Om Daeng Tuntaskan “Jelajah Sulawesi” 6.000 Km dengan Yamaha XMAX TECHMAX

Om Daeng Tuntaskan “Jelajah Sulawesi” 6.000 Km dengan Yamaha XMAX TECHMAX

Berandascoped-by-BerandaTeknologiscoped-by-TeknologiOm Daeng Tuntaskan “Jelajah Sulawesi” 6.000 Km dengan Yamaha XMAX TECHMAX

Om Daeng Tuntaskan “Jelajah Sulawesi” 6.000 Km dengan Yamaha XMAX TECHMAX

Jakarta | Kamis, 26 Februari 2026

PIFA, Otomotif - Setelah menorehkan perjalanan bersejarah dari Indonesia menuju Mekkah, Arab Saudi menggunakan Yamaha XMAX generasi pertama selama tujuh bulan melintasi 12 negara sejauh lebih dari 27.000 kilometer, Anshar—akrab disapa Om Daeng—kembali melanjutkan petualangan berkendaranya di tanah air.

Kali ini, Om Daeng menjelajahi kampung halamannya di Pulau Sulawesi dengan Yamaha XMAX TECHMAX generasi terbaru dalam touring bertajuk Jelajah Sulawesi. Perjalanan berlangsung selama 25 hari, sejak 17 Januari hingga 13 Februari, dengan total jarak tempuh sekitar 6.000 kilometer dan melintasi 69 kabupaten/kota.

Touring dimulai dari Makassar dan menempuh rute panjang yang menghubungkan berbagai kota di Sulawesi, antara lain Bulukumba, Bone, Malili, Kolaka, Kendari, Baubau, Morowali, Ampana, Luwuk, Gorontalo, Manado, Bitung, Palu, Mamuju, Pinrang, hingga Toraja. Sepanjang perjalanan, Om Daeng menghadapi beragam karakter jalan, mulai dari jalur pesisir pantai, jalan antar kota, hingga medan pegunungan yang menantang.

Misi Sosial di Setiap Provinsi

Lebih dari sekadar touring, Jelajah Sulawesi juga membawa misi sosial. Di setiap provinsi yang disinggahi, Om Daeng menyempatkan diri berbagi dengan yayasan dan panti asuhan. Di Baubau, ia membagikan sembako ke yayasan panti asuhan setempat. Di Kotamobagu, bantuan sembako dan mainan anak-anak disalurkan ke pondok pesantren. Sementara di Palu, bantuan berupa sembako dan alat tulis diberikan kepada yayasan panti asuhan.

Perjalanan ini juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antar biker MAXI Yamaha di Sulawesi. Sambutan hangat komunitas di hampir setiap kota menjadi energi tersendiri sepanjang perjalanan.

“Kebahagiaan terbesar dalam perjalanan ini bukan hanya sampai tujuan dengan selamat dan menikmati keindahan alam Sulawesi, tapi bisa berbagi langsung dan melihat senyum anak-anak di setiap kota yang saya datangi serta bersilaturahmi dengan kawan-kawan sesama biker MAXI Yamaha,” ungkap Om Daeng.

Jalur Menantang dan Panorama Indah

Tantangan terberat dirasakan saat melintasi jalur Morowali menuju Luwuk Banggai di Sulawesi Tengah. Jalur pegunungan sempit dengan tanjakan, turunan panjang, serta tikungan teknikal menguji fokus dan stamina.

“Di sini benar-benar menguji fokus dan stamina. Tapi XMAX TECHMAX terasa lebih ringan dan lincah saat harus bermain di tikungan pegunungan,” jelasnya.

Sementara jalur paling indah menurut Om Daeng adalah rute Amurang–Kotamobagu yang menyuguhkan panorama khas Sulawesi Utara, memadukan pesisir teluk dengan pegunungan sejuk.

Performa XMAX TECHMAX Kian Mantap

Dibandingkan generasi sebelumnya, Om Daeng merasakan peningkatan signifikan pada XMAX TECHMAX terbaru, terutama dari sisi handling dan kelincahan.

“Motor ini terasa lebih ramping, lebih lincah, dan lebih ringan. Handling jauh lebih enak, terutama untuk jalur pegunungan. Overall riding experience meningkat,” ujarnya.

Fitur navigasi Garmin Street Cross yang terintegrasi pada panel TFT meter menjadi andalan selama touring jarak jauh. Jok model Eropa dengan sandaran lumbar support juga memberi kenyamanan ekstra saat menempuh ribuan kilometer.

Lanjut ke Nusa Tenggara Timur

Usai menuntaskan Jelajah Sulawesi, Om Daeng bersiap melanjutkan ekspedisi ke Nusa Tenggara Timur. Ia dijadwalkan menyeberang dari Pelabuhan Bira menuju Labuan Bajo untuk meneruskan misi eksplorasi dan berbagi.

Konsistensi, kepedulian sosial, dan ketangguhan berkendara menjadikan perjalanan ini bukan sekadar menaklukkan jarak, melainkan menghadirkan makna di setiap kilometer yang ditempuh Om Daeng bersama skutik MAXI Yamaha.

Rekomendasi

Foto: Netflix Siapkan "Squid Game: The Challenge" di Tengah Kekecewaan atas Emmy Awards 2025 | Pifa Net

Netflix Siapkan "Squid Game: The Challenge" di Tengah Kekecewaan atas Emmy Awards 2025

Pifabiz
| Jumat, 18 Juli 2025
Foto: Bandara Singkawang Siap Perluas Apron pada 2026, Pemkot Dorong Pembukaan Rute Baru | Pifa Net

Bandara Singkawang Siap Perluas Apron pada 2026, Pemkot Dorong Pembukaan Rute Baru

Lokal
| Rabu, 3 Desember 2025
Foto: Suasana Baru Makam Kesultanan Pontianak Usai Direvitalisasi dengan Biaya APBN Rp 21 Miliar | Pifa Net

Suasana Baru Makam Kesultanan Pontianak Usai Direvitalisasi dengan Biaya APBN Rp 21 Miliar

Pontianak
| Senin, 21 April 2025
Foto: Presiden Prabowo Terima Penghargaan Tertinggi dari Kerajaan Johor | Pifa Net

Presiden Prabowo Terima Penghargaan Tertinggi dari Kerajaan Johor

Politik
| Senin, 27 Januari 2025
Foto: Konsumsi Alkohol Berisiko Mempercepat Kerusakan Hati, Ini Penjelasan Dokter | Pifa Net

Konsumsi Alkohol Berisiko Mempercepat Kerusakan Hati, Ini Penjelasan Dokter

Indonesia
| Minggu, 2 Februari 2025
Foto: Calvin Verdonk Ungkap Peran Patrick Kluivert Sebelum Putuskan Gabung Lille | Pifa Net

Calvin Verdonk Ungkap Peran Patrick Kluivert Sebelum Putuskan Gabung Lille

Sports
| Selasa, 2 September 2025
Foto: Ini Cara Sonny Septian-Fairuz A Rafiq Ajarkan Nilai Agama ke Anak | Pifa Net

Ini Cara Sonny Septian-Fairuz A Rafiq Ajarkan Nilai Agama ke Anak

Indonesia
| Sabtu, 15 Maret 2025
Foto: Kejagung Ungkap Peran Dua Tersangka Baru dalam Kasus Korupsi di PT Pertamina Patra Niaga | Pifa Net

Kejagung Ungkap Peran Dua Tersangka Baru dalam Kasus Korupsi di PT Pertamina Patra Niaga

Jakarta
| Kamis, 27 Februari 2025
Foto: Patrick Kluivert Rilis Skuad Sementara Pemain Timnas Indonesia, Berikut Daftarnya! | Pifa Net

Patrick Kluivert Rilis Skuad Sementara Pemain Timnas Indonesia, Berikut Daftarnya!

Indonesia
| Minggu, 9 Maret 2025
Foto: Resmi! Inilah 23 Pemain Timnas Indonesia vs Australia di Kualifikasi Piala Dunia 2026 | Pifa Net

Resmi! Inilah 23 Pemain Timnas Indonesia vs Australia di Kualifikasi Piala Dunia 2026

Indonesia
| Kamis, 20 Maret 2025

Berita Terkait

Sports

Foto: Timnas Putri U-20 Indonesia Tahan Imbang Myanmar 2-2 di Kualifikasi Piala Asia | Pifa Net

Timnas Putri U-20 Indonesia Tahan Imbang Myanmar 2-2 di Kualifikasi Piala Asia

PIFA, Sports - Timnas putri U-20 Indonesia menunjukkan semangat juang tinggi saat menahan imbang tuan rumah Myanmar 2-2 pada laga kedua Grup D kualifikasi Piala Asia Putri U-20 2026 di Stadion Thuwunna, Yangon, Jumat. Skuad Garuda Pertiwi sempat tertinggal 0-2 lebih dari satu jam pertandingan, sebelum bangkit lewat dua gol cepat Ajeng dan Jazlyn. Myanmar, peringkat 56 dunia, mendominasi sejak awal dan memecah kebuntuan pada menit ke-39 melalui tendangan bebas Yin Loon Eain. Gol kedua tuan rumah lahir di menit ke-54 lewat sundulan Naing Naing Win yang sempat membentur Jezlyn, membuat kiper Alleana tak berdaya. Tertinggal dua gol, Indonesia mulai bangkit. Ajeng mencetak gol pertama di menit ke-68 lewat aksi individu dari sisi kanan, disusul tembakan jarak jauh Jazlyn tiga menit kemudian yang menyamakan skor menjadi 2-2. Sisa laga berlangsung dengan jual beli serangan, namun skor imbang bertahan hingga peluit akhir. Hasil ini membuat Indonesia, peringkat 106 FIFA, mengoleksi dua poin di posisi kedua klasemen Grup D, terpaut dua poin dari Myanmar di puncak. Pada laga terakhir, Minggu (10/8), Indonesia akan menghadapi Turkmenistan, sementara Myanmar bertemu India. Delapan juara grup dan tiga runner-up terbaik akan lolos ke putaran final bersama tuan rumah Thailand pada April 2026.

Sports
| Minggu, 10 Agustus 2025

Lifestyle

Foto: Mengatasi Masalah Motor yang Susah Hidup di Pagi Hari | Pifa Net

Mengatasi Masalah Motor yang Susah Hidup di Pagi Hari

PIFA, Tekno - Motor menjadi salah satu transportasi yang paling banyak digunakan untuk beraktivitas sehari-hari. Namun, terkadang kita mengalami masalah saat mencoba menghidupkan mesin motor. Salah satu masalah umum yang sering dihadapi oleh pemilik motor adalah sulitnya motor untuk menyala di pagi hari. Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan masalah ini terjadi. Berikut Ulasannya: 1. Sistem Pengapian yang Buruk Sistem pengapian yang buruk dapat menjadi penyebab motor sulit menyala di pagi hari. Komponen seperti busi yang kotor atau aus, kabel pengapian yang aus atau rusak, atau koil pengapian yang bermasalah dapat mengganggu proses pengapian yang tepat. Lakukan perawatan rutin pada sistem pengapian motor, seperti membersihkan atau mengganti busi, memeriksa kabel pengapian, dan memastikan koil pengapian berfungsi dengan baik. 2. Karburator Karburator yang kotor atau bermasalah juga dapat menyebabkan motor sulit hidup di pagi hari. Karburator yang kotor dapat menghalangi aliran bahan bakar yang tepat ke mesin. Selain itu, ada kemungkinan jarum pengapian atau katup bensin pada karburator terlalu longgar atau kotor. Membersihkan karburator secara teratur dan memastikan semua komponennya berfungsi dengan baik dapat membantu mengatasi masalah ini. 3. Kualitas Bahan Bakar yang Buruk: Penggunaan bahan bakar berkualitas rendah atau bensin yang terlalu lama tidak digunakan dapat menyebabkan motor sulit hidup di pagi hari. Bahan bakar yang buruk atau tercemar dapat mengganggu proses pembakaran di dalam mesin. Pastikan untuk menggunakan bahan bakar yang berkualitas baik dan hindari menyimpan bensin dalam waktu yang lama tanpa penggunaan. (ad)

Indonesia
| Sabtu, 17 Juni 2023

Pifabiz

Foto: Kelamin Remaja Dilaporkan Membusuk usai Operasi Usus Buntu, Pihak RS: Miskomunikasi Saja | Pifa Net

Kelamin Remaja Dilaporkan Membusuk usai Operasi Usus Buntu, Pihak RS: Miskomunikasi Saja

PIFAbiz - Seorang remaja berinisial CY (14) disebut mengalami pembusukan di alat kelaminnya usai menjalani operasi usus buntu di Rumah Sakit Mohammad Hoesein (RSMH) Palembang. Operasi pertama dilakukan pada 30 Januari 2023 karena CY mengeluhkan sakit di perut kanan bawah dan didiagnosis mengalami gejala radang usus buntu. Setelah operasi, kondisi CY dinilai baik dan ia diperbolehkan pulang pada hari ketiga setelah operasi. "Operasi pertama itu kita heran karena bekas luka tak dijahit, tapi hanya ditutup plaster saja, sehingga menyebabkan pembengkakan dan menjalar ke bagian tubuh lainnya yakni alat vital pasien," kata Kuasa hukum keluarga CY, Muh Novel Suwa seperti dikutip dari detikcom, Senin (13/2/2023). Namun, pada hari keenam setelah operasi, CY harus kembali dibawa ke rumah sakit karena luka operasi mengeluarkan caira kuning terus menerus dan terjadi pembengkakakn di area vital pasien atau Miss V. Akhirnya, CY harus menjalani operasi kedua dan saat ini masih dirawat di rawat inap. Kuasa hukum keluarga CY, Muh Novel Suwa menduga CY menjadi korban malpraktik. Sementara itu, Wakil Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan, dan Penunjang RSMH Palembang, Marta Hendry, menyatakan bahwa operasi pertama berjalan lancar dan pihak keluarga sudah diberitahu tentang risiko yang mungkin terjadi setelah operasi. "Jadi kita jelaskan ya, sepertinya kalau saya tangkap ini hanya miskomunikasi saja. Pada saat operasi pertama terhadap pasien, pihak keluarga telah kita jelaskan bahwa akan ada risiko yang kemungkinan terjadi, karena pasien sudah telat selama tiga hari untuk menjalani operasi usus buntu yang pertama itu," kata Marta, Sabtu (11/2). Marta menyebut masalah ini sebagai miskomunikasi dan memastikan bahwa luka operasi tidak dijahit sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP). "Lalu kemudian kenapa itu ada nanah? Nah, ini yang perlu kita tahu, itu karena sisa-sisa operasi dan di bagian luar perut juga sudah dibalut kan dengan kain kasa khusus, memang tidak dijahit, kalau dijahit malah kita malpraktik. Tidak ada membusuk, itu pembengkakan," katanya lagi. "Karena memang, sebelum operasi pasien sudah ada peradangan dan telah dibawa keluarganya ke rumah sakit. Kenapa bagian luar tak di jahit dan hanya dalamnya saja? Memang SOP-nya seperti itu karena nanti yang bagian luar itu akan menyatu dengan sendirinya, makanya dibalut dengan kasa khusus. Kita juga sudah berikan antibiotik yang bagus agar kulit bagian luarnya dapat menyatu kembali," lanjutnya. Marta mengungkapkan pada hari keenam pasien kembali dibawa keluarga karena luka operasi infeksi dan bernanah. Setelah melalui pemeriksaan, akhirnya dilakukan operasi kedua dan saat ini pasien masih dirawat di rawat inap. "Jadi kalau dibilang sampai bengkak ke bagian vital pasien, secara medis itu hal yang biasa, jadi keluarga tak perlu khawatir, karena pembengkakan itu efek dari operasi menyatukan bagian dalamnya, bengkak itu juga akan hilang terserap dengan sendirinya. Kalau soal nanah itu kan kita sudah bilang dari awal ke keluarga pasien ada kemungkinan tersebut, dari awal sudah ada peradangan, karena terlambat dibawa ke rumah sakit," jelasnya. (b)

Palembang
| Senin, 13 Februari 2023
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5