Korban Perang Rusia-Ukraina Diperkirakan Tembus 2 Juta Orang
Internasional | Kamis, 2 Juli 2026
Perang antara Rusia dan Ukraina yang telah berlangsung lebih dari empat tahun diperkirakan telah menimbulkan sekitar dua juta korban jiwa dari kedua belah pihak, termasuk tentara yang tewas, terluka, maupun hilang.
Berdasarkan penelitian Center for Strategic and International Studies (CSIS), Rusia diperkirakan mengalami sekitar 1,4 juta korban, mencakup personel militer yang tewas, terluka, dan hilang. Angka tersebut setara dengan sekitar 1 persen dari total populasi Rusia.
Laporan itu menyebut dampak perang tidak dirasakan secara merata. Daerah-daerah miskin serta wilayah dengan populasi minoritas etnis disebut mengalami tingkat korban yang jauh lebih tinggi dibanding wilayah lainnya.
Peneliti CSIS, Seth G. Jones dan Riley McCabe, menyatakan besarnya korban Rusia jauh melampaui jumlah korban yang pernah dialami negara tersebut maupun Amerika Serikat dalam berbagai konflik sejak Perang Dunia II.
Sementara itu, Ukraina diperkirakan mengalami 525.000 hingga 625.000 korban, dengan sekitar 125.000 hingga 150.000 orang di antaranya dilaporkan meninggal dunia.
Hingga kini, baik Rusia maupun Ukraina belum merilis data resmi mengenai jumlah korban perang. Namun, estimasi CSIS dinilai sejalan dengan berbagai perkiraan yang sebelumnya disampaikan negara-negara Barat.
Menurut laporan tersebut, dari sisi korban jiwa, perang ini memberikan dampak yang jauh lebih besar bagi Rusia dibanding Ukraina. Pada paruh pertama tahun ini, rasio korban bahkan diperkirakan mencapai hampir delapan banding satu, yang berarti untuk setiap satu tentara Ukraina yang menjadi korban, terdapat sekitar delapan korban dari pihak Rusia.
CSIS menilai peningkatan kerugian Rusia dipengaruhi oleh perkembangan teknologi drone Ukraina yang mampu memperluas jangkauan serangan di garis depan. Kondisi itu membuat pergerakan pasukan Rusia di medan tempur menjadi semakin sulit.
Selain itu, laporan tersebut juga menyoroti sejumlah faktor lain yang dinilai memperbesar jumlah korban Rusia, seperti strategi perang atrisi, kelemahan dalam operasi gabungan, taktik dan pelatihan yang kurang efektif, persoalan korupsi, serta rendahnya moral pasukan.
Dengan estimasi total mencapai dua juta korban, perang Rusia-Ukraina disebut menjadi salah satu konflik paling mematikan dalam sejarah modern dan diperkirakan telah melampaui jumlah korban dalam Pertempuran Stalingrad, yang selama ini dikenal sebagai salah satu pertempuran paling berdarah dalam sejarah.



















