Kota Tua Jadi Lokasi Syuting Film Internasional yang Dibintangi Lisa BLACKPINK
Pifabiz | Kamis, 29 Januari 2026
PIFAbiz - Kawasan bersejarah Kota Tua, Jakarta Barat, menjadi sorotan publik setelah dikabarkan dipilih sebagai lokasi syuting film internasional berjudul Extraction: Tygo. Kabar tersebut semakin menyita perhatian karena film itu disebut-sebut melibatkan bintang global sekaligus anggota grup K-pop BLACKPINK, Lisa.
Seiring kegiatan tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan penutupan sementara kawasan Kota Tua serta melakukan rekayasa lalu lintas di sejumlah ruas jalan sekitar lokasi. Berdasarkan informasi resmi, penutupan dimulai pada Rabu (28/1/2026) pukul 15.00 WIB hingga Kamis (29/1/2026) pukul 06.00 WIB.
Kepala Unit Pengelola Kawasan Kota Tua, Denny Aputra, membenarkan adanya aktivitas syuting film di kawasan tersebut. Ia menyebut kegiatan ini sejalan dengan arah kebijakan Pemprov DKI Jakarta dalam mengembangkan sektor industri kreatif.
"Izinnya acara Filming in Jakarta, untuk menuju Jakarta Kota Sinema," ujar Denny, Kamis (29/1/2026).
Menurut Denny, produksi yang dilakukan merupakan film berskala internasional dengan keterlibatan banyak pemain dari luar negeri. Namun, ia tidak memberikan keterangan lebih lanjut terkait kabar keterlibatan Lisa BLACKPINK dalam proses syuting di Kota Tua.
"Informasinya film internasional, dan banyak pemain dari luar," tuturnya singkat.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung juga enggan mengonfirmasi secara detail terkait isu keterlibatan Lisa BLACKPINK dalam proyek film tersebut. Ia memilih tidak berspekulasi dan menyerahkan informasi teknis kepada pihak penyelenggara.
"Terus terang, saya nggak mau jawab secara spesifik," kata eks Sekretaris Kabinet itu di kawasan Cawang, Jakarta Timur.
Meski demikian, Pramono menyampaikan sikap terbuka Pemprov DKI terhadap penggunaan ruang dan fasilitas kota oleh pelaku industri kreatif internasional. Menurutnya, hal tersebut sejalan dengan posisi Jakarta sebagai kota global.
"Jakarta sebagai kota global tentunya mempersilakan siapa saja untuk menggunakan Jakarta sebagai aktivitasnya. Termasuk kalau kemudian mendokumentasikan, membuat apa pun itu," ucapnya.
Pramono menambahkan, Pemprov DKI merasa terhormat apabila ikon-ikon Jakarta dipilih sebagai latar karya seniman dunia. Ia berharap kolaborasi semacam ini dapat berdampak positif terhadap citra Jakarta di mata internasional sekaligus meningkatkan daya tarik pariwisata.
"Intinya, Jakarta terbuka bagi siapa pun sebagai kota global. Kami berterima kasih kalau kemudian ada penyanyi atau artis dunia yang menggunakan Jakarta sebagai tempat untuk itu," tutup Pramono.




















