Mengenal Riding Mode Yamaha NMAX Tech MAX, Beda Fungsi T-Mode dan S-Mode
Yamaha | Minggu, 30 Agustus 2026
Mengenal Riding Mode Yamaha NMAX Tech MAX, Beda Fungsi T-Mode dan S-Mode
Yamaha | Minggu, 30 Agustus 2026










Lokal

Berita Pontianak, PIFA- Keluarga Mahasiswa Ilmu Tanah (KAMIHITA) Universitas Tanjungpura Pontianak, menggelar aksi dalam rangka menyambut peringatan Hari Tanah Sedunia, yang biasa di peringati tanggal 5 Desember. Aksi ini berlangsung di Tugu Digulis, Sabtu (04/12/2021). Dalam Aksi ini ada berberapa rangkaian kegiatan, diantaranya Orasi menyampaikan pendapat, aksi simbolis cap tangan dengan tanah, dan membagikan bibit pohon kepada pengguna jalan. Dandi Kristino, selaku ketua umum KAMAHITA Untan mengatakan, aksi ini merupakan rangkaian aksi menyamput Hari Tanah Sedunia, yang diperingati besok tanggal 5 Desember. “Hari ini aksi yang kami lakukan dalam rangka menyambut peringatan Hari Tanah Sedunia atau yang biasa disebut Word Soil Day, biasanya diperingati pada tanggal 5 Desember besok,” sampainya. Dedi menjelaskan, aksi ini dipercepat satu hari karena melambangkan semangat kami, khususnya dari kami selaku KAMIHITA Untan dan menyampaikan bahwa pentingnya masyarakat menyadari peringatan Hari Tanah. “ Kami melakukan aksi, lebih dulu dari peringatan harinya agar masyarakat tau, sebagai bentuk penyadaran kami kepada masyarakat pentingnya menjaga tanah,” ucapnya. Dedi menyampaikan ditengah deforestasi dan kerusakan lingkungan yang terjadi, kesadaran kita sebagai masyarakat akan pentingnya menjaga tanah sangat diperlukan. “Kita tahu sekarang alam kita mengalami deforestasi besar-besaran, untuk saat ini kita sama-sama menyelamatkan Tanah ini dengan melakukan reboisasi, makanya kami membagikan pohon pada masyarakat untuk menanamkan khususnya di lahan-lahan yang kosong,” jelasnya. Dedi juga mengajak seluruh masyarakat untuk peduli menjaga tanah dan lingkungan dengan berbagai cara. “Khususnya Kami selaku KAMIHITA Untan mengharapkan dan mengajak semua masyarakat Kalimantan Barat, untuk selalu menjaga tanah salah satunya dengan cara menanam pohon,” tutupnya.
Lokal

Berita Kubu Raya, PIFA - Wakil Bupati Kubu Raya Sujiwo membuka secara resmi kompetisi bola voli antar desa se-Kubu Raya Teluk Kapuas Cup, Minggu (25/10) malam. Turnamen yang diikuti sebanyak 39 tim putra dan 19 tim putri itu digelar di Gang Mandiri 6, Desa Teluk Kapuas, Kecamatan Sungai Raya. Menurut Sujiwo, turnamen ini dapat mengobati kerinduan masyarakat akan ajang olahraga setelah sekian lama terhenti karena pandemi Covid-19. "Pertama, tentu saya berterima kasih atas undangan ini. Saya berpendapat, kejuaraan ini bisa menjadi obat saat pandemi. Sekian lama kita tidak bisa mengadakan event olahraga karena pandemi, akhirnya sekarang boleh karena kita sudah memasuki zona yang cenderung aman," ujarnya. Ia kemudian berharap, turnamen bola voli Teluk Kapuas Cup ini tidak sekadar menjadi tontonan masyarakat dan sebagai ajang silaturahmi antar atlet. Beliau ingin agar, kejuaraan tersebut dapat melahirkan atlet-atlet handal yang mampu membawa harum nama daerah di ajang olahraga nasional. "Secara nasional, prestasi olahraga kita itu agak menyedihkan. Di PON XX Papua kemarin ini saja, kita cuma mampu bertengger di urutan 25 dengan tiga emas, lima perak, dan enam perunggu. Saya berpikir mungkin salah satu solusi agar prestasi olahraga kita itu meningkat, ya dengan memperbanyak kompetisi seperti halnya Teluk Kapuas Cup ini. Nah, mudah-mudahan dari ajang ini lahir atlet-atlet berkualitas yang mampu mengharumkan nama Kubu Raya hingga nasional," katanya.
Pifabiz

PIFAbiz – Penyanyi dan penulis lagu asal Amerika Serikat, Adele, mengungkapkan bahwa peristiwa patah hati menjadi sumber inspirasi utama di balik lagu-lagu dalam album debutnya, “19”. Namun kini, ia mengaku telah lupa siapa pria yang menginspirasi karya tersebut. “Album pertamaku itu kebanyakan ceritanya tentang satu orang juga, tapi bukan orang yang sama yang aku ceritakan di album ‘21’, tapi aku lupa namanya,” ujar Adele dalam sebuah klip yang kembali viral secara daring, dikutip dari Parade dan AOL, Senin (20/10/2025). Adele mengakui bahwa pengalaman pahit yang melahirkan lagu-lagu di “19” sempat membuat emosinya naik turun. Namun, perasaan serupa justru terulang saat ia menulis album keduanya, “21”. “Dulu aku merasa, ‘Ya ampun... aku tidak pernah sesakit hati itu seumur hidupku...’ Lalu, di album 21, aku mengalaminya lagi,” ucapnya. Menurut Adele, proses pembuatan “21” menjadi salah satu yang paling dramatis sepanjang kariernya, karena setiap lirik ditulis secara jujur dari hati. Meski begitu, album debutnya “19” yang dirilis pada Januari 2008 lebih dulu mendongkrak popularitas sang diva. Album “19” berhasil menduduki posisi puncak tangga lagu di Britania Raya dan masuk 10 besar di 15 negara lainnya, termasuk Amerika Serikat. Hingga kini, album tersebut telah terjual lebih dari 8,5 juta kopi di seluruh dunia dan menjadi salah satu album terlaris abad ke-21 di Inggris. Dua singel hits dari album itu, “Chasing Pavements” dan “Make You Feel My Love”, sukses menembus sepuluh besar tangga lagu di Inggris. Keberhasilan besar tersebut juga mengantarkan Adele meraih penghargaan Artis Pendatang Baru Terbaik di ajang Grammy Awards 2009.