Messi Jadi Top Skor Sepanjang Masa Piala Dunia, Ronaldo Masih di Posisi 31
Sports | Rabu, 17 Juni 2026
AFP
Sports | Rabu, 17 Juni 2026










Sports

Berita Sports, PIFA - Coach Shin Tae-yong menyampaikan permohonan maaf karena gagal membawa pulang medali emas SEA Games, seusai Skuad Garuda Muda kalah 0-1 dari Thailand pada babak semifinal cabang olahraga sepak bola putra SEA Games 2021 Vietnam di Stadion Thien Truong, Nam Dinh, Kamis (19/5). "Memang fans Indonesia banyak memberikan dukungan kepada kami di stadion. Saya meminta maaf atas kekalahan hari ini," kata Shin Tae-yong, dikutip dari laman PSSI. Kekalahan itu merupakan yang kedua kaliinya bagi Shin Tae-yong bersama Timnas Indonesia. Sebelumnya, Coach yang akrab disapa STY itu juga gagal mendapatkan medali Piala AFF 2020 setelah kalah oleh timnas Thailand. "Untuk ke depannya kami harus lebih maksimal agar tidak mengecewakan fans. Kalau saya melihat kekalahan ini bukan karena masalah fisik, karena Thailand pun main sama juga 90 menit. Saya melihat ketika Thailand mendapat peluang, mereka bisa cetak gol. Sedangkan kami juga punya peluang, tetapi tidak dapat mencetak gol. Itu alasan kami kalah hari ini," ujar Coah STY. Shin Tae-yong juga mengaku kecewa pada pemain yang mendapatkan kartu merah, diantaranya Firza Andika, Ricky Kambuaya, dan Rachmat Irianto. "Saya masih bisa mengerti jika dapat kartu kuning atau akumulasi kartu tetapi ini karena tidak fair play mendapat kartu merah. Saya melihat pemain-pemain tersebut tidak punya tanggung jawab sebagai pemain dan sangat disayangkan apalagi banyak yang dapat kartu merah dan cedera. Ada juga yang belum bisa bergabung ke Timnas," jelasnya. Asa Indonesia untuk mendapatkan medali masih tersisa pada laga terakhir. Skuad Timnas U-23 akan bertemu Malaysiwa untuk perebutan medali perunggu yang akan digelar pada Minggu (22/5/2022) mendatang. "Pada laga perebutan medali perunggu kita harus berjuang dan bermain maksimal demi mendapatkannya," tuturnya. (yd)
Nasional

Berita Nasional, PIFA - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) melepas ekspor perdana mobil Fortuner ke Australia, Selasa (15/02/2022) pagi. Mobil Fortuner tersebut dibuat langsung di tanah air oleh PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMI), Karawang, Jawa Barat. “Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim pada pagi hari ini saya luncurkan pelepasan ekspor 2 juta unit oleh PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia dan ekspor perdana Fortuner ke Australia,” ujar Jokowi mengawali sambutannya, dikutip dari siaran YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (15/2). Jokowi pun turut mengapresiasi Toyota Motor Manufacturing Indonesia yang meski di tengah pandemi tetap mampu untuk mengambil peluang dan kesempatan yang ada serta pasar baru. “Saya sangat menghargai, sangat mengapresiasi karena apa pun, tadi kita sudah melihat produknya Fortuner, selain produk-produk yang lain, ini dihasilkan oleh SDM-SDM Indonesia yang memiliki kualifikasi yang sangat baik untuk produk ekspor,” ujarnya. Presiden Jokowi mengingatkan, produk ekspor Indonesia ini akan bersaing dengan produk-produk lain dari berbagai negara produsen mobil. Menurutnya, keberhasilan ekpsor ini membuktikan bahwa SDM Indonesia memiliki kemampuan dalam memproduksi mobil yang berkualitas. “Konsumen itu akan memilih kalau produk kita memiliki kualitas, memiliki kualifikasi yang baik untuk dipakai. Ini membuktikan bahwa SDM-SDM Indonesia memiliki kualifikasi yang baik dalam memproduksi mobil. Sangat teliti, sangat cermat, sangat hati-hati karena ini menyangkut keselamatan orang,” tambah Jokowi. Jokowi juga mengapresiasi upaya Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita yang terus mendorong ekspor mobil ke hampir 80 negara di empat benua. Presiden juga senang karena tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) produk mobil yang dihasilkan Toyota telah mencapai lebih dari 75 persen. “Saya senang juga bahwa kandungan lokalnya, TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri)-nya sudah lebih dari 75 persen, local purchase-nya,” tambahnya. Sementara itu, Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita dalam laporannya mengatakan bahwa industri pengolahan nonmigas mencatat pertumbuhan 3,67 persen sepanjang tahun 2021. Ini lebih tinggi dibandingkan tahun 2020 yang kontraksi minus 2,52 persen akibat pandemi. Dikatakannya, industri otomotif tumbuh luar biasa pada tahun 2021, mencapai pertumbuhan dua digit yaitu 17,82 persen. “Industri otomotif nasional saat ini di Indonesia ada 21 perusahaan, Bapak, yang kapasitas produksinya 2,35 juta unit per tahun. Penyerapan tenaga kerjanya juga cukup tinggi, yang langsung maupun tidak langsung, sekitar 1,5 juta tenaga kerja di sepanjang mata rantai bidang industri,” terangnya Menperin. Tampak hadir dalam acara pelepasan ekspor tersebut, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Duta Besar Jepang untuk Republik Indonesia Kenji Kanasugi, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana, Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor Susumu Matsuda, dan Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia Warih Andang Tjahjono. (yd)
Nasional

Berita Nasional, PIFA - Dua organisasi masyarakat Islam, yakni Persaudaraan Alumni atau PA 212 dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) saling singgung sebagai pemecah belah bangsa. Hal ini terjadi usai keduanya berselisih soal rencana Aksi 212 pada 2 Desember mendatang. Dari pihak PBNU, Wasekjen PBNU Rahmat Hidayat Pulungan mengatakan bahwa rencana Aksi 212 sebagai ggerakan pemecah belah bangsa. Rahmat turut menyinggung PA 212, menurutnya mereka masih mengusung isu politik identitas. "Untuk semua pihak yang terlibat langsung maupun tidak langsung, kita minta untuk menghentikan semua gerakan yang memecah belah kesatuan bangsa. Kedepankan politik gagasan, setip politik identitas," ujar Rahmat dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (5/11), dikutip dari CNNIndonesia.com. Rahmat menegaskan, politik identitas merupakan kejahatan politik yang akan menjadi kejahatan kemanusiaan. Sebuah bangsa, kata dia, seharusnya mewarisi kebaikan pada generasi muda, bukan energi negatif seperti politik identitas. Pernyataan itu lalu ditanggapi oleh Ketua Umum PA 212 Slamet Maarif dengan tudingan serupa. Ia mengatakan justru pihak PBNU yang selama ini memecah belah bangsa.