula perkembangan infrastruktur ini harus dibarengi dengan peningkatan kapasitas sumberdaya manusia yang ada sembari tetap menjaga budaya sungai.  "Budaya sungai yang ada turut dijaga oleh penambang sampan. Alasan ini menyebabkan Gemawan hadir di Beting menemani penambang sampan," tegas Wawan.  Menurutnya banyak hal yang bisa dilakukan di Beting, seperti menyiapkan ruang baca publik, melahirkan sentra ekonomi kolektif, serta aktivitas lain. Wawan menerangkan, melalui Kongres Kebudayaan Indonesia 2018, pemerintah telah merumuskan Strategi Kebudayaan Indonesia sebagai langkah pemajuan kebudayaan. "Budaya kita adalah akal sehat kolektif, sebagaimana dipraktikkan komunitas penambang sampan di sini. Bersandar hal itu, maka perlu kolaborasi dan aksi bersama pula untuk memajukan mereka, para penjaga budaya sungai di Pontianak," ucapnya. Selain penyerahan bantuan untuk komunitas penambang sampan, Bappeda Kota Pontianak juga hadir dalam kegiatan ini. Plt. Kepala Bappeda Kota Pontianak, Trisna Ibrahim, ST., MT., menyerahkan komik Merajut Mimpi di Kampung Beting kepada anak-anak di kawasan ini. "Stigmatisasi yang terbentuk di sini harus kita ubah. Melalui berbagai media komunikasi, kita harus sampaikan ke dunia luar bahwa Beting tidak seperti yang terstigmakan," jelasnya.  "Melalui komik ini kita ingin menunjukkan bahwa Beting tidak seperti yang dipikirkan orang luar, juga membiasakan anak-anak kita membaca dari kecil," tuturnya. Trisna berharap, kelak anak-anak yang telah membaca komik ini dapat menceritakan kembali kampungnya.  "Ketika mereka menjadi pemimpin di Kota Pontianak, mereka bisa menceritakan kembali lingkungannya, kampungnya, serta perjuangan orangtuanya," harapnya. Trisna juga menjelaskan komitmen Pemkot Pontianak untuk melakukan renovasi di dermaga Beting Permai.  "Masyarakat bisa memantau perkembangan usulan hasil musrenbang di aplikasi," ucapnya lagi. (yd)

Kalbar
| Senin, 28 Maret 2022

Lokal

Foto: PPSW-Borneo Gelar Pelatihan Untuk Disabilitas di Mempawah | Pifa Net

PPSW-Borneo Gelar Pelatihan Untuk Disabilitas di Mempawah

Berita Mempawah, PIFA - Pusat Pengembangan  Sumberdaya Wanita Borneo (PPSW-Borneo) mengadakan pelatihan program perluasan kesempatan ekonomi melalui peningkatan penguasaan kemampuan teknologi informasi dan komunikasi untuk disabilitas, jumat (5/11/2021). Kegiatan yang berlangsung di Wisma Candramidi, Kota Mempawah itu digelar untuk memperluas kesempatan bagi penyandang disabilitas dalam meningkatkan kemampuan dibidang informasi dan teknologi. Ketua PPSW Borneo, Eva Monica mengatakan kegiatan ini dilaksanakan guna memberikan kemampuan pengembangan dalam bidang teknologi dan komunikasi pagi para penyandang disabilitas yang ada di Kabupaten Mempawah.  Eva melanjutkan bahwa dengan ilmu yang diberikan para penyandang disabilitas diharapkan dapat membangun kepercayaan diri di tengah keterbatasan yang dimiliki.  Dalam sambutannya, Wakil Bupati Mempawah Muhammad Pagi mengatakan bahwa pemerintah Kabupaten Mempawah mengapresiasi kepada PPSW atas penyelenggaraan pelatihan yang diberikan kepada penyandang disabilitas di Kabupaten Mempawah.  Muhammad Pagi mengaku bahwa dengan kegiatan tersebut para penyandang disabilitas dapat meningkatkan rasa percaya diri dengan kemampuan yang ada serta dapat terus mengembangkan diri dengan mengikuti berbagai pelatihan yang diberikan bagi mereka.  "Saya apresiasi kepada PPSW, semoga ini mampu memberikan kepercayaan diri kepada saudara kita penyandang disabilitas di Kabupaten Mempawah," ujarnya. Menurutnya sudah banyak bukti bahwa para penyandang disabilitas memiliki kelebihan yang perlu dikembangkan, seperti di bidang baca Al Quran dan Olahraga juga sudah banyak prestasi. "Semoga pelatihan ini mampu meningkatkan kemampuan para penyandang disabilitas, sehingga mampu berkarya dan terus mengembangkan diri," harapnya. Tidak lupa, Muhammad Pagi meminta kepada dinas terkait untuk terus mendata para penyandang disabilitas di Kabupaten Mempawah serta memberikan pembinaan dalam rangka pengembangan diri.

Mempawah
| Sabtu, 6 November 2021

Lokal

Foto: Ketua Komisi V DPRD Kalbar Harap Pemprov Perhatikan Masalah Kurangnya Dokter Spesialis di RSUD Soedarso | Pifa Net

Ketua Komisi V DPRD Kalbar Harap Pemprov Perhatikan Masalah Kurangnya Dokter Spesialis di RSUD Soedarso

PIFA, Lokal – Ketua Komisi V DPRD Kalbar, Heri Mustamin berharap Pemprov Kalbar terkhusus Gubernur Sutarmidji agar memperhatikan masalah masih kurangnya dokter spesialis di RSUD dr Soedarso. Hal ini disampaikannya menanggapi perlakuan organisasi perhimpunan dokter spesialis yang mempersulit mengeluarkan rekomendasi untuk praktek dokter spesialis di Kalbar. Heri Mustamin menegaskan, peran pemerintah terkhusus Gubernur Sutarmidji sangat penting untuk mengatasi kondisi ini. Ia menilai perlu ada regulasi dari pemprov terkait masalah tersebut. Heri juga meminta agar Pemprov Kalbar berkoordinasi organisasi kedokteran di pusat supaya tidak ada lagi yang menghambat dokter spesialis masuk ke Kalbar. “Kepada pemeritah kita berharap yang seperti ini harus diperhatikan. Percuma punya gedung rumah sakit yang megah tapi tenaga dokter spesialisnya tidak ada. Kalu memang perlu, hapus saja organisasi dokter spesialis kalo ternyata hanya menghambat,” ujarnya Rabu (18/1) kemarin, seperti dikutip dari Suara Pemred Kalbar. Sebelumnya, Heri turut menyayangkan kondisi tersebut mengingat saat ini RSUD dr Soedarso telah menjadi rumah sakit rujukan nasional yang artinya pasien yang dilayani tidak hanya di lingkup Kalbar tapi juga dari luar Kalbar. “Dengan status RSUD Soedarso saat ini tentunya perlu banyak dokter spesialis, tapi yang ada malah sekarang dokter spesialis yang mau masuk ke Kalbar dipersulit untuk mendapatkan rekomendasi praktek dari organisasi dokter spesialis di Kalbar,” katanya, Rabu (18/1) Hal senada, sebelumnya juga disampaikan oleh Sekda Kalbar, Harisson. Dilansir dari Suara Pemred Kalbar, Harisson mengaku geram dengan organisasi tersebut. Bahkan, ia juga menyayangkan organisasi perhimpunan dokter spesialis yang terkesan sulit mengeluarkan izin bagi dokter spesialis dan subspesialis untuk berpraktek di Kalbar. Padahal disisi lain, keberadaan dokter spesialis dan subspesialis sangat dibutuhkan. “Dokter spesialis urologi di Kalbar ini yang paling sedikit hanya satu orang. Terakhir memang ada tambahan dua dokter urolog di RS Anton Soedjarwo,” kata Harisson, kemarin. Masalah ini terungkap ketika Harisson melakukan pembicaraan dengan tim sub urologi FKUI/RSCM. Berdasarkan hasil analisis, kekurangan dokter spesialis urologi atau spesialis akibat terhambat mendapatkan izin atau rekomendasi dari organisasi perhimpunan dokter spesialis di Kalbar. Harisson mencontohkan, misalnya untuk spesialis bedah harus ada rekomendasi dari IKABI (Ikatan Ahli Bedah Indonesia) wilayah Kalbar, atau PAPDI (Persatuan Ahli Penyakit Dalam Indonesia) wilayah Kalbar. Para dokter harus mendapatkan rekomendasi atau izin dari organisasi perhimpunan dokter spesialis. “Mereka (organisasi perhimpunan dokter spesialis) selalu memberikan alasan bahwa dokter spesialis atau subspesialis sudah cukup. Sehingga menolak merekomendasikan dokter-dokter baru yang akan masuk Kalbar,” sambungnya. Berita lengkapnya terkait masalah izin praktek Dokter Spesialis dipersulit di Kalbar dapat dibaca melalui laman Suara Pemred Kalbar pada link artikel berikut: https://www.suarapemredkalbar.com/read/ponticity/18012023/takut-tersaingi-rekomendasi-dokter-spesialis-dipersulit (pi/yd)

Kalbar
| Jumat, 20 Januari 2023
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5