Netanyahu Kecam Serangan Pemukim Israel terhadap Warga Palestina di Tepi Barat
Internasional | Rabu, 2 September 2026
AFP
Internasional | Rabu, 2 September 2026









Politik

PIFA, Politik - Mahkamah Konstitusi (MK) Indonesia bersiap melangsungkan pemilihan ketua baru untuk menggantikan Anwar Usman pada Kamis (8/11/2023). Rencana ini diumumkan oleh Sekjen MK, Heru Setiawan, dalam sebuah konferensi pers di Gedung MK, Jakarta Pusat. Menurut Heru, pemilihan ketua MK akan dilakukan sesuai dengan Peraturan Mahkamah Konstitusi Nomor 6 Tahun 2023, yang mengatur bahwa pemilihan ketua MK diselenggarakan dalam bentuk rapat pleno yang dihadiri minimal tujuh hakim konstitusi. Para hakim konstitusi tersebut memiliki hak untuk memilih dan dipilih sebagai ketua atau wakil ketua MK. Namun, jika tidak tercapai kesepakatan dalam musyawarah tersebut, pemungutan suara akan dilakukan. Pemilihan ketua MK ini merupakan hasil dari sidang putusan MKMK yang menetapkan Anwar Usman tidak berhak mencalonkan diri atau dicalonkan kembali sebagai ketua MK dalam musyawarah tersebut. Sebelumnya, Ketua MKMK, Jimly Asshiddiqie, telah memerintahkan Wakil Ketua MK, Saldi Isra, untuk mengorganisir pemilihan ketua MK baru dalam waktu 2x24 jam setelah sidang putusan MKMK selesai diucapkan. Putusan ini menandai akhir masa jabatan Anwar Usman sebagai Ketua MK. Heru Setiawan menjelaskan bahwa proses pemilihan ketua MK akan dimulai dengan upaya untuk mencapai kesepakatan melalui musyawarah mufakat. Jika kesepakatan tidak tercapai, pemungutan suara akan dilaksanakan. Seluruh proses ini diatur sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, menegaskan pentingnya menjalankan proses demokratis dan transparan dalam memilih pimpinan lembaga tinggi negara seperti MK. Dengan proses pemilihan yang transparan dan demokratis, MK berkomitmen untuk melanjutkan tugas-tugasnya dalam menegakkan keadilan dan hukum di Indonesia. Pemilihan ketua baru diharapkan dapat membawa semangat baru dan kesinambungan dalam menjaga integritas lembaga ini di masa mendatang. (hs)
Sports

Meski Argentina gagal mempertahankan gelar juara dunia usai kalah dari Spanyol pada final Piala Dunia 2026, penampilan penjaga gawang Emiliano Martinez menjadi salah satu sorotan utama. Berkat serangkaian penyelamatan krusial, Argentina terhindar dari kekalahan dengan selisih gol yang lebih besar. Sepanjang pertandingan, Spanyol tampil dominan dan terus menekan pertahanan Albiceleste, terutama pada babak kedua hingga perpanjangan waktu. La Furia Roja mencatatkan 17 tembakan, dengan 12 di antaranya mengarah tepat ke gawang. Dari 12 tembakan tepat sasaran tersebut, Martinez hanya sekali gagal melakukan penyelamatan, yakni saat tendangan keras Ferran Torres bersarang ke gawang Argentina pada menit ke-106. Di luar gol tersebut, kiper Aston Villa itu tampil gemilang dengan menggagalkan sejumlah peluang emas milik para pemain Spanyol. Berkali-kali Selamatkan Argentina Martinez melakukan penyelamatan penting atas sundulan Nico Williams pada babak perpanjangan waktu. Sebelumnya, ia juga berhasil membendung tembakan pemain sayap Spanyol tersebut di waktu normal. Tak hanya Nico Williams, sejumlah peluang dari Mikel Oyarzabal, Dani Olmo, Alex Baena, hingga bek Pau Cubarsi juga mampu dimentahkan oleh Martinez. Salah satu aksi terbaiknya terjadi saat menepis tendangan bebas Lamine Yamal pada penghujung waktu normal. Bola yang mengarah ke gawang berhasil ditepis dengan refleks cepat. Ferran Torres pun sempat dibuat frustrasi sebelum akhirnya mencetak gol kemenangan. Sebelumnya, sundulan Torres berhasil diamankan dengan baik oleh Martinez. Cegah Kekalahan Telak Dominasi Spanyol sepanjang laga membuat lini pertahanan Argentina berada di bawah tekanan terus-menerus. Penampilan impresif Martinez menjadi faktor utama yang menjaga skor tetap kompetitif hingga laga memasuki babak tambahan. Tanpa sederet penyelamatan yang dilakukan kiper berusia 33 tahun itu, Argentina berpotensi menelan kekalahan dengan skor jauh lebih besar sejak waktu normal. Meski gagal membawa Argentina kembali menjadi juara dunia, performa Emiliano Martinez di partai final dinilai sebagai salah satu yang paling menonjol di kubu Albiceleste.
Sports

Berita Sports, PIFA - Legenda sepak bola Brasil, Ronaldo mengakui bahwa ia kini mendukung Lionel Messi dan negara rivalnya, Argentina untuk menjadi juara Piala Dunia 2022. Hal itu disampaikannya karena menurut Ronaldo, Messi dkk layak mendapatkannya. Secara jujur Ronaldo mengakui bahwa ia tak bisa begitu saja mendukung La Albiceleste juara. Namun, karena ada Lionel Messi di skuad tersebut, ia menilai Argentina layak mendapatkan trofi Piala Dunia edisi Qatar ini. “Saya akan jujur, saya tidak bisa mengatakan saya ingin Argentina menang, itu bohong. Saya tidak akan bahagia sebagai orang Brasil," katanya, mengutip The Sun, Selasa (13/12). "Mereka semua pantas mendapatkannya. Sepak bola adalah tentang bermain dan menang, tidak ada yang akan memberi Anda apa pun. Mereka semua punya peluang, tentu saja," tambahnya. Bagi Ronaldo, Messi yang selalu bisa menjadi pembeda ketika Tim Tango mengalami kebuntuan. "Argentina tidak memainkan sepak bola yang hebat tetapi mereka memiliki keinginan yang luar biasa. Mereka semua banyak berlari bersama, mereka semua memiliki agresivitas... dan kemudian mereka memiliki Messi, yang ketika masuk ke dalam kotak sangat menentukan. Secara pribadi, Ronaldo juga mengakui bahwa dirinya akan senang jika Lionel Messi berhasil memenangkan trofi tahun ini. "Secara pribadi, saya akan senang untuknya jika dia memenangkannya," imbuhnya. (yd)