Ilustrasi KPK. CNN Indonesia

Ilustrasi KPK. CNN Indonesia

Berandascoped-by-BerandaLokalscoped-by-LokalKPK Geledah Rumah Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Dalami Kasus Suap Bupati Bekasi

KPK Geledah Rumah Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Dalami Kasus Suap Bupati Bekasi

Jawa Barat | Kamis, 2 April 2026

PIFA, Jawa Barat - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melanjutkan penggeledahan terkait kasus dugaan suap ijon proyek dan gratifikasi yang menjerat Bupati Bekasi periode 2025–2030, Ade Kuswara. Kali ini, rumah Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Ono Surono, yang berada di Indramayu menjadi sasaran penyidik.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan penggeledahan dilakukan untuk mencari bukti tambahan dalam perkara tersebut.

“Hari ini penyidik melanjutkan kegiatan penggeledahan di rumah saudara ONS yang berlokasi di Indramayu,” ujar Budi dalam keterangan tertulis, Kamis (2/4).

Sebelumnya, KPK juga telah menggeledah rumah Ono di Bandung pada Rabu (1/4). Dari lokasi tersebut, penyidik menyita uang tunai ratusan juta rupiah, dokumen, serta barang bukti elektronik yang diduga berkaitan dengan kasus.

KPK menduga Ono turut menerima aliran uang dari pengusaha bernama Sarjan, yang saat ini tengah menjalani proses persidangan di Pengadilan Tipikor Bandung.

Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan beberapa tersangka, yakni Ade Kuswara, Kepala Desa Sukadami H.M. Kunang (yang juga ayah Ade), serta Sarjan sebagai pihak swasta pemberi suap.

Sarjan didakwa memberikan suap sebesar Rp11,4 miliar kepada Ade Kuswara agar memperoleh paket proyek tahun anggaran 2025. Uang tersebut diduga disalurkan melalui sejumlah perantara, termasuk H.M. Kunang dan beberapa pihak lainnya dengan nilai miliaran rupiah.

Selain kepada Ade, jaksa juga mengungkap adanya aliran dana ke sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi, termasuk kepala dinas di berbagai sektor.

KPK menyatakan masih membuka peluang untuk kembali memeriksa Ono Surono guna mendalami perannya dalam kasus ini. Pemeriksaan sebelumnya terhadap Ono diketahui telah dilakukan pada Januari 2026.

Kasus ini menjadi sorotan karena melibatkan sejumlah pejabat daerah dan dugaan praktik suap proyek yang nilainya mencapai puluhan miliar rupiah.

Rekomendasi

Foto: Kompak, Dua Wakil Inggris Gagal Menang di Leg 1 Perempat Final Liga Europa | Pifa Net

Kompak, Dua Wakil Inggris Gagal Menang di Leg 1 Perempat Final Liga Europa

Inggris
| Jumat, 11 April 2025
Foto: Hakim Konstitusi Dr. Daniel Yusmic Ajak Ormas Kristen di Kalbar Hidupkan Nilai Konstitusi dalam Kehidupan Berbangsa | Pifa Net

Hakim Konstitusi Dr. Daniel Yusmic Ajak Ormas Kristen di Kalbar Hidupkan Nilai Konstitusi dalam Kehidupan Berbangsa

Pontianak
| Senin, 11 Agustus 2025
Foto: OpenAI Luncurkan Model AI o1-pro yang Menawarkan Penalaran Lebih Canggih | Pifa Net

OpenAI Luncurkan Model AI o1-pro yang Menawarkan Penalaran Lebih Canggih

Dunia
| Kamis, 20 Maret 2025
Foto: El' Dablek Aldi Satya Mahendra Konsisten Raih Poin di World Supersport 2025, Siap Geber di Donington dan Balaton Park | Pifa Net

El' Dablek Aldi Satya Mahendra Konsisten Raih Poin di World Supersport 2025, Siap Geber di Donington dan Balaton Park

Otomotif
| Rabu, 9 Juli 2025
Foto: SBY Ingatkan Dunia di Ambang Perang Dunia III, Serukan Diplomasi dan Kerjasama Global | Pifa Net

SBY Ingatkan Dunia di Ambang Perang Dunia III, Serukan Diplomasi dan Kerjasama Global

Politik
| Selasa, 11 November 2025
Foto: Liverpool Abadikan Nomor Punggung 20 untuk Diogo Jota yang Meninggal Dunia | Pifa Net

Liverpool Abadikan Nomor Punggung 20 untuk Diogo Jota yang Meninggal Dunia

Sports
| Jumat, 4 Juli 2025
Foto: Teman Tuli Semangat Belajar Mengaji dengan Bahasa Isyarat di Maktab Tuli As-sami Pontianak | Pifa Net

Teman Tuli Semangat Belajar Mengaji dengan Bahasa Isyarat di Maktab Tuli As-sami Pontianak

Pontianak
| Jumat, 7 Maret 2025
Foto: Resep Opor Ayam, Hidangan Wajib Lebaran yang Nikmat Disantap bersama Keluarga | Pifa Net

Resep Opor Ayam, Hidangan Wajib Lebaran yang Nikmat Disantap bersama Keluarga

Indonesia
| Sabtu, 22 Maret 2025
Foto: KPK Sebut Negara Rugi Rp200 Miliar dalam Kasus Dugaan Korupsi Bansos Kemensos | Pifa Net

KPK Sebut Negara Rugi Rp200 Miliar dalam Kasus Dugaan Korupsi Bansos Kemensos

Politik
| Rabu, 20 Agustus 2025
Foto: Raline Shah Jadi Stafsus Menteri Komdigi, Apa  Tugasnya? | Pifa Net

Raline Shah Jadi Stafsus Menteri Komdigi, Apa Tugasnya?

Indonesia
| Senin, 13 Januari 2025

Berita Terkait

Lokal

Foto: Bupati Kapuas Hulu Hadiri Rakor TKDD Tahun 2022 | Pifa Net

Bupati Kapuas Hulu Hadiri Rakor TKDD Tahun 2022

Berita Kapuas Hulu, PIFA - Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan, S.H.  mengikuti rapat koordinasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) tahun 2022 yang diadakan Pemprov Kalbar secara virtual, Rabu (2/3/2022).   Usai mengikuti rakor virtual, Bupati Kapuas Hulu menuturkan bahwa Pemda Kapuas Hulu akan melakukan arahan dari Gubernur Kalimantan Barat terkait dengan percepatan pemanfaatan Dana Desa.Selain itu fokus pemanfaatan Dana Desa juga akan tetap disesuaikan dengan arahan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo dengan mengacu pada regulasi yang ada.    "Arahan Presiden, Dana Desa harus mengarah pada pertumbuhan ekonomi di desa masing-masing. Sebab itu saya menghimbau agar para Kades di Kapuas Hulu segera proses Dana Desa," tegasnya.    Bupati Kapuas Hulu yang akrab disapa Bang Sis menuturkan bahwa pada masa pandemi Covid-19 saat ini perputaran ekonomi itu menjadi aspek yang penting. Disamping itu program seperti bansos langsung tunai, ketahanan pangan, termasuk penanganan pandemi covid juga harus dilaksanakan dengan baik oleh pemerintahan di tingkat desa.   Ia juga berpesan agar pertanggungjawaban anggaran desa harus baik, laksanakan sesuai dengan aturan yang berlaku.    "Saya juga menginstruksikan kepada Kadis DPMD yang baru, agar membenahi sistem yang ada agar Dana Desa itu betul-betul efektif, agar dana desa ini juga segera bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Aplikasi yang ada dimanfaatkan secara baik," ujarnya. (ja) 

Kapuas Hulu
| Kamis, 3 Maret 2022

Teknologi

Foto: Dibanderol Rp2 Jutaan! Ini Smartphone Redmi Note 11, Harga Merakyat Spek Pejabat!  | Pifa Net

Dibanderol Rp2 Jutaan! Ini Smartphone Redmi Note 11, Harga Merakyat Spek Pejabat! 

Berita Teknologi, PIFA - Xiaomi kembali merilis smartphone dengan harga merakyat spesifikasi pejabat. Dengan banderol di angka Rp2 jutaan, smartphone Redmi Note 11 dianggap memiliki spesifikasi yang begitu garang.  Baru dirilis bulan Maret lalu, di Indonesia, Redmi Note 11 hadir dalam dua versi, masing-masing dengan memori 4/128GB dan 6/128GB. Harga HP Redmi Note 11 untuk semua variannya dibanderol cukup terjangkau. Mengacu situs resmi Xiaomi Indonesia, harga HP Redmi Note 11 dipastikan dibanderol mulai dari Rp 2.499.000 untuk versi 4/128GB, dan Rp 2.799.000 untuk versi 6/128GB. Jelas sangat terjangkau untuk sebuah HP kelas menengah dengan spesifikasi begitu kuat.  Redmi Note 11 ditenagai prosesor kelas menengah, Snapdragon 680. Selain itu, ponsel ini juga memiliki slogan "90Hz AMOLED Pioneer" karena tampilan layar Redmi Note 11 yang begitu menarik. Layar AMOLED yang digunakannya mampu menghadirkan kualitas hingga FHD+ dengan refresh rate 90Hz.  Bagian menarik lainnya tentu ada di sektor kamera. Ada empat buah kamera utama di bagian belakang. Masing-masing dengan sensor wide angle 50MP, ultrawide angle 8MP, macro 2MP, dan depth 2MP. Sementara di bagian depan, ada kamera selfie dengan sensor wide angle 13MP. Baik kamera depan maupun belakangnya sama-sama mampu merekam video dengan kualitas mencapai 1080p@30fps. Semua fitur menarik di atas akan disempurnakan oleh dukungan baterai berkapasitas 5.000 mAh, lengkap dengan fast charging 33W. Teknologi pengisian daya cepat ini diklaim mampu mengisi daya dari 0%-100% hanya dalam waktu satu jam. Secara spesifikasi, Redmi Note 11 memang terasa sangat menarik untuk hadir di tahun 2022 ini. Harga HP Redmi yang ada di kelas Rp 2 jutaan juga membuatnya akan banyak dilirik. (b)

Dunia
| Jumat, 13 Mei 2022

Lokal

Foto: BPJS Kesehatan Sintang Berikan Bantuan Korban Banjir Di Kapuas Hulu | Pifa Net

BPJS Kesehatan Sintang Berikan Bantuan Korban Banjir Di Kapuas Hulu

Berita Kapuas Hulu, Kalbar - PIFA, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan cabang Sintang menyerahkan bantuan kepada korban banjir di Kapuas Hulu. Bantuan berupa beras dan mie instan itu diserahkan melalui Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu, yang diterima langsung oleh Sekda Kab. Kapuas Hulu Drs.H. Mohd Zaini, serta dihadiri Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas Hulu dan jajaran di halaman Sekretariat Daerah, Rabu (6/10/2021). Kepala BPJS Kesehatan cabang Sintang Eka Susilamijaya menyampaikan, pihaknya tergerak berpartisipasi dalam membantu masyarakat Kabupaten Kapuas Hulu yang menjadi korban bencana banjir beberapa hari lalu. "Semoga bantuan ini bermanfaat, untuk meringankan beban masyarakat Kapuas Hulu dan terimakasih kepada Pemkab Kapuas Hulu yang selama ini telah mendukung segala program 2 BPJS kesehatan di Kapuas Hulu," ungkap Eka. Menanggapi hal itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas Hulu Drs. H. Mohd Zaini, menyampaikan terima kasih atas kepedulian BPJS Kesehatan Kapuas Hulu cabang Sintang. "Kami apresiasi atas kepedulian BPJS Kesehatan kepada masyarakat kami yang mengalami musibah banjir beberapa hari lalu," ucap Sekda. Zaini menerangkan bahwa, dalam kurun waktu dua tahun terakhir ini, Kapuas Hulu sudah beberapa kali di Landa banjir, dari sedang hingga parah. "Dua tahun ini banjir berturut - turut melanda Kapuas Hulu, dan di tahun 2021 sudah 3 kali kita di Landa banjir," terang Sekda. Menurut Sekda, kondisi bencana ini memang cukup dilematis, karena apabila hujan terus - menerus banjir, dampak bukan hanya kepada masyarakat, tetapi infrastruktur, yang berpengaruh yang juga butuh penanganan oleh pemerintah daerah.

Kapuas Hulu
| Kamis, 7 Oktober 2021
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5