Paus Leo XIV Berdoa untuk Migran di Lampedusa Bertepatan Hari Kemerdekaan AS
Internasional | Sabtu, 4 Juli 2026
Paus Leo XIV memanjatkan doa bagi para migran yang dimakamkan di Pulau Lampedusa, Sisilia, Italia, bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Amerika Serikat pada 4 Juli. Dalam kunjungannya, ia juga memimpin misa untuk para pendatang baru yang tiba di pulau tersebut.
Melalui kunjungan itu, Paus memberikan penghormatan kepada puluhan ribu migran yang meninggal saat berusaha menyeberangi Laut Mediterania demi mencari kehidupan yang lebih aman dan sejahtera.
Pesan yang disampaikan Paus dinilai sebagai seruan moral kepada negara-negara Barat, khususnya Amerika Serikat dan Eropa, agar tetap menjunjung tinggi martabat setiap manusia, terutama para migran dan kelompok rentan.
Dalam suratnya kepada masyarakat Amerika Serikat pada peringatan Hari Kemerdekaan, Paus Leo XIV mengingatkan bahwa sejarah negara tersebut dibangun oleh para imigran.
Ia menegaskan bahwa penghormatan terhadap kehidupan manusia juga harus diwujudkan dengan menyambut, melindungi, dan membantu para migran.
"Menerima mereka dengan belas kasih dan kemurahan hati bukan hanya tindakan amal, tetapi juga pengakuan atas martabat yang dimiliki setiap manusia," tulis Paus.
Pulau Lampedusa selama bertahun-tahun menjadi pintu masuk utama bagi para migran yang menyeberang dari Libya dan Tunisia menuju Eropa. Kawasan ini juga menjadi simbol krisis migrasi yang terus dihadapi Uni Eropa.
Menurut International Organization for Migration (IOM), lebih dari 35.000 migran dilaporkan hilang di Laut Mediterania sejak 2014. Jumlah sebenarnya diperkirakan lebih tinggi karena banyak kecelakaan kapal yang tidak pernah tercatat.
Kunjungan Paus berlangsung di tengah kebijakan deportasi massal yang dijalankan pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, serta penerapan aturan baru Uni Eropa mengenai penanganan migrasi ilegal dan pencari suaka.
Regulasi baru tersebut mengharuskan pemeriksaan terhadap warga negara asing di perbatasan Uni Eropa selama maksimal tujuh hari sebelum diizinkan masuk. Aturan itu juga mempercepat proses pemulangan sukarela maupun deportasi bagi pencari suaka yang permohonannya ditolak.
Kunjungan Paus Leo XIV ke Lampedusa juga mengingatkan pada langkah pendahulunya, Paus Fransiskus, yang menjadikan pulau tersebut sebagai tujuan perjalanan pertamanya di luar Roma pada Juli 2013. Saat itu, Paus Fransiskus melempar karangan bunga ke Laut Mediterania untuk mengenang para migran yang meninggal dan mengecam apa yang disebutnya sebagai "globalisasi ketidakpedulian" terhadap nasib para pengungsi dan migran.



















