Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir mengunjungi Masjid Al Aqsa, Selasa (3/1/2022). (Foto: Twitter @itamarbengvir)

Berita Internasional, PIFA - PBB melalui Dewan Keamanannya akan mengadakan rapat guna membahas kunjungan Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir ke Masjid Al Aqsa. Seperti diketahui kunjungan tersebut dinilai kontroversial dan membuat marah warga Palestina.

Melansir AFP, rapat akan digelar pada Kamis (5/1/2023), di markas PBB di New York, pada pukul 15.00 waktu setempat. Dewan keamanan yang berjumlah 15 negara itu akan melakukan sidang buntut dari permintaan Uni Emirat Arab dan China.

Kunjungan pada Selasa (3/1) kemarin dikhawatirkan dapat memicu perang.

Sebagai informasi, Masjid Al-Aqsa terletak di Yerusalem timur yang dianeksasi Israel. Masjid tersebut merupakan situs tersuci ketiga dalam Islam.

Sementara orang Yahudi, masjid itu merupakan tempat paling suci bagi mereka. Tempat tersebut dikenal dengan sebutan Temple Mount dalam Yahudi.

Pada status quo lama, non-Muslim diizinkan mengunjungi situs tersebut, namun hanya pada waktu-waktu tertentu. Tapi mereka tak diizinkan untuk berdoa di sana.

Diberitakan detiknews (5/1), beberapa tahun terakhir ini semakin banyak orang Yahudi kebanyakan dari nasionalis Israel diam-diam berdoa di kompleks tersebut. Situasi itu pun dikecam oleh warga Palestina.

Dilansir dari AFP, Selasa (3/1/2023), kunjungan Menteri Keamanan Nasional Israel ke Al Aqsa memancing kemarahan Palestina. Mereka memandang kunjungan tersebut sebagai bentuk provokasi.

Kunjungan itu juga dikecam oleh Kelompok militan Hamas yang menguasai Jalur Gaza. Namun, Israel menegaskan pihaknya tak akan menyerah dengan ancaman Hamas. (yd)

Berita Internasional, PIFA - PBB melalui Dewan Keamanannya akan mengadakan rapat guna membahas kunjungan Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir ke Masjid Al Aqsa. Seperti diketahui kunjungan tersebut dinilai kontroversial dan membuat marah warga Palestina.

Melansir AFP, rapat akan digelar pada Kamis (5/1/2023), di markas PBB di New York, pada pukul 15.00 waktu setempat. Dewan keamanan yang berjumlah 15 negara itu akan melakukan sidang buntut dari permintaan Uni Emirat Arab dan China.

Kunjungan pada Selasa (3/1) kemarin dikhawatirkan dapat memicu perang.

Sebagai informasi, Masjid Al-Aqsa terletak di Yerusalem timur yang dianeksasi Israel. Masjid tersebut merupakan situs tersuci ketiga dalam Islam.

Sementara orang Yahudi, masjid itu merupakan tempat paling suci bagi mereka. Tempat tersebut dikenal dengan sebutan Temple Mount dalam Yahudi.

Pada status quo lama, non-Muslim diizinkan mengunjungi situs tersebut, namun hanya pada waktu-waktu tertentu. Tapi mereka tak diizinkan untuk berdoa di sana.

Diberitakan detiknews (5/1), beberapa tahun terakhir ini semakin banyak orang Yahudi kebanyakan dari nasionalis Israel diam-diam berdoa di kompleks tersebut. Situasi itu pun dikecam oleh warga Palestina.

Dilansir dari AFP, Selasa (3/1/2023), kunjungan Menteri Keamanan Nasional Israel ke Al Aqsa memancing kemarahan Palestina. Mereka memandang kunjungan tersebut sebagai bentuk provokasi.

Kunjungan itu juga dikecam oleh Kelompok militan Hamas yang menguasai Jalur Gaza. Namun, Israel menegaskan pihaknya tak akan menyerah dengan ancaman Hamas. (yd)

0

0

You can share on :

0 Komentar