Lebanon Tegaskan Pisahkan Isu Iran dalam Negosiasi dengan Israel
Internasional | Senin, 13 April 2026
Pemerintah Lebanon menegaskan bahwa perundingan langsung dengan Israel harus difokuskan pada konflik bilateral, tanpa mencampurkan isu terkait Iran.
Menteri Luar Negeri Lebanon, Youssef Rajji, menyampaikan hal tersebut dalam percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Jerman, Johann Wadephul, pada Senin.
Dalam pernyataan resmi kementerian, Rajji mengapresiasi dukungan kemanusiaan dan politik dari Berlin. Ia juga menegaskan bahwa Lebanon tengah berupaya mencapai gencatan senjata melalui jalur negosiasi langsung dengan Israel.
Lebih lanjut, Rajji menekankan bahwa proses diplomasi ini penting untuk memperjelas pemisahan antara urusan internal Lebanon dan dinamika geopolitik yang melibatkan Iran.
Selain itu, ia menegaskan bahwa hanya pemerintah Lebanon yang memiliki kewenangan untuk bernegosiasi atas nama negara, sebagai bagian dari upaya memperkuat kedaulatan nasional dalam kebijakan luar negeri.
Sementara itu, Wadephul menyatakan dukungan penuh Jerman terhadap langkah Lebanon dalam memperkuat stabilitas dan kedaulatan. Ia juga menegaskan komitmen Berlin dalam mendorong tercapainya gencatan senjata antara Lebanon dan Israel.
Sebagai bentuk dukungan konkret, Jerman menyiapkan paket bantuan kemanusiaan senilai 45 juta euro atau sekitar Rp904,1 miliar untuk membantu masyarakat Lebanon yang terdampak konflik.



















