Messi Rebut Lagi Puncak Top Skor Piala Dunia 2026 usai Cetak Gol ke Gawang Cape Verde. Reuters

Messi Rebut Lagi Puncak Top Skor Piala Dunia 2026 usai Cetak Gol ke Gawang Cape Verde. Reuters

Berandascoped-by-BerandaSportsscoped-by-SportsMessi Rebut Lagi Puncak Top Skor Piala Dunia 2026 usai Cetak Gol ke Gawang Cape Verde

Messi Rebut Lagi Puncak Top Skor Piala Dunia 2026 usai Cetak Gol ke Gawang Cape Verde

Sports | Sabtu, 4 Juli 2026

Lionel Messi kembali memimpin daftar top skor Piala Dunia 2026 setelah mencetak satu gol saat membawa Argentina mengalahkan Cape Verde pada babak 32 besar di Stadion Miami, Sabtu (4/7) WIB.

Gol Messi tercipta pada menit ke-29 babak pertama. Tambahan satu gol tersebut membuat kapten Argentina itu kini mengoleksi tujuh gol sepanjang Piala Dunia 2026.


Catatan tersebut mengantarkan Messi kembali ke posisi teratas daftar pencetak gol terbanyak. Sebelumnya, Kylian Mbappe sempat memimpin klasemen top skor karena unggul jumlah assist meski sama-sama mengoleksi enam gol.


Dengan tujuh gol, Messi kini unggul satu gol atas Mbappe yang berada di posisi kedua dengan enam gol.

Jumlah tujuh gol juga menyamai torehan Messi saat membawa Argentina menjadi juara Piala Dunia 2022 di Qatar. Selain itu, gol ke gawang Cape Verde membuat koleksi gol Messi di putaran final Piala Dunia mencapai 20 gol.


Persaingan memperebutkan Sepatu Emas Piala Dunia 2026 diperkirakan masih akan berlangsung sengit. Harry Kane dan Erling Haaland terus membayangi dengan masing-masing lima gol.


Sementara itu, Vinicius Junior, Ousmane Dembele, Mikel Oyarzabal, dan Ismaila Sarr juga masih berpeluang mengejar setelah mengoleksi empat gol.


Daftar Top Skor Piala Dunia 2026


  1. Lionel Messi (Argentina) – 7 gol

  2. Kylian Mbappe (Prancis) – 6 gol

  3. Harry Kane (Inggris) – 5 gol

  4. Erling Haaland (Norwegia) – 5 gol

  5. Vinicius Junior (Brasil) – 4 gol

  6. Ousmane Dembele (Prancis) – 4 gol

  7. Mikel Oyarzabal (Spanyol) – 4 gol

  8. Ismaila Sarr (Senegal) – 4 gol

Rekomendasi

Foto: Makin Solid, Tim Yamaha Racing Indonesia Inginkan Podium Lagi di Seri Sepang ARRC | Pifa Net

Makin Solid, Tim Yamaha Racing Indonesia Inginkan Podium Lagi di Seri Sepang ARRC

Nasional
| Senin, 9 Juni 2025
Foto: Animo Tinggi Yamaha Cup Race 2024 Semarang Dihadiri 248 Starter, Pesona Kelas Ex Rider Diramaikan 42 Starter    | Pifa Net

Animo Tinggi Yamaha Cup Race 2024 Semarang Dihadiri 248 Starter, Pesona Kelas Ex Rider Diramaikan 42 Starter

Indonesia
| Jumat, 24 Januari 2025
Foto: Catat Jarak Lebih Dari 5.500 Kilometer, NMAX Tour Boemi Nusantara Buktikan Ketangguhan NMAX “TURBO” dan NMAX NEO | Pifa Net

Catat Jarak Lebih Dari 5.500 Kilometer, NMAX Tour Boemi Nusantara Buktikan Ketangguhan NMAX “TURBO” dan NMAX NEO

Indonesia
| Rabu, 22 Januari 2025
Foto: Gibran Mendadak Blusukan ke Kampung Malang Tengah, Ada Apa? | Pifa Net

Gibran Mendadak Blusukan ke Kampung Malang Tengah, Ada Apa?

Surabaya
| Rabu, 29 Januari 2025
Foto: Baru Belajar Masak, Ini 4 Cara Menyelamatkan Masakan yang Keasinan | Pifa Net

Baru Belajar Masak, Ini 4 Cara Menyelamatkan Masakan yang Keasinan

Indonesia
| Selasa, 7 Januari 2025
Foto: Viral dan Tangguh, Yamaha GEAR ULTIMA Jadi Motor Andalan Warkopolim Milik Gofar Hilman | Pifa Net

Viral dan Tangguh, Yamaha GEAR ULTIMA Jadi Motor Andalan Warkopolim Milik Gofar Hilman

Yamaha
| Rabu, 6 Agustus 2025
Foto: Rekam Jejak Kasus Hukum Nikita Mirzani: Dari Penganiayaan hingga Pemerasan | Pifa Net

Rekam Jejak Kasus Hukum Nikita Mirzani: Dari Penganiayaan hingga Pemerasan

Indonesia
| Rabu, 5 Maret 2025
Foto: Berangkat Lebih Awal ke Piala Asia, PSSI Targetkan Lolos ke Piala Dunia U-17 | Pifa Net

Berangkat Lebih Awal ke Piala Asia, PSSI Targetkan Lolos ke Piala Dunia U-17

Indonesia
| Jumat, 14 Maret 2025
Foto: Media Irak Yakin Indonesia Punya Kans Lolos ke Piala Dunia 2026 Berkat Naturalisasi | Pifa Net

Media Irak Yakin Indonesia Punya Kans Lolos ke Piala Dunia 2026 Berkat Naturalisasi

Indonesia
| Senin, 3 Maret 2025
Foto: Polisi Gerebek Pesta Seks Sesama Jenis di Hotel Surabaya, 34 Pria Diamankan | Pifa Net

Polisi Gerebek Pesta Seks Sesama Jenis di Hotel Surabaya, 34 Pria Diamankan

Nasional
| Senin, 20 Oktober 2025

Berita Terkait

Nasional

Foto: Singgung Islamofobia di Islamic Book Fair 2022, Wapres RI Harap Literasi Tentang Islam Meningkat | Pifa Net

Singgung Islamofobia di Islamic Book Fair 2022, Wapres RI Harap Literasi Tentang Islam Meningkat

Berita Nasional, PIFA - Menurut Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin, salah satu tantangan yang dihadapi umat Islam dewasa ini adalah bagaimana memberi pencerahan terhadap orang-orang yang terjangkit Islamofobia (anti Islam). Untuk itu, mantan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia itu pun berharap kehadiran Islamic Book Fair 2022 dan Majelis Hukama Al-Muslimin dapat meningkatkan pemahaman literasi masyarakat  tentang Islam yang lebih mendalam, termasuk mereka yang memiliki pandangan anti Islam. Hal itu disampaikannya saat memberikan keterangan pers usai meninjau Islamic Book Fair 2022 dan menghadiri Diskusi Panel yang diselenggarakan oleh Majelis Hukama Al-Muslimin di Hall A Jakarta Convention Center, Jl. Gatot Subroto No. 1, Jakarta Pusat, pada Jumat (5/8/2022) kemarin. “Kita ingin mendorong melalui Book Fair ini minat baca (masyarakat) makin terangsang dan pengetahuan tentang Islam dari berbagai sudut semakin dikuasai,” ujarnya, dikutip dari laman wapresri.go.id (6/8). Wapres menambahkan, selain tantangan Islamofobia dari kalangan masyarakat di luar Islam, tantangan lain juga muncul dari kalangan umat Islam sendiri yakni adanya umat yang memahami ajaran Islam secara ekstrem. “Jadi ada dua sisi sebenarnya, di satu sisi ada (penganut) Islam yang ekstrem, (dan) di sisi lainnya juga ada anti Islam atau Islamofobia,” tambahnya. Wapres pun meyakini bahwa penyebaran buku-buku tentang Islam melalui Islamic Book Fair kali ini akan mampu mengatasi kedua tantangan tersebut. “(Penganut ajaran) Islam yang ekstrem berlebihan bisa tercerahkan, Islamofobia juga hilang karena memahami Islam yang sebenarnya,” harapnya. Dia juga berharap penyelenggaraan Islamic Book Fair 2022 ini menjadi salah satu wahana untuk mengembangkan pemahaman Islam yang moderat (wasathi). “Pengembangan Islam wasathi itu kita bangun (juga) melalui sinergi antara pemerintah dengan ormas-ormas Islam seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI), Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, dan ormas-ormas lain,” imbuhnya. Bahkan, kata Wapres, MUI sendiri menginisiasi adanya pusat dakwah Islam yang menyatu antara ormas-ormas Islam dengan berbagai instansi pemerintah, untuk melakukan gerakan yang lebih masif dalam menyebarkan pemahaman Islam yang moderat. “Jadi lebih terorganisir, sehingga seluruhnya dalam (gerakan) yang sama, kita sasar semua kalau masih ada kelompok-kelompok yang masif, yaitu dalam rangka juga kita melakukan kontra radikalisme dan terorisme, di samping juga melakukan berbagai upaya rehabilitasi (atau) deradikalisasinya,” tutupnya. Turut mendampingi Wapres dalam konferensi pers ini, salah satu Tokoh Pendiri Majelis Hukama Al-Muslimin Quraish Shihab, Anggota Eksekutif Majelis Hukama Al-Muslimin Muhammad Zainul Majdi (Tuan Guru Bajang), Mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin, serta Sekretaris Jenderal Majma’ Al-Buhuts Al-Islamiyah (Lembaga Riset Universitas Al-Azhar Mesir) Nazhir Ayyad. (yd)

Jakarta
| Sabtu, 6 Agustus 2022

Lokal

Foto: Jangan Cuma Andalkan SDM, Indonesia Harus Punya Ahli Mobil Listrik | Pifa Net

Jangan Cuma Andalkan SDM, Indonesia Harus Punya Ahli Mobil Listrik

Berita Teknologi, PIFA - Indonesia punya komitmen sebagai pengembang mobil listrik di Indonesia. Tapi tidak hanya cukup mengandalkan Sumber Daya Alam (SDA), kesiapan sumber daya manusia yang kompeten lewat pendidikan vokasi juga perlu disiapkan. Banyak negara belomba berinvestasi di Indonesia sebagai tempat pengembangan mobil listrik. Untuk menyambutnya, Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azam, mengungkapkan ekosistem mobil listrik perlu disiapkan dengan mencetak SDM yang mumpuni sesuai dengan kebutuhan industri di masa depan. "Memang karbon netral ini keniscayaan, bahwa yang menjadi drivers ekonomi ke depan itu karbon netral. Itu sudah pasti, persoalannya kita ingin jadi pemenang atau losers," kata Bob saat ditemui di Universitas Diponegoro, Semarang, Rabu (26/5/2022). "Untuk menjadi pemenang kita harus siap, tidak cukup mengandalkan natural resources, tapi SDM (Sumber Daya Manusia), di mana-mana sudah jadi pelajaran, terlalu tergantung natural resources malah menjadi fire back. Jadi SDM itu penting," tambah dia. PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) mulai mengkonversi produk Internal Combustion Engine (ICE) ke Battery Electric Vehicles (BEV). Misalnya Toyota Calya, yang digarap oleh tiga universitas; Institut Teknologi Bandung, Universitas Indonesia, dan Institut Teknologi Sepuluh November. Sementara Kijang Innova BEV menjadi mobil konsep yang digarap Toyota untuk keperluan studi. Selain tiga kampus di atas, PT TMMIN juga akan melakukan road show elektrifikasi, serta berkolaborasi dengan empat universitas lain, di antaranya Universitas Gajah Mada, Universitas Udayana, dan Universitas Sebelas Maret. "Electric vehicles hanya alat saja, tapi payung besarnya karbon netral, oleh karena itu kita perkenalkan kendaraan electric untuk menstimulus mahasiswa di sini untuk mulai berpikir dengan karbon netral, supaya orang kita bisa disiapkan lebih cepat lagi, dan kita bisa mengambil manfaat, bukan menjadi korban," ujar Bob. Di sisi lain SDM harus disiapkan dengan mengembangkan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan industri. Dari baterai saja misalnya, Bob mengatakan saat ini harus belajar online di India, maka dari itu perlu menciptakan kurikulum baru supaya tak tertinggal dengan SDM dari negara luar. "Dengan adanya konversi ini kita bisa membuat ekosistem untuk mengembangkan SDM. Ujungnya make people before make product. Kita nggak bisa cuma andalin punya nikel saja, terus yang proses orang lain," ungkap Bob. "Kita harus mendidik orangnya, dan yang punya kompetensi mendidik ya kampus. Menciptakan kurikulum baru ke depan," sambung dia. Tujuan peralihan ke kendaraan ramah lingkungan ialah memerangi emisi. Toyota memilih konsep multi path way, artinya tidak hanya mengandalkan BEV, ada produk lain yang bisa digunakan, mulai dari Fuel Cell, Hybrid, Plug In Hybrid, Hidrogen, bahkan Low Cost Green Car (LCGC). Guru Besar Fakultas Teknik Mesin Undip, Prof. Dr. Ing. Wiwandari Handayani ST, MT, MPS bilang dalam konteks memerangi karbon emisi, penggunaan kendaraan ramah lingkungan yang bervariasi bisa menjadi alternatif. Utamanya saat ini melihat skala ekonomi masyarakat Indonesia. "Multi path way jelas penting (untuk mengikis emisi karbon), dan ujung tombaknya kalau kita lihat konteksnya dengan war (memerangi emisi), itu negosiasi," kata Wiwandari. "Kita dituntut mengurangi emisi, tapi kan kita negara yang masih meningkatkan kesejahteraan, jadi negosiasi seperti itu juga penting, dan mutualisme. Jadi di mana ada agreement dengan negara lain itu yang saling menguntungkan, jangan kita jadi seperti dituntut, tapi kita tidak mendapat timbal baliknya," sambung dia. (rs)

Jakarta
| Kamis, 26 Mei 2022

Nasional

Foto: DPR RI Dorong Dana Desa 2024 Naik Jadi Rp 5 Miliar | Pifa Net

DPR RI Dorong Dana Desa 2024 Naik Jadi Rp 5 Miliar

PIFA, Nasional - Pimpinan DPR RI mengusulkan kenaikan anggaran dana desa untuk tahun 2024. Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua DPR RI Bidang Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Korkesra), Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Imin). Gus Imin menerangkan bahwa usulannya mengenai peningkatan anggaran dana desa hingga lima kali lipat atau mencapai Rp5 miliar per desa pada tahun 2024 diajukannya karena mayoritas Kepala Desa (Kades) sudahberhasil mengelola dana desa dengan sukses. “Saat ini yang kita khawatirkan, salah sasaran atau penyelewengan dana desa yang dikhawatirkan tidak terwujud. Mungkin ada satu atau dua (kasus penyelewengan). Tapi secara umum (pengelolaan dana desa) sukses,” terang Gus Imin, dikutip dari laman resmi DPR RI. Selain itu, Ketua Umum PKB juga menambahkan bahwa strategi pembangunan nasional seharusnya mengalami perubahan, dari yang sebelumnya dilakukan dari atas (top down), menjadi dilakukan dari bawah (bottom up), yaitu dari desa. Menurutnya, perubahan orientasi tersebut akan mempercepat kemajuan Indonesia. “Bahwa kita harus berani mengubah strategi pembangunan nasional dari yang sebelumnya dari atas, diubah dari bawah, dan itu desa. Desa harus menjadi pusat pembangunan nasional di masa akan datang,” pungkasnya. Gus Imin juga optimis bahwa pengalokasian dana desa sebesar Rp5 miliar per desa akan mendorong pembangunan tidak hanya di setiap desa, tetapi juga dalam skala nasional. "Kita berani berkomitmen bahwa anggaran dana desa sebesar lima miliar ini akan mempercepat pembangunan desa secara massif," tegasnya. Dia juga telah menghitung anggaran dana desa jika dinaikkan lima kali lipat. Menurutnya, APBN memiliki kapasitas yang sangat mampu untuk menggeser anggaran ke dana desa. Jika usulan tersebut terealisasi, sejumlah Rp500 triliun akan dialokasikan untuk program dana desa. “Itu artinya butuh Rp400 triliun. APBN kita Rp 3 ribu triliun kalau dipilah Rp 500 triliunnya saja untuk dana desa pasti pembangunannya akan terasa untuk masyarakat apalagi kalau seribu triliun,” tuturnya. Meskipun demikian, Gus Imin mengingatkan bahwa komitmen dan kemampuan Kepala Desa dalam mengelola anggaran harus terus diasah. Komitmen pelaksanaan yang baik harus dijaga oleh Kades. Terus partisipasi masyarakat untuk aktif harus ditingkatkan. Program ini merupakan keberhasilan pemerintah keberhasilan pak Jokowi bahwa anggaran tidak dari atas tapi dari bawah. Jadi tepuk tangan dan jempol untuk itu," tutup dia. (yd)

Indonesia
| Minggu, 21 Mei 2023
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5