Tangkapan layar - Sidang perdana Perkara Nomor 267/PUU-XXIII/2025 terkait uji materi KUHP dan KUHAP baru di Ruang Sidang Pleno Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Jumat (9/1/2026). ANTARA/Fath Putra Mulya

Tangkapan layar - Sidang perdana Perkara Nomor 267/PUU-XXIII/2025 terkait uji materi KUHP dan KUHAP baru di Ruang Sidang Pleno Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Jumat (9/1/2026). ANTARA/Fath Putra Mulya

Berandascoped-by-BerandaNasionalscoped-by-NasionalMahasiswa Uji Pasal Demonstrasi dalam KUHP ke MK, Dinilai Ancam Kebebasan Berpendapat

Mahasiswa Uji Pasal Demonstrasi dalam KUHP ke MK, Dinilai Ancam Kebebasan Berpendapat

Nasional | Selasa, 13 Januari 2026

PIFA, Nasional - Sebanyak 13 mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Terbuka mengajukan permohonan uji materiil terhadap Pasal 256 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) ke Mahkamah Konstitusi (MK). Pasal tersebut mengatur ketentuan kewajiban pemberitahuan kepada pihak berwenang sebelum menggelar pawai, unjuk rasa, atau demonstrasi.

Para pemohon menilai ketentuan itu berpotensi menimbulkan pembatasan berlebihan terhadap kebebasan berpendapat. Kuasa hukum pemohon, Zico Leonard Simanjuntak, menyatakan rumusan Pasal 256 KUHP menempatkan kebebasan berpendapat dalam posisi yang rentan karena berpotensi dipidana.

“Rumusan norma a quo (Pasal 256 KUHP) menempatkan kebebasan berpendapat dalam posisi yang rentan karena berpotensi dianggap sebagai kejahatan,” kata Zico sebagaimana dikutip dari laman MK, Selasa.

Pasal 256 KUHP mengatur bahwa setiap orang yang tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada pihak berwenang mengadakan pawai, unjuk rasa, atau demonstrasi di jalan umum atau tempat umum yang mengakibatkan terganggunya kepentingan umum, menimbulkan keonaran, atau huru-hara, dapat dipidana penjara paling lama enam bulan atau denda paling banyak kategori II.

Menurut para pemohon, pasal tersebut seharusnya memberikan perlindungan dan kepastian hukum bagi warga negara. Namun, norma yang ada justru mengaitkan ketentuan administratif dengan ancaman pidana tanpa rumusan yang jelas dan terstruktur. Kondisi ini dinilai membuka ruang tafsir yang luas dan berpotensi disalahgunakan oleh aparat penegak hukum.

“Oleh karena itu, ketentuan Pasal 256 KUHP berpotensi bertentangan dengan asas legalitas dan prinsip lex certa (hukum yang jelas),” ujar Zico.

Selain itu, Pasal 256 KUHP dinilai tidak membedakan secara tegas antara kesalahan prosedural dan perbuatan yang secara substansial membahayakan kepentingan hukum. Akibatnya, hukum pidana dikhawatirkan dijadikan sebagai instrumen pertama dalam merespons aktivitas warga negara, yang dinilai bertentangan dengan prinsip ultimum remedium.

Para pemohon juga menyoroti penggunaan istilah yang bersifat abstrak dan subjektif seperti “kepentingan umum”, “keonaran”, dan “huru-hara” tanpa batasan yang terukur. Ketidakjelasan ini dinilai bertentangan dengan Pasal 28D ayat (1) UUD 1945 yang menjamin kepastian hukum yang adil.

Lebih lanjut, pasal tersebut dikhawatirkan menimbulkan efek gentar (chilling effect) bagi masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum karena takut berhadapan dengan proses pidana. Padahal, dalam sistem demokrasi, demonstrasi merupakan sarana kontrol dan koreksi terhadap kekuasaan.

Atas dasar itu, para pemohon meminta Mahkamah Konstitusi menyatakan Pasal 256 KUHP bertentangan dengan Undang-Undang Dasar 1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat. Mereka juga mengajukan permohonan alternatif agar pasal tersebut dibatasi penerapannya hanya pada perbuatan yang dilakukan secara sengaja, dengan maksud jahat yang nyata, serta menimbulkan ancaman nyata terhadap ketertiban umum.

Permohonan uji materiil ini tercatat dengan nomor perkara 271/PUU-XXIII/2025. Sidang perdana dengan agenda pemeriksaan pendahuluan telah digelar pada Senin (12/1) dalam sidang panel yang dipimpin Wakil Ketua MK Saldi Isra.

Rekomendasi

Foto: Sinopsis Film In the Lost Lands, Adaptasi Karya George R. R. Martin yang Dinantikan Penggemar | Pifa Net

Sinopsis Film In the Lost Lands, Adaptasi Karya George R. R. Martin yang Dinantikan Penggemar

Indonesia
| Senin, 24 Februari 2025
Foto: Beda Nasib 2 Raksasa Spanyol di UCL: Real Madrid Loyo Terbantai, Barcelona Ganas Menang Besar! | Pifa Net

Beda Nasib 2 Raksasa Spanyol di UCL: Real Madrid Loyo Terbantai, Barcelona Ganas Menang Besar!

Spanyol
| Kamis, 10 April 2025
Foto: Irfan Hakim Berbagi Kisah Keseruan Lepas 30 Ekor Arwana Super Red di Danau Sentarum untuk Konservasi | Pifa Net

Irfan Hakim Berbagi Kisah Keseruan Lepas 30 Ekor Arwana Super Red di Danau Sentarum untuk Konservasi

Indonesia
| Rabu, 12 Februari 2025
Foto: Shayne Pattynama Resmi Gabung Buriram United, Siap Taklukkan Liga Thailand | Pifa Net

Shayne Pattynama Resmi Gabung Buriram United, Siap Taklukkan Liga Thailand

Timnas Indonesia
| Rabu, 9 Juli 2025
Foto: Hotman Paris Sentil Ahok soal Kasus Pertamina: Singgung Gaji Miliaran | Pifa Net

Hotman Paris Sentil Ahok soal Kasus Pertamina: Singgung Gaji Miliaran

Indonesia
| Minggu, 2 Maret 2025
Foto: Uya Kuya Tuai Pro Kontra Usai Terima Dokter Estetik dan Owner Skincare di DPR RI | Pifa Net

Uya Kuya Tuai Pro Kontra Usai Terima Dokter Estetik dan Owner Skincare di DPR RI

Pifabiz
| Sabtu, 22 Februari 2025
Foto: Jay Idzes Absen, Venezia Hadapi Laga Penentu Lawan Juventus di Pekan Terakhir Serie A | Pifa Net

Jay Idzes Absen, Venezia Hadapi Laga Penentu Lawan Juventus di Pekan Terakhir Serie A

Italia
| Kamis, 22 Mei 2025
Foto: Ruben Onsu Tanggapi Rumor Kedekatannya dengan Desy Ratnasari | Pifa Net

Ruben Onsu Tanggapi Rumor Kedekatannya dengan Desy Ratnasari

Indonesia
| Jumat, 17 Januari 2025
Foto: Kebakaran Hutan Besar di Los Angeles Hanguskan Rumah Britney Spears hingga Paris Hilton | Pifa Net

Kebakaran Hutan Besar di Los Angeles Hanguskan Rumah Britney Spears hingga Paris Hilton

Los Angeles
| Minggu, 12 Januari 2025
Foto: Simon Tahamata Resmi Bergabung sebagai Kepala Pemandu Bakat PSSI, Siap Buru Talenta Garuda ke Seluruh Dunia | Pifa Net

Simon Tahamata Resmi Bergabung sebagai Kepala Pemandu Bakat PSSI, Siap Buru Talenta Garuda ke Seluruh Dunia

Indonesia
| Sabtu, 24 Mei 2025

Berita Terkait

Sports

Foto: Derby della Madonnina di Semifinal UCL, Siapa Pemenangnya? | Pifa Net

Derby della Madonnina di Semifinal UCL, Siapa Pemenangnya?

PIFA, Sports - Semifinal Liga Champions UEFA 2022/2023 akan menyajikan laga Derby della Madonnina, mempertemukan AC Milan dan Inter Milan, pada Kamis (11/5). Laga leg pertama akan berlangsung di San Siro, siapa pemenangnya? Kedua klub asal Kota Milan, Italia, ini sangatlah kompetitif. Prestasi keduanya terbilang tinggi dibandingkan klub lainnya di Liga Italia. Adapun perstasi yang telah diraih oleh Inter Milan yaitu, memenangkan 19 gelar Serie A, 7 Piala Italia, 5 Liga Champions UEFA, 3 Piala Dunia Antarklub FIFA, serta 2 Piala UEFA. Sementara AC Milan telah memenangkan 18 gelar Serie A, 5 Liga Champions UEFA, 7 Piala Super UEFA, dan 1 Piala Dunia Antarklub FIFA. I Rossoneri-julukan AC Milan, juga memenangkan 3 Piala Interkontinental sebelum turnamen dihentikan.  Terbaru, AC Milan dan Inter Milan beruntun menjuarai Liga Italia. Inter pada musim 2020/2021 dan dilanjutkan Milan 2021/2022. Prestasi ini menunjukkan bahwa keduanya merupakan klub yang sangat kompetitif.  Lantas, apa kata pelatih menjelang derby? Pelatih Milan, Stefano Pioli turut mengucapkan selamat kepada para pemainnya karena berhasil lolos dari perempat final. Menanti derby, pelatih asal Italia ini menyebut pertandingannya akan sangat mengairahkan. "Selamat kepada para pemain saya untuk lolos dari perempat final. Akan ada dua pertandingan yang lebih indah, menggairahkan dan sangat sulit di semifinal. Kami telah melakukan banyak hal dan kami benar-benar tidak menginginkannya untuk berhenti," ungkapnya, disadur dari laman resmi UEFA. Disisi lain, Simone Inzaghi selaku pelatih Inter mengaku timnya pantas untuk masuk di semifinal ini. Dia merasa setelah mengalahkan Bayern dan Barcelona peluangnya semakin besar.    "Kami pantas berada di semifinal ini. Itu adalah mimpi tapi sekarang kami di sini dan kami akan memainkannya dengan besar. Saya senang untuk para pemain dan perjalanan mereka. Kami memulai dari sebuah grup yang sangat sulit dengan Bayern dan Barcelona tetapi kami bagus, bersatu bersama dengan para penggemar, yang banyak membantu kami. Kami bekerja setiap hari untuk mengalami hari-hari seperti ini yang belum pernah kami alami di Inter selama bertahun-tahun," bebernya. Susunan pemain yang diprediksi tampil di laga derby: AC Milan Maignan; Calabria, Tomori, Kjær, Theo Hernández; Tonali, Krunic; Saelemaekers, Bennacer, Brahim Diaz; Giroud Inter Milan Onana; Darmian, Acerbi, Bastoni; Dumfries, Barella, Çalhanoğlu, Mkhitaryan, Dimarco; Martinez, Lukaku (hs)

Eropa
| Selasa, 9 Mei 2023

Nasional

Foto: Arahan Presiden Soal Pencegahan Cacar Monyet di Tanah Air: Urus Vaksin Segera | Pifa Net

Arahan Presiden Soal Pencegahan Cacar Monyet di Tanah Air: Urus Vaksin Segera

Berita Nasional, PIFA - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan sejumlah arahan untuk mencegah terjadinya penyebaran kasus cacar monyet atau monkeypox di tanah air. Arahan tersebut disampaikan Presiden dalam keterangannya usai meninjau progres renovasi Taman Mini Indonesia Indah (TMII), di Jakarta, Selasa (23/8/2022). Pertama, Presiden menginstruksikan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin untuk segera menyediakan vaksin cacar monyet. “Sudah saya perintahkan kepada Menkes yang pertama urusan vaksin segera,” pinta Presiden. Kemudian, Presiden Jokowi juga perintahkan jajaran terkait untuk lebih memperketat pemeriksaan di pintu-pintu masuk ke Indonesia. “Yang kedua, untuk tempat-tempat yang interaksinya tinggi, kemudian gerbang-gerbang masuk ke negara kita betul-betul dicek secara ketat,” tambah Kepala Negara. Meski demikian, Kepala Negara meminta masyarakat untuk tidak panik karena penularan cacar monyet terjadi pada saat pasien sudah bergejala dan melalui kontak fisik dengan pasien. “Tetapi ini juga tidak perlu kita terlalu panik karena penularannya lewat kontak langsung bukan lewat droplet. Saya rasa yang paling penting adalah kesiapan-kesiapan kita mengatasi itu,” tegas Presiden. Diketahui, Kementerian Kesehatan mengonfirmasi adanya satu kasus positif cacar monyet pertama di Indonesia pada 20 Agustus 2022 lalu. Pasien berusia 27 tahun asal Jakarta tersebut sebelumnya memiliki riwayat perjalanan dari luar negeri, dengan riwayat perjalanan ke Belanda, Swiss, Belgia, dan Perancis sebelum tertular. “Saat ini pasien dalam keadaan baik, tidak sakit berat, dan ada cacarnya atau ruam-ruamnya di muka, di telapak tangan, dan kaki. Pasien tidak perlu dirawat di rumah sakit, tapi cukup isolasi mandiri,” kata Juru Bicara Kemenkes Mohammad Syahril, dalam keterangan pers secara daring, Sabtu (20/8/2022).

Jakarta
| Rabu, 24 Agustus 2022

Lifestyle

Foto: 5 Tips Mencegah Obesitas pada Anak, Bunda Wajib Baca | Pifa Net

5 Tips Mencegah Obesitas pada Anak, Bunda Wajib Baca

PIFA, Lifestyle - Obesitas pada anak menjadi masalah serius yang semakin umum di era modern ini. Pola makan yang tidak sehat, gaya hidup yang kurang aktif, dan paparan terhadap makanan cepat saji yang tinggi lemak dan gula, semuanya berkontribusi terhadap peningkatan angka obesitas pada anak-anak. Namun, sebagai orang tua, ada langkah-langkah yang dapat diambil untuk mencegah obesitas pada anak-anak kita. Berikut ini adalah 5 tips yang dapat membantu menghindarkan anak dari obesitas: 1. Perhatikan Pola Makan Sehat Sebagai orang tua, penting untuk memastikan bahwa anak-anak kita mendapatkan pola makan sehat. Berikan mereka makanan yang kaya akan nutrisi, seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian, protein, dan susu rendah lemak. Hindari memberikan makanan cepat saji yang tinggi lemak, gula, dan garam. Berikan mereka makanan yang seimbang, dan ajarkan mereka tentang pentingnya mengonsumsi makanan yang baik bagi tubuh. 2. Batasi Konsumsi Makanan Manis dan Minuman Bersoda Mengurangi konsumsi makanan manis dan minuman bersoda adalah langkah penting dalam mencegah obesitas pada anak. Gula tambahan dalam makanan dan minuman dapat dengan cepat meningkatkan asupan kalori anak-anak. Gantilah camilan manis dengan buah-buahan segar atau makanan ringan yang sehat seperti kacang-kacangan. Pilih minuman rendah gula atau air putih sebagai alternatif dari minuman bersoda. 3. Dorong Aktivitas Fisik Gaya hidup yang kurang aktif adalah faktor utama dalam perkembangan obesitas pada anak-anak. Dorong anak-anak untuk berpartisipasi dalam kegiatan fisik seperti bermain di luar, bersepeda, berenang, atau olahraga lainnya. Batasi waktu yang dihabiskan di depan televisi, komputer, atau perangkat elektronik lainnya. Ajak mereka berjalan kaki atau bersepeda ke sekolah jika memungkinkan. Aktivitas fisik yang cukup membantu membakar kalori berlebih dan menjaga kesehatan tubuh. 4. Jadwalkan Waktu Tidur yang Cukup Kurangnya tidur yang berkualitas pada anak-anak dapat berkontribusi terhadap peningkatan risiko obesitas. Tidur yang cukup penting untuk menjaga keseimbangan hormon yang mengatur nafsu makan dan metabolisme tubuh. Pastikan anak-anak mendapatkan waktu tidur yang memadai sesuai dengan usia mereka. Buat rutinitas tidur yang teratur dan ciptakan lingkungan tidur yang nyaman untuk membantu mereka mendapatkan tidur yang berkualitas. 5. Jadilah Contoh yang Baik Anak-anak cenderung meniru perilaku orang dewasa di sekitar mereka. Oleh karena itu, sebagai orang tua, penting bagi Anda untuk memberikan contoh yang baik dalam pola makan dan gaya hidup. Sebagai orang tua, Anda harus menjadi contoh yang baik dengan menjaga pola makan sehat dan aktif secara teratur. Hindari mengonsumsi makanan yang tidak sehat di depan anak-anak. Bersama-sama, libatkan seluruh keluarga dalam kegiatan fisik seperti berjalan-jalan bersama, bersepeda, atau berenang. Ini akan memberikan motivasi dan menyenangkan bagi anak-anak untuk tetap aktif dan sehat. Selain itu, komunikasi yang baik dengan anak-anak juga penting. Ajarkan mereka tentang pentingnya menjaga kesehatan tubuh dan risiko obesitas. Diskusikan mengenai makanan sehat, manfaat aktivitas fisik, dan pentingnya menjaga berat badan yang sehat. Melibatkan anak-anak dalam proses pengambilan keputusan terkait makanan dan aktivitas fisik dapat memberikan mereka rasa memiliki dan tanggung jawab atas kesehatan mereka sendiri. Terakhir, penting untuk menghindari body shaming atau mengkritik penampilan anak-anak. Fokuslah pada kesehatan secara keseluruhan, bukan hanya pada penampilan fisik. Dorong anak-anak untuk mencintai dan merawat tubuh mereka dengan pola makan yang sehat dan gaya hidup aktif, bukan semata-mata untuk tujuan penurunan berat badan.

Indonesia
| Sabtu, 24 Juni 2023
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5