Momen Ahok Diperiksa KPK Soal Dugaan Korupsi LNG Pertamina
Indonesia | Kamis, 9 Januari 2025
Mantan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. (ANTARA FOTO)
Indonesia | Kamis, 9 Januari 2025
Sports
PIFA, Sports - Ayunda Dwi Anggraini, mungkin namanya belum dikenal oleh banyak pecinta sepakbola. Namun, dia adalah salah satu pemain yang ikut berkontribusi dalam kemenangan perdana timnas U-19 Wanita Indonesia. Dalam pertandingan melawan Timor Leste di ajang AFF U-19 Women's Championship 2023, Ayunda mencetak dua gol yang membantu timnya meraih kemenangan telak 7-0. yang berlangsung distadion gelora sriwijaya Jakabaring, Palembang. Ayunda, panggilan akrabnya, membuat debut manisnya di Timnas U-19 wanita dengan mencetak gol pada menit ke-66 dan menit ke-90. Sebelum membahas lebih lanjut tentang Ayunda, mari kita kenali dia lebih dalam. "Saya Ayunda Dwi Anggraini, berusia 17 tahun, berasal dari Dukun, Gresik. Saya bersekolah di SMAN 1 Sedayu. Posisi saya sebenarnya sebagai striker, dan itu juga posisi favorit saya. Namun, pelatih kadang memainkan saya sebagai gelandang atau sayap," ungkap Ayunda pada Kamis (6/7). Ayunda kemudian menceritakan bagaimana awalnya dia tertarik dengan sepakbola. "Waktu kecil, saya sering ikut bermain sepakbola dengan anak laki-laki di desa. Kemudian, saat SMP, saya diajak bergabung dengan klub di Gresik, dan akhirnya saya bermain di Piala Pertiwi bersama Persebaya, serta berpartisipasi di Kebumen," ujarnya. Dia juga mengenang perjuangannya untuk bisa masuk ke timnas. "Saya masuk timnas ini dimulai dari mengirimkan video, kemudian dipromosikan, dan sekarang baru dipanggil. SSB (Sekolah Sepak Bola) saya dulu bernama Porosda, dan sekarang berada di Gresik," kenang Ayunda. Sebagai satu-satunya pemain di Tim Garuda Pertiwi Muda yang menggunakan hijab, Ayunda juga berbagi pengalaman suka dan duka. Awalnya, dia menghadapi kesulitan dalam bergaul dengan rekan-rekan sesama pemain sepakbola wanita. "Terkadang ada kesulitan, seperti dipengaruhi dan dicemooh oleh teman yang mengatakan 'jangan pakai hijab.' Namun, itu tidak menggoyahkan iman dan niat saya untuk berhijab, karena bagi saya, hijab itu penting sebagai seorang perempuan muslim. Tapi lama kelamaan, itu tidak lagi menjadi masalah," ceritanya, dikutip dari laman resmi PSSI. Kisah berlanjut saat ditanya tentang dua golnya ke gawang Timor Leste. Inilah bagian cerita yang penuh sukacita. "Saya tidak menyangka, sebenarnya. Ini juga debut saya di timnas, dan saya sangat senang. Dengan pencapaian ini, saya dapat menunjukkan kepada orang tua saya bahwa saya akan menjadi pesepakbola wanita yang baik," ucapnya dengan gembira. Terakhir, Ayunda memiliki harapan besar dalam turnamen yang sedang diikutinya ini. "Tentunya, saya berharap Tim Indonesia dapat lolos ke final dan meraih gelar juara," tutupnya dengan semangat. (hs)
Lokal
PIFA, Lokal - Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan, memberikan pesan tegas kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Kubu Raya untuk menjaga netralitas mereka dalam menghadapi nuansa politik menjelang Pemilihan Umum 2024 mendatang. Dalam sambutannya saat menjadi pembina apel gabungan awal tahun di Halaman Kantor Bupati Kubu Raya pada hari Senin (2/1/23), Muda Mahendrawan menyatakan bahwa tahun ini merupakan periode yang sangat krusial dalam politik Indonesia. "Ini adalah tahun-tahun di mana nuansa-nuansa politis itu sangatlah dirasakan," kata Muda Mahendrawan. Dia menjelaskan bahwa nuansa politik yang sedang berlangsung adalah dampak dari Pemilihan Presiden dan anggota legislatif yang akan digelar pada Februari 2024 mendatang. Namun, ia menekankan pentingnya agar seluruh ASN tetap fokus pada tugas dan tanggung jawab mereka sebagai abdi negara dan abdi masyarakat. "Saya minta kita tetap fokus dan melihat bahwa politik dan dinamikanya itu adalah suatu bagian dari proses demokrasi yang harus dilihat secara wajar dan proporsional," tegasnya. Muda Mahendrawan menegaskan bahwa hal yang paling penting adalah bahwa perdebatan politik tidak boleh mengganggu pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan. Dia mengingatkan ASN bahwa mereka tidak boleh terlibat dalam urusan-urusan yang bersifat politis dan harus tetap berpegang pada prinsip objektivitas dan keadilan. "Maksudnya apa yang direncanakan dan dieksekusi itu benar-benar harus sesuai kebutuhan dan kondisi faktual yang ada. Jangan sampai terbawa-bawa dengan urusan politis sehingga yang tadinya objektif menjadi subjektif dan yang tadinya adil menjadi tidak adil," paparnya. Bupati Kubu Raya ini juga menekankan bahwa setiap kebijakan yang diambil harus didasarkan pada kebutuhan dan fakta yang ada, tanpa memihak pada kepentingan politik tertentu. "Jadi pelayanan kita tetap fokus supaya semuanya selalu dalam suasana yang baik. Karena proses demokrasi kita sudah lebih matang, jadi saya yakin masyarakat Kubu Raya pun sudah lebih cerdas dalam memahami situasi politik yang ada," tambahnya. Muda Mahendrawan juga mengingatkan bahwa netralitas ASN telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara. Aturan tersebut dengan jelas menegaskan bahwa ASN tidak boleh terlibat dalam kepentingan politik praktis manapun. "Sebab peran penting ASN adalah menjadi motor penggerak bagi kesuksesan agenda pemerintahan baik di tingkat nasional maupun daerah," pungkasnya. (ad)
Lokal
Berita Pontianak, PIFA - Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, menghadiri dan membuka langsung Grand opening Nasi Habib cabang ke-2, sekaligus bersholawat di Jalan Uray Bawadi Pontianak, Senin (22/11/2021). Grand opening dihadiri Anggota DPRD Provinsi Kalbar, Habib Ishak Ali Muthahar, Ketua Gerindra Provinsi Kalbar Yuliansyah, Pimpinan Pondok pesantren Darun Na'im Abuya Dzaki Ridho Bin Yahya dan Habib ThomaS Husein Aljufry. Pembukaan tersebut langsung diresmikan Wali Kota Pontianak dan beberapa tokoh masyarakat dan para habib di Kota Pontianak. Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengucapkan selamat, atas peresmian Nasi Habib. Dia berharap, semoga nasi habib bisa mewarnai macam garam kuliner di Kota Pontianak. "Mudah-mudahan dikenang warga dan menambah kuliner Kota Pontianak yang enak - enak pastinya," ujarnya Sekaligus Edi Rusdi Kamtono mengungkapkan ia juga memesan satu nampang nasi habib. "Demi memajukan UMKM kita juga memberikan 100 nampang untuk masjid di Kota Pontianak," ungkapnya. Diketahui, Nasii Habib pertama berada di Jalan Tanjung Raya 2, Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak. Owner Nasi Habib, Habib Hafiz Ishak Al Muthahar menjelaskan, alasannya membuka nasi habib mempunyai motto tersendiri. "Pastinya kenyangnya dapat dan berkah dapat, dengan menyenangkan umat dengan berbagi kuliner dengan cipta rasa yang berbeda," jelasnya. Ia berharap kedepannya, dengan adanya Nasii Habib dapat berkembang menjadi kuliner Kota Pontianak. "Saya berharap warga dapat menerima kuliner ini, dan kedepannya nasi kebab akan melebar dan berkembang di seluruh wilayah Kalbar," harapannya.