KPK Minta Maaf soal Gaduh Pengalihan Tahanan Rumah Yaqut
Politik | Jumat, 27 Maret 2026
KPK Minta Maaf soal Gaduh Pengalihan Tahanan Rumah Yaqut. CNN
Politik | Jumat, 27 Maret 2026









Teknologi

PIFA, Tekno - Di era digital ini, berbagai modus penipuan online terus berkembang dan semakin mengintai kita. Salah satu metode yang sering digunakan oleh para penipu adalah trik social engineering melalui aplikasi pesan singkat seperti WhatsApp (WA) dan Telegram. Ancaman ini masih nyata, dan jika tidak berhati-hati, rekening korban bisa terkuras habis. Salah satu bentuk penipuan yang merajalela adalah penggunaan file dengan format .apk (Application Package File) yang biasanya tidak tersedia di toko aplikasi resmi seperti Google Play Store. Format ini digunakan untuk mendistribusikan dan memasang software serta middleware pada perangkat berbasis sistem operasi Android. Beberapa modus penipuan online yang perlu diwaspadai agar rekening kita tidak terkuras adalah sebagai berikut: Modus Kurir: Penipu berpura-pura menjadi kurir dan mengirimkan file dengan nama 'LIHAT Foto Paket' kepada korban. Tidak curiga, korban kemudian mengklik file tersebut dan mengunduhnya. Namun, sebenarnya file ini adalah apk berbahaya yang dapat mengakses data korban, termasuk akun perbankan, dan menyebabkan saldo mobile banking habis. Modus Undangan Nikah: Penipu mencoba trik serupa dengan mengirimkan apk berjudul 'Surat Undangan Pernikahan Digital'. Dengan pesan "Kami harap kehadirannya," penipu mengajak korban untuk mengunduh file tersebut. Dengan dalih bahwa itu adalah undangan pernikahan, penipu mencoba memancing korban untuk membuka dan menginstal apk berbahaya. Modus Surat Tilang: Modus penipuan ini menggunakan pesan berkedok surat tilang. Penipu mengaku sebagai kepolisian dan mengirimkan pesan kepada korban yang disertai file 'Surat Tilang-1.0.apk'. Korban yang terkecoh kemudian membuka file tersebut, tanpa menyadari bahwa itu adalah file apk yang berbahaya. Mencatut MyTelkomsel: Penipu mengambil kesempatan dengan mengatasnamakan MyTelkomsel, aplikasi dari operator seluler Telkomsel. Mereka mengirimkan pesan kepada korban untuk mengunduh file apk. Setelah diinstal, apk ini meminta izin akses ke berbagai aplikasi, termasuk akun perbankan digital. Hal ini membuka pintu bagi penipu untuk mencuri informasi rahasia korban. Penting bagi kita semua untuk tetap waspada terhadap modus-modus penipuan seperti di atas. Hindari mengunduh atau membuka file apk yang mencurigakan, terutama jika diterima dari sumber yang tidak dikenal. Jika ada pesan atau tawaran yang terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, selalu lakukan pengecekan lebih lanjut sebelum mengambil tindakan. Selain itu, selalu pastikan untuk mendapatkan aplikasi melalui toko aplikasi resmi seperti Google Play Store. Jika kita merasa dirugikan oleh modus penipuan semacam ini, segera laporkan kepada pihak berwenang atau platform yang bersangkutan. Ingat, kehati-hatian adalah kunci untuk melindungi diri kita dari ancaman penipuan online. Jangan sampai rekening kita terkuras habis oleh para penjahat siber yang tak kenal ampun. (ad)
Lokal

Berita Lokal, PIFA - Pasien operasi jantung terbuka kedua di RSUD Soedarso, berhasil menjalani operasi. Gubernur Kalbar, Sutarmidji menjenguk pasien tersebut pasca operasi, Jumat (2/12/2022). "Ini pasien kedua yang pertama sudah pulang. Jadi kita sudah mulai operasi jantung terbuka di sini di Soedarso," kata Sutarmidji. Mantan Wali Kota Pontianak itu berharap, RSUD Soedarso terus memberikan pelayanan dan penanganan prima terhadap pasien penyakit-penyakit berat termasuk jantung ini. "Semoga untuk seterusnya Soedarso bisa melakukan operasi jantung, kecuali kasus tertentu yang memang membutuhkan penanganan di RS Harapan Kita," ujarnya. Midji mengutarakan terus mendorong dan meminta RSUD Soedarso agar berbenah. Memberikan pelayanan kesehatan terbaik. Terlebih saat ini pemerintah juga telah meningkatkan fasilitas di RSUD tersebut. "Nanti kanker dan sebagainya itu termasuk kemoterapinya bisa di sini tidak lagi Jakarta. Karena meski ditanggung BPJS tapi ada ongkos berangkat dan menunggu di sana. Sehingga jadi tidak berat lagi," paparnya. Direktur RSUD Soedarso, Yuliastuti Saripawan bersyukur operasi jantung terbuka kedua ini berhasil dilaksanakan. Dia memastikan akan terus memberikan pelayanan terbaik sejalan dengan peningkatan fasilitas di RSUD itu. "Alhamdulillah kami bisa memulangkan pasien kedua, di mana kami bekerja sama dengan Rumah Sakit Harapan Kita dan Kemenkes," ujarnya. Yuliastuti juga berterima kasih kepada Gubernur Kalbar, Sutarmidji yang memberikan dukungan penuh dalam perbaikan fasilitas dan pelayanan kesehatan di rumah sakit itu. "Gubernur memang fokus untuk peningkatan fasilitas rumah sakit. Sekali lagi kami jajaran RSUD terima kasih ke gubernur," pungkasnya. Ucapan senada juga diutarakan oleh pasien operasi jantung kedua, Prasetia Hadi. "Terima kasih pak Gubernur dan pihak rumah sakit yang menyelenggarakan operasi ini dah berhasil," ujarnya. "Terima kasih kepada Tuhan. Saya bersyukur suami saya bisa terpilih menjalani operasi by pass dan berhasil," sambung istri Prasetia. Dia mengutarakan, ini adalah program luar biasa dan hebat. Pasalnya, Kalimantan Barat khususnya Pontianak sudah bisa melaksanakan operasi jantung terbuka. "Jujur saja bagi orang awam operasi bypass menakutkan. Tapi ternyata karena kita sudah lihat sendiri ini berhasil dan progres ke depannya ini luar biasa," ujarnya. Maka itu, dia berharap masyarakat Kalbar untuk mempercayai dokter yang ada di RSUD Soedarso dalam menjalankan operasi ini. Sebab, dua pasien sudah berhasil melakukan operasi tersebut. "Sekali lagi terima kasih pemerintah, pihak Soedarso dan tim dokter serta RS Harapan Kita. Suami saya berangsur baik keadaannya," katanya. "Mudah-mudahan ke depan ini terus berjalan dan RS Soedarso semakin lengkap untuk kita masyarakat di Kalbar," pungkasnya. Sementara itu tim dokter, dr Gusti Ayu Temi mengutarakan keberhasilan ini bentuk kerja sama yang baik dari dukungan pemerintah daerah dan pusat. Pasien kedua tersebut kini sudah dalam kondisi stabil. "Kita berharap operasi perdana ini bisa menjadi titik pertama kita untuk ke depan lebih baik lagi. Semoga kami terus didukung oleh RS Harapan kita sampai kita bisa mandiri satu hingga dua tahun ke depan," tandas dr Alvin.