Pangkalan Udara Israel Dilaporkan Rusak Usai Serangan Rudal Iran
Internasional | Rabu, 10 Juni 2026
Pangkalan Angkatan Udara Israel dilaporkan mengalami kerusakan signifikan setelah dihujani rudal Iran dalam eskalasi terbaru konflik di awal Juni. Kerusakan terparah disebut terjadi pada hanggar jet tempur di Pangkalan Udara Ramat David yang berada di wilayah utara Israel.
Berdasarkan analisis citra satelit beresolusi rendah dari Soar pada Senin (8/6), media Israel Yedioth Ahronoth melaporkan adanya perubahan visual berupa “titik gelap” di area hanggar tersebut jika dibandingkan dengan citra pada 5 Juni. Laporan itu mengindikasikan kemungkinan hanggar tersebut terkena serangan saat eskalasi dengan Iran, meski detail tingkat kerusakan masih belum dapat dipastikan.
Namun demikian, laporan tersebut juga menyebut bahwa belum ada kejelasan mengenai kondisi di dalam fasilitas tersebut saat serangan terjadi, termasuk seberapa besar dampak kerusakan yang ditimbulkan. Hingga kini, militer Israel belum memberikan pernyataan resmi terkait laporan tersebut.
Sebelumnya, Iran mengklaim telah menargetkan Pangkalan Udara Ramat David menggunakan rudal balistik sebagai bagian dari balasan atas serangan Israel di kawasan, termasuk di Lebanon. Serangan ini menjadi bagian dari rangkaian aksi saling balas yang kembali memanas antara kedua pihak.
Eskalasi konflik meningkat setelah Israel melancarkan serangan ke Beirut, Lebanon, meskipun terdapat gencatan senjata yang masih berlaku. Iran kemudian merespons dengan meluncurkan serangan rudal ke wilayah Israel utara, yang kemudian dibalas dengan serangan udara Israel ke sejumlah target di Iran.
Ketegangan di kawasan Timur Tengah terus meningkat sejak akhir Februari, ketika serangan udara besar-besaran oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran memicu rangkaian aksi balasan lintas negara di kawasan tersebut. Hingga kini, upaya diplomatik untuk meredakan konflik masih belum membuahkan hasil signifikan.



















