Lebih dari Sekadar Tenaga, Mengapa NMAX Turbo Menjadi Pilihan Nyaman untuk Perjalanan Jauh
Otomotif | Kamis, 26 Maret 2026
Lebih dari Sekadar Tenaga, Mengapa NMAX Turbo Menjadi Pilihan Nyaman untuk Perjalanan Jauh
Otomotif | Kamis, 26 Maret 2026










Sports

PIFA.CO.ID, SPORTS - Paulo Fonseca mengonfirmasi bahwa dirinya telah diberhentikan dari posisinya sebagai pelatih AC Milan, meskipun klub belum membuat pernyataan resmi terkait hal ini. Fonseca mengungkapkan hal tersebut ketika dihampiri wartawan Sky Sports Italia setelah pertandingan AC Milan melawan AS Roma di San Siro, Senin (30/12/2024) dini hari WIB. Ia memastikan kabar itu benar adanya."Itu benar, saya keluar dari AC Milan. Inilah hidup. Hati nurani saya jelas, sebab saya melakukan sebisa saya," ujarnya dari dalam mobil, seperti dikutip dari Football-Italia.Spekulasi mengenai pemecatan Fonseca semakin kuat setelah Milan hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Roma. Kinerja tim yang tak memuaskan membuat tekanan pada Fonseca terus meningkat.Saat konferensi pers, Fonseca berusaha meredam kabar tersebut dengan menyatakan bahwa dirinya tidak menerima sinyal akan dipecat. "Mereka bertanya apakah saya punya pertemuan yang sulit dengan Zlatan, tetapi saya belum berbicara dengan siapa pun di klub, jadi saya tidak bisa mengatakan lebih banyak tentang itu. Saya dapat berbicara dengan Anda tentang permainan, tetapi saya tidak dapat menemukan hal-hal yang tidak terjadi," katanya.Ia juga menegaskan bahwa dirinya tidak merasa takut terhadap apapun dalam dunia sepak bola. "Tidak pernah dalam hidup saya merasa takut pada apa pun dalam sepakbola, dan saya terus seperti itu. Yang penting adalah memiliki hati nurani yang bersih, bahwa saya jujur dengan mereka yang bekerja dengan saya. Hati nurani saya jelas, saya tidak takut apa-apa," tuturnya.Fonseca, yang ditunjuk sebagai pelatih AC Milan pada Juni lalu, telah memimpin 24 pertandingan dengan hasil 12 kemenangan, 6 imbang, dan 6 kekalahan. Namun, performa tersebut dianggap belum cukup memuaskan, terlebih setelah Milan semakin terpuruk di klasemen Serie A. Saat ini, Christian Pulisic dan kolega berada di posisi ke-8 dengan 27 poin dari 17 pertandingan.Di Liga Champions, perjalanan Milan juga mengecewakan. Mereka menempati peringkat ke-12 dengan raihan 12 poin dari 6 laga, menambah tekanan terhadap Fonseca.Menurut laporan yang beredar, AC Milan telah memutuskan untuk menunjuk pelatih baru. Sergio Conceicao, pelatih asal Portugal, dikabarkan telah disepakati oleh manajemen untuk mengambil alih posisi tersebut mulai awal 2025.
Internasional

PIFA, Internasional – Duta Besar Mohammad Boroujerdi menegaskan bahwa Selat Hormuz tetap terbuka bagi lalu lintas kapal. Ia juga meminta pihak yang khawatir dengan kemungkinan penutupan selat tersebut untuk mempertanyakan hal itu kepada Amerika Serikat yang dinilai mengganggu keamanan kawasan. “Yang khawatir berkaitan dengan penutupan Selat Hormuz harus menanyakan kepada Amerika Serikat yang datang dari jauh sekali ke kawasan Timur Tengah kemudian mengganggu keamanan di Selat Hormuz,” kata Boroujerdi kepada media saat ditemui di kediamannya di Jakarta, Kamis. Boroujerdi menjelaskan bahwa Iran tidak menutup Selat Hormuz. Menurutnya, pemerintah Iran hanya menerapkan protokol lalu lintas khusus selama masa perang untuk menjaga keamanan di jalur strategis tersebut. “Selat Hormuz tidak ditutup. Selat Hormuz tetap terbuka. Kami hanya memberlakukan protokol lalu lintas yang khusus untuk saat-saat perang. Pihak-pihak yang mematuhi protokol tersebut bisa dengan mudah melewati Selat Hormuz,” ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa Iran telah menjaga keamanan selat tersebut sejak ratusan tahun lalu. Upaya itu dilakukan demi menjamin keamanan semua negara, termasuk Iran sendiri, sekaligus memastikan tidak ada pihak yang memanfaatkan kondisi keamanan di kawasan tersebut. Secara geografis, Selat Hormuz berada di antara Teluk Persia dan Teluk Oman. Jalur ini merupakan satu-satunya akses laut dari Teluk Persia menuju laut lepas, sehingga menjadikannya salah satu titik paling strategis di dunia. Diperkirakan sekitar 20 persen konsumsi minyak global melewati selat tersebut. Meski demikian, media Iran sebelumnya melaporkan bahwa Korps Garda Revolusi Islam Iran telah menutup Selat Hormuz bagi lalu lintas kapal. Langkah itu disebut sebagai respons atas serangan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel. Sejak kabar penutupan itu mencuat, harga minyak di pasar Asia dilaporkan melonjak sekitar 13 persen menjadi 80 dolar AS per barel. Jika situasi ini berlangsung lama, harga minyak diperkirakan berpotensi menembus 100 dolar AS per barel. Dampak dari situasi di Selat Hormuz juga dirasakan oleh dua kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping yang hingga kini masih berada di kawasan Teluk dan memantau perkembangan keamanan jalur pelayaran tersebut.
Lokal

PIFA, Lokal - Perum Bulog Kalimantan Barat, menyalurkan setidaknya 100 ton beras setiap hari, di seluruh saluran penjualan mulai pedagang besar, kecil, pengecer, agen dan RPK. Hal ini dilakukan guna memastikan ketersediaan beras medium di pasaran. Sebagai upaya menekan kenaikan harga kebutuhan pangan di Kalimantan Barat. “Sejak awal tahun kami setiap hari melepas cadangan beras pemerintah (CBP) ke pasar memenuhi pasokan beras medium di pedagang atau pasar. Harapannya, pasokan itu bisa menekan kenaikan harga,” kata Pemimpin Wilayah Bulog Kalbar, Bambang Prihatmoko, Selasa (14/2/2023). Bambang menjelaskan, saat ini beras medium sudah tersebar di pasaran dengan harga Rp9.800 per kilogram, atau di bawah Harga Eceran tertinggi (HET). Di sisi lain kata Bambang, pihaknya juga mengatur supaya pasokan tingkat pasar tercukupi. Sehingga tidak ada kekosongan atau kelangkaan beras tersebut. “Harus kita jaga pasokan juga untuk penjualan supaya tidak kosong,” ujarnya. Ia berharap, cara seperti ini dapat menstabilkan harga beras di pasaran. Sehingga masyarakat tidak terbebani dengan kenaikan harga. Sementara itu, untuk mengantisipasi adanya kecurangan dan kontrol masuknya beras dari luar, Bulog menjual beras dalam bentuk kemasan eceran 5 kilogram. "Kemasan lima kilo atau kemasan akhir memang ditujukan kepada konsumen, bukan untuk diolah kembali," ujarnya. Bambang juga membeberkan, saat belum ditemukan adanya indikasi tindak pidana beras oplosan di Kalbar. “Kita sudah pastikan pasokan beras dalam kemasan akhir di Kalbar memang diterima oleh para pelaku usaha dan dijual kembali dengan harga di bawah HET. Sedangkan untuk beras oplosan, belum ditemukan,” paparnya. Pihak Bulog, kata Bambang, terus berkoordinasi dengan Satgas Pangan baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Ini dilakukan guna mencegah adanya kenaikan harga dan kecurangan. (ap)