Foto: Pandawara

Foto: Pandawara

Berandascoped-by-BerandaNasionalscoped-by-NasionalPandawara Kecewa Sungai yang Dibersihkan Rp100 Juta Kembali Dipenuhi Sampah

Pandawara Kecewa Sungai yang Dibersihkan Rp100 Juta Kembali Dipenuhi Sampah

Nasional | Rabu, 11 Februari 2026

PIFA, Nasional - Pandawara Group kembali menarik perhatian publik setelah membagikan video kekecewaan mereka terhadap kondisi sebuah sungai yang pernah mereka bersihkan dengan biaya sekitar Rp100 juta. Dalam unggahan yang viral di media sosial, kelompok pegiat lingkungan itu menunjukkan aliran sungai yang kini kembali dipenuhi tumpukan sampah plastik dan limbah rumah tangga, padahal setahun lalu mereka telah menggelar proyek normalisasi dan pembersihan menyeluruh. Pandawara menyebut bahwa upaya mereka tampaknya sia‑sia karena masyarakat kembali membuang sampah ke sungai tanpa rasa tanggung jawab.

Dalam video yang diunggah pada Senin (9/2/2026), salah satu anggota Pandawara menyampaikan kekecewaan dengan kalimat, “Pada nyangka gak sungai ini pernah bersih tahun lalu?” Ungkapan itu menegaskan betapa mereka terpukul melihat sungai yang pernah mereka pulihkan kembali berubah menjadi “lautan sampah”. Dilansir dari unggahan resmi Pandawara di Instagram, mereka tidak lagi memviralkan lokasi sungai secara spesifik, namun mengajak publik untuk berpikir lebih sehat dan berhenti mencemari lingkungan.

Pandawara menjelaskan bahwa setahun lalu mereka menghabiskan dana sekitar Rp100–106 juta untuk membersihkan sungai tersebut, termasuk biaya alat berat, pengangkutan sampah, dan operasional selama tujuh hari penuh. Dalam kurun waktu itu, mereka berhasil mengangkut ratusan ton sampah dan mengembalikan permukaan sungai ke kondisi yang jauh lebih baik. “Tepat pada satu tahun yang lalu kami habiskan seratus juta rupiah untuk membersihkan sungai ini, kami kembalikan sungai ini menjadi normal,” demikian kutipan yang mereka sampaikan dalam video.

Namun, kini kondisi sungai kembali menurun drastis. Pandawara menunjukkan rekaman sungai yang nyaris tidak terlihat airnya karena tertutup sampah plastik, kantong kresek, dan limbah rumah tangga lainnya. Mereka menilai bahwa biaya besar yang dikeluarkan bukan hanya hilang begitu saja, tetapi juga menjadi bukti lemahnya kesadaran lingkungan masyarakat. “Pengkhianatan masyarakat Indonesia terhadap keindahan alam,” begitu Pandawara mendeskripsikan pemandangan sungai yang mereka tangkap.

Di balik kekecewaan, Pandawara tetap menekankan bahwa tujuan mereka bukan untuk menyalahkan, melainkan untuk mengingatkan. Mereka mengingatkan bahwa pembersihan sungai oleh kelompok mana pun tidak akan berdampak permanen jika perilaku membuang sampah ke sungai tidak diubah.
Pandawara juga menyoroti persoalan sistem pengelolaan sampah yang belum berjalan baik di tingkat rumah tangga. Mereka menilai, selama warga belum membiasakan memilah dan mengolah sampah sejak dari rumah, sungai dan badan air lain akan terus menjadi tempat pembuangan akhir. Dalam unggahan lain, mereka sempat menunjukkan warga yang membuang sampah ke sungai bahkan saat pembersihan sedang berlangsung, sebuah adegan yang memicu kemarahan netizen dan menjadi sorotan di berbagai media daring.

Rekomendasi

Foto: Jenggot Naga Jadi Rebutan Penonton Cap Go Meh di Pontianak, Ini Maknanya | Pifa Net

Jenggot Naga Jadi Rebutan Penonton Cap Go Meh di Pontianak, Ini Maknanya

Pontianak
| Senin, 10 Februari 2025
Foto: Operasi Ketupat Kapuas 2025, Polda Kalbar Kerahkan 729 Personel untuk Pengamanan Lebaran | Pifa Net

Operasi Ketupat Kapuas 2025, Polda Kalbar Kerahkan 729 Personel untuk Pengamanan Lebaran

Pontianak
| Jumat, 21 Maret 2025
Foto: Catat Jarak Lebih Dari 5.500 Kilometer, NMAX Tour Boemi Nusantara Buktikan Ketangguhan NMAX “TURBO” dan NMAX NEO | Pifa Net

Catat Jarak Lebih Dari 5.500 Kilometer, NMAX Tour Boemi Nusantara Buktikan Ketangguhan NMAX “TURBO” dan NMAX NEO

Indonesia
| Rabu, 22 Januari 2025
Foto: Barbie Hsu Tutup Usia Usai Terkena Pneumonia Pasca-Influenza, Apa Itu? | Pifa Net

Barbie Hsu Tutup Usia Usai Terkena Pneumonia Pasca-Influenza, Apa Itu?

Indonesia
| Senin, 3 Februari 2025
Foto: Heboh Ifan Seventeen Dikabarkan jadi Dirut Produksi Film Negara | Pifa Net

Heboh Ifan Seventeen Dikabarkan jadi Dirut Produksi Film Negara

Indonesia
| Rabu, 12 Maret 2025
Foto: Kapolri Tegaskan Sanksi Tegas untuk Kasat Narkoba Polres Nunukan jika Terbukti Selundupkan Sabu | Pifa Net

Kapolri Tegaskan Sanksi Tegas untuk Kasat Narkoba Polres Nunukan jika Terbukti Selundupkan Sabu

Nasional
| Jumat, 11 Juli 2025
Foto: Pria Bobol Apotek Agung Pontianak, Gasak Rp34 Juta, Tersisa Rp4 Juta Saat Ditangkap | Pifa Net

Pria Bobol Apotek Agung Pontianak, Gasak Rp34 Juta, Tersisa Rp4 Juta Saat Ditangkap

Pontianak
| Senin, 5 Mei 2025
Foto: Nekat Gunakan Visa Kerja untuk Haji, 117 WNI Ditolak Masuk dan Dipulangkan dari Arab Saudi | Pifa Net

Nekat Gunakan Visa Kerja untuk Haji, 117 WNI Ditolak Masuk dan Dipulangkan dari Arab Saudi

Arab Saudi
| Senin, 19 Mei 2025
Foto: Ranieri Ungkap Klub Milik Pengusaha Indonesia, Como Bisa Jadi Seperti Parma Era 1990-an | Pifa Net

Ranieri Ungkap Klub Milik Pengusaha Indonesia, Como Bisa Jadi Seperti Parma Era 1990-an

Italia
| Senin, 3 Maret 2025
Foto: Cetak Sejarah untuk K-Pop, Lisa BLACKPINK Siap Tampil di Panggung Oscar 2025 | Pifa Net

Cetak Sejarah untuk K-Pop, Lisa BLACKPINK Siap Tampil di Panggung Oscar 2025

Indonesia
| Kamis, 27 Februari 2025

Berita Terkait

Lokal

Foto: Sekda Harap Mahasiswa Kedokteran Untan Jadi Dokter Berkompeten | Pifa Net

Sekda Harap Mahasiswa Kedokteran Untan Jadi Dokter Berkompeten

PIFA, Lokal - Sekretaris Daerah Kalimantan Barat, Harisson membahas Perencanaan Intervensi Kesehatan Berbasis Pemberdayaan Masyarakat saat memberikan mata kuliah umum di Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura (Untan) Ruang E.1.4, Jumat (26/5/2023). Usai memberikan mata kuliah terhadap 99 mahasiswa/i kedokteran, pria bergelar dokter ini berharap mereka nantinya benar-benar menjadi dokter yang profesional dibidangnya. Meningkatkan pelayanan kesehatan di Kalbar sehingga mendongkrak derajat kesehatan masyarakat.  "Intinya jika tidak berkolaborasi dan memberdayakan masyarakat maka akan kesusahan mencapai target program kesehatan, untuk itu kita perlu memperhatikan keterlibatan masyarakat secara aktif dalam program kesehatan," jelasnya. Beberapa  materi yang disampaikan yakni terkait pentingnya upaya pencegahan stunting. Upaya ini dapat dimulai dengan memberikan edukasi tentang pola makan yang seimbang dan asupan gizi yang cukup pada anak-anak dan ibu hamil. Selain itu, peningkatan akses pada layanan kesehatan di tingkat desa harus lebih diperhatikan. Melalui upaya pemenuhan tenaga kesehatan, peningkatan sarana pelayanan primer seperti Puskesmas dan klinik pratama, pemenuhan alat kesehatan dan obat, serta inovasi untuk pelayanan di daerah terpencil. (ap)

Kalbar
| Minggu, 28 Mei 2023

Lokal

Foto: Tampil Stand-Out, Ratusan Gang Alpha Meriahkan Gelaran We Are Aerox Society di Pontianak & Makassar | Pifa Net

Tampil Stand-Out, Ratusan Gang Alpha Meriahkan Gelaran We Are Aerox Society di Pontianak & Makassar

PIFA.CO.ID, LOKAL – Rangkaian event We Are Aerox Society kembali melanjutkan keseruannya mengajak para Gang Alpha di seluruh Indonesia untuk tampil stand-out bersama AEROX ALPHA. Setelah sebelumnya sukses dihelat di Bandung, Jakarta, Surabaya, dan Medan kini kemeriahan We Are Aerox Society digelar serentak di kota Khatulistiwa, Pontianak, Kalimantan Barat dan Makassar, Sulawesi Selatan. Berlangsung pada 15 Februari kemarin di GAIA Bumi Raya City, Pontianak dan Café Vaan In Sky, Makassar ratusan Gang Alpha dari berbagai komunitas memadati ruas-ruas jalan kota bersama dengan motor Aerox kesayangan mereka untuk mengikuti berbagai activity seru yang ada di event We Are Aerox Society di wilayah mereka masing-masing. “Berdasarkan data mengenai tren market scooter premium di Pontianak dalam 5-10 tahun terakhir, Aerox menjadi salah satu produk dari varian MAXi Yamaha yang memiliki banyak sekali peminat dan penggunanya yang loyal. Ketertarikan masyarakat dan konsumen terhadap Aerox sendiri tidak terlepas dari suguhan desain Super Sport Scooter pada motor yang mampu menonjolkan aura agresif, gagah, dan lincah bagi para penggunanya. Terbaru, dengan meluncurnya AEROX ALPHA kami optimis dapat semakin mendobrak pasar sport scooter yang saat ini sedang bertumbuh cukup pesat dan didominasi oleh anak-anak muda. Untuk mampu mencapai visi ini, kami pun menghadirkan event We Are Aerox Society dengan berbagai rangkaian activity yang menarik untuk dapat semakin memantik minat dan ketertarikan anak-anak muda dalam menjadikan AEROX ALPHA sebagai dream bike masa kini,” ujar Rifki Maulana, PR, YRA & Community Manager PT Yamaha Indonesia Motor Mfg. Event We Are Aerox Society di Pontianak dimulai dengan mengajak undangan awak media nasional dan blogger serta vlogger bersama komunitas dari Aerox Riders Community Indonesia chapter Pontianak (ARCI), Aerox Pontianak (AP), dan Independent Aerox untuk melakoni mid-range touring menyusuri berbagai jalan dan landmark kota Pontianak. Rangkaian activity ini dimulai dari pusat kota Pontianak dan melewati berbagai landmark yang ikonik, salah satunya adalah Tugu Khatulistiwa. Jalur yang ditempuh oleh para peserta mengarah ke wilayah Sungai Kakap, di mana rute ini akan membawa para peserta media experience untuk dapat melihat langsung pesona Sungai Kapuas yang terkenal dan menjadi ikon dari Provinsi Kalimantan Barat. Para peserta pun menempuh jalur-jalur yang cukup padat dengan kondisi jalan yang juga tidak terlalu luas. Namun, rintangan ini pun dapat dilalui dengan mudah oleh AEROX ALPHA berkat desain “Super Sport-nya” yang agresif, yang mampu memberikan performa handling yang lebih optimal bagi para riders sekaligus memungkinkan mereka untuk mendapatkan 2 posisi berkendara yang lebih lincah dan agresif, baik untuk speeding maupun untuk melakukan cornering secara cepat. Selain media experience di Pontianak, activity pada event We Are Aerox Society di kedua kota pun juga dimeriahkan dengan street riding bersama puluhan peserta dari komunitas dan konsumen pengguna Aerox. Di Pontianak, para anggota komunitas & konsumen bersama dengan rekan-rekan media nasional mengikuti kegiatan rolling city menyusuri jalan-jalan arteri kota Pontianak. Acara pun kemudian dilanjutkan dengan gathering komunitas pengguna Aerox dan dibuka dengan meriah melalui local launching dan press conference bersama para petinggi Main Dealer Yamaha di masing-masing wilayah. Event di kedua kota pun dimeriahkan juga oleh berbagai activity seru bagi para youngster, mulai dari skateboard competition, mini outbound, mural competition, breakdance, beatbox, modifikasi Aerox, promo spesial, serta juga menghadirkan berbagai penampilan menarik dari berbagai guest star lokal. “Event We Are Aerox Society ini punya aneka activity yang seru dan keren banget. Menurut saya pribadi, gak mengherankan kalau ada banyak anak-anak muda yang datang ke sini untuk habiskan weekend-nya. Buat saya yang dari dulu sudah pakai Aerox, AEROX ALPHA ini punya banyak hal baru yang bikin saya naksir dan ingin punya motor ini. Apalagi ditambah saya bisa riding bareng sama teman-teman dari komunitas yang bikin acara ini jadi lebih seru. Harapan saya, semoga saya ada rezeki bisa bawa pulang 1 unit AEROX APHA dan semoga event-event seperti ini bisa kembali lagi ke Pontianak”, ujar Firman salah satu peserta rolling city We Are Aerox Society Pontianak. Rangkaian event We Are Aerox Society akan kembali melanjutkan perjalanannya ke berbagai kota di Indonesia. Buat kamu para Gang Alpha, ayo siap-siap buat join segera We Are Aerox Society di kotamu. Program Miliarder Yamaha Yamaha kembali mengadakan Program Miliarder 2025, membuka kesempatan kepada setiap pembeli sepeda motor Yamaha untuk mendapatkan uang tunai 1 miliar rupiah tanpa dipotong pajak. Bagi setiap konsumen yang membeli motor Yamaha periode 11 Oktober s/d 30 Juni 2025 akan mendapatkan 1 nomor undian dan berlaku kelipatan. Seluruh pengundian akan dilaksanakan di bulan Juli 2025. Informasi terkait partisipasi dalam program undian bisa dicek di My Yamaha Motor.

Pontianak
| Selasa, 18 Februari 2025

Politik

Foto: Komisi X DPR Akan Panggil Fadli Zon Usai Pernyataan Kontroversial soal Pemerkosaan Massal 1998 | Pifa Net

Komisi X DPR Akan Panggil Fadli Zon Usai Pernyataan Kontroversial soal Pemerkosaan Massal 1998

PIFA, Politik - Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, menyatakan akan meminta klarifikasi dari Menteri Kebudayaan Fadli Zon terkait pernyataannya yang menyebut tidak ada pemerkosaan massal dalam tragedi Mei 1998. Menurut Lalu, pernyataan tersebut bukan hanya keliru, tetapi juga menyakitkan bagi para korban dan berpotensi menghapus jejak sejarah kelam bangsa Indonesia. “Sedikit keliru kalau dikatakan tidak ada perkosaan massal. Peristiwa itu terjadi, jangan tutupi sejarah,” tegas Lalu dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (17/6). Ia menilai bahwa penyangkalan atas kekerasan seksual yang terjadi dalam kerusuhan 1998 sama saja dengan merendahkan martabat para korban, terutama perempuan yang menjadi korban kekerasan seksual dalam tragedi tersebut. Pernyataan seperti itu, lanjutnya, juga dapat menghambat proses pemulihan dan rekonsiliasi yang selama lebih dari dua dekade telah diperjuangkan oleh berbagai pihak. Akan Dipertanyakan di Rapat KerjaLalu menegaskan, meskipun DPR saat ini sedang dalam masa reses, Komisi X akan memanggil Fadli Zon dalam rapat kerja (raker) setelah masa sidang dimulai. Dalam forum resmi itu, pernyataan kontroversial Fadli akan menjadi salah satu agenda penting untuk dibahas. “Ketika memasuki masa sidang, Komisi X DPR akan mempertanyakan ucapan tersebut dalam rapat kerja bersama Menteri Kebudayaan,” ujarnya. Kritik terhadap Upaya Penulisan Ulang Sejarah Lalu juga menyoroti proses penulisan ulang sejarah Indonesia yang tengah dilakukan oleh Kementerian Kebudayaan di bawah pimpinan Fadli Zon. Ia mengingatkan bahwa sejarah tidak boleh direduksi menjadi narasi tunggal yang berpihak pada kekuasaan. “Sejarah bukan sekadar narasi masa lalu, melainkan fondasi jati diri bangsa. Maka ketika ada upaya penulisan ulang sejarah, yang perlu kita pastikan bukan siapa yang menulis, tetapi mengapa dan untuk siapa sejarah itu ditulis,” kata Lalu. Politisi tersebut menekankan pentingnya penulisan sejarah yang jujur, inklusif, dan partisipatif, serta mewakili suara korban, bukan semata agenda politik. Komitmen DPR Mengawal Revisi Sejarah Sebagai pimpinan komisi yang membidangi urusan pendidikan dan kebudayaan, Lalu berkomitmen mengawal proses penulisan ulang sejarah Indonesia. Ia menegaskan bahwa hal tersebut bukan sekadar domain kementerian, melainkan menyangkut kepentingan kolektif seluruh bangsa. “DPR mewakili rakyat dan punya tanggung jawab memastikan proses ini tidak menjadi rekayasa ingatan kolektif, melainkan rekonstruksi objektif,” tegasnya. Respons Publik dan Tekanan dari Aktivis Pernyataan Fadli Zon sebelumnya telah memicu respons keras dari berbagai pihak, termasuk aktivis hak asasi manusia dan kelompok penyintas tragedi 1998. Mereka menilai pernyataan itu tidak hanya menyakiti perasaan korban, tetapi juga bertentangan dengan berbagai laporan independen dan temuan lembaga hak asasi, baik nasional maupun internasional. Hingga kini, belum ada tanggapan langsung dari Menteri Kebudayaan Fadli Zon terkait rencana pemanggilan dari Komisi X DPR RI.

Politik
| Selasa, 17 Juni 2025
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5