PDIP Soroti Rencana Prabowo Perluas Perkebunan Sawit di Papua
Nasional | Senin, 22 Desember 2025
PDIP Soroti Rencana Prabowo Perluas Perkebunan Sawit di Papua. Getty Images
Nasional | Senin, 22 Desember 2025









Teknologi
PIFA, Otomotif - Yamaha kembali berhasil membuktikan kualitas skutik terbarunya lewat performa GEAR ULTIMA yang selalu berhasil menyelesaikan setiap perjalanan baik jarak pendek, maupun jarak jauh seperti aktivitas GEAR ULTIMATE RIDE yang mana riding dilakukan dari Jakarta menuju Bali dengan jarak kurang lebih 1400 KM. Perjalanan ini bukan hanya menunjukkan ketangguhan mesin terbaru Blue Core Hybrid 125cc, tetapi juga memperjelas gelar GEAR ULTIMA yang dikenal sebagai skutik tangguh. Perjalanan dari Jakarta ke Bali ini terbagi ke dalam 2 batch, yaitu Jakarta-Yogyakarta dan dilanjutkan dari Yogyakarta menuju Bali yang mana masing-masing batch diikuti oleh 4 rekan media. Untuk bisa membuktikan ketangguhan segudang keunggulan GEAR ULTIMA, rute dari touring ini tidak hanya lewat 1 rute saja, tetapi terdapat rute utara dan rute selatan yang pastinya masing-masing rute memiliki rintangannya masing-masing, mulai dari jalan menanjak yang sangat curam seperti tanjakan viral Krakalan, Yogyakarta di jaur selatan. Pembuktian ini menjadi semakin unik karena GEAR ULTIMA yang digunakan tersebut jalurnya ditukar dari batch sebelumnya agar mendapatkan pengujian yang seimbang. Terdapat beberapa keunggulan GEAR ULTIMA yang bikin touring GEAR ULTIMATE RIDE dari Jakarta ke Bali yang berhasil mempertegas tagline dari skutik ini, yaitu “Motor Kuat, Hebat, dan No Debat”, mulai dari aspek konsumsi bahan bakarnya, daya angkut berkat fitur praktisnya yang segudang, rangkanya yang berkualitas dan terjamin, serta kenyamanan berkendaranya. Jakarta – Jawa Tengah Cukup 1 Tangki Full Dengan mengandalkan mesin berteknologi Blue Core Hybrid 125 cc dan didukung tangki bensin dengan daya tamping maksimal 5.1 Liter, GEAR ULTIMA pada touring kali ini bisa melaju hingga jarak kurang lebih 320 KM atau sama dengan perjalanan dari Jakarta menuju daerah Tegal*. Pastinya selama perjalan tersebut disertai dengan berbagai kondisi jalan, mulai dari jalanan macet di tengah perkotaan hingga jalan menanjak sehingga karakter berkendaranya Stop and Go atau seperti berkendara pada umumnya saja. Si Praktis Buat Jalan-Jalan GEAR ULTIMA kembali berhasil membuktikan nilai fungsionalitasnya sebagai motor matic praktis yang cocok untuk harian ataupun perjalanan jarak jauh karena terbukti seluruh keperluan barang para peserta touring dari masing-masing batch dapat ditunjang dengan baik. Hal tersebut tentu saja didukung dengan segudang fitur utilitas motor ini, yaitu bagasi luas 18,6 liter, kompartemen tambahan di dek depan, hingga handle belakang multiguna yang dapat dipasangkan Top Box atau ransel besar sebagai ruang tambahan untuk membawa barang. Perjalanan menjadi lebih fleksibel karena adanya power socket yang dapat digunakan untuk mengisi daya gadget sepanjang perjalanan atau keperluan lainnya. Rangka Kuat, Tahan Segala Medan Ketangguhan dan kekuatan rangka terbaru GEAR ULTIMA yang kokoh juga terbukti karena walaupun membawa banyak barang sambil melintasi rute menanjak serta tidak selalu mulus, motor ini dinilai tetap terasa stabil dan nyaman untuk melanjutkan perjalanan hingga ke Bali. Salah satu tim bahkan membuktikan langsung GEAR ULTIMA dengan membawa 2 karung sayur dan pengendara dengan total bobot kurang lebih 180 Kg lewat jalan menanjak dan bebatuan dan terbtukti dapat dilaluinya tanpa kendala sedikitpun. Di samping itu, Yamaha juga memberikan Garansi Rangka, komponen FI, dan DiASil Cylinder & Forged Piston selama 5 tahun** dan Gratis Perawatan 3 tahun untuk periode pembelian tertentu**. Nyaman Dikendarai Untuk Jarak Jauh Soal kenyamanan, untuk skuter matic 125 cc, GEAR ULTIMA juga tidak kalah juara karena berkat lebar jok dan dek kaki yang luas, kenyamanan berkendara bersama skutik serba bisa ini menjadi lebih nyaman. Seperti salah satu peserta touring yang punya tinggi badan 185 cm dan berat sekitar 90 kg tetap terasa nyaman walaupun harus menempuh jarak rata-rata 135-150 km per hari. Selain jok dan dek kakinya yang luas, posisi berkendara dari GEAR ULTIMA juga didesain agar para pengendaranya dapat merasa nyaman saat diajak bermobilitas tinggi harian. "GEAR ULTIMA memang hadir untuk menjawab kebutuhan mobilitas pengendara masa kini yang semakin beragam. Khususnya bagi keluarga muda aktif yang masih memiliki jiwa eksploratif tinggi atau senang berpetualang di akhir pekan, namun juga membutuhkan kendaraan andal untuk aktivitas harian seperti ke kantor, antar anak sekolah, hingga belanja bulanan. Maka dari itu, skutik ini menjadi The Real Motor Tangguh yang siap menemani para pengendara baik mobilitas harian ataupun jarak jauh bersama keluarga,” ungkap Rifki Maulana, Manager Public Relations, YRA & Community, PT Yamaha Indonesia Motor Mfg.
Lokal

PIFA, Lokal - Meski usianya tak lagi muda tak menyurutkan dosen di Pontianak bernama Paulus Agustinus Sunardi mendonorkan darahnya secara sukarela. Bahkan saat ini tercatat telah lebih dari 100 kali ia donorkan darahnya.Ditemui wartawan PIFA, Paulus menceritakan pertama kali mendonorkan darahnya saat menjadi mahasiswa sekitar tahun 1980-an. Waktu itu ia melihat sebuah kecelakaan dan korban tersebut membutuhkan banyak kantong darah. Pria yang saat ini berusia 64 tahun itu pun tergerak untuk mendonorkan darahnya meski ia takut dengan jarum suntik.“Pertama kali saya tertarik untuk mendonorkan darah, saya melihat orang kecelakaan memerlukan sekali darah di rumah sakit. Saya terpanggil untuk mendonorkan darah padahal saya takut dengan jarum suntik. Sejak itu saya rutin donor darah,” ujarnya, Jumat (2/8/224).Paulus bilang donor darah ini diniatkan sepenuhnya hanya untuk ibadah. Selama menjadi pendonor darah Paulus merasa kesehatan tubuhnya semakin membaik bahkan ia jarang sakit. "Biasanya setelah donor badan terasa enak, jarang sakit juga, itulah manfaat donor darah," tuturnya sambil tersenyum.Paulus bilang dirinya sempat vakum selama dua tahun mendonorkan daranya. Hal tersebut karena ia ditugaskan ke Nusa Tenggara Timur (NTT), dan tempat kerjanya terlalu jauh dari lokasi PMI. Setiba kembali ke Pontianak, Paulus kembali rutin mendonorkan darahnya. Hingga sampai saat ini dia tak pernah absen berdonor dan sudah membukukan lebih dari 100 kali donor. “Saya pernah berhenti donor darah selama 2 tahun, waktu ditugaskan ke NTT. Karena tempat tinggal jauh dari PMI saya tidak mendonorkan darah. Pernah juga karena tensi tinggi jadi tidak bisa donor darah, tapi setelah itu banyak istirahat saya mendonorkan darah dan bisa,” ungkapnya.Kesukarelaan Paulus itu pun berbuah manis, ia akan mendapatkan penghargaan dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi). Paulus beserta 14 warga Pontianak lainnya akan berangkat ke Jakarta untuk menerima penghargaan Satyalencana Kebaktian Sosial Donor Darah Sukarela 100 kali, pada 5 Agustus 2024 mendatang.“Sebetulnya bukan ini yang saya inginkan, karena saya mendonorkan darah secara sukarela. Tetapi saya merasa terpuji dengan adanya program pemerintah untuk menghargai setiap orang donor darah,” tukasnya.
Lokal

PIFA, Lokal - Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan meninjau gedung Sekolah Dasar Negeri 13 dan SMPN 6 Satap di Desa Nanga Payang, Kecamatan Bunut Hulu, Selasa (11/4/2023). Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan dalam keterangannya mengatakan bahwa peninjauan tersebut dilakukan secara mendadak. Dalam peninjauan tersebut, dirinya menemukan bangunan SMPN 6 dalam kondisi tidak baik. "Kita tidak ada rencana ke sekolah tapi saya tertarik, SD nya masih layak tapi yang parah SMP nya, ini menjadi catatan kami," kata Fransiskus Diaan, Selasa. Mengetahui kondisi tersebut, Fransiskus pun segera berkoordinasi dengan Kepala Dinas Pendidikan Kapuas Hulu untuk mengupayakan pembangunan SMPN 6. "Mudah-mudahan tahun ini bisa dibangun, saya sudah hubungi kepala Dinas Pendidikan untuk mengupayakan," terang Bupati Sis-sapaan akrabnya. Pada kesempatan tersebut, Fransiskus Diaan menyempatkan diri memberi semangat kepada para murid. "Selalu semangat untuk anak SD dan SMP, jangan sampai putus sekolah walaupun kondisinya begini," pesannya.