Pelaku Penembakan Sekolah Thailand Diduga Bunuh Kakek-Nenek Sebelum Beraksi
Internasional | Sabtu, 8 Agustus 2026
Reuters
Internasional | Sabtu, 8 Agustus 2026









Sports

PIFA, Sports - Venezia FC, klub yang diperkuat oleh Jay Idzes, meraih tiket promosi ke Serie A Italia untuk musim mendatang setelah berhasil mengalahkan Cremonese dengan skor 1-0 di Pier Luigi Penzo Stadium pada leg kedua final playoff Serie B, Senin (3/6/2024) dini hari WIB. Jay Idzes, yang juga dikenal sebagai "Bang Jayadi" oleh fans Indonesia, tampak memperlihatkan kebanggaannya dengan memamerkan bendera Indonesia usai pertandingan. Dalam pertandingan yang dramatis itu, Jay Idzes turut bermain penuh dan menjadi salah satu pilar utama dalam kemenangan timnya. Gol tunggal kemenangan dicetak oleh Christian Gytkaer di menit ke-24, menandai momen bersejarah bagi klub yang merayakan promosi ke kasta tertinggi sepakbola Italia di hari ulang tahun sang pemain. Setelah pertandingan, Jay Idzes menyambut kemenangan ini dengan melakukan siaran langsung di Instagram, dimana ia juga mengundang Francesco Zampano untuk bersama-sama memberikan salam kepada Indonesia, menunjukkan hubungannya yang erat dengan tanah airnya. Sebagai informasi, Jay Idzes bergabung dengan Venezia FC pada awal musim 2023/2024 dan segera menjadi bagian penting dalam lini pertahanan klub, bahkan sudah mencetak tiga gol sepanjang musim tersebut. Meskipun kehadirannya di pentas internasional, Jay Idzes tetap memperlihatkan komitmen terhadap Timnas Indonesia, terutama dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026. Jay dipastikan absen pada pertandingan melawan Irak pada Kamis (6/3) besok. Dia diperkirakan akan bergabung kembali dengan tim sehari sebelum pertandingan melawan Filipina pada 11 Juni, sesuai dengan pernyataan dari Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong. (yd)
Nasional

Bupati Bogor Rudy Susmanto memimpin pawai obor bersama ribuan warga di Stadion Pakansari, Jumat malam, sebagai bagian dari tradisi menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Kegiatan berlangsung meriah dengan partisipasi masyarakat dari berbagai kalangan, mulai dari aparatur sipil negara (ASN), TNI, Polri, hingga warga umum yang memadati kawasan Gelora Pakansari. Rudy mengatakan, pawai obor merupakan tradisi yang rutin digelar masyarakat menjelang hari besar keagamaan seperti Idul Fitri dan Idul Adha, sebagai simbol kebersamaan dan kegembiraan. “Ini sebuah tradisi, biasanya menjelang Idul Fitri masyarakat berkeliling melaksanakan pawai obor. Malam ini kita bersama-sama melaksanakan di Stadion Pakansari,” ujarnya. Ia menjelaskan, sebelum kegiatan tersebut, pihaknya juga mengikuti video conference bersama Polres Bogor yang dipimpin oleh Listyo Sigit Prabowo terkait kesiapan jalur mudik di seluruh wilayah Indonesia. Menurut Rudy, momentum pawai obor tidak hanya menjadi ajang tradisi, tetapi juga mempererat kebersamaan seluruh elemen masyarakat tanpa memandang latar belakang. “Kita melihat masyarakat sangat antusias, ada ASN, non-ASN, pedagang, pengusaha, TNI, Polri, semuanya guyub menyatu merayakan kebersamaan,” katanya. Ia juga menyoroti nilai toleransi yang tercermin dalam kegiatan tersebut, di mana seluruh unsur masyarakat dan pemangku kepentingan dapat hadir dan berbaur dalam suasana harmonis. Meski sempat diguyur hujan pada sore hari, kegiatan tetap berlangsung lancar dan tidak mengurangi antusiasme warga yang terus memadati lokasi acara.
Sports

PIFA.CO.ID, SPORTS - Mantan pelatih Timnas Indonesia, Rahmad Darmawan, menilai Ole Romeny bisa menjadi solusi bagi lini depan Skuad Garuda. Pemain berusia 24 tahun itu resmi menjadi Warga Negara Indonesia setelah mengucapkan sumpah pewarganegaraan pada 8 Februari 2025 di London, Inggris. Debutnya bersama Timnas Indonesia diharapkan segera terjadi, terutama menjelang laga melawan Australia pada 20 Maret 2025 di Sydney Football Stadium dalam lanjutan ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026."Untuk striker saya berharap pada Ole Romeny," ujar Rahmad Darmawan dalam kutipan dari YouTube Arya Sinulingga. "Sebab masalah kita itu tidak punya striker komplet di dalam strategi," lanjutnya.Rahmad menekankan bahwa Timnas Indonesia di bawah asuhan Patrick Kluivert memerlukan sosok penyerang yang serbabisa dan mampu mengoptimalkan setiap peluang. Ia menilai Romeny bisa menjadi jawaban atas kekurangan di lini depan, terutama dalam eksekusi serangan yang membutuhkan striker dengan kemampuan individu tinggi."Striker itu pemain yang paling tidak mudah karena tidak punya ruang yang lebar karena dilapisi dua bek tengah lawan, ada juga pemain nomor 6 dari lawan," jelas Rahmad. "Oleh karena itu butuh striker komplet sebagai target man atau pemain yang punya kemampuan individu dalam eksekusi bola."Meski demikian, ia mengingatkan agar Timnas Indonesia tidak hanya bergantung pada Ole Romeny. Rahmad menyarankan agar Patrick Kluivert tetap menyiapkan alternatif di lini serang, termasuk Rafael Struick, Ragnar Oratmangoen, Hokky Caraka, dan Ramadhan Sananta."Kehadiran Ole Romeny adalah jawaban, tapi kita harus siapkan pemain lain di posisi itu antara Struick atau Ramadhan Sananta," tegasnya.Timnas Indonesia masih memiliki empat pertandingan tersisa di ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026. Setelah menghadapi Australia, Skuad Garuda akan bertemu Bahrain pada 25 Maret 2025, sebelum menghadapi China dan Jepang pada Juni 2025.