Arsip - Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres berbicara pada jumpa pers di Markas Besar PBB di New York, Amerika Serikat (28/2/2025). (ANTARA/Xinhua/HO-UN Photo/Manuel Elias/aa)

Arsip - Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres berbicara pada jumpa pers di Markas Besar PBB di New York, Amerika Serikat (28/2/2025). (ANTARA/Xinhua/HO-UN Photo/Manuel Elias/aa)

Berandascoped-by-BerandaInternasionalscoped-by-InternasionalPBB: Saat Ini Risiko Penggunaan Senjata Nuklir Berada di Level Tertinggi dalam Beberapa Dekade Terakhir

PBB: Saat Ini Risiko Penggunaan Senjata Nuklir Berada di Level Tertinggi dalam Beberapa Dekade Terakhir

Internasional | Kamis, 5 Februari 2026

PIFA, Internasional - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menilai risiko penggunaan senjata nuklir saat ini berada pada level tertinggi dalam beberapa dekade terakhir. Pernyataan tersebut disampaikan menyusul berakhirnya Perjanjian Pengurangan Senjata Strategis Baru atau New START antara Rusia dan Amerika Serikat.

Seperti dilaporkan RIA Novosti pada Kamis (5/2), Guterres menyampaikan keprihatinannya melalui pernyataan resmi yang dikeluarkan setelah perjanjian New START resmi berakhir pada Rabu.

Ia menyayangkan berakhirnya perjanjian yang disebut sebagai hasil kerja keras selama puluhan tahun itu, terlebih karena terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global.

Guterres menilai berakhirnya New START terjadi “pada waktu terburuk”, ketika hubungan internasional berada dalam situasi yang penuh ketidakpastian dan risiko eskalasi konflik.

“Namun, bahkan di tengah ketidakpastian ini, kita harus mencari harapan. Ini merupakan kesempatan untuk mengatur ulang dan menciptakan sistem pengendalian senjata yang sesuai dengan konteks yang berkembang pesat,” kata Guterres.

Meski demikian, Guterres menyambut baik penegasan dari Amerika Serikat dan Rusia terkait pemahaman bersama mengenai dampak destabilisasi dari perlombaan senjata nuklir. Ia juga menekankan pentingnya mencegah dunia kembali memasuki era proliferasi nuklir yang tidak terkendali.

Sebagai informasi, New START merupakan perjanjian terakhir yang mengatur pengendalian senjata nuklir antara Amerika Serikat dan Rusia. Perjanjian tersebut membatasi jumlah hulu ledak nuklir strategis jarak jauh yang boleh dimiliki kedua negara dan mulai berlaku sejak 5 Februari 2011.

Berakhirnya New START memunculkan kekhawatiran baru terkait masa depan rezim pengendalian senjata nuklir global, terutama di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik internasional.

Rekomendasi

Foto: Agnez Mo vs Ari Bias Soal Hak Cipta Lagu | Pifa Net

Agnez Mo vs Ari Bias Soal Hak Cipta Lagu

Indonesia
| Selasa, 18 Februari 2025
Foto: Yamaha Dukung Kampanye Keselamatan Berkendara, Sunmori MAXi Ride & Pride Bersama Gubernur Lampung | Pifa Net

Yamaha Dukung Kampanye Keselamatan Berkendara, Sunmori MAXi Ride & Pride Bersama Gubernur Lampung

Otomotif
| Kamis, 23 Oktober 2025
Foto: Honor Luncurkan Magic V Flip 2, Ponsel Lipat Flip dengan Kamera 200MP dan Baterai 5500 mAh | Pifa Net

Honor Luncurkan Magic V Flip 2, Ponsel Lipat Flip dengan Kamera 200MP dan Baterai 5500 mAh

Teknologi
| Minggu, 24 Agustus 2025
Foto: Jay Idzes Kembali Jadi Kapten Venezia, Sayang Timnya Takluk Lagi | Pifa Net

Jay Idzes Kembali Jadi Kapten Venezia, Sayang Timnya Takluk Lagi

Italia
| Senin, 10 Februari 2025
Foto: Dokter Ingatkan Bahaya Suplemen yang Tidak Diperlukan Tubuh, Bisa Picu Efek Samping Serius    | Pifa Net

Dokter Ingatkan Bahaya Suplemen yang Tidak Diperlukan Tubuh, Bisa Picu Efek Samping Serius

Indonesia
| Jumat, 11 April 2025
Foto: KPK Panggil Lima Pejabat Kemenag dalam Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji | Pifa Net

KPK Panggil Lima Pejabat Kemenag dalam Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji

Nasional
| Rabu, 17 September 2025
Foto: Ribuan Driver Ojek Online Demo Serentak Hari Ini, Layanan Ojol Lumpuh di Berbagai Kota | Pifa Net

Ribuan Driver Ojek Online Demo Serentak Hari Ini, Layanan Ojol Lumpuh di Berbagai Kota

Indonesia
| Selasa, 20 Mei 2025
Foto: DPR Dukung Langkah Presiden Prabowo Naikkan Status Pengecer LPG 3 Kg | Pifa Net

DPR Dukung Langkah Presiden Prabowo Naikkan Status Pengecer LPG 3 Kg

Indonesia
| Rabu, 5 Februari 2025
Foto: Kalbar Food Festival Kembali Catat Rekor MURI, 1.300 Warga Minum Kopi Campur Durian | Pifa Net

Kalbar Food Festival Kembali Catat Rekor MURI, 1.300 Warga Minum Kopi Campur Durian

Pontianak
| Rabu, 12 Februari 2025
Foto: Tips Mengelola THR di Tengah Keadaan Ekonomi yang Lesu | Pifa Net

Tips Mengelola THR di Tengah Keadaan Ekonomi yang Lesu

Indonesia
| Minggu, 23 Maret 2025

Berita Terkait

Sports

Foto: Debut Sergio Conceicao di Serie A Mengecewakan, Marah Usai Ditahan Cagliari | Pifa Net

Debut Sergio Conceicao di Serie A Mengecewakan, Marah Usai Ditahan Cagliari

PIFA.CO.ID, SPORTS - Debut Sergio Conceicao sebagai pelatih AC Milan di Serie A berakhir dengan hasil kurang memuaskan. Rossoneri hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Cagliari di San Siro pada Minggu (12/1/2025) dini hari WIB, meskipun tampil dominan sepanjang pertandingan.Conceicao tidak dapat menyembunyikan rasa kecewanya. Ia terlihat marah saat konferensi pers usai pertandingan, menyoroti kurangnya efektivitas timnya di depan gawang lawan."Kami menguasai jalannya pertandingan, tetapi kehilangan fokus di momen-momen penting. Hasil ini tidak dapat diterima," tegas Conceicao.AC Milan langsung tampil agresif sejak menit awal. Rafael Leao dan rekan-rekannya beberapa kali menciptakan peluang berbahaya, terutama melalui tembakan jarak jauh. Namun, penyelesaian akhir yang kurang tajam membuat upaya mereka gagal membuahkan hasil maksimal.Hasil imbang ini menjadi pukulan bagi Milan, yang diharapkan meraih kemenangan pada laga pembuka untuk membangun momentum di bawah kepemimpinan pelatih baru.

Indonesia
| Minggu, 12 Januari 2025

Pifabiz

Foto: Wajah Jennie BLACKPINK sering Jadi Rujukan Pasien Operasi Plastik, Ternyata Ini Alasannya | Pifa Net

Wajah Jennie BLACKPINK sering Jadi Rujukan Pasien Operasi Plastik, Ternyata Ini Alasannya

PIFAbiz - Beberapa tahun belakangan, paras Jennie BLACPINK sering dijadikan rujukan oleh seseorang yang ingin melakukan operasi plastik. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh beberapa ahli bedah plastik yang mengatakan banyak pasien membawa foto Jennie BLACKPINK untuk saat hendak melakukan operasi plastik. Park Moon Soo, direktur Klinik Bulan, fasilitas perawatan kosmetik populer di Gangnam, mengungkapkan bahwa visual Jennie begitu populer di kalangan pasien bedah kosmetik karena penyanyi tersebut memiliki dagu pendek dan rahang kecil yang unik. Menurut Park Moon Soo, bentuk dagu dan rahang Jennie tersebutlah yang membuatnya terlihat lebih muda dari usia sebenarnya. Selain itu, kata Park Moon Soo, Jennie juga memiliki mata sipit dan bibir tebal yang membuat dirinya terlihat seksi. Dirinya kemudian mengatakan bahwa hal itulah yang membuat visualnya sangat diinginkan oleh pasien bedah kosmetik. "Saya pikir banyak orang meminta untuk tampil manis dan seksi pada waktu yang sama seperti Jennie)," ujar Park Moon Soo mengutip Wowkeren pada Kamis (19/1/2023). Oleh karena itu, kata Park Moon Soo, sejumlah pasien yang memiliki wajah seksi datang ke klinik untuk mendapatkan perawatan yang akan membuat mereka terlihat lebih manis, seperti penjahitan garis rahang. Sementara itu, bagi pasien yang sudah memiliki imej cute menginginkan lip filler atau perawatan serupa yang membuatnya terlihat lebih seksi. Rekan sejawat Park Moon Soo, Kook Hwa mencatat bahwa banyak selebriti memiliki wajah ramping dan kecil, bersama dengan bentuk wajah yang baik.  Karena itu, Kook Hwa merekomendasikan para pasien yang ingin melakukan operasi plastik untuk membawa foto selebriti yang memiliki tampilan yang lebih mirip dengan kita daripada memaksakan berusaha meniru kecantikan unik Jennie BLACKPINK.

Dunia
| Kamis, 19 Januari 2023

Teknologi

Foto: Google Kembangkan AI Jurnalis, Menulis Berita Jadi Lebih Mudah? | Pifa Net

Google Kembangkan AI Jurnalis, Menulis Berita Jadi Lebih Mudah?

PIFA, Tekno - Salah satu raksasa teknologi, Google, dikabarkan tengah mengembangkan AI untuk jurnalistik dengan proyek bernama "Genesis." Laporan dari The New York Times menyebutkan bahwa Google berencana untuk menciptakan AI yang mampu menulis berita berdasarkan detail-detail yang diberikan tentang suatu peristiwa. Sejauh ini, Google telah memiliki sistem kecerdasan buatan yang dapat digunakan untuk menghasilkan artikel bernama Google Bard. Namun, belum jelas bagaimana Genesis akan berbeda dari sistem-sistem yang telah ada di Google Bard. Google tampaknya berusaha untuk menciptakan bot jurnalistik yang lebih canggih. Genesis diharapkan menjadi asisten pribadi bagi para jurnalis, membantu mereka menghasilkan berita lebih cepat dan efisien. Dengan memberikan detail tentang suatu peristiwa, para jurnalis dapat memanfaatkan AI untuk menyusun artikel dengan lebih mudah dan cepat. Meskipun ide ini menarik dan berpotensi menghemat waktu, ada kekhawatiran bahwa teknologi ini bisa dianggap sebagai pengganti para jurnalis daripada sekadar alat bantu. Penggunaan AI dalam pemberitaan berita juga menimbulkan kekhawatiran tentang penyebaran informasi yang salah. Meskipun teknologi AI telah mencapai tingkat yang mengesankan dalam memahami konten dan bahasa manusia, masih ada risiko bahwa AI bisa membuat kesalahan atau mengandalkan data yang tidak akurat. Sejauh ini, Google telah mengajukan proposal tentang Genesis kepada beberapa organisasi berita ternama seperti Washington Post, News Corp, dan The New York Times. (ad)

Dunia
| Jumat, 21 Juli 2023
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5