Mehdi Taremi Sebut Piala Dunia 2026 Seperti Bencana bagi Timnas Iran
Sports | Selasa, 16 Juni 2026
Kapten Iran national football team, Mehdi Taremi, melontarkan kritik keras terhadap situasi yang dihadapi timnya selama menjalani 2026 FIFA World Cup. Taremi bahkan menyebut turnamen tersebut terasa seperti "bencana" bagi Iran.
Iran harus menjalani kondisi yang tidak dialami sebagian besar peserta lainnya. Selama turnamen berlangsung, Team Melli terpaksa bolak-balik antara Meksiko dan Amerika Serikat akibat pembatasan visa serta penolakan izin tinggal di wilayah AS.
Akibat situasi tersebut, para pemain Iran tidak bisa menjalani proses pemulihan secara normal setelah pertandingan. Usai menghadapi New Zealand national football team pada fase grup, skuad Iran langsung diwajibkan meninggalkan Amerika Serikat dan kembali ke markas mereka di Tijuana, Meksiko.
"Sebenarnya semuanya seperti bencana bagi kami," ujar Taremi.
Penyerang berusia 33 tahun itu menilai kondisi yang dialami Iran tidak ideal untuk sebuah ajang sepak bola terbesar di dunia. Menurutnya, jadwal perjalanan yang padat dan persoalan administrasi telah menambah beban fisik maupun mental para pemain.
"Saya pikir itu tidak bagus untuk sepak bola. Di Piala Dunia, Anda harus mempersiapkan diri dengan baik untuk pertandingan berikutnya, dan itu memberikan banyak tekanan kepada pemain, staf, dan semuanya," kata Taremi.
Ia juga menyoroti minimnya dukungan yang dapat dibawa delegasi Iran ke turnamen. Taremi menyebut timnya datang ke Amerika Serikat tanpa sejumlah personel penting seperti petugas media, analis, hingga ketua federasi.
"Kami tidak memiliki dukungan itu, dan saya pikir FIFA harus membantu kami lebih dari ini. Mari kita lihat apa yang akan terjadi pada masa yang akan datang," ujarnya.
Taremi mengaku kecewa karena timnya tidak diberi waktu tambahan untuk beristirahat setelah pertandingan. Menurutnya, agenda pemulihan yang telah direncanakan harus berubah karena kewajiban segera kembali ke Meksiko.
"Seharusnya besok pagi pemulihan, dan kemudian kembali ke Tijuana, kemudian kembali lagi ke LA, tetapi sekarang kami harus kembali," kata Taremi.
Keluhan serupa disampaikan gelandang Iran, Mohammad Mohebi. Ia menilai jadwal perjalanan yang melelahkan berpotensi berdampak langsung terhadap kondisi fisik para pemain.
"Kemarin kami datang, memulai perjalanan pagi hari, dan kami tiba sore hari, dan kami langsung latihan, kami lelah."
"Saya pikir seharusnya kami datang ke sini dua hari sebelum pertandingan. Kesepakatan seperti ini, menurut saya tidak adil, kami akan kelelahan, hamstring, punggung, otot gluteal," lanjut Mohebi.
Situasi yang dihadapi Iran menjadikan mereka salah satu tim dengan tantangan nonteknis paling berat di Piala Dunia 2026. Selain harus bersaing di lapangan, para pemain juga dipaksa menghadapi perjalanan lintas negara yang menguras energi sepanjang turnamen.



















