Korban Selamat KM Nurul Salsa Kisahkan Bertahan Empat Hari Terapung di Laut Berpegangan Gabus
Nasional | Rabu, 22 Juli 2026
SELAYAR – Ardita (17), salah satu korban selamat tenggelamnya KM Nurul Salsa di perairan Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, membagikan kisah perjuangannya bertahan hidup selama empat hari terapung di tengah laut sebelum akhirnya diselamatkan kapal nelayan.
Remaja yang saat ini masih menjalani perawatan di RSUD KH Hayyung Selayar itu mengaku hanya bisa berdoa dan terus beristighfar sambil bertahan di atas potongan gabus bersama empat korban lainnya.
"Istigfar saja. Yang di atas gabus itu anak kecil terus kita yang dorong, sampai ada kapal nelayan menolong," kata Ardita, Selasa (21/7).
Ardita menceritakan, kapal yang ditumpanginya mulai mengalami gangguan saat berlayar dari Pulau Jampea pada Rabu (15/7) sekitar pukul 05.00 WITA. Tak lama kemudian, kapal mulai miring sebelum akhirnya tenggelam di perairan yang berjarak sekitar 43 mil laut dari Pelabuhan Benteng, Selayar.
Melihat kondisi kapal yang semakin tidak terkendali, Ardita memutuskan melompat ke laut dan berhasil mendapatkan potongan gabus sebagai alat untuk mengapung.
"Sudah mau tenggelam. Sudah miring. Jadi saat itu saya langsung loncat ke air dan sempat mendapatkan gabus untuk sebagai pegangan," ungkapnya.
Selama empat hari di tengah laut, Ardita bersama empat korban lainnya bertahan hidup tanpa makanan maupun minuman. Mereka hanya mengandalkan potongan gabus untuk tetap mengapung di bawah terik matahari.
"Tidak makan, (cuaca) tidak hujan. Kalau tidur pernah tapi hanya sebentar, tidak tahu berapa menit," ujarnya.
Di tengah perjuangan itu, mereka sempat melihat beberapa kapal nelayan melintas. Namun, jaraknya terlalu jauh sehingga keberadaan mereka tidak diketahui.
"Iya, kapal nelayan. Kan sebelumnya ada enam kapal ikan tapi jauh. Jadi tidak bisa melihat kita. Terus ada kapal nelayan lagi lewat dan ditolong lah kami," katanya.
Ardita akhirnya berhasil diselamatkan setelah sebuah kapal nelayan melintas lebih dekat dan melihat keberadaan mereka di tengah laut.
Hingga kini, operasi pencarian korban KM Nurul Salsa masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan. Sejumlah korban telah ditemukan, sementara belasan lainnya masih dalam proses pencarian.



















