Momen saat Patrick Kluivert dan Jordi Cruyff Mendarat di Jakarta
Indonesia | Senin, 10 Maret 2025
Momen saat Patrick Kluivert dan Jordi Cruyff dan asistennya saat mendarat di Jakarta jelang laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 vs Australia dan Bahrain. (PSSI)
Indonesia | Senin, 10 Maret 2025
Lokal
PIFA, Lokal – Terungkap sudah pelaku pembuangan bayi perempuan di dalam kantong plastik merah Sungai Ambawang, tepatnya di halaman rumah Siti Hergi Mulyana Dusun Karya Dua RT 002 RW 001 Desa Jawa Tengah, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, pada Minggu (9/4/2023) sekira pukul 20.00 WIB lalu. Terungkapnya kasus pembuangan bayi ini adalah upah dari jerih payah penyelidikan mendalam selama 24 Jam yang dilakukan Satuan Reserse Polres Kubu Raya yang dipimpin langsung Kasat Reskrim Polres Kubu Raya, Iptu Indrawan Wira Saputra S.T.K ,S.I.K. Indrawan menerangkan, ia bersama Tim Jatanras Polres Kubu Raya dan Polsek Sungai Ambawang mendalami TKP pembuangan bayi tersebut dengan cara mengurutnya satu persatu secara mendalam, sehingga kami mendapatkan titik kompas kasus tersebut. “Kami dalami TKP tersebut hingga mengurutnya satu persatu secara mendalam, sehingga mendapatkan titik arah berupa bercak darah dan sebuah softex yang berlumuran darah, setelah mendalami TKP kami mencurigai seorang perempuan muda berinisial SH (20) asal Kampung Jawa Tengah Kecamatan Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya,” beber Wira, Jumat (14/4). “Kemudian pada Senin (10/4/23) pagi jam 08.00 WIB, Tim Jatanras bersama Unit PPA mendatangi rumah wanita berumur 20 tahun ini dan membawanya ke Polres Kubu Raya untuk dimintai keterangan di Unit PPA Sat Reskrim Polres Kubu Raya,” tandasnya. Naas, SH tak mampu membendung kebohongannya di depan petugas pada saat dimintai keterangan. Wajah SH pucat, petugas pun membawa SH ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan. Benar saja, setelah diperiksa oleh tim kesehatan, ternyata SH baru melahirkan dan ia mengakui bahwa bayi perempuan di dalam kantong plastik berwarna merah adalah anak kandungnya. “Setelah pengakuan dari Pelaku dan hasil pemeriksaan dari Rumah Sakit Bhayangkara saat ini SH pelaku pembuangan bayi perempuan yang mana adalah anak kandungnya sudah kami tetapkan sebagai Tersangka,” ujar Wira. “Kasus ini masih kami dalami terkait motif dibalik membuang anak kandungnya sendiri tidak menutup kemungkinan kasus ini mendapatkan Tersangka baru,” tutupnya. (pi/rs)
Lokal
PIFA, Lokal - Bunda Genre Kapuas Hulu, Ny. Angeline Fremalco F. Diaan, S.H., M.H., menutup Audisi Duta Genre tingkat Kabupaten Kapuas Hulu 2024 di Pendopo Bupati Kapuas Hulu pada 30 Juli 2024. Dalam kesempatan ini, beliau menekankan harapannya agar para Duta Genre yang terpilih maupun yang tidak terpilih dapat menjadi teladan bagi remaja lainnya. Bunda Genre Kapuas Hulu berharap, melalui Program GenRe yang mengajarkan remaja untuk menjauhi Pernikahan Dini, Seks Pra Nikah, dan NAPZA, para remaja dapat tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, berkontribusi dalam pembangunan, dan berguna bagi nusa dan bangsa. "Bunda berharap kepada anak-anakku, baik yang terpilih sebagai Duta maupun yang tidak terpilih tapi telah mengikuti audisi ini, agar bisa menjadi teladan bagi remaja lainnya. Duta Genre memegang peran penting untuk mensosialisasikan bahwa keluarga adalah segala-galanya," ucap Ny. Angeline Fremalco. Selain itu, Bunda Genre Kapuas Hulu juga menambahkan bahwa keberadaan Duta Genre sangat penting dalam menekan maraknya permasalahan remaja, terutama yang berkaitan dengan seksualitas, HIV/AIDS, penyalahgunaan narkoba, serta rendahnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi. Oleh karena itu, peran Duta Genre perlu terus digiatkan untuk menyiapkan kehidupan berkeluarga bagi remaja melalui pemahaman tentang pendewasaan usia perkawinan, sehingga mereka dapat merencanakan pendidikan, karir, dan pernikahan sesuai dengan siklus kesehatan reproduksi.
Sports
Berita Sports, PIFA - Peserta Kursus kepelatihan lisensi C PSSI yang digelar hasil kolaborasi antara PSSI dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mengapresiasi kegiatan tersebut. Mayoritas peserta didominasi oleh mantan pemain tim nasional Indonesia. Kursus yang berlangsung dua pekan sejak 1-15 November 2022 di Jimbaran, Bali ini akan menjadi pembelajaran yang berarti untuk dapat mencetak pelatih-pelatih berkualitas. Satu diantara peserta kursus, David Sulaksmono turut mengucapkan terima kasih kepada Kemenpora dan menilai bahwa kursus positif untuk rekan-rekannya. “Sebagai mantan pemain timnas, saya mengucapkan terimakasih atas perhatian yang diberikan Kemenpora melalui Menpora Zainudin Amali karena bisa menyelenggarakan kursus ini. PSSI memiliki kurikulumnya, dan dengan dukungan penuh dari Kemenpora, kursus ini dapat terlaksana utamanya bagi kami mantan pemain yang belum memiliki lisensi” ucap David, dikutip dari laman PSSI (6/11). Senada, Azhari Rangkuti dan Alexander Pulalo juga mengapresiasi dukungan yang diberikan Kemenpora dalam penyelenggaraan kursus. “Saya sangat mengapresiasi PSSI dan Kemenpora yang mau berkolaborasi untuk menyelenggarakan kursus ini. Kursus ini menjadi kesempatan yang baik bagi saya dan mantan pesepakbola lainnya serta para peserta untuk dapat mengupgrade ilmu dan pengetahuan kami di dunia sepakbola. Sepakbola terus berkembang dan hal ini sangat baik untuk kedepannya” pungkas Azhari Rangkuti. “Kegiatan kursus ini tidak dibebankan biaya bagi kami para peserta. Ini menjadi bukti dukungan nyata juga dari pemerintah untuk memajukan sepakbola melalui kursus kepelatihan seperti ini. Terimakasih atas perhatian dan kesempatan juga dukungan dari PSSI dan Kemenpora” imbuh Alexander. Melansir laman PSSI, kursus tak dikenakan biaya sama sekali alias gratis. Program PSSI ini bertujuan untuk mendapatkan pelatih-pelatih berkualitas dan memiliki lisensi sesuai standar AFC.