Paving Mangkrak Disulap Jadi Candi, Warga Banyuwangi Sindir Proyek Jalan yang Mandek
Jawa Timur | Selasa, 10 Februari 2026
Foto: Antara
Jawa Timur | Selasa, 10 Februari 2026










Lokal

Berita Lokal, PIFA – Program Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) yang digelar oleh jajaran TNI di sejumlah daerah Kalimantan Barat, mendapat apresiasi dari pihak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalbar. TMMD tersebut, dinilai bisa menjangkau daerah terpencil dan tertinggal di pelosok Kalbar. Sehingga dengan adanya program ini, bisa memberikan efek pembangunan di daerah belum tersentuh tersebut. “Sehingga jangkauan pembangunan bisa sampai lebih jauh, di desa pinggiran, desa perbatasan, desa pesisir dan pedalaman paling ujung,” kata Wakil Ketua DPRD Kalbar, Suriansyah, kemarin. Suriansyah mengatakan, jajaran TNI dapat membuat usulan untuk penganggaran program ini ke pemerintah provinsi, agar TMMD ini bisa lebih intensif lagi dilaksanakan. Tentunya melalui mekanisme yang tepat. “Sesuai mekanisme penyusunan anggaran, yaitu pada awal tahun, satu tahun sebelum anggaran ketika Pemprov menyusun rencana kerja. Itu pada Januari hingga Maret, sehingga bisa kita bahas bersama di DPRD,” paparnya. Sementara itu, TMMD saat ini juga tengah berjalan di Desa Bahenap, Kecamatan Kalis, Kabupaten Kapuas Hulu. Kawasan ini merupakan salah satu daerah terpencil di wilayah kabupaten paling ujung di Kalbar itu. TMMD yang diselenggarakan oleh Kodim 1206 Putussibau itu, akan dilaksanakan pembangunan akses jalan di Desa Bahenap dengan panjang kurang lebih lima kilometer. Selain itu, dalam pelaksanaan TMMD itu juga ada kegiatan non fisik seperti penyuluhan bahaya narkoba, wawasan kebangsaan serta pembinaan kepada masyarakat. (ap)
Lokal

PIFA, Lokal - Sebuah kejadian tragis melanda warga Kelurahan Sungai Beliung, Pontianak Barat, ketika rumah milik Nurhayati (50) roboh akibat dihantam ombak besar dari kapal yang melintas Sungai Kapuas. Kejadian ini terjadi pada Rabu malam, meninggalkan Nurhayati dan keluarganya dalam keadaan darurat. Konstruksi rumah yang sangat sederhana dan posisinya yang berada persis di tepi sungai membuatnya rentan terhadap hempasan ombak, banjir, dan terpaan angin. Nurhayati, bersama dua anaknya yang masih bersekolah, hanya bisa menyaksikan rumah mereka hancur dalam sekejap. Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, langsung meninjau lokasi kejadian dan memberikan bantuan darurat kepada korban berupa makanan siap saji, sandang, dan sembako. "Hari ini kita memberikan bantuan agar keluarga Ibu Nurhayati bisa bertahan beberapa hari ke depan," ujarnya dengan prihatin. Pemerintah Kota Pontianak juga menawarkan tempat tinggal sementara di rumah susun kepada korban, namun mereka memilih untuk tinggal sementara di rumah tetangga. Wali Kota menegaskan akan melakukan pendataan ulang garis sempadan sungai serta menata kembali kawasan bantaran sungai untuk mencegah kejadian serupa di masa depan. Kepala Dinas Sosial Kota Pontianak, Trisnawati, menyatakan bahwa bantuan yang disalurkan mencakup kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, dan terpal sebagai perlindungan sementara. "Kami juga akan memastikan agar keluarga ini terdaftar dalam program bantuan sosial pemerintah untuk tahun mendatang," tambahnya. Sementara itu, proses pemulihan rumah korban dibantu oleh warga sekitar secara gotong royong, dengan harapan kondisi mereka dapat segera pulih. Nurhayati sendiri, meskipun kehilangan segalanya, bersyukur atas perhatian dan bantuan yang diberikan oleh pemerintah dan masyarakat sekitar. Dalam kejadian ini, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Pemerintah setempat terus memantau situasi dan akan memberikan bantuan lebih lanjut sesuai kebutuhan.
Politik

PIFA, Politik - Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan isi pertemuan Presiden RI Prabowo Subianto dengan sejumlah organisasi masyarakat (ormas) Islam serta tokoh-tokoh muslim Indonesia yang digelar di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Selasa siang. Menurut Prasetyo, pertemuan tersebut merupakan agenda rutin yang kembali dimanfaatkan Presiden Prabowo untuk berdiskusi langsung dengan para tokoh Islam, termasuk pimpinan pondok pesantren, guna membahas berbagai perkembangan strategis, baik di dalam maupun luar negeri. “Ini adalah pertemuan yang sebenarnya rutin ya, beberapa waktu yang lalu juga pernah dilakukan oleh Bapak Presiden. Nah, hari ini Beliau (Presiden, red.) berkesempatan untuk kembali berdiskusi dengan para tokoh Islam untuk meng-update perkembangan-perkembangan baik di dalam negeri maupun di luar negeri,” kata Prasetyo Hadi kepada wartawan di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Selasa. Selain menyampaikan perkembangan terkini, Presiden Prabowo juga menjadikan forum tersebut sebagai ruang untuk menyerap aspirasi dan masukan dari tokoh-tokoh serta ormas Islam terkait berbagai isu kebangsaan. Dalam kesempatan itu, Prasetyo membuka kemungkinan adanya pembahasan mengenai langkah antisipasi kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang bulan Ramadhan. Ia menyinggung bahwa pemerintah telah lebih dahulu membahas isu tersebut dalam rapat Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP). “Ada kemungkinan (dibahas, red.). Kemarin juga kami menghadiri rapat Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP), yang salah satu pokok bahasannya adalah dalam rangka menghadapi bulan suci Ramadhan, dan persiapan lebaran. Maka, ada beberapa hal yang memang sejak awal sudah coba kita antisipasi, terutama misalnya mengenai ketersediaan bahan-bahan pokok yang dibutuhkan oleh masyarakat,” ujar Prasetyo. Tak hanya isu domestik, pertemuan tersebut juga berpotensi menyinggung agenda luar negeri, termasuk keanggotaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian Gaza atau Board of Peace (BoP). “Saya rasa forum siang hari ini juga bagian dari yang memungkinkan untuk Bapak Presiden nanti bisa jadi akan menyampaikan poin-poin tersebut dengan harapan ini semua bisa diterima dan dimengerti oleh semua pihak,” kata Prasetyo. Sejumlah tokoh muslim dan perwakilan ormas Islam tampak menghadiri pertemuan tersebut. Di antaranya Wakil Presiden ke-13 Ma’ruf Amin, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Cholil Nafis, Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf, Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa, serta pengusaha Jusuf Hamka yang dikenal dengan sapaan Babah Alun. Secara keseluruhan, sekitar 40 hingga 50 tokoh dan perwakilan ormas Islam diundang Presiden Prabowo untuk mengikuti pertemuan di Istana Kepresidenan RI pada Selasa siang tersebut.