Yaqut Cholil Qoumas. Antara

Yaqut Cholil Qoumas. Antara

Berandascoped-by-BerandaPolitikscoped-by-PolitikKPK Periksa Yaqut Cholil Qoumas Terkait Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji Tambahan

KPK Periksa Yaqut Cholil Qoumas Terkait Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji Tambahan

Politik | Kamis, 12 Maret 2026

PIFA, Politik - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap mantan Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas, pada Kamis (12/3). Pemeriksaan ini dilakukan setelah statusnya sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan untuk penyelenggaraan ibadah haji tahun 2023–2024.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan agenda pemeriksaan tersebut.

“Benar, hari ini Kamis (12/3), penyidik menjadwalkan pemeriksaan terhadap Sdr. YCQ dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi terkait kuota haji untuk penyelenggaraan ibadah haji Indonesia tahun 2023–2024,” ujar Budi melalui keterangan tertulis.

Ia menambahkan pihaknya meyakini Yaqut akan bersikap kooperatif dan memenuhi panggilan pemeriksaan tersebut.

Pemeriksaan ini dilakukan sehari setelah hakim tunggal Sulistyo Muhammad Dwi Putro di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menolak permohonan praperadilan yang diajukan Yaqut. Dengan putusan itu, proses penyidikan yang dilakukan KPK tetap berlanjut.

Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, sebelumnya menyebut penanganan perkara dugaan korupsi kuota haji tambahan menjadi prioritas untuk segera dituntaskan. Apalagi Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) kasus tersebut telah terbit sejak Agustus tahun lalu.

Menurut Asep, KPK juga masih mempertimbangkan berbagai aspek terkait kemungkinan penahanan Yaqut. Ia menegaskan bahwa perkara ini tidak hanya melibatkan satu tersangka.

Selain Yaqut, KPK juga menetapkan Staf Khusus Menteri Agama, Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex sebagai tersangka dalam kasus yang sama. Hingga kini, keduanya belum ditahan.

Dalam proses penyidikan, KPK telah menggeledah sejumlah lokasi, termasuk rumah Yaqut di Condet, Jakarta Timur, kantor agen perjalanan haji dan umrah di Jakarta, rumah seorang ASN Kementerian Agama di Depok, hingga ruang Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama.

Dari penggeledahan tersebut, penyidik menyita berbagai barang bukti seperti dokumen, barang bukti elektronik, kendaraan roda empat, hingga sejumlah properti yang diduga berkaitan dengan perkara.

Berdasarkan perhitungan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), kerugian negara akibat dugaan korupsi kuota haji tambahan pada penyelenggaraan haji 2023–2024 diperkirakan mencapai Rp622.090.207.166,41 atau sekitar Rp622 miliar.

Sementara itu, KPK juga telah meminta Direktorat Jenderal Imigrasi untuk kembali mencegah Yaqut dan Ishfah bepergian ke luar negeri selama enam bulan hingga 12 Agustus 2026.

Rekomendasi

Foto: Chelsea Resmi Rekrut Striker Muda Emanuel Emegha, Gabung ke Stamford Bridge pada 2026 | Pifa Net

Chelsea Resmi Rekrut Striker Muda Emanuel Emegha, Gabung ke Stamford Bridge pada 2026

Sports
| Sabtu, 13 September 2025
Foto: Ketum PSSI Apresiasi Lolosnya Timnas U-17 ke Piala Dunia: Wujud Kerja Keras dan Kolaborasi Semua Pihak | Pifa Net

Ketum PSSI Apresiasi Lolosnya Timnas U-17 ke Piala Dunia: Wujud Kerja Keras dan Kolaborasi Semua Pihak

Indonesia
| Senin, 7 April 2025
Foto:   Onana Sebut Ingin Bertahan di Manchester United | Pifa Net

Onana Sebut Ingin Bertahan di Manchester United

Sports
| Senin, 23 Juni 2025
Foto: Inara Rusli dan Virgoun Berdamai, Rencanakan Bukber Demi Anak-anak | Pifa Net

Inara Rusli dan Virgoun Berdamai, Rencanakan Bukber Demi Anak-anak

Indonesia
| Kamis, 6 Maret 2025
Foto: Lansia di Kapuas Hulu Jadi Korban Perampokan, Rp 43 Juta Raib dan Korban Dilempar ke Sungai Jam 2 Subuh | Pifa Net

Lansia di Kapuas Hulu Jadi Korban Perampokan, Rp 43 Juta Raib dan Korban Dilempar ke Sungai Jam 2 Subuh

Kapuas Hulu
| Selasa, 25 Maret 2025
Foto: Kirim Tim Scouting Lagi, Bek Timnas Indonesia Jay Idzes Makin Dilirik Inter Milan | Pifa Net

Kirim Tim Scouting Lagi, Bek Timnas Indonesia Jay Idzes Makin Dilirik Inter Milan

Italia
| Rabu, 9 April 2025
Foto: Liverpool Abadikan Nomor Punggung 20 untuk Diogo Jota yang Meninggal Dunia | Pifa Net

Liverpool Abadikan Nomor Punggung 20 untuk Diogo Jota yang Meninggal Dunia

Sports
| Jumat, 4 Juli 2025
Foto: Berkendara Jarak Jauh Semakin Nyaman dengan 6 Panduan Tips Berikut Ini   | Pifa Net

Berkendara Jarak Jauh Semakin Nyaman dengan 6 Panduan Tips Berikut Ini

Indonesia
| Kamis, 27 Maret 2025
Foto: Mengenal Ameera Khan, Model Asal Malaysia yang Disebut Pacar Baru Jefri Nichol | Pifa Net

Mengenal Ameera Khan, Model Asal Malaysia yang Disebut Pacar Baru Jefri Nichol

Indonesia
| Jumat, 17 Januari 2025
Foto: Presiden Prabowo Ajak Singapura Aktif dalam Transformasi Kesehatan Indonesia | Pifa Net

Presiden Prabowo Ajak Singapura Aktif dalam Transformasi Kesehatan Indonesia

Nasional
| Senin, 16 Juni 2025

Berita Terkait

Lokal

Foto: Wapres Ma'ruf Amin Sebut Pemekaran Kapuas Raya Masih Moratorium | Pifa Net

Wapres Ma'ruf Amin Sebut Pemekaran Kapuas Raya Masih Moratorium

Berita Lokal, PIFA - Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin memastikan, belum ada rencana pemekaran daerah otonomi baru di Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), termasuk rencana pembentukan Provinsi Kapuas Raya.  Ma'ruf memastikan bahwa saat ini masih moratorium pembentukan daerah otonom. Dia menyebut, tidak hanya Kalbar yang megusulkan pemekaran.  “Daerah otonomi baru ini masih moratorium. Yang minta bukan hanya Kalbar, banyak daerah, ratusan kabupaten/kota," kata Ma'ruf saat berkunjung ke Pontianak, Rabu (23/11/2022). Ma'ruf menjelaskan, pemerintah tengah melakukan evaluasi terkait pembentukan daerah otonom baru. “Dulu banyak yang dimekarkan, ternyata pendapatan aslinya itu tidak mendukung, belum mendukung. Pemerintah pusat juga masih menghadapi kendala ekonomi,” ucap Ma’ruf. Namun, Papua menjadi wilayah yang dikecualikan dalam moratorium pemekaran daerah. Pasalnya, baru-baru ini pemerintah membentuk empat provinsi baru di Papua adalah karena wilayahnya terlalu luas. Dia menjelaskan, selain soal wilayah, pemekaran provinsi di Papua juga memperimbangkan faktor percepatan kesejahteraan, pelayanan dan pengendalian keamanan. “Papua itu sangat banyak faktornya, sehingga untuk Papua dikecualikan dalam pembagian provinsinya,” tandasnya. (ap)

Kalbar
| Rabu, 23 November 2022

Lokal

Foto: Tahapan Dimulai, Masyarakat Kubu Raya Diajak Awasi Pemilu 2024 | Pifa Net

Tahapan Dimulai, Masyarakat Kubu Raya Diajak Awasi Pemilu 2024

Berita Kubu Raya, PIFA - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Kubu Raya menggelar Apel Siaga Pengawasan serta membunyikan sirine sebagai tanda dimulainya tahapan penyelenggaraan pengawasan pemilu  tahun 2024, Selasa (14/6/2022). U. Juliansyah selaku ketua umum Bawaslu Kubu Raya mengatakan apel  ini juga  juga dilaksanakan Bawaslu Provinsi dan Bawaslu Kabupaten/Kota secara serentak seluruh Indonesia via aplikasi zoom ini sesuai surat intruksi Bawaslu RI no 0644/P/K.1/06/2022 tentang Intruksi Apel Siaga Pengawasan Pemilu Serentak Tahun 2024.  “Bahwa berdasarkan surat dari bawaslu RI untuk mengikuti apel Siaga Pengawasan, seluruh Bawaslu Propinsi, Bawaslu Kabupaten/Kota di kantornya masing-masing” jelas. Apel ini merupakan bentuk kesiap siagaan dalam menghadapai pemilu tahun 2024, yang tahapanya secara resmi sudah dimulai hari ini. Menurut penuturan Alumnus IKIP-PGRI Pontianak ini bahwa seluruh jajaran Bawaslu di Kabupaten Kubu Raya secara Jiwa dan raga siap melakukan pengawasan tahapan Pemilu 2024. Dalam waktu dekat akan dilaksanakan tahapan Pendaftaran peserta pemilu. Maka kami bawaslu juga di tuntut untuk mengawasi tahapan pemilu. “Kami Bawaslu Kabupaten Kubu Raya, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berpartisipasi dalam pengawasan pemilu 2024," terangnya. Dirinya menjelaskan bahwa tahapan di mulai pada tanggal 14 Juni 2024 berdasarkan PKPU no 3 tahun 2022 tentang tahapan dan jadwal pemilu tahun 2024. Maka Bawaslu Kubu Raya akan mewujudkan visi Bawalu sebagai lembaga pengawas pemilu yang terpercaya. Dan taglinenya berasama rakyat awasi pemilu bersama bawaslu tegakkan keadilan pemilu. (ja)

Kubu Raya
| Kamis, 16 Juni 2022

Sports

Foto: Belum Memenuhi Kelayakan Infrastruktur, FIFA Matchday Tak Jadi Digelar di JIS | Pifa Net

Belum Memenuhi Kelayakan Infrastruktur, FIFA Matchday Tak Jadi Digelar di JIS

Berita Sports, PIFA - Laga FIFA matchday timnas Indonesia vs Curacao akan digelar di Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada 24 September 2022, Jawa Barat, dan di Jakarta International Stadium (JIS) pada 27 September 2022. Namun, setelah PSSI melakukan uji kelayakan, JIS dianggap belum layak untuk menggelar FIFA matchday. Hal ini diumumkan PSSI dalam laman resminya, pada Jumat (9/9/2022). Berdasarkan hasil inspeksi tim Infrastructure Safety and Security PSSI, Stadion JIS belum memenuhi kelayakan 100% infrastruktur, diantaranya area drop off tim, sirkulasi aktivitas terkait pertandingan di outer perimeter menumpuk di barat utara. PSSI memaparkan concourse timur belum dapat digunakan, perimeter tribune perlu pengkajian ulang, pagar perimeter di bawah concourse barat tidak kokoh. Kemudian, sarana prasarana pendukung seperti kantung parkir, transportasi umum, dan jalan akses menuju stadion juga belum sesuai standar. ‘’Sehingga untuk menggelar sebuah pertandingan FIFA Match Day yang mengundang animo penonton sangat banyak maka perlu dilakukan simulasi terkait jumlah penonton mulai dari 25% - 50% - 75% - 100% dari perhitungan maximum safety capacity,’’ kata Sekjen PSSI Yunus Nusi, dikutip dari laman resmi PSSI (9/9). Yunus menambahkan untuk ukuran JIS yang begitu megah dengan daya tampung 80 ribu kursi hanya bisa menampung parkir sekitar 800 unit kendaraan roda empat itu sangat riskan. Padahal, lanjutnya, jika timnas main maka animo masyarakat untuk ber duyun-duyun ke stadion sangat tinggi.  Selain itu masuk stadion hanya satu pintu sehingga dikhawatirkan jika bersamaan keluar akan memakan waktu yang lama.  ''Di samping itu terkait dengan plafon yang rendah karena bus tidak bisa masuk, bisa jadi bus tim tamu dan tim tuan rumah berhentinya di area umum, tidak di area sebagaimana mestinya yang sudah diatur . Nah kalau kita paksakan pasti akan menjadi catalan FIFA,’’ sambung Yunus. Yunus mengungkapkan, kendala lainnya adalah biaya sewa stadion yang tinggi. Tim sekelas Persija Jakarta pun lebih memilih stadion di Bekasi.  "Saat ini PSSI masih dalam taraf pembicaraan dengan beberapa stadion untuk pertandingan kedua (27/9) di antaranya Stadion Pakansari, Bogor, dan Stadion Patriot, Bekasi," ujar pernyataan yang dimuat dalam laman PSSI. (yd)

Jakarta
| Jumat, 9 September 2022
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5