Kualifikasi Asian Games 2026: Timnas Hoki Indonesia Menang Dramatis 4-3 atas Kazakhstan
Sports | Senin, 6 April 2026
Kualifikasi Asian Games 2026: Timnas Hoki Indonesia Menang Dramatis 4-3 atas Kazakhstan. FHI
Sports | Senin, 6 April 2026








Sports

PIFA, Sports – Setelah menyusuri jalur trans Borneo yang legendaris dari Pontianak di Kalbar menuju Banjarmasin di Kalsel sejauh lebih dari 1.000 kilometer, kini rangkaian touring NMAX Tour Boemi Nusantara (NTBN) memasuki etape terakhir di Pulau Kalimantan, tepatnya di Kota Balikpapan, Kaltim. Touring yang bertujuan untuk menggali keindahan alam dan budaya kota setempat bersama NMAX “TURBO” dan NEO itu, berlangsung pada 28 – 29 September dan melibatkan para awak media, blogger serta vlogger. Pada NTBN etape Kaltim, total jarak yang ditempuh kurang lebih sejauh 300 kilometer dengan rute Balikpapan menuju ke Penajam Paser Utara, Bukit Bangkirai, Ibu Kota Nusantara (IKN), dan finish di Samarinda. Dari sekian check point yang didatangi, momen kunjungan ke IKN menjadi pengalaman yang paling menarik yang didapatkan oleh para peserta. Pasalnya, mereka dapat secara langsung menyaksikan dari dekat kemegahan Istana Kepresidenan Garuda yang menjadi landmark dari Ibu Kota Nusantara. “NMAX Tour Boemi Nusantara di Pulau Kalimantan kini telah memasuki fase akhir setelah sebelumnya sukses mengeksplorasi Kalbar dan juga Kalsel. Sesuai dengan objektif dari event ini, selain untuk menjajal performa berkendara serta durabilitas dari NMAX “TURBO dan NEO melalui rangkaian touring jarak jauh melibas berbagai medan jalan, event ini juga memiliki tujuan untuk mempromosikan budaya serta pariwisata lokal di berbagai daerah melalui awak media yang ikut dalam perjalanan. Itulah sebabnya, khusus di Kalimantan Timur kami ingin mengajak peserta touring untuk menikmati keindahan Ibu Kota Nusantara serta Sungai Mahakam di Samarinda, sebagai ikon utama daya tarik pariwisata dan pusat peradaban baru di Kalimantan Timur,” ungkap Tintan Gunawan, Chief Yamaha area Kalimantan. Peserta touring NMAX “TURBO” di Kaltim memulai perjalanannya dari Sentral Yamaha Balikpapan dan kemudian langsung bergerak ke arah utara menuju Taman Hutan Raya Bukit Suharto. Setelah tiba, mereka kemudian berbelok ke barat menyusuri jalan by-pass Bukit Bangkirai di Penajam Paser Utara untuk menuju ke Ibu Kota Nusantara. Menariknya, medan jalan yang dilalui mulai dari Bukit Suharto hingga ke Bukit Bangkirai merupakan jalan membelah hutan yang memiliki kontur naik turun dan sesekali diikuti dengan tikungan-tikungan yang cukup tajam. Rute jalan tersebut juga semakin eksotis dengan masih banyaknya satwa-satwa liar yang dapat dijumpai di hutan yang mengiringi sepanjang jalan. Satwa tersebut seperti Monyet Ekor Panjang, Beruk dan berbagai jenis burung endemik setempat. Setibanya di IKN, rombongan peserta kemudian langsung menuju ke Istana Kepresidenan Garuda yang menjadi titik 0 kilometer atau simbol epicentrum pusat pemerintahan baru negara Indonesia. Puas menikmati keindahan Istana Garuda, rombongan kemudian berkeliling IKN untuk melihat berbagai failitas penunjang yang sedang dibangun termasuk juga moda transportasi ramah lingkungan yang tersedia di sana. Setelah usai mengekplorasi IKN, perjalanan hari pertama kemudian berlanjut ke Kota Samarinda untuk kemudian bermalam. Memasuki hari kedua, fokus perjalanan memang hanya mengeksplorasi keindahan kota Samarinda yang terkenal dengan Sungai Mahakam-nya. Sebagai informasi Sungai Mahakam merupakan sungai terpenting yang menjadi simbol kebesaran peradaban masyarakat Kalimantan Timur. Karena selain fungsinya yang vital sebagai penopang jalur distribusi komoditas batu bara yang merupakan motor penggerak ekonomi daerah setempat, Sungai tersebut juga menjadi habitat bagi mamalia air tawar yang sangat langka, yaitu ikan Pesut Mahakam. Agenda eksplorasi pertama yang dilakukan para peserta NTBN di Samarinda adalah mengunjungi Teras Samarinda yang berada di pinggiran Sungai Mahakam. Teras Samarinda sendiri merupakan bangunan ikonik yang menyerupai selasar kota, dimana para pengunjung dapat menikmati keindahan dan berbagai aktivitas mobilitas serta ekonomi yang terjadi di tengah Sungai Mahakam. Setelah itu, eksplorasi dilanjut menuju Desa Wisata Pampang yang menjadi rumah bagi suku Daya Kenyah. Tidak hanya mendapat edukasi terkait Rumah Tradisional Lamin dan asal usul suku Dayak Kenyah, di desa wisata itu peserta juga turut menyaksikan tarian maupun ritual sakral yang kerap dilakukan oleh mereka. Kegiatan eksplorasi di Samarinda, Kaltim semakin lengkap karena ditutup dengan kegiatan susur Sungai Mahakam menggunakan kapal boat. Degan adannya kegiatan ini, peserta mendapatkan pengalaman unik dengan menjajal bermobilitas di atas Sungai layaknya warga lokal setempat, Rangkaian touring NMAX Tour Boemi Nusantara selanjutnya akan menuju Kota Makassar, di Sulawesi Selatan pada 18 – 21 Oktober mendatang. Touring di Pulau Sulawesi ini seklaigus akan menjadi etape pentupu dari rangkaian perjalanan NMAX Touro Boemi Nusantara setalah dari Pulau Jawa, Bali, Lombok, Sumatera dan Kalimantan. Untuk bisa mengikuti keseruan aktivitas ini, cek selalu akun Instagram resmi @yamahaindonesia.
Lokal

Berita Ketapang, PIFA - Sekretaris Daerah Kabupaten Ketapang Alexander Wilyo, S.STP.,M.Si menegaskan agar seluruh OPD berbenah terkait kebersihan dan keindahan kantor khusus nya di Sekretariat Daerah. "Saya menegaskan kembali karena tahun ini kita ada beberapa event besar tingkat provinsi Kalbar yaitu MTQ dan Porprov, oleh karena itu saya minta seluruh OPD berbenah dari sekarang, kebersihan, keindahan kantor agar diciptakan." ujar Beliau. Lebih lanjut Beliau juga secara bertahap juga akan menghubungi atau menginformasikan ke pihak lain seperti swasta dan seluruh lapisan masyarakat khususnya di Delta Pawan terkait adanya even besar ini. Hal ini Beliau sampaikan saat memimpin Apel Pagi di Halaman Kantor Bupati Ketapang, Senin (24/01/2022) Pagi. "Kita juga akan melakukan pembenahan-pembenahan infrastruktur mengubah indah kota kita dan mudah-mudahan segala akses masuk ke Ketapang nanti juga menjadi baik sehingga bisa memberikan kesan yang baik sebagai tuan rumah." terang Beliau. "Paling tidak kita bisa menunjukkan bahwa Kabupaten Ketapang sudah berubah makin baik semakin maju, itu yang kita inginkan." imbuh Beliau. Selanjutnya Beliau juga berterima kasih kepada peserta apel baik PNS maupun Non PNS dilingkungan Setda yang telah datang tepat waktu mengikuti apel pagi. "Saya minta catatan laporan dari setiap OPD siapa yang tidak mengikuti apel sehingga kita adil tidak ada yang ibaratnya menganggap bahwa apel tidak apel sama saja." tegas Beliau. Selain itu Beliau juga mengingatkan kembali bahwa tujuan apel adalah untuk pengecekkan personil, melaporkan jumlah yang hadir dan tidak hadir, keterangannya kemana supaya tahu bedanya apel dan upacara. "Dalam apel ini juga diberikan informasi ataupun arahan-arahan dari pimpinan untuk kegiatan kita satu minggu kedepan." pungkas Beliau. (rs)