Pandji Pragiwaksono Jalani Sanksi Adat Toraja, Dihukum 1 Babi dan 5 Ayam
Nasional | Rabu, 11 Februari 2026
Foto: Kompass
Nasional | Rabu, 11 Februari 2026









Lokal

PIFA, Lokal - Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan, S.H., M.H. menutup Festival Budaya Kapuas Hulu ke II di GOR Uncak Kapuas, Putussibau, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Senin (24/6/2024). Acara tersebut berlangsung meriah dan animo masyarakat terlihat sangat besar. Bupati Kapuas Hulu menyampaikan bahwa keragaman budaya adalah kelebihan yang ada di Kapuas Hulu. Kebudayaan mampu menarik perhatian masyarakat luar dan wisatawan. "Kita harus toleransi satu dengan yang lain, budaya boleh berbeda tapi inilah Kapuas Hulu, kita semua satu kesatuan. Selama ini Kapuas Hulu memiliki citra yang sangat positif di luar daerah, budayanya beragam dan rukun," ucapnya. Bupati Kapuas Hulu juga menerangkan Festival Budaya menjadi wadah mengembangkan kebudayaan, sebab anak-anak muda ambil bagian dalam kegiatan ini. Dia juga berharap FBKH bisa diadakan setiap tahun. "Agar generasi muda kita tidak ketinggalan zaman namun tetap erat dengan budayanya dan Saya minta suku-suku lain dilibatkan, baik itu Sunda, Batak, Jawa dan Flores, Papua dan lainnya," tegas Bupati. FBKH memberi dampak ekonomis ke pelaku UMKM, yang ada di sekitar lokasi kegiatan. "Seputaran GOR Uncak Kapuas banyak UMKM dan mereka dikunjungi masyarakat yang hadir untuk menyaksikan FBKH, inilah dampak ekonomis yang dirasakan pelaku UMKM," kata Bupati. Bupati Kapuas Hulu juga mengapresiasi pihak kecamatan se Kapuas Hulu, karena semuanya terlibat dalam FBKH. "Terima kasih seluruh kecamatan yang terlibat, terima kasih Camat kawal kontingennya, semoga ini bisa terus dipertahankan," tuntas Fransiskus. Penutupan FBKH turut dihadiri jajaran Forkopimda Kapuas Hulu, Sekda Kab. Kapuas Hulu Mohd. Zaini, Ketua DAD Kapuas Hulu, Yanto SP, para Kepala OPD Kapuas Hulu, jajaran BUMN dan BUMD. (yd)
Pifabiz

PIFAbiz - Penyanyi dan penulis lagu Baskara Putra, atau lebih dikenal dengan nama panggung Hindia, merilis mixtape terbaru bertajuk Doves, ‘25 on Blank Canvas. Mixtape yang berisi 16 lagu ini sudah tersedia di berbagai layanan musik digital, lengkap dengan format video lirik yang dapat disaksikan melalui saluran YouTube resmi Hindia. Selain itu, medium fisiknya juga dapat dibeli melalui situs resmi via SDY.Hindia mengungkapkan bahwa Doves, ‘25 on Blank Canvas merupakan reaksi natural dan spontan terhadap berbagai peristiwa yang terjadi di penghujung 2024. “Saya terpantik dengan gejolak yang terjadi di Indonesia beberapa waktu belakangan, rasanya sulit untuk sama sekali tidak menanggapi hal-hal tersebut. Ada prasangka kuat bahwa karya ini harus rilis sekarang, tidak lebih cepat, tidak lebih lama,” ujar Hindia dalam keterangannya di Jakarta, Senin.Mixtape ini menawarkan kebebasan eksplorasi musik dengan memadukan unsur gitar dan elektronik. Selain itu, Hindia juga mengombinasikan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris dalam liriknya, serta merespons atau menyisipkan karya musisi lain dalam lagu-lagunya.Dalam proses pengerjaan mixtape ini, Hindia menggandeng sejumlah musisi kenamaan sebagai produser, di antaranya Iga Massardi, Lafa Pratomo, Enrico Octaviano, Kareem ‘BAP.’ Soenharjo, Luth ‘Mellonz’ Adianto (Cosmicburp), Adrian Mahendra Putra (Blue Valley Radio), Kusuma ‘Utha’ Widhiana (Blue Valley Radio), Kevin ueency, BF-131131525, dan Emir Agung Mahendra. Emir Agung Mahendra juga turut berkolaborasi di lagu “betty” sebagai bagian dari entitas duo pop-nya, White Chorus.“Secara musik, keseluruhan mixtape banyak terpengaruh oleh berbagai musisi yang saya dengar selama beberapa bulan terakhir. Jadi semuanya dikerjakan secara spontan,” tambah Hindia.Sebagai bagian dari perayaan perilisan mixtape ini, tim Hindia, Sepuluh Dua Empat (1024), bekerja sama dengan Jabba Connection untuk menggelar konser peluncuran bertajuk Bali, ‘25 on Blank Canvas. Konser ini akan diadakan di Gianyar, Bali, pada 22 Maret mendatang. Tiket kategori Early Bird dijual dengan harga Rp275.000 (di luar pajak) dan sudah tersedia di loket.com hingga 27 Februari.Dengan dirilisnya Doves, ‘25 on Blank Canvas, Hindia kembali membuktikan eksistensinya dalam dunia musik Tanah Air melalui karya-karya yang menggugah dan penuh eksplorasi.
Lokal

PIFA, Lokal - Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan meninjau gedung Sekolah Dasar Negeri 13 dan SMPN 6 Satap di Desa Nanga Payang, Kecamatan Bunut Hulu, Selasa (11/4/2023). Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan dalam keterangannya mengatakan bahwa peninjauan tersebut dilakukan secara mendadak. Dalam peninjauan tersebut, dirinya menemukan bangunan SMPN 6 dalam kondisi tidak baik. "Kita tidak ada rencana ke sekolah tapi saya tertarik, SD nya masih layak tapi yang parah SMP nya, ini menjadi catatan kami," kata Fransiskus Diaan, Selasa. Mengetahui kondisi tersebut, Fransiskus pun segera berkoordinasi dengan Kepala Dinas Pendidikan Kapuas Hulu untuk mengupayakan pembangunan SMPN 6. "Mudah-mudahan tahun ini bisa dibangun, saya sudah hubungi kepala Dinas Pendidikan untuk mengupayakan," terang Bupati Sis-sapaan akrabnya. Pada kesempatan tersebut, Fransiskus Diaan menyempatkan diri memberi semangat kepada para murid. "Selalu semangat untuk anak SD dan SMP, jangan sampai putus sekolah walaupun kondisinya begini," pesannya.