Menangi Race dan Pimpin Klasemen, Modal Positif Yamaha Awali Kejurnas Mandalika Racing Series 2026

Menangi Race dan Pimpin Klasemen, Modal Positif Yamaha Awali Kejurnas Mandalika Racing Series 2026

Berandascoped-by-BerandaTeknologiscoped-by-TeknologiMenangi Race dan Pimpin Klasemen, Modal Positif Yamaha Awali Kejurnas Mandalika Racing Series 2026

Menangi Race dan Pimpin Klasemen, Modal Positif Yamaha Awali Kejurnas Mandalika Racing Series 2026

Yamaha | Senin, 4 Mei 2026

Pembalap-pembalap Yamaha berhasil memenangi race dan memimpin klasemen sementara Kejurnas Mandalika Racing Series setelah selesai digelar seri 1 di sirkuit internasional Mandalika, 25-26 April 2026. Fadli Rigani, Rendi Oding dan M.Abid Ashar Musyafa tampil menonjol di kelas yang diikuti hingga dapat memuncaki standing point. Pencapaian ini menjadi awal yang baik menjalani Kejurnas Mandalika Racing Series musim ini.

”Seri perdana Kejurnas Mandalika Racing Series 2026 ini berjalan positif buat Yamaha. Kami mampu memuncaki klasemen setelah merebut kemenangan race dan podium di kelas utama dan supporting. Tim dan pembalap telah bekerja keras untuk mencapai hasil optimal. Ajang ini juga bagus sebagai wadah pembinaan dan menambah pengalaman rider muda. Kami harapkan akan improve lagi pada seri-seri berikutnya,” ungkap Wahyu Rusmayadi, Manager Motorsport PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM).

Rider Yamaha menguasai kelas National Sport 150cc, Junior Sport 250cc U-18 dan Underbone 150cc. Duo tim Yamaha LFN HP969 RCB UMA SSS KoizumiI Trastar Cargloss, Fadli Rigani dan Fahmi Basam, bergantian finish pertama di kelas national Sport 150cc menggunakan Yamaha YZF-R15. Race 1 dan superpole race dimenangi Fahmi Basam, sedangkan Fadli Rigani konsisten naik podium memenangi race 2, podium 3 race 1 dan podium 2 superpole race. Fadli Rigani menduduki posisi 1 klasemen, disusul Aldiaz Aqsal Ismaya (Yamaha Yamalube Nolimit MCR Adelin RBT34 The Strokes 55) yang sukses meraih podium 2 race 1 dan podium 3 race 2. Di posisi 3 klasemen ditempati oleh Fahmi Basam.

”Senang sekali dengan hasil seri 1 Kejurnas Mandalika Racing Series karena saya bisa menjuarai race dan podium. Support tim dan set up motor R15 yang sesuai membuat saya bisa balapan dengan maksimal. Ini jadi modal positif agar performa saya tetap bagus pada lanjutan seri kompetisi ini,” papar Fadli Rigani.

Di kategori lainnya, rider binaan Yamaha Racing Indonesia berhasil naik podium di kelas National Sport 600cc dan National Sport 250cc. M Faerozi (Yamaha Pikoli Global Ondolomon DRS) bersama Yamaha YZF-R6 finish ke-2 race 1 dan superpole race kelas National Sport 600cc. Dia ada di posisi 3 klasemen. Penampilan mumpuni juga diperlihatkan Candra Hermawan (Yamaha Yamalube SCM Grup Aditama NHK STSJ RK RBT34 GDT Berau) yang konsisten podium 3 race 1, superpole race dan race 2 kelas National Sport 250cc menggeber Yamaha YZF-R3. Hasil ini mengantarkannya di peringkat 2 klasemen.

”Saya berupaya semaksimal mungkin dan mencapai hasil baik untuk membuka musim Kejurnas Mandalika Racing Series ini. Pencapaian ini menggembirakan dan saya berharap hasilnya meningkat di putaran selanjutnya. Saat ini saya ada dalam kondisi terbaik, setelah perolehan podium di seri 1 ARRC Sepang lalu dapat tampil bagus di kejurnas ini,” tutur Candra Hermawan.

Arai Agaska yang musim ini balapan di World Sportbike, ikut bertarung di kelas National Sport 600cc sebagai kesempatan baginya berlatih dengan big bike. Bergabung dengan tim Yamaha Nitiracing Pikoli DRS Dynavolt RCB AHRS HDS Racing, dia finish ke-5 race 1 lalu ke-4 superpole race dan DNF race 2 yang membawanya berada di urutan 5 klasemen sementara.

Di kelas supporting baru Junior Sport 250 U-18, M. Abid Ashar Musyafa yang menggeber Yamaha YZF-R3, tampil superior menyapu bersih posisi 1 mulai dari kualifikasi hingga race 1 dan race 2. Rider tim Yamaha Nitiracing DRS35 Pikoli Dynavolt RCB KYT itu menunjukkan skill terbaik dalam persaingan dengan pembalap-pembalap lainnya.

Hasil di kelas Underbone 150cc menjadi pembuktian dominasi Yamaha yang menempatkan rider di 4 besar teratas klasemen. Memakai Yamaha MX King 150, Rendi Oding (AS Tuan Muda PRK The Strokes 55) di posisi teratas, diikuti oleh Fadli Rigani (Yamaha LFN HP969 RCB UMA SSS KoizumiI Trastar Cargloss), Dimas Juliatmoko (Bintang Mandiri Aceh RMP Racetech RCB Racing Team) dan M Jordan Badaru (Yamaha Yamalube Nolimit MCR Adelin RBT34 The Strokes 55).

 


Rekomendasi

Foto: Dusan Vlahovic Abaikan Tawaran Menggiurkan dari Al Nassr, Tetap Setia di Juventus | Pifa Net

Dusan Vlahovic Abaikan Tawaran Menggiurkan dari Al Nassr, Tetap Setia di Juventus

Italia
| Rabu, 29 Januari 2025
Foto: Jokowi Bantah Kirim Utusan ke PDIP Agar Tak Dipecat sebagai Kader | Pifa Net

Jokowi Bantah Kirim Utusan ke PDIP Agar Tak Dipecat sebagai Kader

Indonesia
| Sabtu, 15 Maret 2025
Foto: AI China DeepSeek Picu Kekhawatiran Bisnis Teknologi AS, Nvidia Rugi US$593 Miliar dalam Sehari | Pifa Net

AI China DeepSeek Picu Kekhawatiran Bisnis Teknologi AS, Nvidia Rugi US$593 Miliar dalam Sehari

China
| Selasa, 28 Januari 2025
Foto: Liverpool Berpeluang Kantongi Bonus Besar dari Nike jika Juara Liga Inggris | Pifa Net

Liverpool Berpeluang Kantongi Bonus Besar dari Nike jika Juara Liga Inggris

Inggris
| Selasa, 25 Februari 2025
Foto: Tunjukkan Komitmen Terhadap Kendaraan Ramah Lingkungan, Yamaha Masuki Fase Studi Kendaraan Listrik dengan Sistem Swap Battery | Pifa Net

Tunjukkan Komitmen Terhadap Kendaraan Ramah Lingkungan, Yamaha Masuki Fase Studi Kendaraan Listrik dengan Sistem Swap Battery

Otomotif
| Jumat, 12 September 2025
Foto: Pencapaian Cemerlang di Misano, Aldi Satya Mahendra Bidik Hasil Lebih Baik di World Supersport 2025 | Pifa Net

Pencapaian Cemerlang di Misano, Aldi Satya Mahendra Bidik Hasil Lebih Baik di World Supersport 2025

Otomotif
| Sabtu, 14 Juni 2025
Foto: Warga Kubu Raya Alami Luka Serius, Polisi Selidiki Penyebab Ledakan Gas Balon Rakitan | Pifa Net

Warga Kubu Raya Alami Luka Serius, Polisi Selidiki Penyebab Ledakan Gas Balon Rakitan

Kubu Raya
| Kamis, 22 Mei 2025
Foto: Mitra SPPG di Pontianak Pastikan Menu Makan Bergizi Gratis Aman Dikonsumsi Siswa | Pifa Net

Mitra SPPG di Pontianak Pastikan Menu Makan Bergizi Gratis Aman Dikonsumsi Siswa

Pontianak
| Selasa, 21 Januari 2025
Foto: Jenggot Naga Jadi Rebutan Penonton Cap Go Meh di Pontianak, Ini Maknanya | Pifa Net

Jenggot Naga Jadi Rebutan Penonton Cap Go Meh di Pontianak, Ini Maknanya

Pontianak
| Senin, 10 Februari 2025
Foto: KemenPPPA Minta Polisi Hukum Berat Pelaku Kekerasan Seksual terhadap Anak di Sanggau | Pifa Net

KemenPPPA Minta Polisi Hukum Berat Pelaku Kekerasan Seksual terhadap Anak di Sanggau

Sanggau
| Sabtu, 4 Januari 2025

Berita Terkait

Lokal

Foto: Sat Resnarkoba Polres Singkawang Musnahkan Barang Bukti Narkoba | Pifa Net

Sat Resnarkoba Polres Singkawang Musnahkan Barang Bukti Narkoba

Berita Singkawang, Kalbar - Pifa, Polres Singkawang melakukan kegiatan pemusnahan barang bukti Narkotika hasil pengungkapan kasus oleh  Satresnarkoba Polres Singkawang dan telah mempunyai ketetapan status barang sitaan Narkotika dari Kejaksaan Negeri Singkawang. Rabu (22/9/2021). Pemusnahan barang bukti di pimpin oleh Kapolres Singkawang AKBP Prasetiyo Adhi Wibowo, S.I.K., M.H., yang diwakili oleh Waka Polres Singkawang Kompol Haryanto, S.H. Haryanto  menjelaskan bahwa Barang bukti yang di musnahkan dari tersangka inisial M Alias B adalah 34  paket kantong plastik klip berisikan diduga Narkotika jenis sabu, dengan berat bersih 32,97 gram. Barang bukti yang di lakukan pengujian ke balai POM sebanyak satu kantong plastik klip berisi diduga Narkotika jenis sabu dengan berat bersih 0,1 gram. Barang bukti yang akan dihadirkan ke persidangan sebanyak satu kantong plastik klip berisi diduga narkotika jenis sabu dengan berat bersih 1 gram. Barang bukti yang di musnahkan 34  paket plastik klip berisikan diduga Narkotika jenis sabu, dengan berat bersih 31,87 gram. Sedangkan Barang bukti Narkotika dari tersangka Inisial UZ alias Z adalah barang bukti yang di sita sebanyak tiga paket kantong plastik klip berisikan diduga Narkotika jenis sabu, dengan berat bersih 118,01 gram. Barang bukti yang di lakukan pengujian di balai POM sebanyak 1 (satu) kantong plastik klip berisi diduga narkotika jenis sabu dengan berat bersih 0,1 gram. Barang bukti yang akan di hadirkan di persidangan sebanyak satu kantong plastik klip berisi diduga Narkotika jenis sabu dengan berat bersih 1 gram. Barang bukti yang di musnahkan sebanyak tiga paket kantong plastik klip berisikan diduga Narkotika jenis sabu, dengan berat bersih 116,91 gram.  Sehingga  total barang bukti yang di musnahkan dari ke 2 Laporan Polisi adalah Narkotika jenis Sabu, dengan berat bersih 148,78 gram. Adapun proses pemusnahan barang bukti Narkotika dengan cara, membuka segel dan diambil sebagian untuk dilakukan pengetesan dengan menggunakan TestKit dan didapatkan hasil posiitif (+) mengandung Methaphetamin, selanjutnya dimasukkan kedalam ember / bak plastik yang telah di campur dengan racun rumput dan di aduk sampai larut, selanjutnya dibuang di septic tank. Hadir dalam acara kegiatan Pemusnahan barang bukti Narkotika hasil pengungkapan kasus oleh Satresnarkoba Polres Singkawang tersebut adalah Kapolres Singkawang yang diwakili oleh Waka Polres Singkawang Kompol. Haryanto, S.H., Kepala Kejaksaan Negeri Singkawang yang di wakili Kasi Barang Bukti, Kepala BNN Kota Singkawang, Kasubag Humas Polres Singkawang, Kasat Resnarkoba Polres Singkawang, Kasi Propam Polres Singkawang, Advokat / Penasehat Hukum Tersangka, Para Penyidik/Penyidik Pembantu Satresnarkoba Polres Singkawang serta Wartawan media cetak dan elektronik.

Singkawang
| Kamis, 23 September 2021

Pifabiz

Foto: Sinopsis The Potato Lab: Drama Comeback Kang Tae Oh yang Dinanti Penggemar | Pifa Net

Sinopsis The Potato Lab: Drama Comeback Kang Tae Oh yang Dinanti Penggemar

PIFAbiz - Drama Korea terbaru, The Potato Lab, akhirnya resmi tayang perdana pada Sabtu (1/3/2025) malam di tvN. Drama bergenre komedi romantis ini menjadi sorotan utama karena menandai comeback aktor Kang Tae Oh setelah menyelesaikan wajib militernya. Penggemar yang telah lama menunggu kehadiran bintang Extraordinary Attorney Woo ini pun menyambut dengan antusias.Kang Tae Oh Kembali ke Layar KacaKang Tae Oh mencapai puncak popularitasnya berkat perannya sebagai Lee Jun Ho dalam Extraordinary Attorney Woo (2022). Namun, di tengah kepopulerannya, ia harus meninggalkan dunia hiburan sementara waktu untuk menjalani wajib militer. Kini, setelah tiga tahun, ia kembali dengan The Potato Lab, drama yang menurutnya memberikan nuansa hangat dan menyembuhkan."Ketika pertama kali membaca naskah The Potato Lab, aku merasakan vibes yang hangat dan menyembuhkan. Aku pikir ini akan menjadi drama yang hebat untuk comeback. Aku memilih The Potato Lab karena merasa drama ini akan menciptakan kenangan yang luar biasa," ungkap Kang Tae Oh dalam wawancara dengan Soompi.Sinopsis The Potato LabThe Potato Lab berlatar di sebuah lembaga penelitian kentang yang terletak di pedesaan. Drama ini mengikuti kisah Kim Mi Kyeong (diperankan oleh Lee Sun Bin), seorang peneliti kentang yang berdedikasi, dan So Baek Ho (diperankan oleh Kang Tae Oh), bos baru lembaga tersebut yang juga merupakan pemimpin perusahaan ritel ternama.Kehadiran So Baek Ho mengacaukan ketenangan lembaga penelitian yang selama ini damai. Dalam episode pertama, ia tiba-tiba datang untuk melakukan inspeksi mendadak yang membuat suasana menjadi ricuh. Interaksi antara Mi Kyeong dan Baek Ho yang penuh dengan perdebatan namun memiliki daya tarik romantis menjadi salah satu daya tarik utama drama ini.Selain berfokus pada kisah cinta para tokoh utamanya, The Potato Lab juga menampilkan dinamika karyawan di lembaga penelitian tersebut dengan bumbu komedi yang menghibur. Dengan alur yang ringan dan menghangatkan hati, drama ini menjadi pilihan sempurna untuk menemani waktu santai, terutama bagi yang mencari tontonan menyenangkan di bulan Ramadan.Chemistry Kang Tae Oh dan Lee Sun BinDalam drama ini, Kang Tae Oh beradu akting dengan Lee Sun Bin, aktris yang dikenal melalui perannya dalam Work Later, Drink Now dan Boyhood. Chemistry mereka sebagai dua karakter yang sering bertengkar namun memiliki ketertarikan tersembunyi menjadi daya tarik tersendiri bagi penonton.Tak hanya itu, The Potato Lab juga menampilkan Lee Hak Joo sebagai Park Ki Se, mantan pacar Kim Mi Kyeong yang bekerja di perusahaan ritel yang sama dengan So Baek Ho. Aktris Kim Ga Eun juga turut berperan sebagai Lee Ong Joo, seorang penulis terkenal sekaligus sahabat Mi Kyeong.Jadwal Tayang dan Platform StreamingEpisode terbaru The Potato Lab dapat disaksikan setiap Sabtu dan Minggu pukul 21.20 KST di tvN. Bagi penonton internasional, drama ini juga tersedia secara legal dengan subtitle Bahasa Indonesia di Netflix.Dengan alur yang menarik serta akting memukau dari para pemerannya, The Potato Lab diprediksi menjadi salah satu drama Korea yang paling dinantikan di tahun 2025. Jadi, jangan lewatkan kisah romansa dan komedi seru dari drama ini!

Indonesia
| Selasa, 4 Maret 2025

Sports

Foto: Serba-serbi Olimpiade Paris 2024, Upacara Pembukaan Dikritik hingga Kasur dari Kardus | Pifa Net

Serba-serbi Olimpiade Paris 2024, Upacara Pembukaan Dikritik hingga Kasur dari Kardus

PIFA, Sports - Olimpiade Paris 2024 resmi dibuka pada Sabtu (27/7). Kemeriahan upacara pembukaan mendapat sorotan dunia. Mulai dari pawai atlet yang siap bertanding hingga pertunjukan dari sejumlah artis mengisi acara. Hanya saja upacara pembukaan itu turut diikuti banyak kritik lantaran penampilan yang ditunjukkan. Misalnya saja penampilan menyerupai lukisan The Last Supper oleh Leonardo Da Vinci yang ditampilkan oleh para drag queen. Tak terbatas pada upacara pembukaan saja, masih ada hal menarik lainnya dari Olimpiade Paris 2024 walaupun baru saja dimulai. Berikut rekapnya. 1. Penampilan “The Last Supper”  Pada upacara pembukaan, sebuah penampilan oleh drag queens membawakan parodi yang disebut mirip lukisan The Last Supper karya Leonardo Da Vinci. Parodi ini seketika tuai kritikan publik, terutama penganut agama Kristen dan Katolik yang merasa tersinggung. Pasalnya, lukisan The Last Supper terinspirasi dari Perjamuan Malam Terakhir yang terdapat dalam Alkitab. Kabar terbaru terkait hal ini, panitia upacara pembukaan Olimpiade Paris memberikan klarifikasi serta permintaan maaf atas kesalahpahaman yang terjadi. Melalui akun X, pihak panitia menyampaikan bahwa parodi tersebut dimaksudkan untuk menginterpretasi Dionisius dan meningkatkan kesadaran akan “tentang absurditas kekerasan antar manusia”.  2. Korea Selatan Disebut Korea Utara Hal menarik juga terdapat saat acara pawai. Saat kontingen Korea Selatan melintas di Sungai Seine menggunakan kapal ferry, ada kesalahan penyebutan nama negara. Korea Selatan diperkenalkan sebagai "Democratic People's Republic of Korea" yang merupakan nama resmi dari Korea Utara. Saat kontingen dari Korea Utara melintas, nama ini kembali disebutkan dengan benar. Walaupun begitu, pada siaran yang ditampilkan, subtitle menunjukan nama negara dengan benar.  3. Tempat Tidur Atlet Kasur atlet yang bertanding di Olimpiade Paris 2024 terbuat dari cardboard atau kardus. Tempat tidur ini pun langsung menuai perhatian. Panitia menggunakan kardus sebagai bahan pembuatan agar lebih ramah lingkungan karena dapat didaur ulang saat sudah tidak dipakai.  Kabar yang beredar bahwa kasur ini bertujuan agar atlet tidak berhubungan intim karena tidak kuat menampung dua orang merupakan hal yang salah. Kasur ini cukup kokoh karena dapat menahan beban hingga 440 pound (199 kilogram).  4. Cabor Baru Bernama “Breaking” Olimpiade Paris menjadi debut bagi cabor baru, “breaking”. Breaking sendiri merupakan gaya menari urban yang berasal dari budaya hip-hop. Kompetisi ini akan dibagi menjadi dua kategori, yaitu laki-laki dan perempuan. Breaking akan diadakan pada tanggal 9-10 Agustus di Paris–setelah sebelumnya berhasil diadakan pada Summer Youth Olympic Games di Buenos Aires pada tahun 2018. 5. Surfing Lomba di Tahiti Meskipun menggunakan nama “Paris”, faktanya olimpiade ini diadakan di 16 kota berbeda di seluruh Prancis–karena Paris hanya berperan sebagai kota tuan rumah utama. Cabang olahraga (cabor) paling unik jatuh pada berselancar. Cabor ini akan dilaksanakan di Tahiti–salah satu pulau di polinesia Prancis–yang berjarak 15.000 km dari Paris. Karenanya, tempat ini akan memecahkan rekor “kompetisi medali terjauh yang diselenggarakan di luar kota tuan rumah Olimpiade”. Wilayah ini terkenal dengan ombak legendarisnya, Teahupo'o. (ly)

Paris
| Senin, 29 Juli 2024
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5