Bupati Pati Sudewo. (Suara.com/Dea)

Bupati Pati Sudewo. (Suara.com/Dea)

Berandascoped-by-BerandaPolitikscoped-by-PolitikKPK Duga Bupati Pati Sudewo Patok Harga Jabatan Perangkat Desa

KPK Duga Bupati Pati Sudewo Patok Harga Jabatan Perangkat Desa

Politik | Rabu, 21 Januari 2026

PIFA, Politik – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga Bupati Pati, Sudewo, mematok harga tertentu untuk pengisian jabatan perangkat desa di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Dugaan tersebut terungkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK.

“Jadi, setiap jabatan itu ada nilainya juga,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa.

Budi mengatakan, KPK masih mendalami praktik tersebut dan akan mengungkapkan secara rinci besaran harga jabatan perangkat desa yang diduga dipatok. Detail itu akan disampaikan dalam konferensi pers penetapan tersangka pasca-OTT.

“Nanti secara lengkap akan kami sampaikan. Pengisian jabatan ada di wilayah mana saja? Untuk berapa desa? Untuk berapa jabatan? Nanti kami akan sampaikan secara lengkap dalam konferensi pers,” katanya.

Saat ini, Sudewo bersama tujuh orang lainnya yang turut diamankan dalam OTT telah tiba di Gedung Merah Putih KPK. Mereka sedang menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik lembaga antirasuah.

OTT terhadap Bupati Pati tersebut merupakan OTT ketiga yang dilakukan KPK sepanjang tahun 2026. Sebelumnya, KPK melakukan OTT pertama pada 9–10 Januari 2026 dengan menangkap delapan orang. Pada 11 Januari 2026, KPK mengungkapkan OTT itu terkait dugaan suap pemeriksaan pajak di Kantor Pelayanan Pajak Madya Jakarta Utara, Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, untuk periode 2021–2026.

Kemudian, pada 19 Januari 2026, KPK kembali melakukan OTT kedua dengan menangkap Wali Kota Madiun, Maidi, bersama 14 orang lainnya. OTT tersebut berkaitan dengan dugaan korupsi proyek dan dana tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan (CSR) di Kota Madiun, Jawa Timur.

Masih pada tanggal yang sama, KPK mengonfirmasi OTT ketiga di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, dengan menangkap Bupati Sudewo. OTT ini diduga terkait praktik korupsi dalam pengisian jabatan perangkat desa di wilayah Pati.

Rekomendasi

Foto: Polres Sekadau Kawal Mediasi Karyawan dan Manajemen PT. BSL | Pifa Net

Polres Sekadau Kawal Mediasi Karyawan dan Manajemen PT. BSL

Sekadau
| Rabu, 8 Januari 2025
Foto: Pinterest Tiba-tiba Kebanjiran Pengguna, Saham Melonjak hingga 19 Persen | Pifa Net

Pinterest Tiba-tiba Kebanjiran Pengguna, Saham Melonjak hingga 19 Persen

Indonesia
| Jumat, 7 Februari 2025
Foto: Richard Lee Akui Sudah Menjadi Mualaf | Pifa Net

Richard Lee Akui Sudah Menjadi Mualaf

Indonesia
| Jumat, 7 Maret 2025
Foto: Patrick Kluivert Kecewa Berat atas Cedera Ole Romeny, Belum Tentukan Pengganti | Pifa Net

Patrick Kluivert Kecewa Berat atas Cedera Ole Romeny, Belum Tentukan Pengganti

Sports
| Sabtu, 19 Juli 2025
Foto: Prabowo soal Efisiensi Anggaran: Ada yang Melawan Saya, Merasa Sudah jadi Raja Kecil | Pifa Net

Prabowo soal Efisiensi Anggaran: Ada yang Melawan Saya, Merasa Sudah jadi Raja Kecil

Indonesia
| Selasa, 11 Februari 2025
Foto: Ini Makna Kue Lapis Legit dalam Perayaan Tahun Baru Imlek | Pifa Net

Ini Makna Kue Lapis Legit dalam Perayaan Tahun Baru Imlek

Indonesia
| Rabu, 15 Januari 2025
Foto: Daftar Harga Tiket Konser Solo KAI EXO di Jakarta Resmi Diumumkan, Mulai Rp1,2 Juta | Pifa Net

Daftar Harga Tiket Konser Solo KAI EXO di Jakarta Resmi Diumumkan, Mulai Rp1,2 Juta

Jakarta
| Selasa, 18 Maret 2025
Foto: Presiden Prabowo Kembali Ingatkan Menteri: Yang Tak Bisa Cepat, Tinggal di Pinggir Jalan | Pifa Net

Presiden Prabowo Kembali Ingatkan Menteri: Yang Tak Bisa Cepat, Tinggal di Pinggir Jalan

Politik
| Senin, 30 Juni 2025
Foto: Meta Gunakan Data Pengguna Facebook dan Instagram untuk Personalisasi AI | Pifa Net

Meta Gunakan Data Pengguna Facebook dan Instagram untuk Personalisasi AI

Indonesia
| Rabu, 29 Januari 2025
Foto: Polisi Ungkap Kasus Bayi Dibuang di Kubu Raya, Ternyata Hasil Hubungan Ipar | Pifa Net

Polisi Ungkap Kasus Bayi Dibuang di Kubu Raya, Ternyata Hasil Hubungan Ipar

Kubu Raya
| Senin, 13 Oktober 2025

Berita Terkait

Sports

Foto: DPR Panggil PSSI Hari Ini, Bahas Batalnya Piala Dunia U-20 Indonesia | Pifa Net

DPR Panggil PSSI Hari Ini, Bahas Batalnya Piala Dunia U-20 Indonesia

PIFA, Sports - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) melalui Komisi X akan memanggil Pimpinan PSSI ke Senayan membahas batalnya penyelenggaraan Piala Dunia U-20 Indonesia. Rapat tersebut akan diselenggarakan hari ini, Selasa (4/4/2023).  Tak hanya PSSI, Komisi X DPR RI yang diketuai oleh Syaiful Huda juga akan memamanggil Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). "Saya besok, Selasa (4/4),malam pukul 19.00 WIB akan mengundang PSSI dan juga KONI," ujarnya dalam acara diskusi publik bertajuk 'Mencari Solusi Masa Depan Sepak Bola' yang digelar di Kantor DPP PKB, Jakarta Pusat, Senin (3/4) kemarin, dikutip PIFA dari ANTARA.  Diberitakan sebelumnya, Ketua Umum (Ketum) PSSI, Erick Thohir, menegaskan bahwa dia telah berjuang dengan lobi untuk mempertahankan Indonesia sebagai tuan rumah, namun upayanya tidak berhasil.  "Saya sudah berjuang maksimal. Setelah menyampaikan surat dari Presiden Jokowi, dan berbicara panjang dengan Presiden FIFA, Gianni Infantino, kita harus menerima keputusan FIFA yang membatalkan penyelenggaraan event yang kita sama-sama nantikan itu," ujar Erick Thohir dari Doha, Qatar, dikutip dari laman PSSI. "Indonesia adalah salah satu anggota FIFA, sehingga untuk urusan sepakbola internasional, kita harus mengikuti aturan yang sudah ditetapkan. Meskipun saya tadi sudah menyampaikan segala hal kepada Gianni, apa yang dititipkan Presiden, pecinta sepakbola, anak-anak timnas U-20, dan juga suporter setia sepakbola, tapi karena kita anggotanya dan FIFA menilai situasi saat ini tidak bisa dilanjutkan penyelenggaraannya, maka kita harus tunduk," lanjutnya. (hs)

Jakarta
| Selasa, 4 April 2023

Nasional

Foto: Omicron Subvarian XBB Terdeteksi di Indonesia, Kemenkes Imbau Masyarakat Waspada | Pifa Net

Omicron Subvarian XBB Terdeteksi di Indonesia, Kemenkes Imbau Masyarakat Waspada

Berita Nasional, PIFA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyampaikan bahwa subvarian Omicron XBB telah terdeteksi di Indonesia. Kemenkes pun meminta masyarakat untuk waspada dan memperkuat protokol kesehatan, terutama memakai masker. Juru Bicara Kementerian Kesehatan M. Syahril menerangkan, kasus pertama XBB di Indonesia merupakan transmisi lokal. Varian ini terdeteksi pada seorang perempuan berusia 29 tahun yang baru saja kembali dari Lombok, Nusa Tenggara Barat. “Ada gejala seperti batuk, pilek, dan demam. Ia kemudian melakukan pemeriksaan dan dinyatakan positif pada 26 September. Setelah menjalani isolasi, pasien telah dinyatakan sembuh pada 3 Oktober,” terang SyahrilSyahril, dikutip dari laman Kemenkes.  Menindaklanjuti kasus baru ini, Kemenkes pun langsung melakukan upaya antisipatif dengan testing dan tracing terhadap 10 kontak erat. Hasilnya, seluruh kontak erat dinyatakan negatif COVID-19 varian XBB. Syahril mengatakan meski varian baru XBB cepat menular, namun fatalitasnya tidak lebih parah dari varian Omicron. Meski demikian, negara belum bisa dikatakan aman dari pandemi COVID-19 sebab berbagai mutasi varian baru masih berpotensi terus terjadi, tujuh hari terakhir ini dilaporkan terjadi kenaikan kasus di 24 provinsi. Syahril juga meminta masyarakat mengedepankan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, menghindari kerumunan, dan mencuci tangan serta melakukan testing apabila mengalami tanda dan gejala COVID-19. Selain itu juga menyegerakan vaksinasi COVID-19 untuk meningkatkan proteksi terhadap COVID-19. “Segera lakukan booster bagi yang belum, untuk mengurangi kesakitan dan kematian akibat COVID-19,” tambah Syahril. Hingga saat ini sudah ada 24 negara yang melaporkan temuan Omicron subvarian XBB. Syahril menjelaskan varian XBB ini menyebabkan lonjakan kasus COVID-19 yang tajam di Singapura, diiringi dengan peningkatan tren perawatan di rumah sakit. “Peningkatan kasus gelombang XBB di Singapura berlangsung cepat dan sudah mencapai 0,79 kali gelombang BA.5 dan 0,46 kali gelombang BA.2,” jelasnya.  Syahril mengatakan, pihaknya telah meningkatkan pengawasan kedatangan pelaku perjalanan di pintu-pintu masuk negara untuk mencegah peningkatan penularan COVID-19, Kemenkes pun. (yd)

Indonesia
| Minggu, 23 Oktober 2022

Sports

Foto: Setelah Hengkang dari PSG, Messi Diajak Ronaldo ke Liga Arab | Pifa Net

Setelah Hengkang dari PSG, Messi Diajak Ronaldo ke Liga Arab

PIFA, Sports - Sepak bola Arab Saudi tengah menjadi sorotan banyak pihak dalam beberapa bulan terakhir. Salah satu penyebabnya adalah kedatangan Cristiano Ronaldo ke Al Nassr usai Piala Dunia 2022 berakhir. Ronaldo menjadi megabintang sepak bola dunia yang bergabung dengan klub Arab Saudi. Kapten timnas Portugal tersebut bahkan menerima gaji yang sangat besar dari Al Nassr. Ronaldo menerima gaji sebesar 200 juta euro atau sekitar Rp3,2 triliun per tahun dari Al Nassr. Dilansir dari medcom.id, Cristiano Ronaldo, siap mengajak mantan rekannya, Karim Benzema dan mantan rivalnya, Lionel Messi, untuk merumput di Arab Saudi. Menurutnya, kedatangan dua pemain tersebut bisa meningkatkan kualitas liga Arab Saudi. Kedua bintang tersebut dikabarkan menjadi incaran dua klub Arab Saudi. Benzema kabarnya diinginkan Al Ittihad, sedangkan Messi dikabarkan menjadi target transfer Al Hilal. "Mereka akan sangat disambut. Liga ini akan berkembang dan saat ini kami memiliki talenta hebat dari dalam dan luar Arab," tutur Ronaldo. Benzema disebut-sebut telah mendapat tawaran besar dari Al Ittihad. Namun, Real Madrid enggan melepas penyerang andalannya itu yang masih terikat kontrak hingga 2024 nanti. Sedangkan Messi sudah dipastikan meninggalkan PSG setelah kontraknya habis. Meski demikian, Barcelona siap bersaing untuk memulangkan Messi. (hs)

Arab Saudi
| Sabtu, 3 Juni 2023
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5