Antara

Antara

Berandascoped-by-BerandaNasionalscoped-by-NasionalKPAI Minta Program Makan Bergizi Gratis Disikapi dengan Pendekatan Psikologis dan Medis

KPAI Minta Program Makan Bergizi Gratis Disikapi dengan Pendekatan Psikologis dan Medis

Nasional | Selasa, 27 Januari 2026

PIFA, Nasional - Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Jasra Putra menegaskan bahwa dinamika di lapangan terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak bisa disikapi hanya dengan pendekatan birokratis. Menurutnya, penggunaan narasi “penolakan” oleh sekolah maupun anak terhadap program tersebut kerap tidak mencerminkan kondisi sebenarnya.

Jasra menjelaskan, berdasarkan hasil pemantauan dan wawancara langsung KPAI dengan anak-anak penerima manfaat, alasan makanan MBG tidak dihabiskan bersifat sederhana dan manusiawi. Beberapa di antaranya karena anak sudah kenyang akibat sarapan di rumah atau sebelumnya membeli makanan di kantin sekolah.

Selain itu, faktor preferensi dan sensorik juga berpengaruh, seperti selera makan, aroma makanan, hingga rasa bosan terhadap menu yang disajikan. Faktor kesehatan turut menjadi penyebab, termasuk adanya alergi atau kondisi medis tertentu yang membuat anak tidak dapat mengonsumsi bahan makanan tertentu.

“Jangan sampai narasi ‘penolakan’ menciptakan stigma negatif bagi sekolah atau anak. BGN dan SPPG harus hadir dengan pendekatan ramah anak (best interest of the child), bukan sekadar instruksi yang melibatkan aparat keamanan,” ujar Jasra dalam keterangannya, Selasa (27/1/2026).

KPAI juga mendorong Badan Gizi Nasional (BGN) dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memiliki baseline data berupa rekam medis Angka Kecukupan Gizi (AKG) setiap anak. Data tersebut dinilai penting agar pelaksanaan MBG tidak disamaratakan, melainkan disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan kebutuhan gizi masing-masing anak.

“Jika kita punya rekam medis AKG dari PAUD hingga kuliah, MBG akan menjadi instrumen penyelamat generasi (gold standard). Kita bisa mendeteksi dini anak yang malnutrisi, obesitas, hingga yang memiliki gangguan tiroid atau anemia,” kata Jasra.

Lebih lanjut, KPAI menyoroti data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) yang menunjukkan kondisi kesehatan anak usia sekolah yang mengkhawatirkan. Sekitar 15–20 persen anak usia sekolah dilaporkan mengalami gejala maag atau gangguan lambung akut. Selain itu, terjadi peningkatan kasus hipertensi, diabetes, dan obesitas pada usia dini akibat konsumsi gula, garam, dan lemak (GGL) berlebih dari makanan olahan.

Berdasarkan hasil monitoring KPAI sepanjang 2025, tercatat sebanyak 12.658 anak mengalami keracunan makanan dalam program MBG yang tersebar di 38 provinsi. Tiga wilayah dengan jumlah kasus tertinggi adalah Jawa Barat dengan 4.877 kasus, Jawa Tengah 1.961 kasus, dan Daerah Istimewa Yogyakarta sebanyak 1.517 kasus.

Tak hanya itu, laporan pengaduan KPAI sepanjang 2025 juga mencatat 2.031 kasus pelanggaran hak anak, dengan kekerasan fisik dan psikis di lingkungan pendidikan masih menjadi kasus yang paling dominan.

Atas dasar itu, KPAI mengingatkan agar pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis tidak dilakukan dengan cara pemaksaan. Menurut Jasra, pendekatan yang keliru justru berpotensi menambah beban psikologis anak dan menciptakan bentuk kekerasan baru di lingkungan pendidikan.

Rekomendasi

Foto: Prabowo Subianto Sering Kirim Vitamin untuk Megawati dan Jokowi | Pifa Net

Prabowo Subianto Sering Kirim Vitamin untuk Megawati dan Jokowi

Indonesia
| Minggu, 26 Januari 2025
Foto: Setelah Jakarta dan Bandung, Dealer Premium Shop Yamaha Kini Hadir di Semarang | Pifa Net

Setelah Jakarta dan Bandung, Dealer Premium Shop Yamaha Kini Hadir di Semarang

Semarang
| Kamis, 10 April 2025
Foto: Disdikbud Kalbar Tegaskan Tidak Ada Pemotongan dalam Penyaluran Dana PIP | Pifa Net

Disdikbud Kalbar Tegaskan Tidak Ada Pemotongan dalam Penyaluran Dana PIP

Kalbar
| Senin, 17 Februari 2025
Foto: Ridwan Kamil Laporkan Lisa Mariana ke Bareskrim Polri atas Dugaan Pencemaran Nama Baik | Pifa Net

Ridwan Kamil Laporkan Lisa Mariana ke Bareskrim Polri atas Dugaan Pencemaran Nama Baik

Indonesia
| Sabtu, 19 April 2025
Foto: Manchester United Capai Kesepakatan Transfer Bryan Mbeumo Senilai Rp1,42 Triliun | Pifa Net

Manchester United Capai Kesepakatan Transfer Bryan Mbeumo Senilai Rp1,42 Triliun

Sports
| Sabtu, 19 Juli 2025
Foto: Jokowi Punya Gagasan Bikin Partai Super Tbk, PKB: Parpol Bukan Perusahaan | Pifa Net

Jokowi Punya Gagasan Bikin Partai Super Tbk, PKB: Parpol Bukan Perusahaan

Indonesia
| Jumat, 7 Maret 2025
Foto: Tak Kenal Ruang dan Jarak, Gek Cantik Datang Dari Pulau Dewata ke Depok Jual Kopi Otentik di Atas Fazzio | Pifa Net

Tak Kenal Ruang dan Jarak, Gek Cantik Datang Dari Pulau Dewata ke Depok Jual Kopi Otentik di Atas Fazzio

Depok
| Rabu, 19 Februari 2025
Foto: Survei: 1 dari 3 Gen Z Kencan Demi Makan Gratis | Pifa Net

Survei: 1 dari 3 Gen Z Kencan Demi Makan Gratis

Lifestyle
| Rabu, 29 Oktober 2025
Foto: Borong 9 Piala, Yamaha Dominasi Ajang Penghargaan Otomotif Bergengsi Tahun Ini | Pifa Net

Borong 9 Piala, Yamaha Dominasi Ajang Penghargaan Otomotif Bergengsi Tahun Ini

Otomotif
| Rabu, 11 Juni 2025
Foto: Komisi III DPR RI Bahas Draf RUU KUHAP: Siaran Langsung Sidang Dilarang Tanpa Izin hingga Pemeriksaan Tersangka Tak Wajib Direkam CCTV | Pifa Net

Komisi III DPR RI Bahas Draf RUU KUHAP: Siaran Langsung Sidang Dilarang Tanpa Izin hingga Pemeriksaan Tersangka Tak Wajib Direkam CCTV

Indonesia
| Selasa, 25 Maret 2025

Berita Terkait

Nasional

Foto: Videotron Anies Baswedan di Bekasi Mendadak Diturunkan, Nasdem: Sungguh Ironis | Pifa Net

Videotron Anies Baswedan di Bekasi Mendadak Diturunkan, Nasdem: Sungguh Ironis

PIFA, Nasional - Videotron yang memperlihatkan Capres nomor urut 01, Anies Baswedan, dengan dilengkapi animasi Korea yang dipasang di depan Grand Metropolitan Mal Bekasi dan Graha Mandiri Jakarta, tiba-tiba di-takedown atau diturunkan sebelum masa pemasangan selesai. Videotron tersebut di desain secara kolaboratif oleh Anies Bubble dan Olppaemi Project. Menurut pengumuman yang diterbitkan oleh Akun X @olpproject, LED Ads yang seharusnya tayang selama seminggu (15-21 Januari 2024) di Bekasi dan Jakarta tidak dapat melanjutkan tayang di lokasi tersebut karena suatu hal yang di luar kuasa mereka. Menanggapi insiden ini, Ketua DPD Nasdem Kota Bekasi, Aji Ali Sabana, mengaku pihaknya sedang mendalami kasus ini. Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak ragu untuk menempuh jalur hukum jika terindikasi adanya kecurangan dalam fenomena tersebut. “Atas kejadian ini, tentu partai Nasdem melalui Timnas Amin akan melakukan kajian dan langkah hukum bila hal itu terindikasi ada permainan tidak fair. Mengutuk tegas dan prihatin,” kata Aji seperti dikutip dari suara.com, Rabu (16/1/2024). Aji menyatakan bahwa dia sangat prihatin atas penurunan videotron Anies Baswedan sebelum masa penayangan selesai. Menurutnya, pesta Pemilu seharusnya dirayakan dengan riang gembira dan kedamaian, bukan dengan aksi saling tekan. “Sungguh ironis kejadian tersebut, seharusnya di Pemilu, pesta demokrasi siklus 5 tahunan kita rayakan dengan riang gembira penuh kedamaian, bukannya saling tekan menekan yang destruktif,” ujarnya. Meskipun demikian, Aji mengingatkan seluruh pendukung AMIN untuk tidak terpancing oleh kondisi tersebut. Ia meminta agar seluruh kader tetap fokus memperkuat konsolidasi ke masyarakat. “Maka dari kami mengajak seluruh pendukung capres Amin, koalisi, relawan untuk tidak terpancing atas kejadian itu. Mari kita fokus turun kemasyarakat mensosialisasi massif capres Amin, ini ujian untuk perubahan 2024,” tandasnya. (ad)

Bekasi
| Selasa, 16 Januari 2024

Teknologi

Foto: Redmi Pad 2 Resmi Meluncur di Indonesia, Tablet Ramah Anak untuk Edukasi dan Hiburan | Pifa Net

Redmi Pad 2 Resmi Meluncur di Indonesia, Tablet Ramah Anak untuk Edukasi dan Hiburan

PIFA, Tekno – Xiaomi Indonesia resmi meluncurkan tablet Redmi Pad 2 di pasar Indonesia mulai 4 Juli 2025. Tablet ini dirancang tak hanya sebagai perangkat hiburan, tetapi juga sebagai sarana pendukung produktivitas dan edukasi keluarga, khususnya untuk anak-anak. PR Manager Xiaomi Indonesia, Falencia Naoenz, dalam acara peluncuran di Jakarta pada Kamis (4/7), menyatakan bahwa tren penggunaan tablet kini makin populer di kalangan anak-anak, bukan hanya untuk hiburan semata, tetapi juga untuk kegiatan belajar atau yang dikenal dengan konsep edutainment. "Jadi kami menghadirkan Redmi Pad 2 ini sebagai solusi, di mana bisa dipakai untuk kebutuhan edutainment sudah disesuaikan fiturnya dengan kebutuhan anak-anak," ujar Falencia. Fitur Unggulan Redmi Pad 2 Tablet ini hadir dengan layar 11 inci beresolusi 2.5K dan refresh rate 90Hz, serta dilengkapi empat speaker dengan teknologi Dolby Atmos. Untuk kenyamanan mata, layarnya sudah tersertifikasi TÜV Rheinland, yang memastikan pengalaman penggunaan jangka panjang tetap aman bagi penglihatan. Redmi Pad 2 juga mendukung Wireless Extension Display, fitur yang memungkinkan tablet menjadi layar kedua secara nirkabel untuk laptop atau PC berbasis Windows dan Mac. Fitur ini sangat bermanfaat bagi pekerja maupun pelajar dalam menunjang multitasking. Tablet ini juga mendukung penggunaan stylus, cocok digunakan untuk mencatat hingga menggambar, menjadikannya perangkat yang fleksibel untuk semua anggota keluarga. Performa dan Pengawasan Anak Ditenagai chipset Helio G100 Ultra, tablet ini ditunjang baterai 9.000mAh dan menjalankan sistem operasi Xiaomi HyperOS 2. Dengan performa tersebut, Redmi Pad 2 mampu mengakomodasi berbagai aplikasi, mulai dari platform belajar digital hingga game ringan. Fitur kontrol orang tua (parental control) menjadi nilai tambah bagi para orang tua. Melalui fitur ini, pengguna dewasa bisa mengatur durasi pemakaian aplikasi oleh anak, serta membatasi akses ke aplikasi tertentu melalui sistem yang terintegrasi dengan Google. “Orang tua bisa mengatur berapa lama durasi anak bisa mengakses sebuah aplikasi, dan juga membatasi aplikasi apa saja yang tidak boleh dipasang,” jelas Falencia. Harga dan Ketersediaan Redmi Pad 2 mulai tersedia di Indonesia pada 4 Juli 2025, dengan harga terjangkau mulai dari Rp1.999.000. Dengan spesifikasi dan fitur yang ditawarkan, tablet ini dinilai sebagai salah satu pilihan ideal untuk keluarga yang mencari perangkat serbaguna, edukatif, dan aman untuk anak.

Teknologi
| Jumat, 4 Juli 2025

Lokal

Foto: Didi Haryono Komitmen Majukan UMKM di Kalimantan Barat jika Terpilih | Pifa Net

Didi Haryono Komitmen Majukan UMKM di Kalimantan Barat jika Terpilih

PIFA, Lokal - Calon Wakil Gubernur Kalimantan Barat nomor urut 1, Didi Haryono, menegaskan komitmennya untuk memajukan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kalbar jika terpilih dalam Pemilihan Gubernur tahun 2024. Menurut Didi, UMKM merupakan sektor penting yang telah memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian masyarakat, dan perlu mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah."UMKM sudah teruji punya kontribusi besar menggerakkan ekonomi. Saya dan Pak Sutarmidji bertekad memajukan UMKM di Kalbar jika terpilih," ujar Didi di hadapan puluhan pegiat dan pendamping usaha nusantara (Himpu) Kalbar, Selasa (15/10/2024).Dalam pertemuan tersebut, Didi hadir untuk berdiskusi dan mendengarkan keluhan dari para pelaku UMKM. Komitmen yang disampaikannya membuat para pendamping UMKM terpukau, hingga tagline "Lanjot Agik", yang menjadi jargon pasangan Sutarmidji-Didi, menggema di ruangan tersebut.Menurut Didi, UMKM telah menunjukkan ketahanannya, bahkan di tengah krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19. UMKM tidak hanya tetap bertahan, tetapi juga berperan dalam menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat.Namun, Didi menegaskan bahwa kemajuan UMKM sangat bergantung pada kemauan politik (political will) dari kepala daerah. Ia menjamin bahwa pasangan Sutarmidji-Didi sangat berkomitmen untuk memajukan sektor ini. Pengalamannya sebagai mantan Komisaris Utama Bank Kalbar juga memberi Didi pemahaman mendalam tentang masalah yang dihadapi UMKM.Sebagai bentuk kepeduliannya terhadap UMKM, Didi bahkan menulis disertasi mengenai revitalisasi UMKM dalam program doktoralnya di Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia (UI). Didi, yang lahir di Sambas, melihat bahwa UMKM di Kalbar memiliki potensi besar untuk berkembang, terutama di bidang kerajinan tangan dan usaha kuliner yang khas daerah tersebut.Namun, Didi juga mengakui bahwa UMKM di Kalbar masih bersifat tradisional dan belum sepopuler Bali atau Lombok. Menurutnya, permasalahan utama yang dihadapi adalah akses permodalan yang masih sulit. "Makanya UMKM Kalbar masih sifatnya tradisional, belum seperti Bali dan Lombok. Kenapa? Karena perlu manajemen permodalan. Jika saya terpilih jadi wakil gubernur, UMKM akan menjadi ikon kita," tegasnya.Selain itu, Didi juga menyoroti pentingnya sektor pariwisata dalam mendukung perkembangan UMKM. Menurutnya, UMKM dan pariwisata saling terkait, karena para wisatawan seringkali membeli oleh-oleh dari produk UMKM setempat. "Makanya sektor pariwisata harus dihidupkan," tambahnya.Didi juga berbagi pengalamannya saat menjabat sebagai Kapolda Kalbar, di mana ia menemukan 320 destinasi wisata alam yang belum dikembangkan. Jika terpilih, ia bertekad untuk memoles potensi wisata ini guna mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lebih banyak lapangan kerja."Tekad saya adalah bagaimana UMKM kita berkembang, ekonomi bergerak, dan pengangguran berkurang karena terciptanya lapangan kerja. Jika lapangan kerja mudah diakses, maka angka kriminalitas pun akan menurun," pungkasnya. (bel)

Pontianak
| Kamis, 17 Oktober 2024
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5