Mau Beli Motor Pertama? Ini yang Perlu Diperhatikan Pengendara Pemula
Yamaha | Minggu, 30 Agustus 2026
Mau Beli Motor Pertama? Ini yang Perlu Diperhatikan Pengendara Pemula
Yamaha | Minggu, 30 Agustus 2026










Lokal

Berita Sintang, Kalbar - Pifa, Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji menunjuk Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sintang, Yosepha Hasnah sebagai pelaksana harian (Plh) Bupati Sintang. Penugasan tersebut tertuang dalam surat bernomor 131.61/3285/Pem-B. Sintang, Selasa (21/9/2021). Dilansir dari Suara Kalbar penunjukan Plh itu guna menjamin kelancaran penyelenggaraan pemerintahan Kabupaten Sintang setelah Wakil Bupati meninggal sementara Bupati Sintang, Jarot Winarno saat ini juga sedang sakit. Syukur Saleh bagian Prokopim Sekretariat Daerah Kabupaten Sintang mengatakan, saat ini bupati jarot masih menjalankan pemulihan. “Betul, sesuai surat Gubernur Kalbar. Bupati Jarot masih dalam pemulihan,” ungkapnya. Dalam surat yang ditanda tangani Gubernur Kalbar Sutarmidji, tanggal 20 September 2021 ada tiga point penting. Surat tersebut menerangkan berdasarkan Pasal 65 ayat (6) Undang-Undang Nomor 23, Tahun 2014, tentang Pemerintahan Daerah, ditegaskan apabila kepala daerah sedang menjalani masa tahanan atau berhalangan sementara dan tidak ada wakil kepala daerah, maka sekretaris daerah melaksanakan tugas sehari-hari kepala daerah. “Sehubungan dengan hal tersebut di atas, guna menjamin kelancaran penyelenggaraan pemerintahan di Sintang, agar Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang bertugas selaku Pelaksana Harian (Plh) Bupati Sintang sesuai ketentuan Perundang-undangan,” imbuhnya.
Lokal

Berita Lokal, PIFA – PT Well Harvest Winning Alumina Refinery (WHW) sebagai perusahaan pertama pemurnian bauksit menjadi alumina di Indonesia, terus berkomitmen untuk secara berkelanjutan membangkitkan Indonesia dengan memberikan nilai tambah hasil mineral tanah air. Salah satunya, dengan upaya terus mendorong karyawan Indonesia untuk lebih terampil dan ahli teknologi agar bisa menjadi tenaga unggul dalam industri pemurnian di Indonesia. Direktur WHW, Boni Subekti mengatakan, dalam memperingati HUT Republik Indonesia ke-77, WHW terus berkomitmen secara keberlanjutan melaksanakan konsep hilirisasi industri mineral yang memberikan nilai tambah pada hasil mineral Indonesia. “Komitmen kami yang utama dengan menggunakan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) sepenuhnya dalam mengoperasikan pabrik pemurnian di Desa Mekar Utama, Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat,” ujar Boni, Selasa (16/8/2022). Menurut Boni Subekti, WHW terus membuka kesempatan bagi putra putri daerah untuk bergabung dan dikembangkan keahliannya, sehingga terampil dalam bidangnya. “Hingga Juli 2022, putra putri daerah asal Kalbar yang telah bergabung mencapai 2.965 orang, tercatat adanya peningkatan sebanyak 477 orang dari Juli 2021 dengan jumlah 2.488 orang,” jelasnya. Dengan lebih dari 2.500 orang bergabung di WHW, maka secara langsung memberikan dampak ekonomi dengan pemasukan pajak negara dari penghasilan tenaga kerja asal Kalbar. WHW selalu taat dan patuh menjalankan operasional perusahaan sesuai dengan peraturan yang berlaku dan selalu berkomitmen dengan setiap Tenaga Kerja akan dikembangkan keahliannya. Program Transfer of Technology (TOT) atau keahlian alih teknologi terus dilaksanakan berkelanjutan oleh Tenaga Kerja asal Kalbar. Departemen yang terlibat Program ToT mulai dari pabrik pengolahan dan pemurnian alumina, Pembangkit Listrik Tenaga Uap, hingga terminal khusus. Dengan menguasai teknologi Smelter Grade Alumina terbaru, maka diharapkan produktivitas alumina bisa dipertahankan dan ditingkatkan pada tahun mendatang. Boni Subekti mengatakan, sejak pandemi Covid-19 melanda Indonesia, berbagai kebijakan pemerintah terkait pandemi diterbitkan demi melindungi seluruh rakyatnya. Manajemen WHW sangat tunduk dan patuh menjalankan aturan yang menjadi ketentuan dalam mengatasi penyebaran Covid-19 dengan menerapkan kebijakan strategis diantaranya kebijakan untuk memproteksi/melindungi Tenaga Kerja dengan penerapan protokol kesehatan sangat ketat, serta dibarengi dengan kebijakan bagi kesejahteraan Tenaga Kerja. Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Ketapang, Sukirno mengatakan, keberadaan WHW memberikan dampak positif bagi penyerapan tenaga kerja asal Kalbar, khususnya Kabupaten Ketapang. Komitmen perusahaan dalam mengapresiasi dan membayar penghasilan karyawan sudah teruji dengan tidak pernah telat membayar gaji karyawan, meski krisis ekonomi melanda dunia akibat dampak pandemi Covid-19. “WHW sangat peduli dengan karyawannya dan perusahaan selalu tunduk dan patuh menjalankan aturan dan ketentuan ketenagakerjaan. WHW berkontribusi nyata terhadap Produk Domestik Bruto Daerah sebesar 13,34 persen,” tegasnya. (ap)
Lokal

PIFA.CO.ID, LOKAL - Aksi tawuran anak remaja menggunakan sajam terus terjadi di Kota Pontianak. Disamping kepolisian yang terus melakukan pencegahan dan penindakan, Wakil Ketua DPRD Kota Pontianak, Bebby Nailufa meminta Pemkot untuk segera memberlakukan jam malam anak, Kamis 30 Januari 2025.Menurut Bebby Nailufa, sebelum jam malam telah disuarakan atau diusulkan oleh KPAD Kota Pontianak untuk segera diberlakukan, yakni dengan merevisi Perda Ketertiban Umum, yakni penambahan aturan/pasal terkait jam malam."Sudah diusulkan KPAD, jangan menunggu inisiatif dewan lagi. Harusnya Pemkot mendorong agar segera untuk merevisi Perda Ketertiban Umum," ucap Bebby."Hal-hal seperti ini harus cepat ditanggapi Pemerintah Kita Pontianak maupun dinas terkait," sambung legislator partai Golkar tersebut.Lanjut Bebby, sedangkan untuk sanksi, Bebby berharap dari pihak Dinas Pendidikan maupun pihak sekolah dapat memberikan hal tersebut dalam artian turut mengawasi dan memberikan sanksi sesuai dengan aturan yang ada di sekolah maupun di dinas pendidikan atas persoalan anak remaja ataupun pelajar apabila sudah membuat resah (tawuran,red)."Di luar jam sekolah anak-anak harus terpantau. Fungsi guru tidak hanya menjadi pengajar tapi juga pendidik. Sehingga penilaian tidak hanya meningkatkan nilai tapi akhlak/budi pekerti dalam pergaulan menjadi pertimbangan dalam memberikan nilai," jelas Bebby.Ditambahkan Bebby, tentunya Kementerian pendidikan pada Kabinet saat ini akan merubah skala prioritas, yakni sistem yang dibentuk akan menciptakan peserta didik yang tidak hanya cerdas melainkan juga memperhatikan mental dan emosional peserta didik.