Menjelajahi Ragam Kuliner Khas Kalimantan Barat yang Kaya Rasa dan Budaya
Kalbar | Rabu, 14 Januari 2026
Menjelajahi Ragam Kuliner Khas Kalimantan Barat yang Kaya Rasa dan Budaya
Kalbar | Rabu, 14 Januari 2026










Lokal

Berita Pontianak, PIFA - Aliansi Aksi Kamisan Kota Pontianak menggelar aksi yang ke 30, dalam ranggka memperingati Hari Anti Korupsi tanggal 9 Desember, dan menyambut Hari HAM Internasional tanggal 10 Desember. Aksi yang dilakukan secara damai dan tertib dengan menerapkan protokol kesehatan, serta tidak mengganggu aktivitas umum ini, dilaksanakan sekitaran Taman Digulis Untan, pada Kamis (09/12/2021). Fikri Selaku Koordinator Aksi Kamisan ke 30 dalam rilisnya yang diterima oleh PIFA menyampaikan, bahwa isu yang disuarakan adalah isu Korupsi dan HAM di Kalbar dan Nasional yang berkaitan dengan beberapa aspek, mulai dari permasalahan lingkungan dan SDA di Kalbar, kebebasan berkeyakinan, pelanggaran HAM, kriminalisasi aktivis, reforma agraria, dan UU Cipta kerja. Berikut ini rilis siaran pers aksi kamisan yang ke 30 di Kota Pontianak Peringatan Hari Antikorupsi (9/12) dan Hak Asasi Manusia Internasional (10/12) menjadi momentum untuk melihat kembali serangkaian peristiwa yang terjadi di Indonesia, khususnya Kalimantan Barat terutama yang berkaitan dengan isu pelanggaran Hak Asasi Manusia yang diakibatkan korupsi SDA, aksi kelompok intoleran, dan represi pada aktivis yang aktif bersuara. Hal-hal ini menyebabkan berbagai ketidakadilan. Bertepatan dengan dua peringatan penting di atas, kamis (9/12) Aksi Kamisan Pontianak bersama kelompok anak muda yang berasal dari berbagai organisasi dan masyarakat sipil di Pontianak melakukan aksi damai untuk menyuarakan berbagai isu sosial, menyoroti kebijakan yang melahirkan sistem yang tidak pro terhadap kepentingan kesejahteraan rakyat. Masyarakat Indonesia mengalami penyempitan ruang kebebasan berekspresi, terancamnya hak-hak minoritas, kebebasan beragama dan berkeyakinan yang semakin terancam, isu kemanusiaan di Papua, serta masalah sosial lainnya. Berbagai kebijakan mengabaikan perlindungan ekologi mengakibatkan peristiwa yang mengancam lingkungan hidup, seperti banjir yang melanda Sintang, Melawi, Sanggau, Sekadau. Semua ini dilakukan untuk mempermudah investasi dan di-glorifikasi negara. Tanpa mempertimbangkan kerugian besar yaitu percepatan kehancuran ekologis dan merusak keharmonisan segala bentuk kehidupan yang hidup di atasnya. Banjir tidak bisa dilihat sebagai bencana alam semata. Namun, juga dari tata kelola ruang dan perlindungan sumber daya alam yang buruk. Secara masif dan eksploitatif negara memberi ijin pada perusahaan-perusahaan ekstraktif dan perkebunan monokultur. Dengan demikian, hak kelola masyarakat juga semakin hilang, bahkan berujung pada penangkapan warga oleh aparat. Satu di antaranya terjadi di dusun Sebalos, Kalbar karena menolak perusahaan Sawit di tanah adat. Permasalahan lain yang perlu disoroti adalah menyempitnya ruang kebebasan berekspresi dan berpendapat. Peretasan dan peristiwa teror diterima aktivis, mahasiswa, akademisi yang aktif menyuarakan kritikan terhadap pemerintah atas berbagai kebijakan yang merugikan rakyat dengan melemahkan lembaga pemberantas korupsi. Rakyat membutuhkan ruang aman untuk menyampaikan pendapat sebagai hak yang dijamin oleh konstitusi di Indonesia, sebagai negara demokrasi. Pelanggaran terhadap Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan juga masih terjadi di Kalbar dimana sejumlah kelompok intoleran merobohkan masjid Ahmadiyah di Sintang pada September lalu. Padahal negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan beribadah menurut agama dan kepercayaannya yang tertuang dalam UUD 1945 pasal 29 ayat (2). Berdasarkan ini, anak-anak muda di Kalbar mewakili individu, komunitas dan organisasi yang tergabung dalam Aksi Kamisan Pontianak akan melakukan aksi damai. Berdasarkan penjelasan di atas, kami dari Aksi Kamisan Pontianak menyatakan sikap :: Mendesak pemerintah pusat dan daerah melakukan pengawasan dan evaluasi perizinan perkebunan pertambangan di Kalimantan Barat, serta hentikan perusakan hutan dan lahan atas nama pembangunan di Indonesia. Mendesak pemerintah daerah untuk menciptakan Kalbar yang lebih inklusif dengan menghentikan persekusi terhadap kelompok minoritas. Hentikan kriminalisasi dan teror terhadap aktivis di Indonesia. Hentikan pembunuhan terhadap masyarakat sipil di Papua, tarik militer dari Papua, bebaskan tahanan politik Papua tanpa syarat. Hentikan segala bentuk perampasan tanah rakyat dan laksanakan reforma agraria serta disahkannya RUU Masyarakat Adat Menagih janji pemerintah guna mengusut tuntas kasus pelanggaran HAM dan aktor intelektual yang terlibat. Mendesak pemerintah untuk mencabut UU Cipta Kerja yang inkonstitusional.
Sports

PIFA, Sports - Juventus memulai musim baru dengan performa yang mengesankan di Udine, saat mereka mengangkat tirai pertandingan untuk musim ini dengan kemenangan 3-0 atas tim tuan rumah. Ketiga gol dicetak dalam babak pertama yang penuh aksi, sementara pemain baru seperti Tim Weah dan Andrea Cambiaso membuat debut kompetitif mereka untuk Bianconeri. Performa gemilang dimulai dari menit awal ketika Federico Chiesa berhasil membuka golnya dan membuka keunggulan untuk timnya hanya dalam waktu dua menit. Pressing di lini tengah membuat Udinese kesulitan dalam menguasai bola di area mereka, dan ketika Dusan Vlahovic memberikan umpan kepada Chiesa, gol pun tak terhindarkan. Tembakan tepat dari tepi area penalti menghujam ke pojok bawah gawang. Gol kedua datang pada menit ke-20, kali ini Vlahovic yang sukses mengonversi tendangan penalti. Penalti diberikan setelah handball terjadi di area penalti tuan rumah. Sebelumnya, Juventus telah mengancam lewat serangan-serangan lainnya. Andrea Cambiaso, yang membuat debut untuk Juventus, mencoba peruntungannya dengan tembakan dari sayap kiri, tetapi upayanya dimentahkan oleh kiper Udinese. Namun, Cambiaso memberikan kontribusi penting di gol ketiga. Di menit ketiga tambahan babak pertama, Federico Chiesa memanfaatkan umpan silang dari kaki kiri Cambiaso dan menyundulnya ke gawang dari jarak dekat, mengamankan keunggulan tiga gol. Pemain yang menjadi ancaman bagi Juventus adalah Florian Thauvin dari Udinese, yang memberikan ancaman di kedua sisi paruh pertama. Meski demikian, penampilan brilian Wojciech Szczesny mampu menggagalkan usahanya. Di babak kedua, baik Fabio Miretti maupun Tim Weah digantikan oleh Nicolò Fagioli dan Weston McKennie. McKennie tampil disiplin dalam peran bek sayap untuk membantu pertahanan tim. Sandi Lovric menjadi pemain paling berbahaya bagi Udinese, dengan beberapa tembakan dari luar kotak penalti. Meskipun Dusan Vlahovic mencetak gol kedua, wasit mengangkat bendera offside, membatalkan gol tersebut. Pencapaian gemilang lainnya adalah penyelamatan ganda yang dilakukan oleh Szczesny di menit ke-83, mengamankan clean sheet dan menghindari serangan balik dari Udinese. Dengan tiga gol yang dicetak, tiga poin yang diperoleh, serta penampilan kokoh di belakang, Juventus memulai musim dengan penuh percaya diri. Kemenangan ini juga menandai pencapaian penting bagi pelatih Massimiliano Allegri, yang mengoleksi kemenangan ke-250 sebagai pelatih Juventus. Kemenangan ini hanya bisa disamai oleh Giovanni Trapattoni dalam sejarah klub. (hs)
Lokal

PIFA.CO.ID, LOKAL - Personel Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Supadio mengamankan empat orang wanita membawa narkotika jenis sabu, yang disimpan di sandal yang mereka kenakan, pada Sabtu (1/2/25) pagi.Kepala Penerangan (Kapen) Lanud Supadio, Mayor Sus Prasetyo, mengungkapkan bahwa upaya penyelundupan ini terdeteksi saat personel Lanud Supadio, Satgas BAIS, dan Avsec Bandara Supadio dengan aparat keamanan setempat melakukan pemeriksaan rutin terhadap barang bawaan yang melintas di area bandara."Dan ternyata didapati beberapa penumpang menunjukkan gelagat mencurigakan saat melewati pemeriksaan keamanan," ungkapnya.Dari hasil pemeriksakan didapatkan 4 tersangka yang berinisial EN (47), E (24), N (45), dan J (29) ditangkap karena terbukti membawa Narkoba jenis Sabu berbentuk Kristal seberat kurang lebih 2.081 gram yang disembunyikan di dalam sebuah sendal.Dari pengakuan tersangka, rencananya barang haram tersebut akan diterbangkan menuju Surabaya menggunakan Pesawat Lion Air JT837 dan Citilink QG417.Penangkapan 4 tersangka penyelundup Narkoba di Bandara Supadio oleh Tim Intelijen dan Satpomau Lanud Supadio ini menjadi yang pertama pada tahun 2025."Kami akan terus meningkatkan pengawasan dan bekerja sama dengan instansi terkait untuk memastikan wilayah kami bebas dari penyalahgunaan narkoba," tambah Mayor Prasetyo.Dengan adanya kejadian ini, masyarakat diimbau untuk turut serta dalam memerangi peredaran narkoba dengan melaporkan setiap aktivitas mencurigakan kepada pihak berwajib.