Netanyahu: Rezim Iran Akan Jatuh, Ketegangan Diplomasi AS–Israel Menguat. AFP

Netanyahu: Rezim Iran Akan Jatuh, Ketegangan Diplomasi AS–Israel Menguat. AFP

Berandascoped-by-BerandaInternasionalscoped-by-InternasionalNetanyahu: Rezim Iran Akan Jatuh, Ketegangan Diplomasi AS–Israel Menguat

Netanyahu: Rezim Iran Akan Jatuh, Ketegangan Diplomasi AS–Israel Menguat

Internasional | Selasa, 2 Juni 2026

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan keyakinannya bahwa rezim Iran pada akhirnya akan runtuh di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Dalam unggahan di platform X pada Selasa (2/6), Netanyahu menilai Iran telah membayar “harga yang sangat mahal” akibat konflik berkepanjangan di kawasan tersebut.

“Fondasi rezim teror di Iran telah retak. Iran tidak akan pernah kembali seperti sebelumnya, dan saya katakan kepada Anda, rezim itu ditakdirkan untuk jatuh,” ujar Netanyahu.

Pernyataan itu muncul di tengah laporan bahwa Amerika Serikat (AS) dan Iran berada di ambang kesepakatan dalam perundingan yang bertujuan meredakan konflik yang telah berlangsung sejak 28 Februari. Situasi ini disebut menimbulkan ketegangan tersendiri antara Israel dan Washington.

Netanyahu dikabarkan frustrasi terhadap sikap Presiden AS Donald Trump yang dinilai semakin melunak terhadap Iran dalam upaya mencapai kesepakatan. Sejumlah sumber di Israel menyebut Netanyahu merasa diabaikan setelah tidak dilibatkan secara penuh dalam proses negosiasi AS–Iran.

Laporan CNN mengungkap bahwa sejak gencatan senjata sementara pada April, Netanyahu berulang kali mendesak Trump untuk melanjutkan operasi militer dengan alasan tekanan berkelanjutan dapat melemahkan Teheran. Namun, Gedung Putih disebut lebih memilih jalur diplomasi dan semakin mendekat ke Iran.

Kekhawatiran Israel terutama berfokus pada isu pengayaan uranium, program rudal, serta jaringan proksi regional Iran. Seorang pejabat Israel menilai ada risiko bahwa kesepakatan yang dihasilkan hanya berupa pernyataan niat tanpa jaminan penghentian program nuklir Iran secara nyata.

Di sisi lain, Iran menegaskan bahwa isu stok uranium tidak termasuk dalam pembahasan kesepakatan dengan AS. Trump sendiri sebelumnya sempat menuntut penghentian total pengayaan uranium Iran, namun belakangan menunjukkan sikap lebih fleksibel.

Ketegangan ini bahkan memunculkan kritik dari sejumlah pejabat Israel yang menilai perubahan sikap Washington sebagai bentuk kekecewaan mendalam terhadap arah kebijakan AS dalam negosiasi tersebut.

Rekomendasi

Foto: Arsenal Awali Liga Champions dengan Kemenangan 2-0 atas Athletic Club | Pifa Net

Arsenal Awali Liga Champions dengan Kemenangan 2-0 atas Athletic Club

Sports
| Rabu, 17 September 2025
Foto: Momen Warga di Landak Nyerok Ikan di Dalam Rumah Saat Banjir | Pifa Net

Momen Warga di Landak Nyerok Ikan di Dalam Rumah Saat Banjir

Landak
| Senin, 27 Januari 2025
Foto: Sidang Kasus Razman Arif Nasution di PN Jakarta Utara Berakhir Rusuh | Pifa Net

Sidang Kasus Razman Arif Nasution di PN Jakarta Utara Berakhir Rusuh

Indonesia
| Kamis, 6 Februari 2025
Foto: Lazio vs Como Berakhir Imbang 1-1, Fabregas Tak Puas | Pifa Net

Lazio vs Como Berakhir Imbang 1-1, Fabregas Tak Puas

Italia
| Sabtu, 11 Januari 2025
Foto: Ini 5 Tren Konten YouTube yang Bakal Booming di 2025 | Pifa Net

Ini 5 Tren Konten YouTube yang Bakal Booming di 2025

Indonesia
| Kamis, 2 Januari 2025
Foto: Persaingan Ketat di Daftar Top Skor Liga Champions Asia Elite 2024/2025 | Pifa Net

Persaingan Ketat di Daftar Top Skor Liga Champions Asia Elite 2024/2025

Asia
| Kamis, 20 Februari 2025
Foto: FIFA Setujui Perpindahan Federasi Joey, Dean, Emil, Ketiganya Bisa Main vs Australia & Bahrain | Pifa Net

FIFA Setujui Perpindahan Federasi Joey, Dean, Emil, Ketiganya Bisa Main vs Australia & Bahrain

Indonesia
| Kamis, 13 Maret 2025
Foto: Klaim Kontrak dengan NewJeans Belum Berakhir, ADOR Minta Media Tak Pakai Nama NJZ | Pifa Net

Klaim Kontrak dengan NewJeans Belum Berakhir, ADOR Minta Media Tak Pakai Nama NJZ

Korea Selatan
| Rabu, 12 Februari 2025
Foto: Lagu “Golden” dari Film Netflix K-Pop Demon Hunters Kuasai Tangga Lagu Billboard Selama 15 Minggu | Pifa Net

Lagu “Golden” dari Film Netflix K-Pop Demon Hunters Kuasai Tangga Lagu Billboard Selama 15 Minggu

Pifabiz
| Rabu, 12 November 2025
Foto: Survei Litbang Kompas: 80,9% Responden Puas dengan Kinerja 100 Hari Pemerintahan Prabowo-Gibran | Pifa Net

Survei Litbang Kompas: 80,9% Responden Puas dengan Kinerja 100 Hari Pemerintahan Prabowo-Gibran

Indonesia
| Selasa, 21 Januari 2025

Berita Terkait

Pifabiz

Foto: Joko Anwar Dukung Gus Miftah Dicopot dari Jabatan Sebagai Utusan Khusus Presiden | Pifa Net

Joko Anwar Dukung Gus Miftah Dicopot dari Jabatan Sebagai Utusan Khusus Presiden

PIFAbiz - Viralnya aksi Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah saat mengolok-olok pedagang es teh di sebuah kajian tengah menjadi sorotan publik. Bahkan sutradara ternama Joko Anwar juga ikut mengecam perkataan tak pantas yang diucapkan oleh Gus Miftah.Lewat sebuah tulisan di media sosial X pada Rabu (4/12/2024), Joko Anwar melontarkan kritik keras tentang bagaimana seorang pendakwah harusnya bisa memberi contoh yang baik kepada jamaahnya.“Indonesia ini miskin keteladanan. Banyak pemimpin, pengayom, pendidik, yang seharusnya memberikan contoh baik, malah merendahkan manusia lain," tulis Joko Anwar.Joko Anwar juga menyayangkan bagaimana aksi Gus Miftah malah dibela oleh sebagian kalangan, yang menganggap hal itu bagian dari lelucon sehari-hari sang pendakwah.“Ini bukan saja dibela, dinormalisasi oleh para pendukungnya, tapi dirayakan. Masih jijik dan mual banget tiap lihat bapak itu ketawa ngakak lihat orang di sebelahnya goblok-goblokin orang nyari rezeki. Terus mereka pada bilang, gaya guyonannya memang begitu," kata Joko Anwar.Kendati Gus Miftah sudah meminta maaf, Joko Anwar tetap mendukung pencopotan statusnya sebagai salah satu Utusan Khusus Presiden Prabowo Subianto. Mengingat dalam kasus Gus Miftah, Prabowo pun punya sikap sendiri terhadap mereka-mereka yang sedang mencari nafkah.“Gila sih kalau manusia kayak gini masih dapat tempat terhormat di negeri ini," tutur Joko Anwar.Tulisan Joko Anwar disambut pengguna X lain yang punya keresahan serupa. Tidak sedikit yang menyuarakan keheranan mereka pada pihak-pihak yang membela aksi Gus Miftah. Ada juga yang sependapat dengan Joko Anwar untuk mencopot titel Gus Miftah sebagai salah satu Utusan Khusus Presiden karena terbukti tidak bisa dijadikan panutan.“Saya mohon kepada Pak Prabowo, untuk segera memberhentikan Miftah. Jangan sampai utusan-utusan bapak merusak citra bapak karena nggak punya etika dan nir adab," komen warganet. (ly)

Indonesia
| Kamis, 5 Desember 2024

Lokal

Foto: Hut Ke-50 KORPRI, Bagi Bupati Muda Tugas Birokrasi adalah Memastikan Rakyat Terlayani | Pifa Net

Hut Ke-50 KORPRI, Bagi Bupati Muda Tugas Birokrasi adalah Memastikan Rakyat Terlayani

Berita Kubu Raya, PIFA - Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan mengatakan, tugas birokrasi adalah memastikan rakyat terlayani.  Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan mengajak anggota Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) untuk terus bergerak mencari terobosan dan inovasi terutama di bidang pelayanan publik.  Hal itu disampaikannya, saat menjadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-50 Korpri di Halaman Kantor Bupati Kubu Raya, Senin (29/11).  “Program-program pembangunan betul-betul ter-delivered, dirasakan manfaatnya oleh rakyat," katanya. Sebab, menurut Muda sekadar melayani saja sudah tidak cukup, karena pelayanan yang diberikan harus baik dan diimbangi dengan kemudahan serta kecepatan. Muda mengatakan, dalam memberikan pelayanan pada masyarakat, diperlukan cara-cara baru, dimana kreativitas dan inovasi adalah kunci.  Baginya, cara-cara lama yang monoton dan tidak kompetitif tidak bisa diteruskan lagi.  “Dengan semangat ‘kepung bakul’ birokrasi harus berubah. Kita harus membangun nilai-nilai baru dalam bekerja, adaptif dengan perubahan, lebih cepat, dan lebih baik dalam memberikan pelayanan pada masyarakat Kubu Raya,” ujarnya.  Pada kesempatan itu, Bupati Muda Mahendrawan juga mengucapkan selamat HUT Korpri yang ke-50. Teruskan pengabdian dan berikan karya terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” ucapnya.

Kubu Raya
| Senin, 29 November 2021

Teknologi

Foto: Viral Scan Mata Dapat Rp 300-500 Ribu, Layanan Worldcoin Dibekukan Pemerintah | Pifa Net

Viral Scan Mata Dapat Rp 300-500 Ribu, Layanan Worldcoin Dibekukan Pemerintah

PIFA.CO.ID, TEKNO - Fenomena antrean warga di Bekasi dan Depok untuk memindai iris mata demi imbalan uang tunai Rp 300.000 hingga Rp 500.000 tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial. Program ini merupakan bagian dari layanan Worldcoin, proyek identitas digital global berbasis blockchain yang digagas oleh Sam Altman, CEO OpenAI.Warga berbondong-bondong mendatangi gerai WorldID setelah mendengar kabar bahwa cukup dengan memindai mata menggunakan alat khusus berbentuk bola logam, mereka langsung mendapat koin digital yang dapat dicairkan menjadi uang tunai. Beberapa warga mengaku menerima uang antara Rp 250.000 hingga Rp 800.000 setelah proses pemindaian iris mata selesai. Antusiasme ini membuat lokasi layanan Worldcoin di Depok dan Bekasi dipadati warga yang ingin mencoba peruntungan serupa.Namun, dibalik fenomena ini, muncul kekhawatiran terkait keamanan data biometrik dan privasi pengguna. Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) langsung mengambil langkah tegas dengan membekukan sementara layanan Worldcoin dan WorldID di Indonesia. Pembekuan ini dilakukan karena ditemukan pelanggaran terhadap peraturan penyelenggaraan sistem elektronik, termasuk penggunaan izin badan hukum milik entitas lain dan belum adanya Tanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik (TDPSE) yang sah.Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kemkomdigi, Alexander Sabar, menegaskan pembekuan ini sebagai langkah preventif untuk melindungi masyarakat dari potensi risiko penyalahgunaan data pribadi. Pemerintah juga akan memanggil pihak terkait untuk klarifikasi dan memastikan perlindungan data warga tetap terjaga.Fenomena scan mata berhadiah uang ini menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap insentif digital, namun juga menyoroti pentingnya regulasi dan perlindungan data di era teknologi canggih.

Depok
| Selasa, 6 Mei 2025
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5