REUTERS

REUTERS

Berandascoped-by-BerandaSportsscoped-by-SportsLamine Yamal Sindir Leandro Paredes saat Parade Juara Piala Dunia 2026

Lamine Yamal Sindir Leandro Paredes saat Parade Juara Piala Dunia 2026

Sports | Selasa, 21 Juli 2026

Lamine Yamal menjadi sorotan saat parade juara Piala Dunia 2026 di Madrid setelah menyindir gelandang Argentina, Leandro Paredes, yang sebelumnya menuai kritik akibat insiden usai laga final.

Sekitar dua juta suporter memadati jalan-jalan di Madrid untuk menyambut keberhasilan Timnas Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Argentina dengan skor 1-0 di partai final.

Namun, kemenangan La Furia Roja sempat diwarnai keributan setelah pertandingan. Paredes menjadi sorotan usai terlibat konfrontasi dengan pemain Spanyol, termasuk mencekik Eric García dan mendorong Gavi hingga memicu ketegangan di lapangan.

Keributan tersebut tidak berkembang lebih jauh setelah pelatih Argentina, Lionel Scaloni, turun tangan untuk meredakan situasi.

Saat parade juara berlangsung, Yamal mengangkat sebuah poster yang diberikan suporter bertuliskan, "Velada del Año VII: Paredes vs Gavi", merujuk pada ajang tinju selebritas di Spanyol. Di bagian belakang poster juga terdapat foto adik Yamal, Keyne, yang sempat viral.

Aksi tersebut mengundang tawa Yamal dan beberapa rekan setimnya sebelum akhirnya poster itu dibuang dari atas bus parade. Momen tersebut kemudian viral di media sosial.

Insiden yang melibatkan Paredes seusai final masih menjadi perhatian publik. Aksi pemain berusia 32 tahun itu disebut berpotensi berujung sanksi dari FIFA. Selain itu, Federasi Sepak Bola Argentina (AFA) juga dikabarkan dapat terdampak apabila hasil investigasi menemukan adanya pelanggaran.

FIFA dilaporkan tengah melakukan investigasi terkait kericuhan yang terjadi setelah laga final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina.

Rekomendasi

Foto: 10 Besar Klasemen Liga Inggris Tahun 2024: Arsenal Teratas, MU Paling Buntut | Pifa Net

10 Besar Klasemen Liga Inggris Tahun 2024: Arsenal Teratas, MU Paling Buntut

Inggris
| Rabu, 1 Januari 2025
Foto: PPATK Wacanakan Pemblokiran Sementara e-Wallet yang Nganggur | Pifa Net

PPATK Wacanakan Pemblokiran Sementara e-Wallet yang Nganggur

Nasional
| Minggu, 10 Agustus 2025
Foto: Peta Politik Bergerak: Pemerintahan Prabowo Dapat Dukungan, Isu Kabinet dan Reformasi Jadi Sorotan | Pifa Net

Peta Politik Bergerak: Pemerintahan Prabowo Dapat Dukungan, Isu Kabinet dan Reformasi Jadi Sorotan

Indonesia
| Kamis, 22 Mei 2025
Foto: KPK Sita Uang Rupiah dan Valuta Asing dari Rumah Politikus Nasdem Ahmad Ali | Pifa Net

KPK Sita Uang Rupiah dan Valuta Asing dari Rumah Politikus Nasdem Ahmad Ali

Jakarta
| Rabu, 5 Februari 2025
Foto: Tontonan Crime Thriller untuk Gen Z yang Suka Analisis dan Teka-teki | Pifa Net

Tontonan Crime Thriller untuk Gen Z yang Suka Analisis dan Teka-teki

Pifabiz
| Selasa, 18 November 2025
Foto: Pengacara Alvin Lim Meninggal Dunia Saat Jalani Cuci Darah | Pifa Net

Pengacara Alvin Lim Meninggal Dunia Saat Jalani Cuci Darah

Pifabiz
| Minggu, 5 Januari 2025
Foto: Klaim Kontrak dengan NewJeans Belum Berakhir, ADOR Minta Media Tak Pakai Nama NJZ | Pifa Net

Klaim Kontrak dengan NewJeans Belum Berakhir, ADOR Minta Media Tak Pakai Nama NJZ

Korea Selatan
| Rabu, 12 Februari 2025
Foto: DPR RI Sahkan Revisi UU TNI Menjadi Undang-Undang | Pifa Net

DPR RI Sahkan Revisi UU TNI Menjadi Undang-Undang

Indonesia
| Kamis, 20 Maret 2025
Foto: Pelaku Begal di Kobar Berhasil Ditangkap, Rampas Handphone dan Jual Rp 500 untuk Beli Narkoba | Pifa Net

Pelaku Begal di Kobar Berhasil Ditangkap, Rampas Handphone dan Jual Rp 500 untuk Beli Narkoba

Pontianak
| Rabu, 12 Maret 2025
Foto: Yamaha Sediakan Promo Menarik dan Special Treatment Buat Konsumen di Hari Pelanggan Nasional | Pifa Net

Yamaha Sediakan Promo Menarik dan Special Treatment Buat Konsumen di Hari Pelanggan Nasional

Otomotif
| Sabtu, 6 September 2025

Berita Terkait

Lokal

Foto: Dua Pejabat Pertamina Dilaporkan ke Ombudsman Kalbar Buntut Tolak Investasi SPBB di Kubu Raya | Pifa Net

Dua Pejabat Pertamina Dilaporkan ke Ombudsman Kalbar Buntut Tolak Investasi SPBB di Kubu Raya

PIFA, Lokal - Penolakan izin pendirian stasiun pengisian bahan bakar bunker (SPBB) di wilayah Desa Kubu, Kecamatan Kubu, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat (Kalbar) oleh Pertamina, dinilai tidak memiliki landasan hukum jelas. Perwakilan PT Putera Patra Borneo, Hari Tri Widjianto mengatakan, pihaknya telah meminta legal standing penolakan tersebut, namun tidak dapat ditunjukkan.  “Kemarin sudah kita konfirmasi, mereka menolak permohonan izin kami tidak ada dasar hukumnya. Kami minta legal standing penolakan tersebut, tidak bisa ditunjukkan, bahkan mereka mengacu ke peraturan yang lain,” kata Hari, Kamis (9/2/2023).  Bahkan dia menduga, penolakan tersebut juga dilakukan tanpa adanya verifikasi faktual di lapangan. Termasuk mengesampingkan aspirasi masyarakat setempat dan rekomendasi Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan. “Lalu, mengenai verifikasi, ternyata mereka tidak pernah melakukan verifikasi di lokasi tersebut. Dan kita buktikan lewat kepala desa dan masyarakat yang berada di sana,” ujar Hari.   Menyikapi penolakan izin yang dianggap tidak wajar, pihaknya pun melaporkan Kepala Cabang Pertamina Pontianak Achmad Rifqi dan Region Manager Retail Sales Kalimantan Iqbal Dian Kurniawan ke Ombudsman Kalbar.  “Kami melaporkan dua pejabat Pertamina, Pak Ahmad Rifqi dan Pak Iqbal Dian Kurniawan terkait proses verifikasi izin SPPB,” ungkap Hari. Hari menceritakan, sebagai pengusaha pihaknya berkeinginan berinvestasi dengan membuka SPBB untuk menunjang kebutuhan masyarakat yang diperuntukkan kapal memuat sembako dan kapal penumpang.  Hari mengeklaim, telah mendapat dukungan masyarakat yakni melalui surat rekomendasi kepala desa, camat dan Bupati Kubu Raya. "Berbekal ketiga surat tersebut kami mengajukan permohonan data kapal kepada Dinas Perhubungan, yang mana data pendukung tersebut telah diberikan kepada kami tertanggal 13 oktober 2022 dengan nomor surat 551/0956/Dishub-A,” ungkap Hari. Berbekal surat-surat rujukan dan rekomendasi, serta legalitas perusahaan, pihaknya berangkat menuju kantor pusat PT Pertamina Patra Niaga di Balikpapan dan ditemui Executive GM Regional Kalimantan, M Taufiq Setyawan. “Semua dokumen kami diterima 14 November 2022. Kemudian tanggal 24 November 2022 melalui pesan Whatssap kami diundang bertamu di Kantor Cabang Pertamina Pontianak. Namun saat itu, kami dapat bertemu kepala cabang,” jelas Hari. Kemudian, tanggal 25 November 2022, di Kantor Cabang Pertamina Pontianak, Hari dikenalkan langsung oleh Executive GM Regional Kalimantan, M Taufiq Setyawan kepada Achmad Rifqi. Pertemuan itu untuk berkoordinasi mengenai verifikasi pengurusan izin SPBB. “Ketika itu semua dokumen kami telah diserahkan langsung kepada sekretaris Pak Achmad Rifqi. Bahkan kami sangat dibantu dengan respons yang baik,” cerita Hari. Setelah beberapa waktu, lanjut Hari, pihaknya mulai menanyakan perkembangan proses perizinan. Yakni pada 6 Desember 2022 dan 14 Desember 2022. Namun dijawab sedang dalam proses evaluasi.  Lalu pada tanggal 3 januari 2023 melalui pertemuan, Achmad Rifqi menyampaikan bahwa sangat sulit untuk mengurus perizinan SPBB, dan ditawarkan izin perusahaan SPBB milik kenalannya.  “Karena menurut Pak Achmad Rifqi, lebih mudah membeli izin dari pada mengurus perizinan baru. Dan pada 4 Januari 2023 dikirimkan nomor pemilik kontak SPBB tersebut,” kata Hari.  Kemudian, pada 11 Januari 2023 pihaknya mengkontak dan sudah dikonfirmasikan pada tanggal 12 Januari 2023 tidak terjadi kecocokan, pihak Hari dan pihak penjual tidak terjadi transaksi jual beli izin SPBB.  Tak lama dari waktu tersebut, tepatnya 23 januari 2023, PT Pertamina Patra Niaga mengirimkan kami surat penolakan resmi bahwa tidak bisa memproses izin dengan alasan tidak memenuhi syarat.  “Setelah kita baca, ternyata surat tersebut tertanggal 16 Januari 2023, lalu kami menanyakan perihal surat penolakan tersebut Pak Achmad Rifqi untuk meminta aturan jelas tentang tata cara verifikasi dan verifikasi perizinan SPBB yang kami ajukan dan atas dasar apa acuan yang digunakan,” ujar Hari.  Hari menilai, alasan penolakan dibuat hanya berdasarkan asumsi. Salah satunya bahwa terindikasi melakukan penyelewengan BBM tersebut apabila pihaknya diberikan izin dan banyak alasan yang tidak ada dasar hukum atau acuan satupun, yang dilandasi dengan ditunjukan peraturan atau legal standing untuk tidak bisa memprosen izin, semua yang dikatakan hanya asumsi semata. “Seolah-olah aturannya sudah baku padahal hanya asumsi dan pendapat tanpa disertakan aturan yang tertulis dengan jelas,” ucap Hari. Sementara itu, Kepala Keasistenan Penerimaan dan Verifikasi Laporan Ombudsnan Kalbar, Muhammad Ridha mengatakan, telah menerima pengaduan dari PT Putra Patra Borneo terkait penolakan izin SPBB oleh Pertamina Regional Kalimantan.  “Saat ini masih proses verifikasi. Hasilnya akan kami sampaikan apakah laporan yang disampaikan oleh PT Patra Borneo ini merupakan kewenangan ombodsman. Kalau memang kewenangan Ombudsman akan kita tindak lanjuti,” kata Ridha.  Ridha menjelaskan, pada intinya PT Putra Patra Borneo merasa keberatan atas adanya penolakan pengajuan permohonan pendirian SPBB di Desa Olak-olak Kubu. Tapi masih perlu dipelajari dan di  verifikasi lebih dahulu secara formil dan materiil.  “Kalau memang kewenangan Ombudsman, tentunya akan kami tindaklanjuti. Akan kita konfirmasi ke pihak yang diadukan. Proses verifikasi sesuai peraturan Ombudsman Nomor 224 Tahun 2021, itu 15 hari kerja. Tapi biasanya di bawah itu. Dan nanti akan kita sampaikan ke pelapor jika memang laporan ini ditrima atau tidak,” tutup Ridha.  Sementara itu sebelumnya, Area Manager Comm, Rel & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Arya Yusa Dwicandra, mengatakan bahwa pengajuan lembaga penyalur SPBB tersebut dinyatakan tidak layak dikarenakan beberapa hal. Pertama, saat ini di wilayah Kecamatan Kubu telah terdapat lembaga penyalur yang masih proses pendirian (namun perizinan sudah lengkap) dan sesuai dengan program Pemerintah yaitu SPBU 3T (bukan SPBB). Kedua, SPBB jika didirikan di wilayah kecamatan Kubu berpotensi terjadi penyelewengan BBM subsidi mengingat mayoritas di sekitar SPBB merupakan perkebunan sawit yang tidak diperbolehkan membeli BBM subsidi. “Sebagai lembaga penyalur resmi yang ditunjuk pemerintah, Pertamina memiliki tanggung jawab terhadap penyaluran BBM subsidi tepat sasaran di bawah pengawasan pemerintah melalui Kementerian ESDM, BPH migas, dinas terkait, masyarakat, media dan seluruh elemen masyarakat,” kata Arya. Arya juga menerangkan, alasan lainnya yakni keekonomian. Secara hitung-hitungan bisnis, pendirian SPBB di wilayah tersebut tidak layak, baik finansial maupun pelayanan ke masyarakat. “Jadi, bukan kami mempersulit izin tapi secara resmi sudah dinyatakan tidak layak. Kepada pengusaha sudah pula dikirim surat pemberitahuan,” ucapnya. Terkait tudingan adanya tawaran dari Kepala PT Pertamina, Kantor Cabang Pontianak kepada investor supaya membeli izin SPBB lain, Arya mengatakan sebenarnya SPBB itu model bisnis lama. Pihaknya tidak lagi merekomendasikan untuk pembangunannya karena sekarang sudah ada SPBU 3T. “Maksud kepala cabang itu adalah jika si pengusaha tetap maunya bikin SPBB ya silakan cari SPBB yang sudah ada untuk diakuisisi. Karena memang secara bisnis Pertamina tidak lagi merekomendasikan SPBB,” pungkas Arya. (ap)

Kalbar
| Kamis, 9 Februari 2023

Sports

Foto: Jordan Henderson Dikecam Komunitas LGBT Akibat Kabar Kepindahannya ke Arab Saudi | Pifa Net

Jordan Henderson Dikecam Komunitas LGBT Akibat Kabar Kepindahannya ke Arab Saudi

PIFA, Sports - Kapten Liverpool, Jordan Henderson, mendapat sorotan tajam dari komunitas LGBT setelah muncul rumor tentang kepindahannya ke klub Arab Saudi, Al Ettifaq. Gelandang Inggris itu sebelumnya dikenal vokal dalam mendukung komunitas LGBT di dunia sepakbola. Kabar menariknya ke Al Ettifaq menjadi perhatian banyak pihak, terutama karena klub tersebut saat ini dilatih oleh legenda Liverpool, Steven Gerrard. The Reds juga disebut sudah menyetujui transfer Henderson dengan harga 12 juta paun. Meskipun demikian, Jordan Henderson belum memberikan persetujuan atas persyaratan pribadi untuk pindah ke Al Ettifaq. Namun, banyak pihak meyakini bahwa pemain berusia 33 tahun tersebut kemungkinan besar akan meninggalkan klub musim panas ini. Respon negatif datang dari komunitas LGBT 3LionsPride, yang merasa kecewa dengan keputusan Henderson untuk pindah ke Arab Saudi, yang dikenal dengan kebijakan anti-LGBT. Arab Saudi telah melarang homoseksualitas dan memberlakukan hukuman eksekusi bagi penyuka sesama jenis. Jordan Henderson sebelumnya sering menunjukkan dukungannya kepada komunitas LGBT dengan memakai ban kapten dan tali sepatu bermotif pelangi, yang merupakan simbol LGBT. 3LionsPride mengeluarkan pernyataan resmi yang menyatakan kekecewaannya atas kabar kepindahan Henderson. Mereka merayakan kesuksesan sang pemain saat mencetak gol melawan Ukraina di Euro, karena dianggap sebagai bentuk kebaikan dan dukungan terhadap hak-hak LGBT. Namun, jika rumor kepindahan ini benar, 3LionsPride menyatakan bahwa spanduk dan simbol keberhasilan Henderson sebagai juru bicara hak-hak LGBT akan menjadi kenangan yang kelam. Kontroversi atas kabar kepindahan Jordan Henderson ke Arab Saudi ini menjadi sorotan dalam dunia sepakbola, mengingat sikapnya yang terbuka dalam mendukung kesetaraan dan hak-hak komunitas LGBT sebelumnya. (hs)

Arab Saudi
| Sabtu, 22 Juli 2023

Sports

Foto: Piala Kemerdekaan 2025 Jadi Ujian Serius untuk Timnas Indonesia U-17 | Pifa Net

Piala Kemerdekaan 2025 Jadi Ujian Serius untuk Timnas Indonesia U-17

PIFA, Timnas – Timnas Indonesia U-17 akan menghadapi ujian berat dalam gelaran Piala Kemerdekaan 2025 yang akan berlangsung pada 12–18 Agustus di Medan, Sumatera Utara. Turnamen mini ini menghadirkan lawan-lawan kuat yang memiliki reputasi tinggi di level usia muda, yakni Uzbekistan, Tajikistan, dan Mali. Uzbekistan menjadi salah satu tim yang paling diantisipasi setelah menjuarai Piala Asia U-17 2025. Dalam turnamen tersebut, Uzbekistan tampil sempurna dengan rekor kemenangan 100 persen dan catatan clean sheet di semifinal serta final. Tak hanya itu, Uzbekistan juga pernah menumbangkan Indonesia di fase grup, menegaskan status mereka sebagai favorit juara. Sementara itu, Mali datang dengan reputasi sebagai runner-up Piala Afrika U-17 2025. Dalam laga final, Mali kalah lewat adu penalti dari Maroko setelah bermain imbang di waktu normal. Kualitas dan pengalaman mereka di level tinggi membuat kehadiran Mali tak bisa dianggap remeh. Tajikistan juga layak diwaspadai, meski secara level dinilai lebih sejajar dengan Indonesia. Mereka tersingkir di perempat final Piala Asia U-17 2025 setelah kalah dramatis dari Korea Selatan lewat adu penalti. Tajikistan sempat unggul 2-1 sebelum kebobolan di menit kesembilan injury time, memperlihatkan mental dan daya juang mereka yang kuat. Timnas Indonesia U-17 sendiri sudah merilis daftar pemain untuk turnamen ini. Beberapa nama yang tampil impresif di Piala Asia U-17 2025 kembali dipercaya, seperti Mathew Baker, Fadly Alberto, M. Zahaby Gholy, dan Evandra Florasta. Di lini belakang, pelatih juga memanggil kiper Dafa Gasemi, serta duet bertahan Daniel Alfredo dan Algazani Dwi. Turnamen ini diprediksi akan menjadi panggung penting untuk mengukur perkembangan skuad muda Garuda Asia sekaligus membangun persiapan menuju turnamen-turnamen internasional selanjutnya.

Timnas Indonesia
| Kamis, 7 Agustus 2025
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5