Sebagian Umat Muslim Jember–Bondowoso Mulai Puasa Ramadhan Hari Ini
PIFA, Jember - Sebagian warga di wilayah Kabupaten Jember dan Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, yang merupakan jamaah Pondok Pesantren Mahfilud Dluror mulai menjalankan ibadah puasa Ramadhan lebih awal, yakni pada Selasa.Pengasuh Pondok Pesantren Mahfilud Dluror, KH Ali Wafa, mengatakan jamaah pesantren telah melaksanakan shalat tarawih sejak Senin (16/2) malam dan langsung memulai puasa keesokan harinya."Kami sudah menjalankan ibadah shalat tarawih pada Senin (16/2) malam dan mulai hari ini kami berpuasa yang diikuti seluruh jamaah dan alumni, serta warga yang berada di sekitar pondok pesantren yang jumlahnya mencapai ribuan warga," kata KH Ali Wafa di Jember, Selasa.Ia menjelaskan, penetapan awal Ramadhan tersebut didasarkan pada keyakinan dengan menggunakan sistem khumasi, yakni metode penghitungan lima hari, yang merujuk pada kitab Nushatul Majaalis karya Syeh Abdurrohman As Shufuri As Syafi'i. Metode ini disebut telah dijalankan secara turun-temurun selama hampir dua abad."Sistem penghitungan khumasi, yakni penentuan awal puasa tahun ini bisa dengan cara menghitung lima hari dari awal puasa tahun sebelumnya, sehingga awal Ramadhan tahun depan juga sudah dapat ditentukan," tuturnya.Menurut KH Ali Wafa, pada tahun 2025 awal Ramadhan jatuh pada hari Jumat. Dengan menggunakan sistem khumasi, maka lima hari berikutnya—Jumat, Sabtu, Minggu, Senin, dan Selasa—ditetapkan sebagai awal Ramadhan 1447 Hijriah bagi jamaah dan warga di sekitar Ponpes Mahfilud Dluror yang berada di wilayah perbatasan Jember dan Bondowoso.Penentuan awal puasa di pesantren tersebut juga merujuk pada kitab salaf Nushatul Majaalis wa Muntahobul Nafaais yang telah diterapkan sejak tahun 1826. Oleh karena itu, metode yang digunakan berbeda dengan pendekatan hisab dan rukyat yang umum dipakai pemerintah maupun organisasi Islam arus utama."Kami berharap perbedaan penetapan awal puasa di Pesantren Mahfilud Dluror tersebut juga dihargai umat Muslim lainnya dengan keyakinan masing-masing dan selama ini tidak ada masalah karena perbedaan bisa menjadi rahmat bagi umat Muslim."Sementara itu, berdasarkan Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025, Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu (18/2).Adapun pemerintah melalui Kementerian Agama dijadwalkan menggelar sidang isbat pada Selasa sore. Sidang tersebut menjadi forum resmi penetapan awal Ramadhan bagi umat Islam di Indonesia, yang diawali dengan pemaparan posisi hilal berdasarkan data hisab.
Jember
| Selasa, 17 Februari 2026