KPK Intensifkan Penggeledahan Kantor DJP dan Perusahaan Swasta Terkait Suap Pajak Rp75 Miliar
Toyo | Rabu, 14 Januari 2026
KPK Intensifkan Penggeledahan Kantor DJP dan Perusahaan Swasta Terkait Suap Pajak Rp75 Miliar
Toyo | Rabu, 14 Januari 2026










Lokal

PIFA, Lokal - Calon Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) nomor urut 1, Sutarmidji, melakukan silaturahmi dengan masyarakat Sanggau di Kelurahan Tanjung Sekayam, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Selasa (29/10). Acara kampanye dialogis ini dihadiri sekitar 400 warga dari berbagai kecamatan, serta tokoh terkemuka, Raja Sanggau, Pangeran Ratu Surya Negara Gusti Arman.Dalam kesempatan itu, Gusti Arman mengajak masyarakat Sanggau untuk bersatu mendukung Sutarmidji-Didi Haryono sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar. Menurutnya, Sutarmidji adalah pemimpin yang bersih dan amanah, serta tidak pernah terlibat masalah hukum selama masa jabatannya."Beliau tahu hukum, dosen hukum, jadi kalau orang tahu hukum melanggar hukum bagaimana ceritanya," ujar Gusti Arman, yang akrab disapa Pak Teh.Gusti Arman menilai pembangunan di Kalbar, khususnya di Sanggau, berkembang pesat di bawah kepemimpinan Sutarmidji. Beberapa proyek pembangunan yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat adalah revitalisasi kawasan Keraton Surya Negara dan pembangunan waterfront di tepian Sungai Kapuas. Selain itu, ada pula peningkatan fasilitas seperti Taman Arong'k Belopa, pembangunan jalan, dan perbaikan fasilitas pendidikan."Ini semua adalah hasil dari perhatian Pak Midji terhadap Sanggau," tuturnya.Sebagai bentuk rasa syukur atas pembangunan yang telah dirasakan, Gusti Arman mengajak warga Sanggau untuk memberikan dukungan penuh pada Pilgub Kalbar 2024. "Kita sama-sama mencoblos nomor urut 1 pada 27 November 2024 nanti," ajaknya.Ia menegaskan bahwa Sutarmidji telah melaksanakan berbagai program seperti sekolah gratis untuk SMA/SMK dan SLB Negeri di seluruh Kalbar. "Boleh dikatakan beliau adalah Bapak Pembangunan Kalbar," tegas Gusti Arman.Di sisi lain, Sutarmidji mengungkapkan tekadnya untuk membawa Kalbar setara dengan provinsi lain yang lebih maju. Ia menyampaikan bahwa, meski terhambat pandemi Covid-19, pembangunan infrastruktur tetap menjadi prioritasnya."Saat pandemi, Rp1,2 triliun anggaran tidak bisa diperoleh Kalbar. Itu sama dengan 150 kilometer jalan yang tidak bisa dibangun," jelasnya.Selama menjabat dari 2018 hingga 2023, Sutarmidji berhasil meningkatkan kondisi jalan provinsi yang mantap dari 49,9 persen menjadi sekitar 80 persen. Ia berkomitmen untuk menyelesaikan 20 persen sisanya jika terpilih kembali."Misalnya sekolah SMK, workshopnya harus bagus, kelasnya juga. Makanya, saya ganti 110 ribu set kursi-meja sekolah," pungkas Sutarmidji.
Nasional

PIFA.CO.ID, NASIONAL - Pemerintah Indonesia secara resmi memutuskan untuk bergabung dengan New Development Bank (NDB), sebuah bank pembangunan multilateral yang didirikan oleh negara-negara BRICS. Keputusan ini diumumkan langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto dalam pernyataan pers bersama di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa.Langkah ini diambil setelah Presiden NDB, Dilma Vana Rousseff, mengundang Indonesia untuk menjadi anggota bank tersebut. Sebelumnya, Indonesia telah resmi bergabung sebagai anggota penuh BRICS pada awal tahun 2025."Kita juga telah diundang untuk ikut menjadi anggota New Development Bank dan kita juga sudah bicarakan serta tim keuangan kita telah menilai. Dengan pembicaraan dengan tim keuangan kita, Pemerintah Indonesia telah memutuskan untuk bergabung dengan New Development Bank," ujar Presiden Prabowo.NDB, yang didirikan satu dekade lalu oleh negara-negara BRICS, memiliki kantor pusat di Shanghai, Tiongkok, serta kantor pusat regional di Afrika. Bank ini didirikan untuk mendukung pembiayaan proyek pembangunan berkelanjutan dan mendorong pertumbuhan ekonomi di negara-negara berkembang.Presiden Prabowo menekankan bahwa modal awal NDB sebesar 100 miliar dolar AS yang telah disumbangkan oleh negara-negara pendiri akan dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan di berbagai sektor.Dalam pertemuan selama 1,5 jam dengan Presiden NDB Dilma Rousseff, diskusi berjalan intensif membahas rencana jangka pendek, menengah, dan panjang bagi program pembangunan di Indonesia. Prabowo menilai bahwa terdapat banyak kesamaan pengalaman antara Indonesia dan Brasil yang dapat menjadi dasar kerja sama yang lebih erat.Di akhir sambutannya, Prabowo mengapresiasi undangan yang diberikan oleh Dilma Rousseff dan menegaskan komitmen Indonesia untuk mengikuti prosedur serta persyaratan yang ditetapkan NDB."Saya telah memutuskan untuk bergabung dengan New Development Bank dan mengikuti prosedur serta permintaan yang telah diberikan kepada kami. Sekali lagi, terima kasih banyak telah mengajak kami untuk bergabung dengan NDB," kata Prabowo.Keputusan ini diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia dalam kerja sama internasional, khususnya dalam sektor pembangunan infrastruktur dan ekonomi berkelanjutan.
Lokal

Berita Kalbar, PIFA – BEM Se-Kalimantan Barat yang tergabung dalam Forum Koordinasi BEM Se-Kalimantan Barat lakukan rapat Koordinasi yang membahas mengenai Partai Politik yang membawa nama mahasiswa indonesia sebagai nama partai politik, pada Senin (25/04/2022). Kehadiran Partai Mahasiswa Indonesia yang sudah terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) yang mendapatkan pro kontra di masyarakat.Terlebih, dari kalangan sesama mahasiswa, berbagai aliansi menyatakan penolakannya atas partai itu. Satu di antaranya penolakan dari Forum Koordinasi BEM Se-Kalimantan Barat (FKBK). Hal tersebut menuai perhatian BEM Se-Kalimantan Barat sehingga dilakukan pembahasan mengenai pengunaan nama mahasiswa indonesia sebagai nama partai politik. Berdasarkan hasil Rapat Koordinasi Forum Koordinasi BEM Se-Kalimantan Barat, tersebut menunjukkan Bahwasanya menolak secara tegas pemakaian nama mahasiswa sebagai partai politik dan sebagai alat perpolitikan untuk meraih sebuah kekuasaan dari pihak manapun. Karena hal tersebut sudah mencederai independensi pergerakan mahasiswa indonesia. Koordinator Pusat Forum Koordinasi BEM Se-Kalimantan Barat, Abdur Rahman mengatakan bahwa Rapat Koordinasi BEM Se-Kalimantan Barat tersebut membahas terkait dengan nama Mahasiswa Indonesia yang di jadikan nama dari partai politik yang hari-hari ini muncul, dan menegaskan menolak keras atas hal tersebut. “kami dari Forum Koordinasi BEM Se-Kalimantan Barat menegaskan bahwa kami menolak keras pemakaian nama Mahasiswa Indonesia sebagai nama partai politik dan sebagai alat perpolitikan untuk tetap menjaga independensi mahasiswa dari politik praktis dan kepentingan partai politik,” Tegas Abdur Rahman. Selain dari pada hal tersebut, hasil rapat FKBK juga menyampaikan bahwa. ketika ada partai politik yang memakai nama mahasiswa indonesia sejatinya secara tidak langsung sudah mematahkan independensi mahasiswa itu sendiri, dan akan berdampak terhadap gerakan-gerakan mahasiswa kedepannya. Sebagai Koordinator Pusat Forum Koordinasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Abdur Rahman mengatakan dalam rapat tersebut, secara tegas untuk meminta agar partai yang membawa nama Mahasiswa Indonesia untuk segera di rubah secepatnya. “kami meminta secara tegas pula agar Partai Politik yang bernamakan Mahasiswa Indonesia untuk segera di ganti namanya dengan tempo se singkat-singkatnya. jika tidak ingin di ganti nama tersebut jalan satu-satunya adalah bekukan partai tersebut,” sambungnya. (ja)