KPK: Status Tahanan Rumah Yaqut Cholil Qoumas Tidak Permanen. Akurat

KPK: Status Tahanan Rumah Yaqut Cholil Qoumas Tidak Permanen. Akurat

Berandascoped-by-BerandaNasionalscoped-by-NasionalKPK: Status Tahanan Rumah Yaqut Cholil Qoumas Tidak Permanen

KPK: Status Tahanan Rumah Yaqut Cholil Qoumas Tidak Permanen

Nasional | Sabtu, 21 Maret 2026

Komisi Pemberantasan Korupsi (Komisi Pemberantasan Korupsi) menegaskan bahwa status tahanan rumah terhadap tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji sekaligus mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, tidak bersifat permanen.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan pengalihan status penahanan tersebut bersifat sementara dan akan dievaluasi lebih lanjut.

“Pengalihan ini memang tidak bersifat permanen. Untuk sampai kapannya, nanti akan di-update lagi,” ujar Budi di Jakarta, Sabtu.

Sebelumnya, informasi mengenai tidak terlihatnya Yaqut di rumah tahanan sempat disampaikan oleh Silvia Rinita Harefa, usai menjenguk suaminya, Immanuel Ebenezer Gerungan, yang juga menjadi terdakwa dalam kasus berbeda.

Silvia menyebut Yaqut tidak terlihat di rutan sejak malam 19 Maret 2026, bahkan tidak tampak saat pelaksanaan salat Idul Fitri. Informasi tersebut, menurutnya, juga diketahui oleh para tahanan lain.

Menanggapi hal itu, KPK kemudian mengonfirmasi bahwa Yaqut telah dialihkan menjadi tahanan rumah sejak 19 Maret 2026 malam. Keputusan tersebut diambil setelah adanya permohonan dari pihak keluarga pada 17 Maret 2026.

Meski berstatus tahanan rumah, KPK memastikan pengawasan terhadap Yaqut tetap dilakukan secara ketat.

Diketahui, Yaqut ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji tahun 2023–2024 pada 9 Januari 2026. Ia kemudian ditahan di Rumah Tahanan Negara Cabang Gedung Merah Putih KPK pada 12 Maret 2026 setelah permohonan praperadilannya ditolak sehari sebelumnya.

Kasus tersebut, berdasarkan temuan Badan Pemeriksa Keuangan, diduga menyebabkan kerugian negara hingga Rp622 miliar.

Rekomendasi

Foto: Presiden Prabowo Kembali Ingatkan Menteri: Yang Tak Bisa Cepat, Tinggal di Pinggir Jalan | Pifa Net

Presiden Prabowo Kembali Ingatkan Menteri: Yang Tak Bisa Cepat, Tinggal di Pinggir Jalan

Politik
| Senin, 30 Juni 2025
Foto: Man City Ingin Akhiri Perjalanan De Bruyne dengan Manis | Pifa Net

Man City Ingin Akhiri Perjalanan De Bruyne dengan Manis

Inggris
| Selasa, 8 April 2025
Foto: Kiss of Life Umumkan Konser Perdana di Jakarta dalam Tur Dunia 2025 | Pifa Net

Kiss of Life Umumkan Konser Perdana di Jakarta dalam Tur Dunia 2025

Jakarta
| Senin, 20 Januari 2025
Foto: Bripda Fauzan Dua Kali Di-PTDH: Berawal dari Kasus Perkosaan, Berujung Penelantaran dan KDRT | Pifa Net

Bripda Fauzan Dua Kali Di-PTDH: Berawal dari Kasus Perkosaan, Berujung Penelantaran dan KDRT

Nasional
| Sabtu, 22 November 2025
Foto: Sambut Duel Papan Atas, Pelatih Liverpool Sebut Nottingham Forest Layak Juara Liga Inggris | Pifa Net

Sambut Duel Papan Atas, Pelatih Liverpool Sebut Nottingham Forest Layak Juara Liga Inggris

Inggris
| Selasa, 14 Januari 2025
Foto: Microsoft Percepat Pengembangan AI, Siap Saingi OpenAI | Pifa Net

Microsoft Percepat Pengembangan AI, Siap Saingi OpenAI

Amerika Serikat
| Sabtu, 8 Maret 2025
Foto: Sekda Kapuas Hulu Hadiri Rapat Paripurna, Tiga Raperda Disetujui Bersama DPRD | Pifa Net

Sekda Kapuas Hulu Hadiri Rapat Paripurna, Tiga Raperda Disetujui Bersama DPRD

Kapuas Hulu
| Jumat, 31 Januari 2025
Foto: Vanenburg: Timnas U-23 Indonesia Harus Menang Mudah Lawan Makau | Pifa Net

Vanenburg: Timnas U-23 Indonesia Harus Menang Mudah Lawan Makau

Sports
| Kamis, 4 September 2025
Foto: Rekomendasi Camilan Sehat Temani Minum Teh untuk Jaga Metabolisme dan Energi | Pifa Net

Rekomendasi Camilan Sehat Temani Minum Teh untuk Jaga Metabolisme dan Energi

Indonesia
| Senin, 5 Mei 2025
Foto: Virus HMPV Belum Ditemukan di Kalbar, Bandara Supadio Tingkatkan Kewaspadaan | Pifa Net

Virus HMPV Belum Ditemukan di Kalbar, Bandara Supadio Tingkatkan Kewaspadaan

Kubu Raya
| Rabu, 15 Januari 2025

Berita Terkait

Lokal

Foto: Resmi Dilantik, Luthfi Akbar akan Pimpin Japnas Kalbar dengan Filosofi Bola | Pifa Net

Resmi Dilantik, Luthfi Akbar akan Pimpin Japnas Kalbar dengan Filosofi Bola

Berita Kalbar, PIFA - Luthfi Akbar Riyadi resmi dilantik menjadi Ketua Umum Pengurus Wilayah Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) Kalimantan Barat periode 2021-2022 di Hotel Aston Pontianak, Rabu 15 Desember 2021. Kegiatan pelantikan yang dirangkai dengan Diklat tersebut juga dihadiri oleh Pengurus Pusat Japnas, dan pengurus wilayah yang ada di Indonesia. Disela-sela kegiatan, Lutfhi Akbar Riyadi mengatakan dengan dilantiknya Japnas Kalbar, dirinya ingin organisasi ini menjadi organisasi yang diminati oleh para pengusaha yang ada di Kalbar, dari pengusaha kecil, menengah hingga pengusaha besar. "Insya Allah Japnas akan membentuk Pengurus Cabang (PC) di 14 kabupaten/kota yang ada di Kalimantan Barat, karena Japnas sendiri adalah organisasi jejaring kolaborasi bisnis" terangnya. Dengan banyaknya pengusaha yang bergabung di Japnas, maka kata Luthfi akan dapat melihat peluang, menganalisa, sehingga bisa saling silang antara pengusaha yang A dan pengusaha B. Apalagi, kata Lutfhi, Provinsi Kalbar merupakan provinsi yang berhubungan langsung dengan negara tetangga, dan hal itu bisa menjadi peluang usaha yang sangat baik untuk sekarang, maupun untuk ke depannya nanti. Menurutnya, banyak potensi yang bisa dikembangkan di Kalbar seperti perkebunan, perikanan, UMKM dan lainnya. "Saya memiliki konsep untuk menjalani Japnas dengan filosofi bola artinya ada pelatih, ada penyerang, dan ada penjaga gawang dengan satu tujuan mencetak gol yang indah," tegasnya. Kata gol disini, lanjut Luthfi, bagaimana caranya produk yang dihasilkan oleh pengusaha bisa keluar, misalnya ikan lele, namun di satu sisi masih banyak peluang bisnis yang bisa ditarik mundur oleh pengusaha Japnas. "Salah satu contoh yang dapat ditarik mundur adalah kita jual lele, kemudian kita tarik lagi pembibitan lele, hingga pakan untuk lele. Jadi seperti itu nantinya," katanya. Kemudian dari lele Itu akan jadi UMKM seperti lele frozen, lele salai yang nantinya akan dibuat perizinannya sekaligus izin di BPOM sehingga produk itu bisa dipasarkan ke 14 Kabupaten/Kota, dan ekspor ke Pengurus Wilayah provinsi Japnas yang lainnya. Untuk kegiatan Japnas, kata Lutfi, pada tanggal 10 hingga 18 Januari 2022 Japnas pusat akan ada kegiatan Lemhannas, acara itu diikuti oleh pengurus wilayah yang sudah dilantik. "Seperti kita ketahui tidak semua orang bisa mengikuti Lemhannas, dan ini menjadi kebanggan tersendiri bagi kami di organisasi Japnas," tuturnya. Dikatakannya Japnas memiliki visi dan misi yang sangat besar untuk ke depannya untuk menjadikan Indonesia yang berbasis produksi bukan konsumsi. Ditempat yang sama, Ketua Harian Pengurus Pusat Japnas, Widiyanto Saputro menjelaskan jika organisasi Japnas telah berdiri sejak tahun 2015. "Nah untuk Kalbar pada hari ini kita melantik kepengurusan yang kedua. Jadi ini suksesi yang pertama untuk Japnas Wilayah Kalbar," terangnya. Dikatakannya, jika secara nasional kepengurusan Japnas sudah ada di 20 provinsi yang ada di Indonesia. Japnas sendiri, kaya Widiyanto, merupakan kumpulan para pengusaha yang berangkat dari keyakinan bahwa untuk membangun ekonomi yang berkelanjutan diperlukan untuk memperkuat kemampuan produksi dari pelaku usaha dan menguatkan gerak langkah pengusaha.  "Nah hal ini tidak bisa kita lakukan sendiri, sehingga diperlukan sebuah action grup untuk bersinergi, dengan membangun kekuatan bersama dengan seluruh pengusaha," pungkasnya.

Kalbar
| Rabu, 15 Desember 2021

Lokal

Foto: Satgas Pamtas TNI Bantu Warga Perbaiki Jembatan Gantung di Perbatasan RI-Malaysia | Pifa Net

Satgas Pamtas TNI Bantu Warga Perbaiki Jembatan Gantung di Perbatasan RI-Malaysia

Berita Kapuas Hulu, Kalbar - Pifa, Anggota Satuan tugas Pengamanan perbatasan (Satgas Pamtas) Yonif 144/JY membantu warga memperbaiki jembatan gantung di Desa Langau Kecamatan Puring Kencana perbatasan Indonesia-Malaysia di Kabupaten Kapuas Hulu Kalimantan Barat. Perbaikan jembatan bagian dari karya bakti bersama warga yang rutin dilaksanakan Satgas Pamtas, Jumat (1/1/2021). Dansatgas Pamtas Yonif 144/JY Letkol Inf Andri Suratman dihubungi Antara Kalbar mengatakan, jembatan diperbaiki karena sudah cukup serius kerusakannya. "Jembatan gantung itu mengalami kerusakan cukup serius, jika tidak segera diperbaiki maka akan membahayakan dan menghambat transportasi warga perbatasan," katanya di Putusibau, Ibu Kota Kabupaten Kapuas Hulu. Andri menjelaskan, kerja bakti tak hanya untuk perbaikan jembatan saja, melainkan lebih kepada pembinaan teritorial dan meningkatkan semangat gotong royong warga perbatasan dengan mengedepankan kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kebersamaan, memupuk rasa persatuan dan kesatuan sangat penting ditanamkan kepada warga perbatasan, lanjut dia. "Karya bakti itu juga wujud kepedulian Satgas Pamtas untuk membantu setiap kesulitan masyarakat perbatasan," terangnya. Lebih lanjut Andri mengatakan setiap kegiatan bersama masyarakat, prajurit TNI Satgas Pamtas juga terus mengingatkan untuk disiplin dan mematuhi protokol kesehatan. Di tengah pandemi Covid-19, Satgas Pamtas dan warga tetap berkarya, sambungnya. Pada kesempatan itu, Kepala Desa Langgau Kecamatan Puring Kencana  Hendrikus Dino menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepedulian prajurit TNI yang berada di perbatasan. "Kami sangat-sangat terbantu oleh prajurit Satgas Pamtas, karena jika tidak diperbaiki jembatan gantung penghubung desa dapat mengancam keselamatan penggunanya," kata Hendrikus Dino. Ia pun berharap sinergi dan semangat gotong royong terus tertanam dari hati masyarakat yang berbatasan langsung dengan Malaysia itu. "Kami akan terus bersama TNI menjaga kedaulatan NKRI di daerah perbatasan," tutup Hendrikus Dino.

Kapuas Hulu
| Sabtu, 2 Oktober 2021

Lokal

Foto: Kalbar Jadi yang Pertama Gelar Festival Kemudahan dan Perlindungan Usaha Mikro | Pifa Net

Kalbar Jadi yang Pertama Gelar Festival Kemudahan dan Perlindungan Usaha Mikro

PIFA.CO.ID, PONTIANAK – Kalimantan Barat (Kalbar) tepatnya Kota Pontianak menjadi provinsi pertama yang mengawali pelaksanaan Festival Perlindungan Usaha Mikro, sebuah program kolaboratif lintas kementerian dan institusi untuk memperkuat legalitas dan daya saing UMKM di Indonesia. Acara yang digelar di Gedung Auditorium Universitas Tanjungpura, Pontianak pada Rabu (12/3/2025) ini dihadiri oleh pelaku UMKM, instansi pemerintah, serta Menteri UMKM RI, Maman Abdurahman. Menteri UMKM RI Maman Abdurahman menegaskan bahwa program ini adalah hasil dari sinergi berbagai pihak sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat kerjasama antar-kementerian dalam mendukung pelaku usaha kecil. “Program ini tercapai berkat kolaborasi antar kementerian, baik horizontal maupun vertikal, yang menjadi perintah langsung dari Pak Prabowo agar kami bisa membantu beliau memperkuat kerja sama antara kementerian dan lembaga,” ujar Maman.Pada acara tersebut, dilakukan penyerahan simbolis lebih dari 9.400 sertifikat perizinan dan legalitas usaha kepada pelaku UMKM di Kalbar. Rinciannya mencakup 1.000 NIB (Nomor Induk Berusaha) yang difasilitasi oleh PNM, 300 sertifikasi halal yang diberikan bekerjasama dengan Bank Indonesia, dan 7.500 sertifikasi halal yang diserahkan oleh BPJPH. Selain itu, Dinas Kesehatan Kota Pontianak memberikan 350 STPIRT, serta sembilan sertifikasi merk dagang untuk pelaku usaha.Menteri Maman juga mengungkapkan upaya percepatan layanan merk dagang bagi UMKM melalui Kemenkumham dan menyampaikan bahwa bantuan KUR (Kredit Usaha Rakyat) juga diberikan kepada pelaku UMKM. Sebanyak 200 KUR dari BPD Kalbar, serta KUR dari BRI, BNI, dan Mandiri diserahkan secara simbolis kepada empat perwakilan UMKM.Selain itu, Askrindo turut berpartisipasi dengan memberikan polis asuransi, sementara BPJS Ketenagakerjaan memberikan perlindungan sosial melalui asuransi ketenagakerjaan bagi para pelaku UMKM.“Langkah ini bukan hanya sebagai bentuk dukungan administratif, tetapi juga sebagai upaya konkret dalam memberikan perlindungan dan akses lebih luas bagi pelaku UMKM untuk berkembang,” ujar Maman.Maman juga menjelaskan bahwa pemilihan Pontianak sebagai kota pertama untuk peluncuran program ini memiliki alasan yang kuat. Sebab menurutnya Kalbar, sebagai daerah perbatasan yang menjadi pintu masuk berbagai produk luar negeri, dipilih sebagai simbol afirmasi terhadap produk dalam negeri. “Kita ingin menunjukkan keberpihakan nyata terhadap produk Indonesia. Dengan adanya legalitas yang lebih kuat, UMKM lokal bisa lebih percaya diri dan bersaing dengan produk luar,” tegas Maman.Festival ini menandai langkah pertama yang akan diikuti oleh 18 provinsi lainnya di Indonesia dalam waktu dekat. Program ini menjadi simbol langkah besar bagi pengembangan UMKM, dimulai dari Kalbar untuk seluruh Indonesia.

Pontianak
| Kamis, 13 Maret 2025
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5