Messi Berpeluang Pecahkan Rekor Gol Piala Dunia Saat Argentina Hadapi Austria
Sports | Selasa, 23 Juni 2026
Reuters
Sports | Selasa, 23 Juni 2026










Nasional

Berita Nasional, PIFA - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) optimis ekspor mobil dari Pelabuhan Patimban mampu mencapai 180 ribu unit di tahun 2022. Hal ini disampaikan Presiden saat meninjau pelepasan ekspor mobil ke sejumlah negara di Pelabuhan Patimban, Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat, Selasa (08/03/2022). “Saya senang setelah operasi ekspor mobil dari Pelabuhan Patimban terus bergerak, yang sebelumnya direncanakan tahun ini bisa ekspor dari sini kurang lebih 160 ribu, melihat progres tiga bulan ini kelihatannya bisa naik menjadi 180 ribu mobil untuk ekspor ke Filipina, Brunei, Jepang, dan juga Vietnam,” kata Presiden Jokowi usai peninjauan mengutip rilis humas Setkab RI (9/3/2022). Jokowi menambahkan, pelepasan ekspor mobil hari ini merupakan langkah awal ekspor mobil ke sejumlah negara. “Ini saya kira awal, nanti akan dikembangkan ke negara-negara yang lain. Sehingga satu bulan kurang lebih dari sini akan bisa diekspor 15 ribu mobil,” tambah dia. Pada kesempatan tersebut, Presiden juga mengapresiasi pelepasan ekspor mobil yang dilakukan pada masa pandemi COVID-19 ini. Ia menilai hal ini menunjukkan bahwa industri di tanah air terus bergerak meski di tengah tantangan pandemi. “Ini akan sangat bagus, artinya industri kita meskipun pandemi tetap bergerak terus, meskipun pandemi kita juga tetap ekspor terus, dan kita harapkan ini akan ikut memberikan sumbangan pada pertumbuhan ekonomi negara kita dan membuka lapangan pekerjaan yang seluas-luasnya,” tuturnya. Terpisah, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menuturkan bahwa Indonesia memiliki pasar domestik dan kemampuan manufaktur yang baik sehingga dapat menarik para investor. “Pasti investor, apakah itu Jepang dan negara-negara yang lain pasti berorientasi pada negara yang punya kekuatan domestik dan juga keahlian yang baik, sehingga pada saat nanti ekspor juga punya kapabilitas,” tuturnya. Turut hadir dalam peninjauan tersebut antara lain Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Duta Besar Jepang untuk Indonesia Kanasugi Kenji, dan Bupati Subang Ruhimat. (yd)
Lokal

PIFA, Lokal - Calon Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) nomor urut 1, Sutarmidji, memulai hari kedua kunjungannya di Sintang dengan menikmati secangkir kopi bersama Bupati Sintang, Jarot Winarno, di Kedai Kopi Tarik, Jalan Lintas Melawi, Kabupaten Sintang.Pertemuan santai ini tidak hanya mempertemukan kedua tokoh tetapi juga menarik perhatian masyarakat yang memenuhi kedai kopi di pagi itu.Dalam kunjungan kali ini, Sutarmidji—atau akrab disapa Bang Midji—tidak hanya fokus pada pertemuan formal, melainkan juga bercengkerama langsung dengan warga setempat yang menyambutnya dengan antusias. Beberapa hari ke depan, Bang Midji dijadwalkan mengunjungi Kabupaten Kapuas Hulu untuk melanjutkan safari kampanyenya. Agenda tersebut meliputi pertemuan dengan masyarakat, simpatisan, dan relawan guna memperkokoh dukungan menjelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) pada 27 November 2024.Kegiatan ngopi bersama ini juga merupakan kesempatan bagi Sutarmidji untuk menyerap aspirasi masyarakat dari berbagai kalangan di Sintang. Langkah ini menjadi bagian penting bagi pasangan nomor urut 1, Sutarmidji-Didi Haryono, dalam merumuskan program-program strategis yang akan dijalankan selama lima tahun mendatang untuk membangun Kalbar lebih baik.Duet Midji-Didi yang diusung oleh delapan partai politik besar, seperti Nasdem, Golkar, Gerindra, Demokrat, PAN, PKS, PSI, dan Perindo, memang dikenal dekat dengan masyarakat dan kerap turun langsung ke lapangan. Dukungan dari berbagai partai ini tidak hanya memperkuat basis politik Midji-Didi, tetapi juga memberikan landasan kuat bagi pasangan calon ini dalam merangkul aspirasi dari masyarakat luas.Melalui kunjungannya ke Sintang dan beberapa daerah lainnya, Sutarmidji berupaya menunjukkan visi dan misinya dalam mewujudkan Kalbar yang lebih maju.
Nasional

Berita Nasional, PIFA - Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji 1443 Hijriah/2022 Masehi telah ditetapkan oleh pemerintah dalam rapat Panitia Kerja Haji Komisi VIII DPR dan Kementerian Agama. Rapat yang digelar di Gedung DPR RI, Jakarta, pada hari Rabu (14/4) tersebut menghasilkan persetujuan bahwa biaya naik Haji sebesar Rp39.886.009 per jamaah. "Rata-rata dibayar langsung oleh jamaah sebesar Rp39.886.009 per jamaah," ujar Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto dalam rapat pembahasan BPIH yang diikuti dari Jakarta. Dilansir dari Antara, nilai biaya haji ini ini lebih tinggi dari tahun 2020 yang senilai Rp35 juta. Namun, nantinya tambahan biaya haji ini tidak akan dibebankan kepada calon jamaah haji. "Tambahan biaya jamaah haji lunas tunda tahun 1441H/2020M dibebankan kepada alokasi virtual account yang telah dimiliki para calon jamaah haji tahun 2020 yang selama ini dikelola oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) RI," lanjut Yandri. Sedangkan penetapan biaya ini menggunakan asumsi kuota haji Indonesia 1443 H/2022 M. Asumsi kuota hasi dalam pembahasan BPIH sebanyak 110.500 jamaah atau sebanyak 50 persen dari kuota haji tahun 2019 dengan rincian kuota untuk jamaah haji reguler sebanyak 101.660 dan haji khusus sebanyak 8.840 orang. Nantinya, calon jamaah haji akan lebih dulu tinggal selama 41 hari di Arab Saudi. Maka dari itu, sejumlah pelayanan pun juga akan meningkat. Salah satunya yaitu layanan peningkatan volume makan jamaah haji di Mekah dan Madinah dari dua kali per hari menjadi 3 kali per hari. Ada juga peningkatan layanan akomodasi, peningkatan layanan di Mina dan Arafah dan penyesuaian lainnya. "Besaran riil biaya yang diperlukan untuk operasional baik di Tanah Air dan Arab Saudi bersumber dari APBN, APBD, setoran awal dan setoran lunas, dana optimalisasi hasil pengembangan keuangan haji, dana efisiensi operasional haji dan sumber lainnya yang sah," jelas Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Dengan begitu, Yaqut menegaskan bahwa besaran BPIH telah mendapat persetujuan dari DPR RI yang sebelumnya ditetapkan oleh presiden atas usulan dari menteri. (b)